
Selalu ada yang tak diceritakan,
Langit kepada hujan.
Entah pagi bersambut kabut,
Atau mendung yang bikin murung.
* * * * *
" Nisha "
Betapa terkejutnya Ardi melihat Nisha yang tiba tiba datang tanpa memberitahunya dahulu.
Nisha melangkah ingin mendekati Ardi yang berdiri dibawah anak tangga, tapi langkahnya terhenti dan senyunnya memudar saat matanya tertuju pada seorang cewek yang turun dari atas tangga kamar Ardi, bahkan menggunakan baju Ardi yang sedikit kebesaran dibadannya.
" Maya " ucap Nisha dalam hati.
Kenapa dia ada disini?
Mata Nisha masih memperhatikan Maya yang menuruni tangga. Ardi berjalan mendekati Nisha.
" Oohh...Hai!" Sapa Maya saat melihat ada gadis berseragam sekolah disana. Itu pasti ceweknya. Tersenyum kearah Nisha.
Ardi berhenti dan menoleh kebelakang dan melihat Maya yang sudah ada disana. Lalu kembali menatap Nisha yang terlihat bingung. Nisha menatap Maya lalu melihat Ardi. Maya menjadi canggung berada disana. Dia melihat wajah Nisha yang bingung dan sedikit menuntut penjelasan.
" Kamu kenapa gak ngomong dulu mau kesini?" Ucap Ardi dan berdiri didepan Nisha.
" Kamu bilang lagi sibuk. Jadi aku kesini mau bikin kejutan wat Kak Ar. Tapi..." Ucapannya terhenti menatap kembali Maya yang msih berdiri disana.
" Benerkan kata gw tadi! Bakalan kacau ini...Atau bakal ada perang dunia ya? Hahaha " Ucap Dono yang ada didepan berdiri melihat kejadian didalam.
" Oohh...Maya yang ingin main kesini tadi!" ucapnya meraih satu tangan Nisha. Mencoba memberi sentuhan agar Nisha tak berpikir macam macam. " Aku emang lagi banyak kerjaan, tuh didepan " Tambahnya menunjuk pada keadaan bengkel.
Memang benar Ardi sedang banyak kerjaan. Tapi Kenapa bisa dia main kesini? Sendiri atau dijemput Ardi? Lalu mengapa dia memakai baju Ardi? Itu masih ada dipikiran Nisha. Nisha memandang Maya yang tersenyum dan berjalan mendekat.
" Baju gw kena oli tadi. Jadi gw terpaksa pinjem kaos Ardi " Ucapnya menjelaskan. Menunjukkan bajunya tang terkena tumpahan oli tadi.
" Gw lupa nama lo waktu siapa ya?" Tanya Maya yang memanh lupa nama cewek Ardi ini.
" Nisha " Jawabnya singkat.
" Kamu mau minum apa? Pasti hauskan?" Nisha mengangguk. " Yang biasa aja Kak ". Ardi sudah tau apa minuman yang biasa dipesan Nisha. Yaitu minuman teh.
" Ya udah . Duduk dulu sana!" Ucapnya sambil mengelus kepala Nisha dan pergi meninggalkan Nisha dan Maya yang kini berjalan bersama duduk di sofa yang ada.
Nisha melirik meja yang terdapat banyak makanan ringan dan bekas minuman. Mungkin bekas Maya pikirnya. Maya merapikan bajunya yang kotor kedalam kantong kresek dan memasukkannya kedalam tas miliknya. Lalu memakai jaketnya.
" Udah dari tadi disini?" Tanya Nisha lembut
" Hah...iya. Dari jam berapa tadi ya? 🤔Kayaknya dari jam 2 an deh. " tersenyum pada Nisha. " Tadi makan siang dulu bareng Ardi, sambil cerita cerita kabar kita masing masing. Emang sengaja janjian sih! Tapi saat Ardi mau pulang aku yang minta ikut kesini. Biar aku tau tempatnya. Kan nanti gampang kalau mau main bareng lagi. " Tambah Maya memandang wajah Nisha. Nisha hanya mangut mangut saja tanpa suara.
Katanya sibuk tapi masih sempetnya janjian sama mantannya. Sampe diajak main kesini juga. Giliran jemput aku gak sempet!
" Ehhh...tapi kita gak ada apa apa lho! lo jangan cemburu ya!" Ucapan Maya membuat Nisha sedikit terkejut. Nisha hanya tersenyum malu.
" Gw sama dia cuma sebatas temen. Hubungan kita udah masa lalu kok! Dah gak ada apa apa! Lagian aku udah laki lain yang ada di samping aku sekarang." Ucapan Maya berhasil membuat Nisha membeku disana.
Masa...jadi aku salah sangka nih! Kalau dia beneran udah punya laki? Laki itu suami ya?
" Ardi itu emang gampang deket sama cewek. Lain kali kalau lo liat dia deket sama cewek lain selain gw, lo gak usah cemburu buta ya! Cewek tuh gampang nyaman kalu deket Ardi, Tapi Ardi kalau udah serius satu hati sama cewek. Gak bakal dia niat main main. Kayak lo sekarang. Dia kayaknya serius sama lo sampai ngasih cincin itu. Dari dia kan? "
__ADS_1
Nisha mengangguk masih mencerna ucapan Maya barusan.
" Jangan lo sakitin dia kayak gw dulu yang udah nyakitin dia ya?" Pinta Maya tulus. " Dia cowok baik." Entah mengapa Nisha malah menganggukkan kepala pelan. Masih tak percaya apa yang diucapkan Maya.
Dia cewek baik baik ya ternyata. Gw pikir mereka bakal balikan lagi. Dan Kak Ar bakal ninggalin gw.
" Sha, Nih minuman kamu. " Ucap Ardi menyodorkan sebotol teh dan makanan ringan. Membuyarkan lamunan Nisha Mata Ardi menatap genggaman tangan Maya pada Nisha.
" Maksaih Kak " Nisha meraih botol teh dari tangan Ardi. Lalu meminumnya. Entah memang karena haus atau untuk menyegarkan pikirannnya yang berprasangka buruk awalnya. menghabiskan sampai setengah isi botol teh tersebut.
" A...gw balik ahk!" Ucap Maya sambil berdiri dari duduknya.
" mau balik?" Maya mengangguk. " Udah jam 4. Bentar lagi mas Cahyo pulang. Gw harus udah dikosan sebelum dia pulang nanti. " Ucapnya sambil melirik jam dipergelangan tangannya.
" Ya udah " Ardi pun tak bisa memaksanya untuk berlama disini. Apalagi ada Nisha kini.
" Gw gak bisa nganter ya. Ada kerjaan, lagian ada dia juga!" Ucapnya menunjuk Nisha yang duduk disana. Maya tersenyum melihat Nisha.
" Siapa juga yang minta nganter! Gw udah pesen ojek online kok. Bentar lagi juga sampe." Maya mengambil tasnya yang ada disofa.
" Nisha... Aku balik duluan ya " Pamit Maya mengulurkan tangannya pada Nisha dan disambut Nisha sambil berdiri. Tak lupa juga kedua wanita ini menempelkan pipi mereka satu sama lain. " Selalu inget pesen gw ya " bisiknya pada kuping Nisha. Nisha hanya tersenyum kecil. Ardi menatap heran kedua cewek didepannya ini. Apa yang udah Maya bicarakan ya sama Nisha tadi. Keliatannya mereka sedikit akur?
Ardi mengantar Maya keluar bengkel, karena ojek online yang dipesannya sudah datang.
Begitu juga Nisha yang ikut berdiri disamping Ardi.
" Eehh...ternyata gak terkadi perang ya? Kok bisa akur ya?" Gumam Dono yang berjongkok didepan motor yang dia perbaiki, melihat cewek yang dibawa Ardi bersalaman dengan Nisha.
" Biasa aja dong ngeliatinnya! Dia udah jauh kok!" ucap Nisha tersenyum berbalik badan meninggalkan Ardi. Ardi mengerutkan keningnya.
" Hei...kok ngomongnya gitu!" Ardi berusaha mengejar Nisha dari belakang. Nisha tak memperdulikannya. Terus berjalan dan duduk disofa dalam bengkel. Mengambil makanan ringan yang tadi dibeli Ardi.
" Kamu cemburu lagi ya?" Tanya Ardi sudah duduk disamping Nisha. " Nggak kok! Biasa aja." Jawab Nisha santai memakan snakc yang dipegangnya dan memainkan benda pipihnya.
" Ya gak kenapa napa! Aku seneng kamu main kesini" Ucapnya jujur, yang memang juga Ardi sudah rindu ingin bertemu Nisha yang sudah 4 hari lalu tak bertemu.
" Tadi Maya ngomong apaan aja sama kamu?" Tanya Ardi dengan nada serius.
" Kepooo..." Ucap Nisha sedikit meledek Ardi.
" Itu urusan cewek. Kak Ar gak boleh tau!"
Ardi semakin terheran akan sikap Nisha itu. Sepertinya mereka tadi berdua terlihat akur. Tapi syukurlah Nisha tidak terlihat marah padanya. Mungkin Maya yang berkata baik baik saja tentang dia.
" Ya udah kalau gitu! Aku mau lanjutin kerjaa aku. Belum selesai soalnya. Kamu nanti mau pulang sendiri atau mau nunggu aku selesain kerjaan aku dulu, biar aku bisa nganter kamu pulang?" Ucap Ardi membelai kepala Nisha yang rambutnya dikuncir seperti buntut kuda.
" Lama gak?" tanya Nisha singkat. " Mungkin abis magrib baru bisa nganter kamu pulang." Jawabnya jujur. Karena melihat kondisi motor yang akan diperbaikinya sedikit membutuhkan waktu yang cukup lama.
Nisha mengerucutkan bibirnya.
" Jangan bikin bibir kamu kaya gitu terus napa sih! Gemes aku liatnya!" Ucapnya mencubit satu pipi Nisha dan Nisha menampik tangan Ardi yang mencubitnya itu.
" Ya udah sana! Aku nungguin kamu selesai kerja aja disini." Ucapnya ragu dan malu merundukkan kepala. Ardi pun tersenyum.
" Ya udah kalau gitu! Tapi kamu udah makan?"
" Belum "
" Mau aku pesenin makanan?"
" Nggak usah! Nanti aja kalau udah laper!"
__ADS_1
" Ya udah! Kamu kalau mau tidur dulu, kekamar aja ya! Tapi kalau masih mau disini ya terserah " Nisha mengangguk.
" Aku tinggal kerja dulu ya!" Mencium pipi Nisha singkat. Lalu berbisik.
" Aku sayang kamu "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**BANTU VOTE YA READERS TERSAYANG
JANGAN LUPA JUGA LIKE DAN KOMENNYA
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**