Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 26


__ADS_3

Rasa apakah ini


Perih mengiris hatiku


Sakitnya menghujam jantungku


Wahai gadis pemikat jiwa


Tak pernah kusangka


Begitu besar artimu


Tak pernah ku mengira


Dirimu


Merampas ketenanganku


* * * * *


Ardi menghela napas panjang. Setelah sambungan telponnya dengan Nisha terputus, dia mencoba untuk tenang. Melanjutkan pekerjaan pada sebuah motor yang akan diservice karna ditunggu pemiliknya. Disana juga ada Dono yang memang selalu membantu Ardi dibengkel setelah pulang kuliah.


Yaa...memang gak seharusnya gw ngajak dia pacaran secepat ini. Imel aja gak langsung gw tembak saat kenal dulu. Tapi kenapa saat pertama gw liat dia, ada sesuatu yang beda ya. Gak kayak cewek lain yang pernah deket gw. Ahhhkkk !!! kenpa gw jadi mikirin Khani sih Dia kan udah nolak gw.


Ardi memijit pelipis dahinya sambil merebahkan tbuhnya di kursi tunggu bengkel.


Matanya terpejam, lelah. Tapi kenapa dia selalu melihat senyum gadis itu saat menutup bola matanya.


" Oohh...shitt!! "


" Kenapa lo ? " Tanya Dono tiba tiba saat melihat Ardi bangun duduk dikursi tunggu yang terlihat kesal.


" Aauuu ahhkk! Don, beresin bengkel ya. Gw mau tidur dulu bentar dikamar. Kapala gw pusing " berjalan meninggal Dono menuju tangga kelantai dua.


" Tuh anak kenapa lagi sih!! " gerutu nya sambil membereskan alat alat bengkel. Karena sudah menjelang malam, dan sudah tidak ada pekerjaan, Dono pun menutup pintu bengkel.


* * *


Sudah beberapa hari, Nisha libur sekolah karena kegiatan belajar sudah berhenti, hanya menunggu hasil nilai kenaikan tingkat. Dan sejak itu juga, Ardi tidak menghubungi Nisha lagi. Nisha berpositive thinking, mungkin dia sibuk dengan tugas kuliahnya. Tapi kenapa dia tidak sempat pula hanya untuk sms?.


" Apa dia marah karena gw menolaknya, Atau hanya ingin mempermainkan perasaan gw aja ? " gerutu Nisha memandang layar Hpnya, yang masih berisi sms dari Ardi.


" Dia juga udah gak ngirim puisi puisi lagi "


" Aahhkkk...dia kan ngirim puisi buat Imel saat itu, bukan buat gw. Sekarang dia udah gak sama Imel. ngapain dia ngirim puisi ke gw??"


" Tapi kan kemaren dia ngajak gw pacaran ? kirimin puisi juga kek!!! "


" Iiihhhkkk....nyebelin deh!!" Nisha membanting benda pipih perseginya disofa ruang santai. Menarik napas panjang dan menghembuskan kasar.


" Gw kangen suara lo kak Ardi !" Menatap hpnya yang tadi dilempar disofa.


* * *


Siang ini Ardi pulang kuliah lebih cepat. saat sampai bengkel, Bang Martin sibuk dengan motor pelanggannya. Disana juga sudah ada Dono yang Membantu. Ardi berjalan masuk kedalam melewati begitu saja orang yang ada disana setelah mengucapkan salam.


" Don, itu si Ardi kenapa lagi dia?" Tanya Martin yang melihat Ardi sedikit pendiam


" Gak tau , Bang!" Dono mengangkat bahunya


" Dari hari senin kemarin dia begitu! suka uring uringan sendiri. Apa lagi kalaw malam " jelas Dono.


" Bukannya dia udah gak sama Imel lama ! apa ada cewek lain lagi yang lagi deket sama dia.??"

__ADS_1


" Biasanya dia begitu pasti karna cewek !" Ucap Martin


" Oohh...iya bang. Bener. Si Khani " Seru Dono saat mengigat gadis yang dekat dengan Ardi. Dono pun bercerita pada Bang Martin.


Ardi langsung tidur saat sampai dikamarnya. Selama kuliah bebberapa hari ini, dia tidak bisa fokus. Waktu nya terbuang sia sia hanya untuk memikirkan gadis yang menolaknya beberapa hari lalu.


" Gw pengen denger suara lo Ni !" Gumamnya lirih menatap layar hpnya dengan kontak Nisha.


Saat dia serius menatap nama kontak Nisha, bimbang ingin menghubunginya atau tidak. Layar hpnya berdering dengan nama panggilan gadis yang dia pikirkan. Seketika mata membulat tak percaya. Haruskah dia mengangkat panggilan itu. Tapi saat tangan nya ingin menyentuh tombol warna hijau....


" Yaaahhh...kok mati sih !" Ardi kecwa Panggilan itu terputus. Dia terlalu lama membiarkan hpnya berdering.


" Apa gw harus telpon balik ya ?" Ardi Bimbang.


Akhirnya, Ardi kalah juga. Beberapa hari melawan hatinya untuk tak menghubungi Nisha, agar tak semakin mamikirkannya dan menjauhinya. Malah berakhir sebaliknya. Tapi karena panggilan Nisha yang tak sempat terjawab, membuatnya semakin tambah gelisan tentang gadis itu.


Tuutttt tuuutttt tuuuttttt


Nisha terperanjat disofa saat nomor yang baru saja dia hubungi, menghubunginya kembali.


" Aduhh... dia telpon balik!!" Nisha menatap layar hpnya,


" Kalau gw angkat, nanti dia tanya kenapa telpon, gw jawab apaan?" Nisha menarik napas panjang, menglepaskannya perlahan


Saat pangilan itu saling terhubung, tak ada suara. Kedua duanya diam. Hening.


" Kok gak ada suara " batin Nisha


" Kenapa dia deim ajah!" batin Ardi


" Hallo..." mereka bersamaan. " Hahahah..."


" Kak Ardi..." Panggil Nisha lembut


" Katanya mau hubungin aku lagi? kok sampe saat ini gak telpon ataw sms? Kakak marah sama aku karena aku tolak ?" Entah keberanian dari mana Nisha mengatakan itu semua. Terasa lega dihati Nisha sudah mengungkapnya tapi dia juga berdebar saat mengatakannya.


Jleebb


Pertanyaaan itu berhasil membuat Ardi terasa tertampar oleh Nisha.


" Itu...."


" Jawab dong kak! Kalau aku gak misscall tadi kak Ardi juga gak bakal telpon aku kan? "


Ucap Nisha sedikit kesal


" Jawab kak Ar??" Nisha semakin kesal, karena Ardi tidak mengeluarkan suara sedikit pun, padahal Nisha sangat ingin mendengar suaranya walau sebentar. Ini malah dia yang banyak bertanya.


Nisha terkejut, panggilan beralaih ke permintaan panggilan videocall.


" lah kok !" batin Nisha yang langsung tersenyum lebar. Dan mengganti panggilan itu ke vidio call.


" Kamu kenapa jadi cerewet banget sih?" Tanya Ardi yang sudah nampak dilayar hp Nisha.


Nisha terdiam menunduk, tak tahan menutupi wajahnya yang terasa panas dan hatinya yang mungkin akan loncat saat itu juga kalau tak ditahan oleh tangan Nisha yang medekap dadanya. Dia berusaha mengontrol emosinya sebisa mungkin


" Kok malah diem ? liat sini dong . Gw panggil Khani atau Nisha ?" Ucap Ardi yang ingin melihat wajah gadis didepan layar hpnya itu.


Nisha mengangkat wajahnya menatap Ardi sinis.


" kok malah Balik tanya ? Jawab dlu pertanyaan aku? " ucap Nisha sudah bisa mengendalikan hatinya.


alkhirnya gw liat lo juga walau cuma lewat telpon. Batin Ardi tersenyum.

__ADS_1


" Oke aku jawab." mereka saling bertatap muka dilayar hp.


" Karena aku gak mau, membuat hati aku semakin tertarik sama kamu. Karena suara kamu ataw karena senyum diwajah kamu. Yang bikin aku sakit mungkin karna kamu yang udah nolak aku. Kamu kayak hantu tau gak ! Gentayangan mulu di pikiran aku. "


" mulai dah gombalnya " Ucap Nisha tersipu malu memalingkan wajahnya.


" Tapi suka kan? Imel aja gak pernah aku gombalin slama ini. Gak tau kenapa kamu terus yang aku gombalin dan aku kirimin puisi? " Ucap Ardi tersenyum kecil diujung bibirnya.


Nisha memandang wajah Ardi dengan lekatnya.


" Kak Ardi.." ucap Nisha dengan wajah serius. Ardi pun mengangkat wajahnya yang tadi sempat tertunduk.


" Kanapa lagi ?"


Nisha terdiam sejenak. 'Masa gw duluan yang ngajakin sih! Tapi slah lo juga Sha, kenapa kemaren lo tolak. Tapii...'


Mata mereka masih bertatapan tapi masih dalam diam. Ardi masih menunggu Nisha yang sepertinya ada yang ingin dibicarakan. Ardi menganggukkan kepala pelan memberikan isyarat agar Nisha mau berbicara. Nisha menarik napas perlahan.


" Kak Ardi... Mau jalan sama Nisha ?" Ardi menyautkan alisnya.


" Maksudnya ?" Nisha menundukkan kepalanya. Lalu memandang layar Hpnya lagi.


" Kita jalanin aja dulu hubungan ini berdua, mau ?" ucap Nisha perlahan dengan sedikit gemetar.


Ardi dapat menangkap langsung apa maksud perkataan Nisha. Ada rasa senang dihatinya., tapi tidak bisa dia tunjukkan saat berjauhan seperti ini.


" Kamu mau jadi..."


" Gak. Jangan sebut sebutan itu" Nisha langsung memotong ucapan Ardi.


" Kenapa ?" tanya Ardi


" Aku gak mau status itu. Aku cuma mau kita berkomitmen satu jalan. "


" Jika suatu saat ada jalan berbeda antara kita, setidaknya ssalah satu dari kita gak akan terlalu sakit !" ucap Nisha


" Dan aku pastiin, jalan kita akan selalu sama " Ujar Ardi dan Nisha tersenyum menganggukkan kepala.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa ya untuk 👍 dan 🌟 ratenya


❤ juga boleh untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga saya butuhkan jika readers berkenan

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca🤗😘


__ADS_2