
Merasakan sebuah rasa itu mudah
Meninggalkannya yang terlalu susah
Menghilangkannya yang butuh upaya
* * * * *
Siang itu, dikampus Binus tempat Ardi dan kawan kawannya menempuh pendidikan akedemisnya. Kampus swasta yang cukup besar dan terkenal di salah satu sudut kota Jakarta.
" Gw kekamar mandi dulu ya, kalian duluan aja kekantin " ucap Kendi meninggalkan teman temannya. Berlari menuju toilet diujung koridor lantai dasar kampus itu.
Kendi bergegas masuk kedalam toilet dan langsung masuk kedalam kamar mandi yang berada paling ujung karena sakit perutnya. Kendi yang tidak biasa dengan toilet model duduk, lebih memilih menaiki dudukan toilet didalam kamar mandi itu.
Tiba tiba terdengar suara beberapa orang masuk kedalam toilet. Salah satunya menyuruh untuk memeriksa adakah orang didalamnya. Saat diperiksa seorang dari mereka, tapi tidak membuka pintu kamar mandi yang ada disana. Hanya memeriksa dengan melihat dari bawah sela pintu.
" Aman kok! " ucap cowok ketiga, berlalu menjaga pintu masuk.
" lebih baik kita ngebahas itu disini " cowok kedua
" jadi lo tau soal obat itu? " cowok pertama. Cowok kedua pun mengangguk pasti.
" tapi harus pesen dulu. Itu juga gak murah! " imbuh cowok kedua.
" emang berapa satu butirnya? " tanya lagi cowok pertama.
" sekitar 800 ribu. Itu obatnya aja lho! Belum buat ongkosnya. Atau lo mau ambil sendiri obat itu langsung ketempatnya? "
" Gak! Lo aja yang beliin. Gw terima bersih aja " ujar cowok pertama. " tapi beneran ampuh kan? " tambahnya lagi memastikan.
" dijamin dah! Langsung ancur walau udah berbentuk sekalipun. Apalagi kata lo itu masih muda " jelas cowok kedua.
" gak ada efeknya kan abis itu? "
" aman dah! Cewek gw udah pernah kok. Sampai sekarang dia sehat sehat aja kok"
Si cowok pertama pun menyerahkan beberapa lembar uang kepada cowok kedua yang dia ambil dalam dompetnya.
" lusa ya palingan obatnya " ucap cowok kedua setelah menerima uang tersebut.
" ok...gw tunggu kabarnya! "
Mereka pun bergegas keluar dari toilet itu, tanpa curiga sedikit pun bahwa ada orang di kamar toilet pojok yang mendengar mereka.
" mereka ngomongin obat apa ya? Dia kan..."
Kendi mengintip sedikit saat mereka melangkah keluar toilet. Dan Kendi kenal siapa cowok yang meminta obat itu. Kening kendi berkerut saat keluar dari toilet setelah membersihkan dirinya.
* * *
Nisha, Dian, Eva dan Rini sedang berencana membuat kejutan untuk Lia saat nanti malam minggu. Walau hari lahir Lia sudah lewat, tapi mereka tetap merencanakan kejutan untuknya. Karena sudah semestinya dalam pertemanan mereka, harus membuat kejutan hari lahir untuk teman yang lainnya. Dian dan Eva pun juga telah mendapatkan kejutan hari lahir saat yang lalu, begitu juga Nisha walau lebih banyak kejutannya berasal dari Ardi. Dan kini giliran Lia.
" Siip ya "
" Ok " jawab mereka serempak menyetujui kesepakatan mereka.
Mereka juga mengumpulkan uang diam diam saat sekolah dari masing masing untuk membeli sebuah kue blackfores yang berukuran kecil untuk Lia nanti, dan itu tugas Dian yang membeli dan membawanya.
Dan malam minggu itu pun tiba.
Ardi sedang duduk diteras rumah Nisha saat ini. Sedikit memikirkan apa yang Kendi bicarakan saat kemaren dikampusnya bersama Zaki dan Hedi pula. Ardi ragu untuk menyimpukan hal hal yang mereka bicarakan waktu itu. Sampai lamunannya buyar saat Nisha memanggilnya.
__ADS_1
" Kak Ar " panggil Nisha seraya menepuk pelan pundak Ardi. Ardi pun tersentak saat itu pula.
" Kamu ngelamun? Mikirin apaan sih? " tanyanya lagi yang duduk disamping cowok yang selalu terlihat menawan dimatanya.
" Hah...gak mikirin apa pa kok! Cuma mikirin kamu aja, kira kira kapan kamu siapnya buat aku lamar? " saat itu juga Nisha memukul keras pundak Ardi, dan Ardi meringis kesakitan sambil mengusap pundaknya.
" Apaan sih? " ucap Nisha yang terlihat malu dan wajahnya yang memarah.
" Udah ayo! Nanti yang lain pada nunggu disana " ajak Nisha yang menarik tangan Ardi. Berniat menghindari percakapan yang membuatnya selalu berdebar hebat. Nisha masih belum berpikir untuk melanjutkan hubungannya dengan Ardi ke jenjang yang lebih serius. Nisha hanya ingin menikmatinya saat ini, dan membiarkan semua berjalan apa adanya. Lagipula dia merasa, mereka masih terlalu muda dan dini untuk membicarakan hal itu.
" Emang mau ngapain sih kumpul dirumah Lia? " tanya Ardi.
" Emang aku belum cerita ya? " tanya Nisha memiringkan kepalanya.
" Kalau kamu udah cerita, kenapa aku tanya sekarang? " ujar Ardi mengacak rambut Nisha.
" Oohh...iya ya. Kemaren itu Lia ulang tahun. Sekarang kita mau pada ngumpul dirumahnya wat bikin kejutan juga buat dia." Tutur Nisha
" Tapi...ntar minta tolong, jemput Dian ya! " ucap Nisha sambil melebarken senyumnya dan merangkul lengan Ardi.
Ardi menghela napasnya lemah. Dan dengan berat menganggukkan kepalanya. Memang jika sudah berurusan dengan teman teman Nisha itu, Ardi akan sering berperan ganda, selain sebagai pacar Nisha juga terkadang akan menjadi ojek untuk semua teman Nisha. Apalagi sekarang Dian yang sudah tidak memiliki pacar yang dapat mengantarnya untuk berkumpul bersama teman lainnya, dan Ardi lah yang akan menjadi ojek sementara untuk Dian. Tapi Ardi tidak pernah keberatan untuk hal itu. Dia dengan senang hati menerimanya.
" Gak beli kado buat Lia? " tanya Ardi saat mengendarai motor ditengah jalan.
" Gak usah! Kita udah patungan buat beli kue buat Lia " jawab Nisha yang berbicara dipundak belakang Ardi.
" Emang siapa aja yang ikut? "
" Kayak biasa aja kalau ngumpul, Eva sama Rini dan cowok masing masing. Sama Dian juga. Katanya sih ada temen yang lain juga, tapi lom tau siapa aku! " jelas Nisha dan Ardi pun mengangguk mengerti.
Sesampainya dirumah Lia, disana sudah ada Eva bersama dua cowok yang tidak Nisha kenal, dan itu bukan Mifta cowok yang sedang dekat dengan Eva. Nisha pun sedikit terkejut. Entah itu siapa lagi?
Ada juga Rini dan cowok barunya, Dion. Yang ternyata sudah sebulan ini jadian setelah putus dari Hendra. Ada juga Alan, cowok Lia bersama satu temannya.
" Kak Ardi, jemput Dian sana. Kasian tau dia gak ada yang jemput! " seru Eva yang mendapat anggukan dari Lia dan Rini.
" Gak papa kan, minta tolong jemputin Dian?" tanya Nisha sedikit memohon.
" Ya udah! Aku tinggal dulu ya!" Jawab Ardi menyetujui dan mengelus rambut Nisha
" tapi udah dikabarin belom Diannya?"
" udah kok! Diannya juga udah nungguin dirumahnya " ujar Rini yang duduk dirangkul oleh Dion.
Ardi pun beranjak dari duduknya dan pergi menjemput Dian. Yang lainnya pun menikmati suasana yang ditemani musik dan hidangan yang disediakan oleh Lia, walau tak banyak. Karena mereka berkumpul bukan untuk merayakan ulang tahun Lia, hanya berkumpul malam minggu biasa saja. Yang tanpa Lia tahu, akan ada kejutan kecil dari teman temannya.
Tiba tiba Nisha mendapat pesan masuk dibenda pipihnya, dan ternyata itu Dian yang sudah menunggu di gang samping rumah Lia. Nisha memberi isyarat pada Eva dan Rini, mereka pun mengangguk mengerti. Alan yang sudah diajak kerja sama, mendapat isyarat dari Rini, mengajak Lia untuk duduk didalam rumahnya sebentar berdua. Nisha, Rini dan Eva pun pergi menyusul Dian dan Ardi. Ardi pun terpaska mendorong motornya menuju rumah Lia yang tak jauh agar tak terdengar suara motornya datang. Meninggalka para cewek digang itu. Juga membawa beberapa kantong makanan yang telah dibelinya bersama Dian.
Dian memegang kue ulang tahun itu, sedangkan Nisha sedang memasang lilin lilin kecil diatas kue itu. Dan Eva yang menyalakannya dengan sebuah korek yang dipinjamnya dari Ardi tadi. Setelah siap, mereka pun melangkah menuju rumah Lia.
" Lia..." panggil mereke semua saat sudah berada didepan rumahnya, Lia pun keluar bersama Alan. Dan..
" Selamat ulang tahun " ucapan dari teman temannya itu membuat Lia menutup mulutnya tak percaya, matanya sedikit berkaca saat semua yang ada disana menyanyikan lagu happy biryhday untuknya. Juga rangkulan dibahunya dari Alan, pacarnya itu. Orang tua Lia pun yang tadinya ada didalam, keluar melihat saat terdengar suara riuh nyanyian itu. Juga adik dan kakak Lia yang ada disana.
" Makasih "
Suara Lia yang sedikir berat karena menahan tangis harunya akan hadiah dari teman teman atau bisa disebut sekarang sahabatnya. Saling bergantian memberi selamat dan pelukan hangat untuk Lia, kecuali para cowok, hanya jabatan tangan saja. Lia pun memotong kue itu dan membaginya pada semua dibantu ibu dan kakak perempuan Lia. Juga menghidangkan makanan yang dibeli Dian tadi dijalan hasil patungan mereka berempat dan ditambah dari uang Ardi dan Dion yang ikut menyumbang.
Acarapun berlanjut saling berbincang ringan dan bercanda tawa saling meledek. Dian pun dikenalkan pada Gilang dan Rizal oleh Eva. Dan terlihat ada mata sedikit melirik dari Gilang untuk Dian, gadis berkerudung yang memang manis.
" Dian, ayo! " ajak Nisha saat dirasa waktu yang tepat untuk melakukan satu kejutan lagi, karena saat ini Lia sedang sibuk bersama kakak perempuannya ditaman samping menata makanan dimeja. Dian pun mengangguk, lalu memanggil Eva juga Rini.
__ADS_1
" kak Ardi, bungkusan tadi mana?" Tanya Dian dengan sedikit berbisik.
" oh...masih dimotor itu mah " jawabnya sambil menunjuk kearah luar rumah Lia. Dian pun bergegas keluar mengambil bungkusan itu dimotor Ardi. Rini sudah memegang satu botol cukup besar ditangannya dibawah kursi yang didudukinya. Dian pun membagi barang bagian yang harus dipegang pada Nisha dan Eva.
Dian sebungkus tepung, Nisha dan Eva memegang sama satu buah telor ditangannya. Mereka berjalan bersamaan mendekati Lia yang berdiri memunggungi mereka. Dan tak sadar akan kedatangan mereka. Sedangkan kakak perempuan Lia yang menghadap mereka hanya senyum saat Eva memberi isyarat untuk diam. Dan saat sudah dekat.
" Hai Lia " panggil Nisha sambil sedikit memiringkan wajahnya dari samping. Saat Lia menoleh
Plook Byuuurrr
" Aaaahhhkkkkk...elooooo "
Lia terkejut saat dua buah telor dan taburan tepung jatuh diatas kepalanya ditambah lagi dengan siraman air pula.
Hahahhahaha
Semua tertawa bersama melihat Lia yang seperti hantu, dan kepalanya sperti adonan kue. Para cowok yang ada diteras hanya senyum dan tertawa kecil sambil menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan cewek anak sekolah sekarang.
Lia pun mengejar teman temannya untuk membalas dan menempelkan adonan itu pada mereka dengan penuh tawa.
" awas ya lo pada, gw balas nanti lo! " teriak Lia yang tak dapat menangkap satu pun temannya itu.
" wweewwww... mau balas gimana? Ulang tahun gw masih lama kali! " seru Dian.
" kemaren gw kan udah ngerasain Li, gantian sekarang lo! " ujar Eva yang memang juga sudah pernah mendapat perlakuan itu dari teman temannya ini.
" Waahhh...Nisha nih yang belum pernah diginiin. Kemaren kan lo gak diginiin! " ujar Lia protes.
" Yeee...kan bentar lagi kita pada lulus sekolah, dah pada pisah! " ucap Nisha dengan sendu.
" Kan gw datengin rumah lo nanti. Lagian kita masih bisa ngumpul kan tiap malam minggu nanti " ucap Eva.
Mereka pun tersenyum bersama. Sedikit sedih melanda hati mereka saat sebentar lagi mereka akan berpisah dan akan jarang bertemu. Tapi saat ini mereka merasa bahagia, bisa merayakan ulang tahun Lia bersama. BEST FREINDS FOREVER. 😍😍.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**BANTU VOTE YA READERS
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**