Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 74


__ADS_3

Setelah tidak dengannya, aku akan


Selalu mencoba untuk baik baik saja.


Sebab aku percaya perasaan itu


Datang tanpa direncanakan


Dan pasti juga akan hilang


Tanpa direncanakan...


* * * * *


Seperti yang sudah sudah. Malam minggu dan hari minggu adalah hari dimana Ardi dan Nisha menghabiskan waktu untuk berdua. Walau memang Ardi sudah sering menjemput Nisha pulang sekolah, tapi bukan untuk duduk santai berdua. Hanya sabtu malam dan hari minggu mereka bisa menghabiskan waktu birdua walau hanya duduk santai saja.


Seperti malam minggu kemaren, Nisha dan Ardi lebih memilih diam dirumah Nisha, duduk berdua diruang santai lantai dua rumah Nisha, Setelah diizinkan orang tua Nisha untuk bersantai dilantai dua. Orang tuanya pun tak keberatan, karena mereka lebih senang jika anaknya lebih memilih dirumah dari pada harus main keluar rumah.


Ardi dan Nisha lebih memilih diam dirumah, memang karena Nisha yang sedikit kelelahan sehabis jalan jalan bersama temannya ke Kota Tua, Sedangkan Ardi memang merasa cukup lelah hari ini karena bengkel motornya yang agak ramai oleh pelanggan yang datang. Bahkan Ardi yang kala itu lapar, lebih memilih memesana makanan lewat aplikasi online untuk makan malam bersama sekalian dengan keluarga Nisha.


" Sejak kapan kak Nisha pulang? Kok Yuni gak tau?" Tanya Yuni saat menarik kursi mej makan setelah dipanggil ibunya untuk makan malam bersama.


" Kan kamu dari tadi ngerem bae dikamar. Ngeremin telor yang gak tau kapan netesnya itu. Gak keluar keluar. Mana tau gw udah pulang atau belum!" Ucapnya sambil meletakkan piring dimeja depan masing masing kursi. Ardi, Ibu dan Papa hanya tersenyum melihay adik kakak itu.


" Eehh..Yuni bukan asal ngerem ya! Yuni banyak zikir abis sholat, biar banyak rezeki!"


" Bagus itu!" Sambung Papa Sakti


" Nih hasil zikir Yuni, Makan malam ini banyak banget ya Bu rezeki.! " Ucap Yuni yang matanya berbinar melihat banyak makanan terhidang dimeja makan. Dua mangkok porsi tongseng daging dan dua porsi sate ayam dengan bumbu kacang dan bumbu kecap. Juga sepiring potongan buah dari Ibu.


" Iyaa...jangan lupa bilang makasih sama Ardi yang udah beliin makanan ini semua." Ucap Ibu yang menuangkan minum ditiap gelas. " Iya tuh! Jangan kalau soal makanan gratis cepet banget nyambungnya. " Tambah Nisha yang mengambil gelas yang diisi ibunya dan meletakkannya dimeja masing masing.


" Iya iya...Makasih kakak ipar makanannya!" Ucap Yuni penuh senyum pada Ardi. Ibu, Papa dan Ardi hanya senyum sambil menggelengkan kepala mereka. Sedangkan Nisha sudah memasang wajah cemberutnya, jengah akan ucapan Yuni.


" Iyaa..." jawab Ardi singkat.


" Sudh sudah...ayo kita makan!" Ucap Papa sakti agar tak terjadi perdebatan lagi. Mereka pun memulai makan malam itu.


" oohh iya, Ardi. Kamu masih kuliah kan? semster berapa sekarang?" tanya Papa sakti ditengah suasana makan.


" Masih pak, sekarang semester 4."


" Terus bengkel kamu masih jalan?"


" masih juga. " jawab Ardi singkat.


" Papa suka anak muda kayak kamu. Rajin dan ulet. Jalanin usaha sambil kuliah juga. Jarang pemuda seperti itu, walau banyak juga yang seperti kamu. Tapi kamu harus tetap semangat ya" Ucap Papa sakti yang membuat Ardi senyum penuh bangga.


" Iya pak "


" Terus, kamu gimana Sha?" Nisha yang sedang mengunyah makanannya melirik ke papanya. " Abis lulus sekolah mau ngapain? Kuliah, Kerja atau... nunggu dilamar Ardi?"


" Hahh..." Ucap Nisha dan Ibu bersamaan.


" Papa..." Seru Ibu Uni terkejut memandang suaminya.


" Kenapa?" melirik ke istrinya.


" Ngomongnya kok gitu! Seolah olah kamu udah pengen nikahin Nisha aja!"

__ADS_1


" Memangnya mengapa? Kalau mereka memang jodoh, Kamu mau nolak!"


" Tapi Nisha masih muda. masih mau kuliah dulu Papa!" Ucap Nisha yang merasa malu dan merunduk.


" Ibu juga mau Nisha kuliah dulu. Jangan buru buru Nikah. Ya Kan Ardi!" Ucap Ibu meminta Ardi untuk menolak ucapan Papa Sakti.


" Iya Bu, Ardi juga masih kuliah kan! Ardi juga mau jadi sukses dulu sebelum nanti siap untuk ngelamar Nisha!" Ucap nya penuh keyakainan. " Itu pun kalau Nisha nya mau?" Nisha semakin menundukkan kepala merasa malu akan perbincangan ini.


" Kalau Yuni sih setuju setuju aja!" Sambung Yuni yang juga mendukungnya. Nisha semakin pusing dibuat atas obrolan ini.


Bagaimana bisa ibu dan papanya membicarakan masalah itu disaat seperti ini, bahkan dia sendiri masih sekolah. Sepertinya ibu dan papa sudah yakin saja Ardi bakal jadi jodohnya. Haduuhhh....Nisha merutuki dirinya sendiri. Kenapa makan malam ini menjadi seperti ini. Lebih baik tadi dia memilih keluar rumaj saja kalau jadi seperti ini.


Obrolan pun berlanjut sampai selesai acara makannya. Selalu saja Nisha yang jadi terpojok atas perbincangan mereka karena ulah papa dan Yuni. Bahkan Ardi pun ikut ikutan. Ibu hanya senyum senyum saja mendengarnya. Ardi sangat senang bisa berada dan merasakan kehangatan ditengah tengah keluarga Nisha. Yang memang sepertinya keluarganya mau menerima Ardi apa adanya.


Karena sabtu malam itu Nisha dan Ardi tidak pergo kemana mana, hanya bersantai dirumah. Minggu siang ini Ardi datang kembali kerumah Nisha untuk pergi jalan jalan berdua.


" Kita mau kemana sekarang?" Tanya Nisha yang sudah rapi dengan pakaian casualnya didepan teras duduk bersama Ardi. " Terserah kamu! Maunya kita kemana? "


" Terserah aku ya!" Tanya Nisha melirik Ardi meyakinkan bahwa ini terserah dia. " Iyaaa...terserah kamu. Aku mah ikutnya kamu mau kemana!" Ucapnya pasti


" Beneerrrr??" Tanya nya lagi " Iyaaa...bener. Udah maunya kemana?" Nisha tersenyum penuh misteri. Dia ingin hari ini pergi jalan jalan ketempat ramai. Jadi Nisha mengajak Ardi berkeliling salah satu mall yang ada diJakarta Pusat. Dan Ardi pun menurutinya.


Dengan memakai helm masing masing, Ardi pun melajukan motornya menuju Mall yang ingin dkunjungi Nisha disana.


Sesampainya disana, Ardi terus memegang tangan Nisha yang berjalan disampingnya, Menelusuri isi didalam mall tersebut.


" Kak Ar, kita nonton yuk!" Ajak Nisha saat melewati depan pintu bioskop.


" Aku gak begitu suka nonton Sha! Lagian gak ada film yang seru juga untuk ditonton." Ucapnya saat melihat deretan poster film yang sedang tayang saat ini.


" Iihhkkk...aku mau nonton film itu!" Tunjuk Nisha pada salah satu poster film disana. Sebuah film kartun disney berjudul ' Mulan '. " itu kan ada actionnya juga. Ayoo lah! Ya ya " Bujuk Nisha sedikit memaksa.


Setelah mengantri tiket, Nisha juga menyuruh Ardi membeli popcorn yang kecil dan sebotol minuman. Ardi hanya menuruti semua kemauan Nisha tanpa mengucap bantahan sedikitpun. Hari ini Ardi benar benar mengikuti keinginan Nisha. Entahlah kenapa bisa begitu!


Setelah selesai nonton bioskop, Nisha yang merasa puas atas tontonannya keluar dengan riang menggandeng tangan Ardi.


" Mau apa lagi sekarang? " Tanya Ardi saat berjalan menelusuri mall kembali.


" Laper kak. Makan yuk! Kak Ar udah laper belum?" Seru Nisha.


" Lumayan sih! Ayoò... kita makan apa? " timpal Ardi.


" Kali ini Nisha ikut Kak Ar aja. Terserah mau makan apa!" Ucapnya pasti.


" Ya udah. Ayo kita liat liat dulu. Enaknya makan dimana!"


Mereka pun berkeliling mall mencari tempat makan yang menurut Ardi bagus. Sampai Ardi pun memutuskan untuk makan disebuah resto yang menyediakan makanan bertema jepang dengan sajian daging atau ayam teriyaki dan yakiniku serta salat segar. Nisha pun tak menolaknya saat Ardi memilih tempat itu.


Mereka pun masuk kedalam resto dan memesan dua porsi makanan dan juga minuman ocha. Lalu memilih tempat duduk yang berdekatan dengan dinding kaca transparan disisi jalan keluar resto itu. Nisha dan Ardi pun asik memakan makanan mereka sambil diselingi obrolan ringan.


Seorang wanita cantik berjalan bersama dua orang temannya yang sepertinya seorang karyawan toko dimall ini berpakaian layaknya SPG yang baru akan mau pulang atau usai kerja. Seorang wanita itu melihat sekilas kedalam resto tempat Nisha dan Ardi berada. Wanita itu berhenti menarik tangan kedua temannya yang terus berjalan.


"Eehhh...Kok berenti?" Tanya salah satu wanita yang lain sebelah kiri. " Gw kayak kenal tuh cowok?" ucap siwanita yang memandang kearah Ardi.


" Mana?? Siapa sih?" Ucap wanita yang satunya sebelah kanan. Si wanita pun sadar siapa yang dia lihat. " Kalian duluan deh! Gw kayaknya ada urusan bentar! yaa..." Mendorong dua temannya itu.


" Apa apaan sih lo!" Ucap wanita sebelah kanan. " Iyaa...gajobe banget sih! Siapa sih emangnya, huh?" tanya wanita sebelah kiri.


" Nanti gw jelasin...tunggu gw dilobi yaa!" Ucap siwanita meninggalkan dua temannya.

__ADS_1


Dua wanita tadi pun pergi meninggalkan tempat itu dengan sedikit kesal pada temannya yang kabur.


Siwanita tadi pun masuk kedalam resto dengan sedikit berlari mendekati meja Ardi dan Nisha.


" Ardi...." Ucap siwanita itu lantang. Nisha dan Ardi menoleh pada wanita yang kini berdiri disamping meja Ardi.


" Lo Ardi Rizki kan?" Tanya nya lagi memastikan. Dan Ardi pun mengangguk pelan.


" I..iya. " Jawabnya pelan dan heran sambil mengerutkan dahi memandang wanita disampingnya yang begitu tidak asing.


" Gw kangen banget sama lo!" Si wanita langsung berhambur memeluk erat Ardi yang masih duduk dikursinya. Ardi pun tak bisa mengelak atas pelukan dadakan itu. Nisha yang duduk disamping Ardi yang tak mengerti akan situasi itu, tercengang bukan main melihat Ardi dipeluk seorang wanita didepannya. Sampai Nisha menjatuhkan sumpit yang ia pegang dan replek mendorong kursi yang didudukinya bergeser sedikit.


Ada rasa sakit yang terasa didada Nisha kala itu. Ditambah rasa heran dan bingung.


Siapa wanita ini yang tiba tiba memeluk Ardi? bahkan dia tau nama panjang Ardi!


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**JANGAN BOSAN BOSAN UNTUK VOTE YA


JANGAN LUPA JUGA LIKE DAN KOMENNYA


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**


__ADS_2