Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 11


__ADS_3

" Kita mau kemana ?" Tanya Imel yang baru datang menghampiri Ardi. Ardi melihat dengan senyum mengembang seorang cewek dengan baju dress selutut berwarna putih dengan motif bunga warna warni.


" Ayo naik dulu..." Ajak Ardi yang sudah menyalakan mesin motor. Imel pun menaiki motor di boncengan belakang


" Udah makan belum? " Tanya Ardi


" Belum.." jawab Imel


" Kita makan dulu ya? Aku juga belum makan"


" boleh " Jawab Imel sambil menganggukkan kepala.


Motor pun melaju santai di tengah keramaian malam minggu. Berkeliling Jalan sambil mencari tempat makan yang menarik. Ardi melirik kebawah ke arah pinggangnya. Dilihatnya tangan Imel yang melingkar di perut Ardi walau tidak rapat, tapi membuat hati Ardi senang.


Setelah selesai makan malam di sebuah rumah makan ayam geprek yang terkenal. Ardi mengajak Imel berkeliling lagi sebentar lalu berhenti di taman kota yang cukup terkenal dan ramai. Banyak orang yang berdatangan ke taman ini saat malam hari. Dari yang tua, muda bahkan anak anak. Sekedar hanya duduk duduk mengobrol. Ada yang datang bersama satu kelompok anak muda, atau satu keluarga untuk menyenangkan anak anak mereka, dan pasangan muda mudi yang bermesraan. Terdapat juga banyak pedagang makanan dan minuman yang berjualan di pinggir jalan disisi taman.


Tak banyak yang terjadi atau di bicarakan antara Ardi dan Imel. Hanya duduk di atas motor berdua memandangi keramaian disisi taman. Mereka seperti canggung untuk memulai suatu obrolan. Hanya tangan Ardi yang menggenggam satu tangan Imel di paha Ardi, mewakili semua kata kata di hati.


Waktu menunjukkan sudah jam 9 lewat. Imel lalu memgajak Ardi pulang. Karena memang Imel tak mau berlama lama pergi keluar. Ardi pun mengantar Imel pulang sampai depan rumah.


Setelah itu, Ardi pergi ke cafe menyusul kedua temannya yang sudah di janjikannya tadi. Sebuah cafe yang tak terlalu besar tapi cukup nyaman untuk para remaja muda sebangai tempat nongkrong dan pacaran. Didalamnya juga terdapat sebuah panggung kecil untuk pertunjukkan musik dan menyanyi.


Ardi masuk ke dalam cafe mencari dimana teman temannya berada. Matanya tertuju pada sekelompok pemuda yang asik mengobrol di suduk pojok cafe bermeja lesehan.


" Hai bro...dateng jugaa lo !" Sapa salah satu teman Ardi yang ada sambil mengangkat satu tangannya. Dia Zaki.


" Yaa gw pasti datang lah...walau telat juga! " Ucap Ardi setelah duduk diantara ke empat temannya.


" Cewek lo gak lo ajak ksini sekalian? " tanya Kendi


" Gak boleh pulang malam dia.." Jawab Ardi singkat mengeluarkan hp di saku celananya.


" Emang yaa...susah kalau punya pacar anak sekolah, suka di larang maen lama lama sama orang tuannya! " gerutu zaki yang juga punya pacar anak sekolahan. Ardi hanya tersenyum manggut manggut mengiyakan ucapan Zaki.


Temannya yang lain pun hanya mengangguk dan ber oh ria. Diantara mereka ber lima hanya Ardi dan Zaki yang berpacaran. Sedangkan Kendi, Dono dan Hedi masih senang dengan status jomblonya.Mereka pun asik mengobrol bersama walau terkadang asik bermain hp masing masing. Tapi tiba tiba Ardi teringat seseorang yang sudah beberapa hari tak di telponnya.


Tuuuttttt....Tuuutttttt...Tuuutttttt


" Yaaa....hallooo." Tanya seorang cewek di ujung telpon dengan suara agak serak dan berat.


" Hallo...Khani. Udah tidur yaa?" tanya Ardi yang telah di pandangi oleh teman temannya dengan heran. Ardi hanya tersenyum melihat teman temannya.


" Hhhmmmm...iaaaa. Ada apa?" masih dengan suara tidurnya


" Yaa pengen telpon aja, gak boleh?"


" Jam berapa ini Arr?? " sambil melihat layar hp yang dipegangnya dengan mata menyipit karena silau cahaya hp.


" Jam 10 tauuu..."


" Iaa jam 10...emang kenapa?" Ucap Ardi

__ADS_1


" Orang orang mah pada tidur jam segini!! lo ga tidur emangnya? " tanya Nisha yang sudah setengah sadar.


" Gakk...belum ngantuk.Lagian masih nongkrong ini sama temen temen gw." jelas Ardi.


" Oooohhhh...kan ini malam minggu. Gak jalan sama Imel?? kok malah nongkrong sama temen? "


" Udah tadi tapi gak lama, abis nganter dia pulang terus nongkrong disini "


" Terus mau ngapain nganggu gw lagi tidur? "


" gw kangen denger suara lo?" ucap Ardi sambil tersenyum.


' Don cewek mana lagi itu yang di telpon Ardi' gumam hedi dengan suara pelan. ' Gak tau gw' jawab Dono mengangkat kedua bahunya dikuti juga Zaki dan Kendi.


" Buulshit lo... ngomong sama tembok sono, jangan sama gw!" ucap Nisha sedikit ditekan, tapi membuat jantung Nisha tiba tiba berdebar kencang.


" Bilang cinta mati ke Imel, sekarang lo bilang kangen ma gw! Belajar jadi playboy lo??"


" Ya elah...jangan marah sih! cuma bercanda hehehe!!" jawab Ardi


" Aauuu ahkkk...."


" Hhhmmm....gw vidio call ya.??" tanya Ardi tiba tiba.


" Gaaak ahhkk! gw gak mau?" Tegas Nisha menolak.


" Kenapa sih emangnya? Tiap gw mau vc lo gak mau? minta foto juga lo gak mau?" tanya Ardi


" Yyaaahhh...jangan marah napa. Gw masih mau ngobrol ma lo, ngobrol paan kek! " pinta Ardi lembut


" Lagian besok hari minggu ini. Bangun siang juga lo! "


Nisha tertawa diujung telpon.


" Yaa udah...tapi bukannya lo lagi ma temen temen lo? Masa ngobrol di telpon ma gw."


" Gampang itu mah..."


Akhirnya mereka ngobrol. Ardi juga mengajak ke empat temannya ngobrol dan berkenalan dengan Nisha lewat telpon dengan loudspeker. Nisha pun tak menolak dan sangat senang. Hedi menyuruh Ardi untuk menyanyi dan Kendi yang bermain gitar, agar Nisha dapat melanjutkan tidurnya sambil mendengarkan suara nyanyian dari balik telpon.


" Aarrr...gw dah ngantuk nih! Gw tutup ya telponnya" pinta Nisha dengan mata sudah terpejam namun masih mendengar suara di balik telpon.


" Eeehhh...jangan!" seru Hedi langsung menolak.


" Kenapa?" tanya Ardi


" Gini aja deh...Kendi main gitar, gw yang nyanyiin biar nemenin Khani sampai tidur " ucap Hedi sambil mengangkat kedua alisnya berkali kali.


" Gimana Ni, mau gak?" tanya Hedi


" Yaa udah..terserahlah. Gw dengerin aja." jawab Nisha dengan mata sayup.

__ADS_1


" Ya udah...gw aja yang nyanyi." ucap Ardi


" Kok lo...kan gw tadi yang mau nyanyi" sela Hedi


" Gak...gw aja." tegas Ardi memandang tajam Hedi, lalu menyuruh Kendi memainkan gitarnya. Hedi pun tetpaksa diam atas suruhan Ardi.


Zaki dan Dono hanya diam memperhatikan tingkah dan wajah Hedi yang sepertinya mengincar memdekati Nisha.


Kendi pun mulai memainkan gitarnya dengan lihai.


Aku ingin menjadi minpi indah dalam tidurmu


Aku ingin menjadii sesuatu yang mungkin


bisa kau rindu


Karena langkah merapuh tanpa dirimu


Oohh...karena hati telah letih


Nisha pun mendengar lagu tersebut sambil tersenyum sampai matanya tertutup dan tidur pulas tanpa memutuskan sambungan telpon Ardi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa ya untuk 🖒 dan 🌟 ratingnya


❤ juga boleh untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga saya butuhka jika raeders berkenan.


Terima kasih sudah membaca🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2