Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB PLUS 2


__ADS_3

Aku ingin menjadi darah dalam tubuhmu


Menyusup kesetiap sudut


Berada tepat diruang jantung dan hatimu


Mengalir keseluruh nadimu


* * * * *


Malam harinya, setelah makan malam, mereka berkumpul dirumah sisi kolam didalam ruangan yang cukup luas dengan pemandangan jendela kaca besar menghadap kehamparan sawah dan dibawah sana juga lampu lampu rumah penduduk yang terlihat kecil seperti lilin.


Seperti biasa, Kendi selalu membawa gitar kesayangannya itu. Mereka bernyanyi bersama saling merangkul pasangan masing masing.


Disela sela mereka asik bernyanyi, Nisha, Lia dan Dian saling memandang lalu mengangguk satu sama lain.


" kak Ar, aku kekamar bentar. Lupa bawa ponselku " ucap Nisha disebelah Ardi.


" sendiri? "


" aku minta anter Lia aja. " Ardi pun mengangguk.


Nisha pun mengajak Lia untuk kerumah utama kekamarnya dan Dian pun meminta ikut pula. Pergi lah mereka bertiga kerumah utama. Yang ternyata Nisha berbohong untuk mengambil ponselnya. Mereka sudah merencanakan sesuatu untuk Ardi. Nisha berjalan menuju dapur dan mengambil pesanan yang mereka pinta pada bi Erni tadi sore.


Sebuah kue kecil sebesar 15 senti meter dan beberapa lilin kecil ditengahnya. Ya...karen memang hari ini adalah hari lahir Ardi. Nisha sudah merencanakan ini bersama Lia dan Dian. Hanya kejutan kecil saja yang teman teman Ardi pun tak memgetahuinya.


Setelah mengambil kue itu mereka kembali kerumah samping kolam. Berjalan menuruni tangga perlahan dan menyembunyikan kue itu agar tak terlihat. Lalu merayap disis dinding dan menyalakan lilin kue itu diam diam.


Masih terdengar suara orang yang berada didalam sedang bernyanyi bersamaan lantunan petikan gitar yang masih dipegang Kendi.


Lia dan Dian berjalan dahulu dan Nisha dibelakang mereka bersembunyi. Saat mereka masuk kedalam semua mata melirik kearah mereka, tapi Ardi mengerutkan keningnya saat melhat kaki Nisha berada dibelakang Lia dan Dian.


Lia dan Dian pun bergeser agar Nisha maju kedepan. Dan semua mata begitu terkejut melihat Nisha yang memegang sebuah kue coklat kecil dengan hiasan lilin yang menyala. Begitu juga Ardi.


" ada apaan ini? " tanya Kendi yang masih bingung.


" siapa yang ulang tahun? " ucap Hedi yang ternyata tidak tau akan hari lahir temannya itu.


" selamat ulang tahun sayang " ucap Nisha yang kini berdiri didepan Ardi. Ardi pun tersenyum bahagia. Tak tau akan mendapat hal seperti ini.


" oohhh...Ardi " ucap semua teman temannya.


Mereka pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun unyuk Ardi bersama sama.


" ayo tiup lilinnya " seru Nisha yang merasa pegal memegang kue itu ditangannya. Ardi pun meniup jejeran lilin itu dengan semangat. Semua pun bertepuk tangan. Ardi meraih kue itu dari tangan Nisha dan meletakkannya dimeja yang tak jauh darinya. Lalu memeluk erat tubuh Nisha.


" makasih ya sayang " ucapnya lirih dalam pelukan. Nisha pun membalas pelukan itu dan mengusap lembut punggung lelaki yang mengisi hatinya itu.


Ardi melepaskan pelukannya dan mencium lembut kening Nisha.


Semua teman temannya satu persatu mengucapkan selamat pada Ardi. Mereka tidak tau kalau hari ini ulang tahun Ardi. Mereka baru sadar mengapa mereka diajak berlibur disini, itu karena Ardi berulang tahun. Jika mereka sadar mungkin mereka akan membawa sebuah hadiah untuk Ardi, tapi Ardi pun tidak mempermasalahkan itu, karena dia hanya ingin bersenang senang pula dengan teman temannya. Tidak mengharapkan sebuah hadiah. Dia sudah mendapatkan hadiah yang begitu berharga saat ini, yaitu Nisha, dia berharap selalu dapat bersamanya. Dan pula kebersamaan dengan teman temannya saat itu.


Mang Maman dan bi Erni pun datang tiba tiba disaat kejutan itu. Membawa sebuah tungku bakaran serta beberapa makanan olahan yang dapat dibakar dan beberapa tusuk sate daging yang sudah dibumbui dan ada juga jagung. Semua memang sudah disiapkan oleh Ardi untuk malam ini, tapi dia tidak tau akan mendapat kejutan dari gadis yang benar benar selalu membuatnya bahagia jika melihat senyum manisnya itu dan membuat hatinya luluh lantah tak karuan.

__ADS_1


Semuanya pun berhamburan keluar saat panggilan mang Maman bergema. Mang Maman pun membantu menyalakan bara api ditunggku pembakaran. Bi Erni pun membantu membakar segala jenis makanan yang disediakan. Setelah matang mereka pun memakannya bersama sama dihalaman samping kolam dengan pemandangan yang begitu indah serta langit yang begitu cerah penuh bintang dan sebuah bulan separuh.


Tiba tiba saja terlintas dibenak Zaki sesuatu dan mengajak beberapa cowok lainnya untuk mengerjai Ardi pula. Dan semua nya pun setuju.


" hei...kalian mau apa? " seru Ardi saat Hedi dan Zaki memegangi tangannya dan Gilang serta Alan memegangi kakinya. Lalu mereka mengangkat Ardi bersamaan, menggiring dan mengayunkan tubuh Ardi.


Satu... dua... tigaa


Byuurr


Ardi dilempar kedalam kolam yang airnya begitu dingin saat malam ini.


" brengs* ek lo pada ya " bentak Ardi kesal yang merasakan dingin ditubuhnya.


" hadiah ulang tahun lo dari kita semua " ucap Hedi.


" ngasih hadiah tuh yang beneran dikit napa, bukan nyeburin gw gini. Dingin gila lo semua" ucapnya sudah naik kepermukaan dengan tubuh sedikit mengigil. Tapi semuanya malah tertawa melihat Ardi.


" sekali kali doang Ar, kaga tiap hari ini. " ucap Kendi.


" aauu ahhkk " jawabnya dengan gemetar dingin.


Ternyata saat Ardi diceburkan ke kolam, Nisha berlari kedalam rumah mengambil sebuah handuh didekat kamar mandi. Dan kini menyerahkannya pada Ardi.


" tega banget kalian " ucap Nisha " kedinginan kan jadinya kak Ardi "


Tapi mereka hanya tertawa saja tak menjawab atau minta maaf.


" udah biarin. Aku gak papa kok " ujar Ardi santai.


Akhirnya Nisha mengantar Ardi kesana untuk mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang tersimpan disana, sebuah baju sweater lengan panjang dan sebuah celana olah raga. Nisha dan Ardi kembali bergabung bersama teman temannya.


Saat dirasa sudah semakin malam dan dingin, semuanya pun kembali kekamar masing masing. Tapi tidak Nisha dan Ardi. Mereka duduk berdua ditaman tanpa alas menghadap hamparan daratan sawah dibawah sana.


" kak Ar gak dingin? " tanya Nisha yang saat ini berposisi duduk didepan Ardi yang memeluknya erat dari belakang.


" gak? Kamu kedinginan? " Nisha menggelengkan kepalanya lirih, " kamu belum ngantuk emangnya? "


" nggak! Kak Ar mau tidur? " tanya Nisha sedikit mendongkakkan kepalanya melihay wajah Ardi.


" nggak kok! Aku mau kita terus kaya gini, kalau bisa sampai pagi! " kata Ardi sambil mengecup lembut kepala Nisha.


" nggak mau ahk! Disini mah dingin, diluar lagi. Iiihhhkkk! " ucap Nisha menggerakkan bahunya keatas.


" kalau gak mau diluar, kita didalam sana aja yuk! " ajak Ardi menunjuk pada rumah disebelah sana.


" nngak mau! Aku masih mau lihat pemandangan malam ini! Bagus banget. Dijakarta kan ada pemandangan kayak gini " ucapnya menatap jauh kedapan. Ardi pun semakin mengeratkan pelukannya, memberi sedikit kehangatan pada tubuh Nisha dimalam dingin ini.


" kamu jadi mau masuk kampus Tridaya? " tanya Ardi dengan pandangan kedepan. Nisha mengangguk. " aku akan ikut jalur beasiswa yang disaranin tante Tria, teman Ibu yang kerja disana juga "


" tante Tria juga nawarin aku wat jadi pegawai lepas dibagian tata usaha disana "


Ardi mengerutkan keningnya mendengar kata Nisha. " maksud kamu gimana? "

__ADS_1


" iyaa. Katanya tante, dibagian tata usaha dikampus. Lumayan katanya buat nambah uang jajan. " ucap Nisha bersemangat.


" terus jam kerjanya? "


" dari siang sampai sore. Kalau akudah gak ada jam kuliah lagi. "


" kalau buat uang jajan kamu mah, aku juga bisa ngasih kamu, Sha. Gak usahlah kamu ikut kerja disana. " pinta Ardi serius.


" aku juga mau cari pengalaman kak, bukan sekedar cari uang buat jajan aja. "


" ya terserah kamu dah! " Ardi pasrah tak melarang.


"Tapi awas lho! Dikampus kan banyak cowoknya. Jangan sampai kamu tertarik sama cowok cowok disana. "


Nisha membalikan badannya menghadap Ardi sambil mengerutkan keningnya.


" iya ya. Pasti banyak cowok ganteng disana ya! " ucap Nisha dengan wajah berseri.


" ya... dan pasti bakal banyak cowok yang deketin dan cari perhatian sama kamu nanti " ujar Ardi dengan sendu


" dan kamu bakal ninggalin aku karena lebih milih cowok cowok kampus itu " menatap lekat mata Nisha.


Nisha mengalungkan kedua tangannya dileher Ardi. " kenapa? Kak Ar, takut aku bakal lebih milih mereka nantinya? "


" ya jelas lah! Aku udah sering kayak gitu, Sha. Selalu ditinggal saat aku lagi sayang sayangnya sama cewek. Dan aku bener bener gak mau kehilangan kamu " ucapnya dengan mata berbinar.


Nisha melengkungkan kedua ujung bibirnya tinggi. Lalu dengan berani mengecup singkat bibir Ardi.


" aku gak bakal ninggalin Kak Ar, apapun alasannya nanti. " ucap Nisha meyakinkan. Ardi hanya tersenyum bahagia mendengar kata Nisha itu dan memeluk Nisha erat.


" aku gak yakin Sha! Apa kamu bisa bertahan, karena aku tau hati mu rapuh dan mudah diambil oleh siapa pun nanti. Tapi aku akan berusaha agar kamu tetap milih aku nantinya, apapun caranya " ujar Ardi dalam hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**JANGAN LUPA VOTE YA


LIKE DAN KOMEN JUGA


TERIMA KASIH SUDAH MAU MEMBACA

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**


__ADS_2