
Dunia terlalu singkat
Untuk mengartikan cinta,
Maka terimalah
Cinta itu tanpa kata
* * * * *
Setelah kegiatan pesta kejutan ulang tahun Nisha yang begitu romantis dan makan makan yang penuh kehangatan. Tak lupa teman teman Nisha atau pun teman Ardi yang ikut dalam acara itu, melakukan banyak foto foto bersama. Bahkan Dian dan Rini mengambil foto Nisha berdua dengan Ardi saat adegan ditengah lilin. Dan membuatnya menjadi status di media wahtsapp mereka. Begitu juga teman teman Ardi yang ceweknya, si Widia dan Vera. Sedangkan yang telah merekan kejadian pesta itu sejak awal sampai akhir adalah kendi. Tentu atas perintah Ardi dan memakai kamera Ardi pula.
Setelah mengantar Nisha pulang kerumah, dan Ardi pun langsung pulang, tidak mampir dirumah Nisha karena waktu yang sudah menunjukkan larut malam dan Besok pagi harus kembali sekolah.
Kini Nisha berada dalam kamarnya yang sudah berganti pakaian memakai baju tidurnya setelah membersihkan diri. Dia merebahkan tubuhnya diatas kasur kesayangannya. Lalu meraih sebuah boneka beruang besar seukuran seorang bocah yang berwarna putih dengan bantal love ditengahnya bertuliskan I ❤ U. Yaa...boneka itu pemberian Ardi juga saat diacara pesta ulang tahunnya setelah selesai makan bersama teman temannya.
" Oohh..ya. Aku ada satu hadiah lagi untuk kamu!" ucap Ardi lirih pada Nisha, lalu berdiri dari duduknya. Nisha pun tak sempat bertanya apa maksud dari ucapan Ardi itu. Nisha hanya memandangi Ardi yang berjalan kearah kebelakang cafe dekat toilet.
" Mau kemana Ardi, Sha?" Tanya Hedi yang mungkin mewakili teman yang lain yang melihat Ardi pergi. Nisha hanya mengangkat kedua tangannya dan bahunya bersamaan tanpa suara sambil melirik temannya yang lain pula.
Tak lama Ardi kembali dari belakang dengan membawa sebuah boneka beruang putih yang cukup besar itu. Teman yang lain yang melihat Ardi dari jauh juga tak mengira Ardi masih sempatnya memikirkan hadiah berupa boneka beruang besar itu. Yang semakin membuat para cewek disana bertambah iri.
" Sha, liat noh!" Ucap Lia yang tak jauh disamping Nisha menunjuk pada Ardi yang berjalan membawa boneka tersebut. Nisha pun terkejut kembali.
Ardi berjalan mendekati Nisha dan duduk disampingnya lagi. Nisha masih dengan mode terkejut dan heran dengan mulut sedikit menganga memperhatikan Ardi.
" Ini hadiah satu lagi untuk kamu" Ucapnya menyerahkan boneka beruang putih itu dipangkuan Nisha. Wajah nisha semakin bersemi dan merona lagi. " Makasih Kak " Ucap Nisha dengan penuh senyum.
" Aahhkkk..bebs aku mau boneka kayak gitu juga!" Ucap Widia merengek pada Hedi. Hedi hanya menggaruk tengkuk lehernya saat Widia mengelayut ditangannya.
" aku mauu..." Tak beda jauh pula pada Rini, Lia dan Dian. Tapi tidak dengan Eva.
Nisha tersenyum malu melihat semua temannya yang ada disitu yang merasa iri padanya.
Nisha tersenyum saat mengingat itu semua yang belum lama berlalu itu. Wajahnya merona memegang boneka beruang putih itu dan menatapnya ketika duduk bersender dipunggung kasurnya. Bisa bisanya Ardi menyiapkan semua hadiah dan kejutan itu untuknya. Didekapnya dan dipeluknya boneka beruang itu dengan erat sambil tertidur. Nisha lalu memandang jari jari tangannya yang telah tersemat sebuah cincin dijari manisnya.
" Padahal baru beberapa bulan, apakah dia seserius itu sampai memberikan cincin ini? Apakah aku dan dia benar benar akan berjodoh nantinya?" ucapnya lirih mengangkat tangannya tinggi dan memandang cincin itu. Tak mau banyak memikirkannya, Nisha pun memejamkan matanya perlahan sambil memeluk boneka beruang pemberian Ardi. Besarnya sangat pas didalam pelukannya saat itu.
* * *
Pagi pun tiba, Nisha sudah bersiap berangkat sekolah karena dia bangun kesiangan hari ini karena tidur kemalam tadi malam. Nisha menuruni tangga dengan tergesa sambil membawa tas ranselnya.
" Pagi bu..." Sapa Nisha pada Ibunya yang biasa sibuk saat pagi hari didapur.
" Kesiangan kan?" Ucap Ibu meledek Nisha yang bangun kesiangan. Nisha hanya manyun mendengar pertanyaan ibunya itu saat duduk dimeja makan dan menyambar susu segelas yang sudah ada dimeja buatan Ibunya.
__ADS_1
" Ibu kenapa gak bangunin Nisha dari tadi sih?" Ucapnya sedikit kesal karena ibunya yang tak membangunkannya, meneguk habis susu hangat dalam gelas dan meletakkannya dimeja.
" Ibu pikir kamu udah bangun. Mana ibu tau kalau kamu masih asik tidur! Siapa suruh pulang malam malam. Mentang mentang abis dikasih kejutan sama Ardi, gak inget kalau besoknya sekolah " Ucap ibu gamblang. Nisha terkejut langsung menoleh pada Ibunya saat mendengar ibunya tau Ardi membuat kejutan untuknya.
" Ibu tau soal kejutan itu?" Tanya Nisha langsung. " Ya tau lah! Ardi sendiri yang semalam minta izin pada ibu dan Papa untuk ngajak kamu pergi dan memberitahu semuanya, agar kamu bisa pulang agak malam juga." ujar Ibu memberitahuka semuanya. Nisha hanya membuka mulutnya tak percaya.
" Apa yang Ardi kasih buat hadiah ulang tahun kamu semalam?" Ucap Ibu lagi, Nisha memicingkan matanya. Ingat ingat aja ibu menanyakan hadiah Ardi.
" Nih!" Nisha mengangkat tangannya menujnjukkan jari jari tangannya. Ibu yang melihat ada sebuah cincin dijari Nisha menghentikan kegiatannya. Meraih tangan anak gadisnya itu.
" Ini emas?" Tanya Ibu fo the poin. Nisha mengangkat kedua bahunya. " Gak tau. Nisha gak nanya!" Jawabnya jujur.
" Dia gak ngasih surat bukti pembeliannya?" Nisha mengerutkan dahinya lalu menggelengkan kepalanya.
" Jangan jangan perak imitasi lagi! Tapi kelihatan seperti emas asli dari warnanya!" Ucap ibunya sambil mengerak gerakkan tangan Nisha itu.
" Mana Nisha tau bu! Lagian emang kenapa kalau ini imitasi atau emas asli ?"
" Bagus dong kalau ini emas asli. Berarti dia benar serius sama kamu dan gak pelit pelit ternyata. Tapi kalau imitasi, dia cuma main main aja. Pasti pikirannya, belum tentu kamu jodohnya jadi untuk apa beli mahal mahal." Jelas Ibu uni melepas tangan Nisha dan kembali membersihkan sayuran. Nisha berdiri dari duduknya.
" Emang begitu Bu?" Tanya Nisha penasaran akan kebenaran kata kata ibunya, Ibu nya hanya memgangguk saja.
" Udah sana berangkat! Nanti telat lagi kamu! " Ucap Ibu sambil menyodorkan sebuah kotak bekal. Nisha pun meraih kotak bekal itu dan memasukkannya kedalam tas. Mencuim punggung tangan Ibunya lalu berangkat sekolah.
" Haruskah gw tanya Ardi soal ini emas atau bukan?" Tanyanya dalam hati melihat cincin dijari manisnya saat dalam angkot.
* * *
" Heii...Pulang sekolah kita main yuk! Kemana kek!" Ucap Lia saat disela sela jam istirahat dikantin. Duduk bersama Dian, Eva, Nisha dan Rini. " Gw gak ikut ahkk! Mau bantu nyokap gw bikin kue pesenan " Ucap Rini Yang memang ibunya sering menjual kue pesanan orang atau tetangganya.
" Gw sih ayo ayo aja! Mumpung ini hari sabtu, kan pulang cepet kita ntar. " Tambah Eva yang sedang memakan baksonya merasa tak keberatan akan usul Lia. Nisha dan Dian pun ikut mengangguk menyetujui usulan itu tanpa suara karena asik memakan mie ayamnya.
" Terus mau kemana kita?" Tanya Nisha dengan mulut yang penuh dengan isi mie lalu meminum es teh manisnya.
" Ke kotu yok! Kita naik kereta dari stasiun deket rumah gw " ucap Lia. Yang memang rumahnya tak jauh dari stasiun kereta api KRL Bekasi- Jakarta.
" Ayo ayoo " ucap Eva dan Nisha semangat bersamaan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Kota Tua yang ada ditengah Jakarta dengan manaiki kereta. sedangkan Rini tidak bisa ikut dan langsung pulang kerumah. Walau saat perjalanan ke rumah Lia mereka menaiki angkot yang sama. Sebelumnya mereka telah menghubungi keluarga mereka masing masing terlebih dahulu. Begitu juga Nisha yang menghubungi orang tuanya juga.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**HAPPY IED MUBAROK
MOHON MAAF LAHIR BATIN🤗😇
JANGAN LUPA UNTUK VOTE
LIKE DAN KOMEN YAA
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**