
Aku lebih memilih malam, meski kelam.
Aku lebih memilih luka, meski sakit.
Dan aku telah memilih kamu, meski rindu.
* * * * *
" Nak Ardi, maaf yaa. Nisha nya tidur sejak tadi ternyata " Ucap Ibu Uni saat menemui Ardi di teras rumahnya.
" Hahh...tidur bu?" Ucap Ardi sedikit terkejut, lalu melirik jam dipergelangan tangannya.
Ini kan masih jam 7.40
" Iya...gak tau tuh! Gak biasa biasanya jam segini dia masih tidur !" Ucap Ibu Uni yang juga sedikit heran dengan Nisha.
" Ya udah deh. Ardi pamit. Nanti kesini lagi " Ibu Uni mwngangguk. Lalu Ardi mencium punggung tangan Ibu Uni berpamitan pulang.
Saat menaiki motornya Ardi melihat keatas jendela kamar Nisha dilantai dua.
Apa saat ini lo gak mau ketemu gw Khani.
Ardi meninggalkan rumah Nisha dengan perasaan yang sedikit kacau. Dia tidak tau kalau rencananya membuat Imel merasakan sakit hati, Berimbas pula pada hati Nisha.
Disekolah pun Dian, Eva dan Rima tidak berbicara apa pun mengenai kebenaran itu pada Nisha. Karena mereka telah berjanji pada Ardi untuk tidak membicarakannya pada Nisha. Kecuali pada Lia.mereka memberitahukan kebenaran itu pada Lia. Mereka juga sekarang jadi tidak suka pada Imel yang tetnyata memiliki sifat sirik dan dengki seperti itu pada Nisha. Nisha pun bersikap senatural mungkin menutupi suasana hatinya yang sebenarnya masih gelisah memikirkan Ardi.
Sudah dua malam berturut turut Ardi datang kerumah Nisha. Dan dua hari pula Nisha berpura pura tidur tidak mau bertemu dengan Ardi. Bahkan sms atau telpon dari Ardi diabaikannya, Nisha tidak pernah menerima atau membacanya.
" Nak Ardi lagi ada masalah sama Nisha ?" Tanya Ibu Uni saat menemui Ardi diteras rumah setelah tak berhasil memanggil Nisha.
" Hhmm..Sedikit Bu. Cuma salam paham !" Ucap Ardi sedikit malu untuk menceritakannya pada Ibu Uni.
" Oohh..." Ibu Uni hanya manggut manggut mengerti.
" Ibu gak tau masalah kalian apa. Nisha itu kalau punya masalah suka dipendam sendiri. Jarang suka cerita sama orang lain. Tapi kalau udah ngerasa gak nyaman sama masalah itu. Nanti dia pasti maju sendiri untuk nyelesain masalah itu. Jadi Ardi yang sabar dulu ya ngadapin Nisha. Mungkin dia masih belum yakin sama dirinya sendiri. Tapi nanti dia pasti mau ketemu sama Ardi kalau dia siap. Yaa!" Ucap ibu Uni menasehati. Sebenarnya Ibu Uni menyukai Ardi sejak dekat dengan Nisha karena sopan santunnya. Karena itu dia tau Ardi bukan anak yang tidak bertanggung jawab.
" Iya Bu. Makasih sebelumnya. " Ardi pun pulang dengan hasil yang Nihil.
* * *
Malam Minggu ini, malam yang biasanya paling ditunggu Nisha karena akan bertemu dengan Ardi, Tapi kini Nisha merasa masih enggan bertemu dengannya. Dia masih belum siap untuk bertemu dengan cowok yang sudah sepenuhnya mengisi hatinya.
Nisha berencana akan pergi menginap dirumah Eva. Dia sudah meminta izin pada Papa dan Ibu nya untuk menginap, Bahkan Nisha berbicara pada Ibunya, bila Ardi datang untuk memberitahunya kalau dia pergi menginap kerumah Umi, rumah Tantenya, kakak dari Ibu Uni. Ibu nya hanya mendengarnya dengan heran.
" Nisha, Kamu tuh gak boleh terus ngehindar kaya gitu sama Ardi !" ucap Ibu Uni memberi nasehat ditelpon saat Nisha meminta izin untuk pergi menginap.
" Buu.."
" Ibu gak tau masalah kalian apa? Kamu yang milih untuk jalanin hubungan itu. Kamu harus ngadepin semua masalah yang terjadi berdua. Bukan dengan ngindar terus kaya gitu. Dulu Ibu pernah bilang jangan pacaran dulu selama sekolah. Takut ganggu pelajaran kamu. Kamu jadi hilang konsentrasi untuk belajar. Apa lagi kalau nanti terjadi masalah kecil yang dibesar besarin dalam hubungan itu. Kayak sekarang kamu ini!" Nisha tertunduk mendengar ucapan Ibunya ditelpon.
" Ibu gak marah kamu jalanin hubungan itu sama cowok, apalagi cowok kaya Ardi. Ibu liat dia anak yang baik dan sepertinya anak yang tanggung jawab. Jika dia ngelakuin salah sama kamu dan kamu belum bisa terima kesalahan dia. seharusnya kamu dengerin dia dulu untuk berbicara dan menjelaskan semuanya. Setelah itu baru kamu ambil keputusan! Kamu ngerti, Sha ?"
" Iyaa...Bu !" Ucapnya dengan lirih
" Ya udah kalau mau nginep. Hati hati dijalannya yaa!"
Nisha pun menutup sambungan telpon dengan Ibunya. Lalu bersiap pergi kerumah Eva. Dia juga sudah menghubungi Eva terlebih dahulu.
Karena dari rumah Nisha harus dua kali naik angkot menuju rumah Eva. Saat ini Nisha berdiri dipinggir jalan raya dekat lampu merah daerah DS untuk menunggu angkot yang menuju rumah Eva. Nisha menunggu cukup lama karena memang angkot jalanan dsini sungguh jarang.
__ADS_1
Dari kejauhan seorang cowok muda yang sedang mengendarai motor sport berwarna biru , melihat dan mengenali Nisha yang berdiri lurus diseberang jalannya. Saat lampu berubah hijau, cowok tersebut melajukan motornya mendekati dan berhenti didepan Nisha.
Nisha mengerutkan dahinya, melihat heran pada cowok yang wajahnya tertutup helm fullface berhenti di depannya. Si cowok membuka kaca penutup helmnya.
" Heii...lagi apa disini ?" Tanya si cowok. Dan Nisha memiringkan kepalanya masih terheran tak mengenal cowok itu. Diam saja tak menjawab. Lalu cowok itu membuka helmnya dan meleyakannya didepan perutnya ditanki motornya yang bulat menyatu dengan stang motor.
Kayak gw kenal siapa ya? Gumam Nisha dalam Hati.
" Hai...masih inget sama gw?" Ucap si cowok dan Nisha menggelengkan kepalanya.
" Lo ceweknya Ardi kan ?" Nisha mengangguk pelan
Kok dia tau?
" Gw Eric. Kita ketemu saat pesta si cafe Widji, Gw yang bareng sama Imel waktu itu !" ujar Eric
" Oohh iyaa..." Nisha tersenyum saat ingat siapa cowok itu.
" Lagi ngapain disini?"
" Nunggu angkot, mau kerumah temen "
" Gak bereng sama Ardi." Nisha menggeleng
" Ayo bareng. Gw anterin !"
" Gak usah makasih!" Tolak Nisha
" Gak papa. ayo! Kita searah kok. Gw mau kecafe juga ini. Searah kan?"
Nisha sejenak berfikir, memang searah sih. Tapi dia merasa canggung menerima ajakan Eric, tapi juga menunggu angkot cukup lama membuat dia lelah berdiri dan hari semakin sore pula. Akhirnya Nisha menerima ajakan Eric untuk mengantarkannya.
" Makasih ya dah mau nganter aku" Ucap Nisha
" Iyaa... gak papa. Tapi...gak gak gratis !"
" Hahh !!" Nisha terkejut atas ucapan Eric.
" Maksudnya ?" Eric tersenyum penuh misteri.
" Ada imbalannya dong! ..boleh kan gw minta nomor handphone lo ?"
" Oohhh...gw kira apaan ? Boleh kok!" Eric mengeluarkan Hp miliknya dari saku depan celananya dan memberikannya pada Nisha. Nisha pun mengetik nomornya diHp Eric, Lalu memberikan Hp itu kembali. Nisha pun tersenyum.
" Kapan kapan kita bisa kan ketemu lagi " Ucap Eric.
" Liat nanti deh ya kak!" Nisha sedikit enggan menjawab iya pada Eric. Lalu Eric pun pergi meninggalkan Nisha. Nisha pun Berjalan menuju rumah Eva.
* * *
Nisha sedang berada dikamar dilantai dua rumah Eva dan Eva sendiri ada diteras bersama Abi. Eva juga sudah menghubungi Dian dan Lia, tapi mereka tidak bisa datang main kerumah Eva karena urusan masing masing. Nisha juga menceritakan bertemu dengan Eric saat jalan munuju kesini dan siapa itu Eric.
Saat Nisha sedang asik memaikan Hpnýa, Nisha mendengar suara motor yang tak asing berhenti didepan rumah Eva. Tiba tiba saja jantung berdebar kencang.
Apa itu yang dateng dia ya???
Nisha duduk diatas kasur melipat kedua kakinya. Dia semakin cemas saat terdengar suara kaki berjalan menaiki tangga. Nisha terus menatap pintu kamar dengan tangan yang mengepal Hp saling menyautkan.
Creekkk
__ADS_1
Pintu kamar dibuka dari luar, dan ternyata Eva datang masuk. Wajah Nisha masih dengan kecemasannya, Eva berjalan mendekati Nisha dan duduk dipinggir kasur.
" Sha, ada Kak Ardi dibawah dateng!"
Degg
Jantung Nisha semakin kencang berdegup saat mendengar nama Ardi.
" Lo bilang gw disini Va?" Dan Eva mengangguk.
" Bukan gw yang ngomong, Tapi Abi." Nisha memejamkan matanya merunduk.
" Sha, Lo harus hadepin ini semua. Jangan lari kaya gini. Lo harus denger dulu penjelasan dari Ardi. Setelah itu terserah lo dah mau gimana! Seenggaknya biar hati lo lega nantinya kalau udah tau yang sebenarnya. Mau itu bikin sakit atau bikin hati lo seneng !"
Hati gw pasti sakit Eva, bukannya seneng. Tapi emang bener kata lo dan Ibu gw. Gw harus nyelesain ini.
Nisha pun menganggukkan kepalanya pada Eva. Eva tersenyum dan berdiri.
" Gw turun duluan. Kayaknya gw sama Abi mau jalan dulu keluar ya. Lo ngobrol aja berdua diteras. Oke!"
" Kok lo ninggalin gw sih Va ? Masa gw sendiri nanti sama Ardi !" Ucapnya memelas
" ngapain gw ikutan nemenin lo! Lo harus nyelesain sendiri lah. Gw juga mau berduan dulu kali sama Abi " Ucap Eva sambil memajukan bibir bawahnya, berlalu meninggalkan Nisha sendiri dikamar.
Apa gw siap ketemu Lo Kak sekarang? Harus Sha, Lo harus bisa!!
Nisha menyemangati dirinya sendiri, mulai berdiri turun dari kasur dan berjalan keluar kamar. Menuruni beberapa anak tangga berjalan melewati ruang tamu dan berdiri didepan pintu rumah saat pandangan matanya tertuju pada cowok yang kini berdiri pula melihat kearahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**Jangan lupa untuk 🖒, Vote dan 🌟 rate yaa
❤ nya juga boleh untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran juga saya harapakan jika readers berkenan.
Terima kasih sudah membaca🤗😘
__ADS_1
Mohon dukungannya ya😊**