
Setiap insan yang hadir dalam hidup kita
Akan membawa dua makna,
Pahit dan manis.
Tapi percahayalah, kedua dua itu
Tetap akan menjadi kenangan.
* * * * *
" Gw kangen banget sama lo Ardi! " Si wanita langsung berhambur memeluk erat Ardi yang masih duduk dikursinya. Ardi pun tak bisa mengelak atas pelukan dadakan wanita yang terasa tak asing itu. Nisha yang duduk disamping Ardi yang tak mengerti akan situasi itu, tercengang bukan main melihat Ardi yang dipeluk seorang wanita didepannya. Sampai Nisha menjatuhkan sumpit yang saat itu dipegangnya dan replek mendorong kuris yang didudukinya bergeser sedikit menjauh.
Ada rasa sakit yang terasa didada Nisha kala itu. Ditambah rasa heran dan bingung.
Siapa wanita ini yang tiba tiba databg dan memeluk Ardi? Bahkan dia tau nama panjang Ardi?
Mungkin itu pertanyaan yang ada dipikiran Nisha saat ini. Masih memandang pemandangan yang menusuk dada didepan matanya. Cewek mana yang rela melihat kekasihnya dipeluk cewek lain yang tak dikenalnya bahkan walau statusnya teman sekalipun, didepan mata sendiri.
Nisha langsung memutar bola matanya sambil menunduk. Tak mau melihat apa yang dihadapannya. Tangannya meremas dengkul kakinya. Melihat yang bahkan Ardi tak menolak perlakuan wanita itu.
Saat wanita itu sadar akan kehadiran dan keberadaan Nisha yang duduk dikursi samping Ardi, dia melepaskan pelukan itu perlahan. Tersenyum manis kebahagiaan menatap Ardi dan menggenggam kedua tangan Ardi. Sedangkan Ardi menatap balik wanita itu memperhatikan dalam dalam wajahnya.
" Lo inget sama gw?" Ucap wanita itu memiringkan kepalanya. Masih dengan tangan menyatu.
" Astaga! Mayaa..." Ardi langsung berdiri tiba tiba dan memegang kedua bahu wanita yang dipanggil dengan nama Maya olehnya.
Maya pun mengangguk dan senyum yang merekah. Ardi tanpa ragu langsung memeluk tubuh Maya dalam dekapannya. Melepaskan kerinduan yang terpendamnya.
Nisha mengangkat wajahnya ikut mendengarkan dan memperhatikan mereka, dan kembali terkejut akan sikap Ardi, yang kini malah Ardi yang memeluk wanita bernama Maya itu. Bahkan terlihat seperti kekasih yang lama tak bertemu. Hati Nisha terasa jatuh kedalam jurang yang paling dalam sedalam dalamnya. Tapi dia mencoba tegar dan menahan gejolak yang ada didadanya. Menunggu sampai ada penjelasan yang pasti dari cowok yang kini meremas jantungnya. Bahkan Nisha merasa matanya tak kaut menahan cairan bening yang ada diujung matanya. Nisha menarik napas dalam dan menghembuskannya melalui mulut agar dapat mengendalikan emosinya.
Sebenarnya siapa sih wanita itu? Apa mantan kak Ar? Atau teman lamanya? Dia cantik. Walau rambutnya pendek begitu Putih. Tinggi. Terlihat dewasa. Bahkan sepertinya dia baru balik kerja seperti seorang SPG.
Nisha mengambil Benda pipihnya diatas meja, mencoba mencari peralihan matanya. Mencolek ujung matanya yang terdapat setitik cairan bening agar tak jatuh dipipinya.
Sedangkan dua insan yang berdiri itu, Ardi melepaskan pelukannya. Menatap dalam Maya, melihat dari bawah sampai ujung kepalanya. Maya melirik sedikit kearah Nisha yang cuek memainkan benda pipih perseginya. Lalu tersenyum kembali menatap Ardi didepannya.
" Ayò ... duduk dulu May. Banyak yang harus gw tanyain ke lo?" Ucap Ardi melepaskan tangannya. Maya pun duduk dikursi depan Ardi.
" Lo kemana aja selama ini? Gw coba nyari lo dulu. Tapi gak ketemu! Malah ketemu disini! Dan..." Ardi terus saja memperhatikan Maya yang memang masih memakai pakaian kerjanya dengan lapisan jaket levis dan rambutnya yang berubah dari yang dulu panjang kini jadi pendek diatas bahu. Dan tanpa sadar sudah mengabaikan keberadaan Nisha disampingnya.
" Gw baik baik aja. Ceritanya panjang Ardi. " ucap Maya tersenyum lalu melirik pada Nisha yang tetap memaikan benda pipihnya. " Dia..."
" Ohh...ya ampuun!" Ardi baru tersedar akan Nisha karena pertanyaan Maya. Memutar badannya menghadap Nisha. Meraih satu tangannya. " Sha...maaf ya! " Ucapnya penuh penyesalan karena tak memperdulikannya.
Tapi Nisha malah tersenyum menjawab ucapan Ardi tanpa suara. Menyembunyikan rasa sakit hatinya.
" Kenalin Sha, dia itu teman SMA aku waktu diBandung. " Maya mengulurkan tangannya didepan Nisha. Dan Nisha pun meraih tangan Maya.
" Gw Maya "
" Nisha"
Melepaskan jabatan tangan mereka.
" Lanjutin aja ngobrolnya kak! " Ucap Nisha malah membiarkan mereka bicara bebas, Kembali memainkan benda pipihnya dan melanjutkan makannya tanpa perduli merka berdua.
__ADS_1
Maya tersenyum pada Nisha. Memperhatikan Nisha dalam.
" Cewek lo ya A ?" Tanya Maya sedikit lirih.
" Ia...Dia pacar gw. " Ucapnya mengenggam erat tangan Nisha diatas meja. Nisha mendengar pengakuan Ardi membuat emosi dan sakit didadanya memudar seketika. Memandang dalam mata Ardi yang juga menatapnya penuh senyum. Membuat Nisha kembali tertunduk tapi dengan rasa malu dan tersenyum.
Ternyata dia ngakuin gw ini pacarnya? Gw pikir....Apaan sih? Ardi itu sayang sama lo Sha! Jadi jangan mikir macam macam tentang dia.
Nisha menghela napas panjang. Menstabilkan emosi hatinya.
" Sekarang jawab pertanyaan gw tadi? Jelasin sekarang?" Tanya Ardi lagi tapi tanpa melepaskan tangan Nisha.
" Gw gak bisa jelasin sekarang A ! Temen gw nungguin gw diloby. Gw harus balik!"
" Hape Aa mana? Simpen nomor aku aja. Nanti kita ketemuan lagi deh! Nanti baru gw jelasin dari awal. Ya! " Ucapnya mengangkat kedua alisnya berulang.
" Ya udah " Menyodorkan benda pipih persegi miliknya ke Maya. " Lo udah makan? " Maya menggeleng sambil memainkan benda pipih Ardi, Mencatat nomor nya disana.
" Gw pesenin makanan ya, buat lo bawa pulang?" Maya tersenyum senang sambil mengangguk berulang. " Dua ya tapi, buat teman gw sekalia. Ya ya ?" Pinta nya dengan wajah memelas. Ardi pun mengangguk.
" Tunggu dulu ya, Aku mau pesen makan dulu " ucapnya pada Nisha dan melepaskan genggaman tangannya. " Kamu abisin makannya " ucapnya lagi melirik pada makanan Nisha yang tinggal separuh. Nisha pun hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara tanpa senyum pula. Memperhatikan Ardi yang berdiri dan berjalan kearah konter makanan. Lalu kembali melanjutkan makannya sambil bermain hape.
Maya yang telah selesai menyimpan nomornya dibenda pipih milik Ardi, meletakkan kembali dimeja Ardi. Menatap Nisha disebrang sana. Mata maya menangkap cincin dijari manis tangan kiri Nisha. Menopang pipinya dengan satu tangan menatap Nisha.
Keliatannya nih cewek masih Abg ya? Batin Maya
" Hai...udah berapa lama jalan Aa?" Nisha yang ditanya tiba tiba terkejut menatap Maya.
" Hah..Aa?" Maya meletakkan tangannya diatas meja. " Maksud gw Ardi! Lo dah berapa lama sama Ardi?"
Baru 6 bulan udah dikasih cincin. Apa Ardi sayang banget sama nih cewek? Sama gw dulu aja, Ngasih gw cincin pas udah setahun lebih. Ini cewek baru 6 bulan. wajahnya juga biasa aja. Cantikan gw. Batin Maya sambil tersenyum.
" lo kuliah atau kerja? Atau...masih sekolah?" Tanya Maya ragu.
" Masih sekolah. Kelas 3 " Maya hanya membuka mulutnya tanpa mengeluarkan suara. Sedikit terkejut.
Sekarang dia mainnya sama Abg atuh! Apa karena gw tinggalin dulu ya? hhahaha
" Maya sendiri. Cuma temen Kak Ardi aja? Atau pernah..." Nisha menggantungkan tanyanya takut salah kira. Maya tersenyum, tau akan maksud pertanyaan Nisha.
" Gw ini sebenarnya dulu cewek yang paling dia sa..."
" Nih makanannya! " Ucapan Ardi memotong kata kata Maya yang tak selesai.
" Dua tuh!" Meletakkan dua bok makanan dimeja Maya. Maya sedikit kesal karena ucapannya yang terpotong. Meraba tengkuk lehernya.
" Makasih ya" senyum terpaksa pada Ardi yang kini duduk didepannya lagi.
" Udah nomor lo disini?" Tanyanya meraih benda pipih persegi miliknya. Maya hanya mengangguk.
" Dah yaa...Gw balik dulu.Kasian temen gw nungguin kelamaan " Ucapnya berdiri dari kursinya sehingga menimbulkan sedikit bunyi kursi yang bergeser. " Lagian gw gak mau ganggu lo berdua lama lama " Ucapnya lagi melirik kearah Nisha. Ardi pun hanya tersenyum sambil meraih kembali tangan Nisha, tau bahwa Nisha yang merasa tidak nyaman sejak tadi. Tapi dia sengaja membiarkannya agar Nisha terlihat cemburu.
Ardi pun mengangguk pelan. " Nanti gw hubungi lo "
" Gw tunggu " Maya berjalan mendekati Ardi dan sedikit merunduk mendekatkan diri pada wajah Ardi.
CUP!
__ADS_1
" Cewek lo cemburu tuh!" Ucapnya berbisik ditelinga Ardi setelah mencium pipi kiri Ardi.
Nisha membulatkan matanya tak menduga akan sikap Maya. Dia langsung memalingkan wajahnya dan menarik tangan yang digenggam Ardi.
Ardi menoleh pada Nisha yang memang terlihat sedikit kesal.
" Dah ya..." Maya berdiri tegak " Sha, tinggal ya " ucapnya memiringkan kepalanya agar dapat melihat wajah Nisha. Nisha yang merasa dipanggil, Menolah pada Maya dan mengangguk sambil senyum palsu.
Maya pun berjalan meninggalkan meja Ardi dan Nisha dengan membawa tentengan berisi makanan yang didapat dengan gratis.
Ardi hanya mengelengkan kepalanya melihat Maya pergi setelah mencium pipinya. Lalu melirik Nisha yang berwajah cemberut dan menyimpan kesal dengan masih memakan makanan dimejanya. Ardi hanya tersenyum menopang wajahnya dengan tangan yang bertumpu dimeja melihat wajah Nisha yang menurtnya lucu dan menggemaskan itu.
" Kamu cemburu ya Sha?" ucapnya sedikit tawa.
" Nggak!" Jawabnya lantang tanpa menoleh, fokus pada makanannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Jangan lupa untuk VOTE YA readers😊
Like juga komennya
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**
__ADS_1