
Tak perduli bagaimana kita bertemu
Yang terpenting adalah
Bagaimana kita menjaga pertemuan kita
Agar tidak ada kata berpisah
* * * * *
Hari perpisahan yang sudah disiapkan semua panitia pelaksanaan yang tak lain memang dari anggota osis kelas tiga pula dan dibantu juga oleh anggota osis kelas dua. Dan dilaksanakan disekolah ini. Ditengah tengah lapangan sekolah yang memang cukup besar.
Sebuah panggung besar yang akan digunakan sebagai tempat pertunjukan hiburan dan juga untuk memberikan tanda kelulusan bagi semua murid kelas tiga yang memang sudah dinyatakan lulus 100% disekolah ini.
Dan dengan sebuah tenda besar didepan panggung yang diisi oleh deretan kursi kursi yang akan ditempati oleh para wali murid yang akan datang untuk memenuhi undangan sekolah melihat pelepasan murid yang telah lulus. Juga ada deretan meja prasmanan disisi lorong ruang guru yang berisi segala hidangan makanan yang telah dihidangkan dari sebuah catering yang telah dipilih untuk menemani acara ini untuk disantap para tamu undanga serta para murid kelas tiga dan juga para guru.
Para murid pun telah berdatangan pagi ini bersama orang tua mereka masing masing, dengan rapi para murid sudah mengenakan pakaian kebaya modern yang memang diperintahkan oleh kepala sekolah untuk menyambut pelepasan ini.
Begitu juga Nisha yang datang bersama Ibu Uni yang juga memakai kebayanya dan Papa sakti yang memakai kemeja batik. Nisha begitu cantik dan anggun menggunakan kebaya berwarna pink dengan lengan pendek yang memperlihatkan pundaknya dengan lebar dan rok batik warna putih dengan aksen warna hitam dan pink pula. Rambutnya pun gerai begitu saja, rapi yang mengesankan wajahnya yang tampak semakin manis dengan kepangan kecil diatas kuping diikat dibelakang kepala dengan ikatan berbentuk bunga kecil ditambah poni halus menutupi keningnya.
Teman sekelasnya pun semua menggunakan kebaya berwarna pink. Karena tiap kelas mendapat warna untuk kebaya masing masing yang menandakan jurusan mereka. Akuntansi warna putih, sekertaris warna biru dan penjualan warna pink.
Acarapun dimulai satu persatu dari sambutan samapi hiburan yang diisi oleh adik kelas satu dan dua. Sampai pada acara utama pun dimulai, yaitu Pelepasan murid kelas tiga. Dan beruntungnya dimulai dari kelas penjualan. Kelas Nisha dan teman temannya. Satu persatu para murid dipanggil keatas panggung untuk menerima sebuah piagam dan tanda kelulusan mereka. Para murid pun harus menggunakan almamater khusus para murid saat menerima itu. Kemudian bersalaman dengan para guru dan kepala sekolah. Setelah turun panggung, mereka disambut oleh kedua orang tua, dan melakukan sesi foto ditempat yang sudah dirancang oleh panitia di samping panggung. Tentu juga bersama orang tua mereka.
" selamat ya sayang " ucap Papa Sakti seraya mencium kening Nisha saat turun dari panggung setelah menerima kelulusannya. Bergantian dengan Ibu Uni.
" makasih Pah, Bu " jawabnya lirih.
Setelah menerima kelulusan dan mencicipi hidangan yang disediakan. Sebagian orang tua yang mendampingi anak mereka pun, kembali pulang. Tapi tidak para murid.
Setelah acara pelepasan selesai, dan mereka semua berfoto bersama satu kelas, selanjutnya adalah acara bebas bagi para murid yang sudah menerima kelulusan mereka. Dengan masih menggunakan kebaya mereka masing masing, tapi ada pula yang menggantinya atau memilih memakai celana levis tapi dengan masih baju kebayanya, ya itu Nisha dan teman temannya. Mereka semua bernyanyi bersama dan berpesta.
" ayoo...siapa lagi yang mau nyumbang lagu nih! " ucap Rima dan Siti selaku MC dalam acara ini.
" Nisha...ayo nyanyi. Perwakilan kelas kita nih! Masa kelas kita gak ada yang mau nyanyi " ucap Rima tiba tiba diatas panggung.
" ayo Sha nyanyi "
" ayoo "
Semua murid sekelasnya bahkan yang lain kelas pun sudah bersorak meminta Nisha untuk bernyanyi, tapi Nisha masih menggelengkan kepalanya untuk menolak hal tersebut. Tapi ternyata, Dian dan Lia menarik Nisha naik keatas panggung.
" ayo Sha! Lo pasti bisa " kata Dian menyemangati. " Lo kata mau ujian lagi kali. Pasti bisa! " ucap Nisha ketus saat menaiki tangga panggung.
" kita temenin kok!" Ucap Lia.
Dan kini pun Nisha bersama Lia, Dian Dan Rima berdiri diatas panggung. Akan membawakan sebuah lagu yang dipilih oleh Nisha.
" lagu apaan ini? " tanya Rima.
" sheila on seven. Kisah klasih " ucap Nisha.
Sang pengatur musik pun mulai menyalakan musik yang dipilih Nisha. Lia pun ikut bernyanyi dan memegang sebuah mic pula seperti Nisha.
Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali, kita berbincang
Tentang memori dimasa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
__ADS_1
Kita terharu seakan tiada bertemu lagi
Bersenang senang lah, karena waktu ini yang kan kita rindukan dihari nanti
Sebuah kisah kalasik untuk masa depan
Bersenang senang lah krena hari ini yang kan kita banggakan dihari tua...hooo oohh hoo
Tiba tiba saja semua murid yang mendengar lagu yang dinyanyikan Nisha dan Lia terdengar menyentuh hati. Mereka ikut larut dan saling berpegangan tangan dan berpelukan. Seolah olah mereka akan berpisaha jauh. Dan kini mereka semua ikut bernyanyi. Nisha dan Rima pun berpegangan tangan bersama sembil bernyanyi.
Sampai jumpa kawan ku
Semoga kita selalu
Menjadi sebiah kisah klasik untuk masa depan...
sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu
menjadi sebuah kisah klasik
untuk masa depan
Nisha pun serasa tertusuk jantungnya, dada seraya sesak seketika saat melantunkan sair itu. Sebuah ingatan masa lalunya akan kenangan lagu ini terlintas kembali dibenaknya. Kenangan yang entah dipandang indah atau sedih.
Nisha meneteskan cairan bening diujung matanya saat terpejam menghayati lagu yang diikuti oleh semua murid. Bukan karena akan berpisah dengan teman temannya ini, tapi sebuah tatapan mata yang terlihat kembali dipikirannya saat terpejam dan diiringi lagu ini.
Lagu ini penuh akan kenangan seorang yang tak pernah bisa Nisha hilangkan dibenaknya sampai saat ini. Entah sampai kapan! Tapi yang pasti, dia seseorang yang telah mengisi ruang hati yang terkecil didadanya. Nisha berharap, Tuhan masih mengijinkan Nisha untuk bertemu dengan teman masa SMP nya walau hanya sekejap saja, tapi entah itu kapan adanya!. dan entah terkabul atau tidak. Tapi mungkin Tuhan sedang merencanakan sesuatu disana yang tak terduga untuk Nisha. Yang itu akan membuat bahagia atau pun derita. Nisha harus menghadapinya nanti.
Tapi saat Nisha mengenangnya dalam pejaman mata, tiba tiba, wajah dan senyum Ardi terlintas sekilas disana. Nisha pun tersadar dan langsung membuka matanya yang masih menyisakan genangan air mata dipipinya. Melihat semua temannya bernyanyi bersama. Nisha langsung menghapus air matanya itu, dan tersenyum kembali benyanyi.
" Sha, suara lo keren banget! " ucap Mira teman sekelas saat Nisha kembali turun dan bergabung dengan yang teman lainnya lagi. Nisha hanya tersenyum menanggapi pujian itu. Semua mata temannya sedikit berkaca kaca karena lagu itu.
" setelah ini apa rencana kalian? " tanya Ulfa saat mereka berkumpul sekelas duduk dikursi depan panggung.
" gw udah disuruh bantu paman gw disekolah dasar dibagian tat usahanya " jawab Dian.
" lo sendiri Ulfa? gimana? " tanya Rini.
" gw mah nunggu dilamar aja sma cowok gw"
" asiikk dong! " ucap Refi.
" lo gimana Nisha? "
" hah, gw? " Nisha sedikit terkejut " gw mau lanjut kuliah, pengennya sih sambik kerja. Lo gimana Mel? "
" gw bakal ke Solo rencananya. Mau kuliah disana ditempat nenek gw "
" yaaahhh...bakal pisah dong kita Mel " kata Yani sudah sedih.
Nisha dan teman temannya pun tak menyanngka bahwa Imel akan pergi dan tinggal diluar kota. Nisha tau, mungkin Imel ingin menenangkan dirinya setelah perbuatannya yang telah menggugurkan kandungannya, dan hanya Nisha yang tau itu.
Apapun itu semoga Imel mendapat kebahagiannya.
Mereka semua pun berpisah dan membubarkan diri setelah acara pelepasan murid kelulusan itu.
" oohh...iya. Ada pesan dari Kak Ardi buat kalian " seru Nisha saat mereka berlima berjalan menuju toilet untuk memgganti kebaya mereka dengan kaos biasa.
" pesen apaan? " tanya Eva
__ADS_1
" bukan pesan cinta kan Sha? " goda Rini
" bukan lah! " sentak Nisha. " cintanya cum buat gw doang! " ujarnya sombong.
" iya iya. Ardi cuma punya lo kok! gak ada yang mau ngambil juga! " goda Dian.
" eehh...si Dian udah jadian tau sama Gilang! " seru Eva.
" yang bener Yan? " tanya Lia dan Nisha bersamaan. " waaahh...punya pacar baru diem diem bae si Dian? " ujar Rini. Dan yang dicarakan hanya tersenyum malu.
" udah gak usah ngomongin gw. Tadi lo ngomong apaa, Sha? "
" eehh...iya, lupa deh gw! itu, Kak Ardi. Dia mau ngajak kita liburan di Bandung " ujar Nisha.
" beneran lo Sha? " Nisha mengangguk pasti.
" garis tapi kan? kalau bayar mah ogah gw! " ucap Lia.
" Eehh...iya ya! Minggu depan ulang tahun dia kan Sha? " tanya Dian. Dan Nisha mengangguk.
" makanya kita diajak ke Bandung, nginep semalam disana. GRATIS! semua ditanggung sama Ardi. Temen kuliahnya juga yang dulu ikutan saat ulang tahun gw juga ikut kok! lo juga bisa ajak cowok lo pada. " tutur Nisha.
" waahh...asik tuh.! " seru Eva sudah antusias.
Mereka pun memutuskan untuk ikut bersama cowok mereka masing masing. Dan sungguh tak sabar menunggu waktu itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Sedikit kata dari authorš¤
Disini mungkin ada bayangan sedikit yang aku jelaskan tenteng cerita tahap selanjutnya. Karena kisah masa sekolah mereka sudah selesai, makanya aku sebut THE END. Walau sebenarnya, ceritanya masih panjang dan memasuki masa kuliah Nisha dan Ardi yang bakal mulai dengan pekerjaan barunya disebuah perusahaan.
Orang orang baru bakal bermunculan. Tapi tetep konfliknya masih yang ringan aja. Gak ada halu halunya ya dalam cerita ini. Semua aku ambil dari kehidupan nyata author sendiri, tapi emang cerita dari awal juga udah sesuai yang aku tahu. Mungkin bakal ada yang bilang kurang menarik. Mohon dimaklumi, karena author gak bisa berkata yang bagus bagus.
TETEP PANTENGIN TERUS YAā¤
**JANGAN LUPA VOTE LHO!
LIKE DAN KOMEN JUGA
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
MOHON DUKUNGANNYAš¤š**