Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 73


__ADS_3

Untuk pertama kalinya,


Aku tak perlu mencoba untuk bahagia


karena saat bersamamu


Hal itu terjadi begitu saja


* * * * *


Setelah sampai dirumah Lia, mereka berempat segera membuat mie instan yang mereka sudah beli diwarung saat jalan menuju rumah Lia. Mereka asik berempat didapur saling membantu memasak mie itu. Ibunya Lia hanya tersenyum melihat teman ananknya itu mengotori dapurnya. Setelah selesai dan mie siap dimakan, Nisha, Eva , Dian dan Lia pun makan diruang depan rumah. Duduk dilantai depan meja ruang tamu sambil bermain benda pipih masing masing dan berbincang.


" Sha, ntar lo minta jemput Ardi kesini?" Tanya Dian sambil mengaduk mienya dan memasukkan kedalam mulutnya.


" Pengennya sih! Kan sekalian ini malam minggu." Jawabnya sembil mengunyah mie dimulutnya.


" Jangan minta jemput disini napa Sha! Ntar gw pulang sendiri dong kalau lo dijemput Ardi disini." Ujar Eva sedih.


" Gw aja pulang sendiri Va. " balas Dian sambik memutar bola matanya malas melihat Eva yang terlihat manja untuk pulang sendiri.


" Ya kan kalau bisa bareng dulu pulangnya. Bisa minta jemput ditempat kita turun mobil ntar." Pinta Eva pada Nisha. Nisha pun berpikir sejanak sambil mengunyah mienya. Dian dan Lia hanya memperhatikan kedua temannya itu.


" Ya udah deh. " Ucap Nisha menyanggupi pintaan Eva.


Nisha pun lalu menghubungi Ardi.


" Hallo. Assalamualaikum..." Sapa Ardi diujung panggilan telpon. " Walaikumsalam " Jawab Nisha.


" Kamu udah pulang mainnya?Sekarang dimana?" Ardi langsung bertanya. " Udah. Lagi dirumah Lia, makan mie dulu " jawab Nisha yang sudah selesai makan mienya.


" Mau jemput kan?" Tanya Nisha langsung. " Iya...Bentar lagi aku jemput. Aku mandi dulu."


" Hhmmm...ntar jemputnya didepan bioskop mall BP aja ya." Pinta Nisha. " Lah emang kenapa? Gak dari rumah Lia aja?" Tanya Ardi mengerutkan dahinya saat membereskan perlatan dibengkelnya.


" Eva minta temenin dulu naik angkot sampai sana. biar bareng." Jelasnya Yang diperhatikan oleh temannya yang ada disampingnya. " Ooh..ya udah kalau gitu. Tapi hati hati ya! " Ucap Ardi.


Panggilan itu pun berakhir saat Ardi akan bersiap menjemput Nisha karena waktu sudah hampir mendekati waktu magrib.


Nisha, Eva dan Dian pun mulai berpamitan pulang setelah membereskan perlatan makan yang mereka kotori bersama. Dian menaiki mobil angkot sendiri menuju rumahnya. Sedangkan Nisha bersama dengan Eva satu mobil angkot yang berbeda jurusan dengan Dian.


Tak lama setelah 15 menit didalam angkot. Nisha dan Eva pun sampai didepan sebuah bioskop yang bersebalahan dengan mall BP yang memang tak jauh dari sekolah mereka. Dengan masih memakai seragam batik sekolah mereka dan dilapisi jaket sweter, Nisha dan Eva berdiri ditrotoar depan boiskop. Eva yang menunggu mobil angkot yang menuju rumahnya dan Nisha yang menunggu Ardi datang. Tak lama, mobil angkot yang akan dinaiki Eva pun datang.


" Sha, gw duluan. Maaf!" Ucap Eva saat sebelum naik kedalam angkot. " Iya gak papa. Hati hati ya. Daahh..." Jawab Nisha saat melambaikan tangan pada Eva yang menaiki angkot itu dan perlahan meninggalkan Nisha sendiri disana.


Waktu Magrib sudah lewat, tapi Nisha masih berdiri didepan bioskop menunggu Ardi yang belum juga sampai.


" Kak Ar, lama banget sih!" Keluhnya saat melihat jam tangan dipergelangan tangannya berkali kali. Bahkan Pesan yang dia kirim beberapa menit yang lalu pun belum dibacanya. Mungkinkah dia sedang dijalan sampai tak sempat baca pesan itu.

__ADS_1


Saat sedang gelisah menunggu, tak lama berhenti sebuah motor didepannya dengan seorang cowok yang memakai helm dan berpakaian rapi dengan jaket.


" Huhh...ni dia sampai juga!" Gumam Nisha dalam hati.


" Hai... Sayang!" Ucapnya setelah membuka helm semi fullnya. " Hai.Ayoo...pulang!" Ucap Nisha langsung dengan wajah penuh senyum berdiri didepan Ardi. " Kucel banget sih tuh muka!" Sindir Ardi yang melihat wajah lelah ceweknya.


" Iihhkk. Udah...gak usah banyak ngatain! kan emang aku lom mandi. Makanya ayo buruan pulang!" Jawab Nisha dengan wajah cemberutnya. " Eva mana? Katanya bareng tadi?" Tanyanya saat tak melihat Eva disekitarnya.


" Dia udah pulang naik angkot dari tadi. Kan nyambung angkot lain lagi. " jelas Nisha yang sudah duduk dijok belakang motor dengan sedikit susah karena masih memakai rok sekolahnya. Ardi hanya mangut mangut sambil memakai helmnya kembali.


" Pegangan..." Ucapnya saat Nisha masih berpegangan bajunya. " Iaaa..." Lalu merangkul perut Ardi dari belakang. Dan meninggalkan tempat itu dengan santai.


" Lagian ngapain sih main jauh jauh ke Kotu segala? Sampai sore lagi.! " Ucap Ardi saat ditengah perjalanan. " Ya lagi mau main aja. sebelum nanti disibukin sama pendalaman materi kelas 3. Mumpung ada waktu jalan jalan. Ya kita manfaatin aja waktu ini. " Jawabnya santai dengan suara agak keras agar terdengar oleh Ardi yang memakai helm, menopang dagunya dipundak Ardi. Ardi pun mengerti. Karena setelah akhir semester ini, Nisha yang kini duduk dikelas 3 akan ada tambahan pelajaran diluar jam sekolahnya untuk menghadapi ujian nasional penentu kelulusannya nanti yaitu Pendalaman Materi atau yang biasa mereka menyebutnya PM.


Tak lama, Nisha dan Ardi pun sampai rumah. Setelah bersalaman dengan Ibu dan Papa Nisha, Nisha pun langsung masuk naik lantai atas menuju kamarnya. Ardi pun diajak Nisha untuk menunggu diruang santai didepan kamarnya dilantai atas setelah meminta izin papanya yang juga mengizinkannya. Ini kedua kalinya Ardi dizinkan naik kelantai atas rumah Nisha,Tapi yang biasanya dia menunggu disofa teras depan rumah ini.


Ardi melihat ruangan kecil yang berukuran 3x3.5 m yang terhubung langsung kesebuah balkon kecik diluar, dengan sebuah sofa dua dudukan yang bisa berubah menjadi bed atau kasur santai, satu sofa tunggal dan meja kecik dipojokan sudut antara kedua sofa itu.


" Kak Ar duduk disana aja dulu ya. " Menunjuk pada sofa diruangan itu. " Aku mau mandi dulu bentar " Ucapnya lagi saat berdiri didepan pintu kamarnya. Ardi pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Itu kan kamar kamu?" Tanya saat melihat Nisha memegang hendle pintu disampingnya. Nisha memgiyakannya. " Aku mau liat dong!" Berusaha mendorong tubuh Nisha untuk membuka pintu kamar itu duluan, tapi ditahan oleh kaki dan tangan Nisha pada dada Ardi.


" Gak!" Jawabnya tegas. " Gak boleh tau! Gak boleh masuk kekamar cewek tau! Lagian bukannya waktu kemaren udah pernah masuk juga. " Ucap Nisa lantang. " Iya sih! Tapi itu kan karena aku khwatir sama kamu.Jadi gak fokus liat kamar kamu itu kaya gimana. Ya ya?" Ucapnya sedikit memaksa.


" Gak boleeehhh!" Mendorong tubuh Ardi agar menjauh. " Udah duduk aja disana. Diem!" Menyuruhnya untuk duduk disofa. Nisha langsung masuk kedalam kamarnya dengan cepat dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Ardi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah ceweknya itu, lalu berjalan kearah sofa dan mendudukan tubuhnya disana sambik bermain game kesukaannya dibenda pipih persegi miliknya yang ia keluarkan dari saku celana jeansnya.


" Awas ya kamu masuk kamar aku diem diem?" Ancam Nisha saat melirik kearah Ardi disana. Masih merasa was was jikalau Ardi akan masuk melihat kamarnya saat dia dikamar mandi nanti.


" Biarin ! Ntar aku masuk liat kedalam kamar kamu kalau kamu mandi. Kan kamu gak tau!" Ledek Ardi yang tak serius dengan kata katamya. " awas aja kalau kamu berani masuk. Aku gak mau jalan sama kamu!" Ucap Nisha mengancam dengan tegas.


" Siapa juga yang mau ngajak kamu jalan. Mending aku tidur disini!" Ucapnya sambil merebahkan tubuhnya disofa dan kembali bermain gamenya. Nisha langsung memasang wajah cemberutnya berjalan kekamar mandi yang ada didepan kamarnya sambil mengoceh yang tak jelas dan tak bersuara.


Yuni yang kamarnya bersebelahan dengan kamar mandi depan kamr Nisha membuka pintu kamarnya saat mendengar suara sedikit ribut. " Ada apaan sih?" tapi saat melihat keluar, Nisha sudah didalam kamar mandi. Dan Yuni tidak melihat Ardi yang sedang tiduran diatas sofa yang sedikit terhalang tembok kamar mandi. " Kok sepi sih! Iihhkkk jadi merinding " Ucapnya memegang tangkuk lehernya lalu kembali masuk menutup pintu kamarnya.


Selang beberapa lama, ada suara langkah kaki menaiki tangga. Ardi pun yang sedikit mendengar langkah kaki itu, bangun dan duduk disofa. Melirik kearah tangga disamping kamar Nisha. Dan ternyata Ibu Uni yang datang dengan membawa sebuah nampan. Ibu Uni tersenyum melihat Ardi yang duduk disofa. Ardi pun menyudahi dahulu permainan gamenya.


" Ibu repot repot banget sih! " ucapnya sungkan melihat isi nampan yang dibawa Ibu Uni dan diletakkannya dimeja pojok sofa.


" Gak apa apa Ar. Sekalian nanti buat Nisha. Nisha juga selalu ngerepotin Ardi untuk selalu jemput dia." ucap Ibu yang juga sedikit sungkan atas perlakuan anak lelaki ini pada putrinya. " Itu mah ga masalah bu. Ardj cuma mau jagain Nisha aja. Jaman sekarangkan lagi banyak kasus pelecehan dimobil! Ardi cuma jaga jaga aja. Itu juga jemput gak tiap hari, cuma kalau Ardi sempet aja." jelas Ardi.


" Iaa juga. Ibu kan tu jadinya yang ngerepotin nak Ardi. " Ardi hanya tersenyum saja sedikit merunduk


" Ya udah. Diminum ya, sama cemilannya dimakan." ucap Ibu menunjuk pada isi nampan yang berupa segelas teh hangat dan susu hangat untuk Nisha juga sepiring cake coklat buatan Ibu Uni.


" Makasih bu "


Ibu Uni pu pergi meninggalkan Ardi sendiri lagi. Ardi pun meraih gelas teh yang dibuatkan untuknya, karena memang tenggorokannya yang sedikit kering, setelah meneguk sedikit teh tersebut dan meletakkannya kembali, Ardi mengambil sepotong cake coklat dan melahapnya.

__ADS_1


" Enakkk..." Ucapnya sambil mengunyah cake itu dan kembali memainkan game dihapenya sambil tiduran disofa itu lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**JANGAN LUPA UNTUK VOTE YA


Like dan komen juga jangan ketinggalan


Terima kasih sudah membaca😊😊

__ADS_1


Mohon dukungannya🤗😘**


__ADS_2