Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 100


__ADS_3

Bukan mudah untuk menjaga dan memuaskan hati semua orang,


Tapi berusahalah agar tidak memyakiti hati mereka, walau hatimu sendiri disakiti mereka.


* * * * *


Sudah sebulan ini semua siswi SMK BM kelas 3, melaksanakan ujian sekolah, ujian paraktek dan yang terakhir minggu ini ujian nasional penentu kelulusan mereka bersama. Duduk didalam kelas yang sudah ditentukan di kursi sendiri sendiri dan jarak berjauhan sesuai urutan absensi kelas.


Dan selama itu juga Nisha jarang bertemu Ardi. Hanya setiap malam minggu saja. Yang biasanya Ardi selalu menjemput Nisha kini tidak. Hanya sebatas telpon dan kirim pesan, Ardi tidak mau terlalu mengganggu konsentrasi Nisha dalam belajar. Lagi pula itu juga permintaan Ibu dan papa Nisha. Tiap malam pun, yang biasanya Nisha dan Ardi dapat melakukan panggilan telpon berjam jam, kini hanya beberapa menit saja mereka saling berbicara melepas rindu ditelpon. Tapi Ardi selalu memberi semangat pada Nisha setiap saat melalui pesan onlinenya. Dengan perhatian penuh dari Ardi pun Nisha sungguh sungguh dalam belajarnya. Dia ingin memuaskan kedua orang tuanya dan juga Ardi, juga pada mwnunjukkan teman temannya yang lain, bahwa pacaran tidak selalu menggangu proses belajarnya kita disekolah, selama kita bisa mengendalikan emosi kita.


Beruntung hari ini terakhir semua siswi melaksanakan ujian sekolah. Dan mereka sedang berhamburan diluar kelas, membahas dan berdebat tentang soal ujian yang baru saja mereka hadapi.


*Jawabannya A


Lah gw jawab C


Iihhkk jawaban A tau


Iya sama


Nggak, gw jawab B


Soal yang itu jawabannya D


Yahh salah dong gw*


Semacam seperti itulah disepanjang lorong sekolah suara bersautan satu sama lain.


" tau ahhkk... gw mah gak mau bahas soal ujian lagi. Udah pusing gw mikirin jawabannya. Jangan bahas lagi. Biarin nanti juga ketauan hasilnya " ujar Rini yang sudah terlihat sedikit prustasi.


" iya emang. Ngapai kita bahas lagi coba. Biarin aja lah, gak usah dipikirin. " timpal Dian.


" eehh...mending kita makan bakso yuk! " ajak Eva.


" kita ke mall aja yuk, biar refresing dikit. Ntar kita makan disana aja " pinta Rini.


" boleh tuh! Gw setuju. Nih otak butuh hiburan dikit! " ujar Nisha.


" ayooo " ucap serempak.


Mereka pun memutuskan untuk pergi main ke mall yang letaknya cukup jauh dari sekolah. Ya mall yanh dulu sering Nisha dan Ardi datangi pula. Karena mall inilah yang paling dekat dan paling terkenal didaerah itu dan cukup besar.


Para gadis ini pun tak lupa untuk memakai jaket yang selalu mereka bawa tiap hari kesekolah, untuk menutupi baju seragam yang mereka gunakan. Sebab memang anak yang memakai seragam sekolah dilarang masuk kedalam mall itu.

__ADS_1


Mereka pun menjelajahi mall tersebut, melihat lihat setiap barang yang dijual disana. Ya...hanya melihat lihat tanpa membeli apapun. Itulah cara cuci mata bagi para gadis muda anak sekolah seperti mereka. Beruntungnya saat mereka datang, mall ini belum lama terbuka karena masih pagi yang menunjukkan pukul 10. Sehingga belum terlalu ramai oleh pengunjung. Tapi siapa yang menduga, ternyata banyak siswi lain dari satu sekolah mereka yang juga ternyata datang ke mall ini setelah mereka.


Saat mereka sedang melihat lihat baju yang ada didept store, Nisha tertarik pada sebuah kaos berwarna biru laut dengan tulisan kecil 'the word brigther because of you' diatas dada sebelah kiri. Nisha melihat label harga yang tersangkut disana. Ternyata, itu cukup dari uang yang ada didompetnya saat ini. Nisha pun membeli baju itu. Begitu juga ternyata yang lainnya, Lia, Dian, Eva dan Rini pun ikut membeli sebuah kaos. Setelah membayarnya, mereka pergi ketoilet, dan mengganti baju mereka dengan yang baru mereka beli. Setelah itu mereka makan di food count yang ada didalam mall.


Setelah dirasa sudah lewat jam makan siang, mereka pun memutuskan untuk kembali pulang kerumah masing masing.


" assalamualaikum " Nisha mengucap salam setelah membuka pintu rumahnya. Dilihatnya Yuni yang sedang tiduran diatas sofa sambil bermain dengan benda pipihnya.


" walaikumsalam "


Nisha masuk kedalam rumahnya, melewati begitu saja Yuni menuju kamarnya. Saat dikamar pun, Nisha langsung membanting dirinya diatas kasur kebesarannya dan tertidur lelap siang itu tanpa dengan masih menggunakan baju yang dipakai tanpa menggantinya.


* * *


Malam ini, Ardi sudah ada diteras depan rumah Nisha. Seperti biasa. Meletakkan kepalanya diatas paha Nisha yang kini duduk disofa panjang teras. Tapi hanya terdengar suara ponsel diantara mereka.


Ardi pun meletakkan benda pipihnya diatas meja setelah berbalas pesan dengan Teteh Adesty.


" Sha..."


" hhmmm " Nisha tetap asik bermain game dibenda pipihnya.


" aku kangen kamu! "


" aku juga " jawabnya tanpa menolah.


" kak Ar, apa apaan sih " memegang kepala Ardi agar tak bergerak.


" abis kamu nyuekin aku! " ujarnya manja.


" ya terus, aku harus gimana? Kamu bilang kangen, kan ini udah ketemu. "


Ardi bangun dan duduk disamping Nisha. Memojokkan tubuh Nisha disandaran sofa dengan badannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Nisha. Mata mereka saling menatap. Tak hayal kedekatan itu membuat Nisha kembali merasakan jantungnya yang berlari begitu cepat, dan membuat wajahnya merah merona. Nisha semakin memundurkan kepalanya saat Ardi semakin memajukan kepalanya, membuatnya semakin tak berkutik.


" kak Ar mau apa? " tanya Nisha gugup.


Tapi Ardi tak menjawab, terus saja mendekatkan wajahnya pada Nisha.


Dan saat itu juga Nisha memejamkan matanya dan mengigit bibir bawahnya karena tau apa yang hendak Ardi lakukan.


Tapi saat itu juga Ardi tersenyum dan... mencium pipi Nisha lembut penuh sayang. Saat Ardi melepaskan bibirnya dari pipi Nisha, Nisha membuka matanya perlahan dengan degup jantung yang masih tak beraturan. Wajah Ardi masih dengan jarak beberapa senti dari wajah Nisha. Mata mereka saling bertemu kembali.


" kenapa? Berharap aku cium bibir kamu?" Seketika itu juga wajah Nisha bersemu merah, menahan malu. Tapi juga langsung memukul lengan Ardi dengan kuat.

__ADS_1


" nyebelin iihkk!"


Ardi tertawa lepas didepan Nisha yang mencebikkan bibirnya menahan kesal.


" awas ahk! Jangan kayak gini! Nanti ada yang liat aja " pinta Nisha seraya mendorong dada Ardi agar menjauh. Tapi Ardi tak bergeming dari posisinya.


" muka kamu imut banget tau kalau lagi malu sekaligus kesel gitu. Gemes aku! " goda Ardi mencubit satu pipi Nisha.


" iih apa apaan sih Kak Ar " seru Nisha membuang wajahnya menutupi malu yang menjalar didadanya.


Tapi dengan sigap Ardi menarik dagu Nisha dan langsung ******* bibir kecil Nisha tanpa aba aba. Awalnya Nisha terkejut akan tindakan Ardi, tapi lama lama, Nisha ikut menikmati ciuman itu perlahan dan meremas baju Ardi. Ardi tersenyum kecil melihat tingkah Nisha yang sedikit malu tadi. Dan perlahan melepaskan ciuman itu dan kembali saling menatap.


" aku sayang kamu " ucap Ardi lirih.


" aku tau " jawab Nisha santai saraya tersenyum menatap Ardi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sebenarnya mau nulis " THE END", tapi jadi galau ini. Walau udah perkiraan emang sampai sini.


Jangan marah ya😁😁🤗😘 pantengin aja terus.


TBC


VOTE NYA SIMPEN BUAT BESOK YA READERS.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘


__ADS_2