Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 40


__ADS_3

Aku percaya pada takdir,


Dan takdir ditentukan oleh pilihan kita.


Dan aku MemilihMU.


Bila aku mati dan hidup ratusan kali


Disetiap dunia yang ku jalani


Disetiap kenyataan yang kuhadapi


Aku akan tetap mencarimu


Dan akan tetap memilihmu...


* * * * *


Nisha berjalan menyusuri lorong koridor lantai dasar sekolah. Terlihat siswi siswi yang berlalu lalang disana, padahal jam baru menunjukkan setegah 7 lewat. Yaa hari ini Nisha datang lebih cepat dari biasanya, Karena jalanan yang begitu lancar saat dilewati. Nisha menaiki tangga menuju lantai paling atas gedung sekolah. Entahlah...sepertinya dia sangat malas dan enggan untuk masuk kekelasnya. Sebenarnya dia enggan bertemu akan Imel, yang pasti akan membicarakan soal kejadian kemarin dan ditambah tadi malam. Nisha pun mencoba untuk bersikap biasa dan setenang mungkin. Saat memasuki kelas, belum terlihat banyak yang datang. Imel dan teman temannya pun belum datang.


Tapi Dian sudah duduk dikursinya sambil memakan bekal sarapannya seperti biasa.


" Haii Sha " Sapa Dian


" Hai..." Jawab Nisha sambil tersenyum menduduki kursinya.


" Dah sarapan ?" Nisha mengangguk.


Nisha memainkan Hpnya menunggu bel pelajaran berbunyi yang masih cukup lama. Makin lama, kelas sudah hampir ramai oleh siswi yang baru datang. Lia dan Eva pun telah datang dan berbincang dengan yang lainnya.


Imel datang masuk kedalam kelas bersama Yani, Iren dan Arin. Matanya memandang tajam ke arah Nisha yang asik berbincang dengan yang lain.


" Gw toilet bentar yaa.." Ucap Nisha berdiri dari duduknya. Lia Dian dan Eva hanya mengangguk dan meneruskan obrolan mereka.


Nisha berjalan melewati meja Imel dan teman temannya keluar kelas menuju toilet. Saat Imel melihat itu, Imel berpamitan pada temannya untuk pergi ketoilet juga, langsung mengikuti Nisha dari belakang. Di toilet, Nisha keluar dari kamar mandi, dan mendapati Imel ada disana. Sedang mencuci tangannya di wastafel.


" Kenapa semalam lo gak nonton vidionya sampe selesai?" Ucap Imel tanpa menoleh ke Nisha disampingnya.


" Gw gak tertarik sama tontonan murahan kaya gitu!" ucap Nisha lalu berbalik ingin berjalan keluar. Tapi Imel menghadangnya.


" Seharusnya lo liat, Kita ciuman dengan rasa saling sayang satu sama lain. Biar lo tau, siapa yang dia mau ada didekatnya!" ucap Imel membuat panas Nisha. Dan yaa...Hati Nisha kembali terbakar oleh siraman minyak dari Imel.


" Gw udah gak perduli! Minggir, Gw mau lewat" ucap Nisha mencoba tenang melangkah kedepan tapi Imel masih menghalangi.


" Apa selama ini dia pernah cium bibir lo itu, Hah? Gw yakin belum kan ?" Imel terus saja berucap panas. Nisha menjadi geram, walau dia pernah berciuman dengan Ardi, tapi itu hanya sekilas, bukan termasuk ciuman yang dimaksud Imel. Seperti yang Imel ingin lakukan saat di vidio itu.


" Mau lo apa sih Mel ?" Ucap Nisha sedikit keras.


" Gw mau lo ngejauh dari Ardi!!. Dan jangan ketemu sama dia lagi. Dia udah milih gw dan gw harap lo ngelepasin dia dengan iklas !"


Deggg


Apa gw harus bener bener ngelepasin dia.


" Itu terserah gw !! " Berjalan mendorong pundak Imel


Imel menarik tangan Nisha dan mereka kembali bertatap.


" Lo gak sadar apa, Lo tuh cuma pelarian dia aja dari gw selama ini. Dan sekarang gw udah balik sama dia. Apa lo masih mau ganggu juga ?"


Nisha terdiam. Imel memasang mata sendunya. Memohon pada Nisha untuk pergi dari Ardi. Nisha melihat mata itu, Hati Nisha kembali teriris. Matanya mulai berkaca kaca.


Emang gak seharusnya gw ganggu hubungan lo sama Ardi dari dulu.


Menepis tangan Imel dengan lembut.

__ADS_1


" Gw gak bakal ganggu hubungan lo lagi. Puas lo !!"


ucap nya lembut, Lalu berjalan keluar toilet meninggalkan Imel. Nisha memcoba menarik napas dalam mengatur emosi saat akan masuk kekelasnya. Membuat dirinya seperti biasa saja, seolah olah tak ada yang terjadi.


Sedangkan Imel tersenyum saat Nisha meninggalkannya. Tersenyum puas dalam hatinya, Lalu menghembuskan napas panjangnya berjalan kembali menuju kelasnya. Tanpa mereka sadar, ada satu temannya yang mendengar percakapan mereka sedari tadi. Dia keluar dari kamar mandi setelah Imel pergi. Siswi itu hanya manggut manggut, lalu kembali juga kekelas.


* * *


Masih suasana istirahat pertama, setelah Nisha dan teman lainnya makan dikantin dan kembali kekelasnya. Berjalan santai menuju kursinya. Walau Dihati Nisha masih tak bisa tenang memikirkan apa yang akan terjadi nanti antara dirinya dan Ardi. Tapi Nisha selalu mencoba menyembunyikan mimik wajahnya yang gelisa, dengan selalu tersenyum dan mencoba tenang. Terkadang jika berpapasan dengan Imel, Nisha selalu mencoba bersikap biasa aja. Tiba tiba Sari datang mendekati kursi Nisha, Lia, Dian dan Eva.


" Eehh...Nisha " Panggil Sari dengan suara cukup keras yang dapat terdengar oleh siapa saja yang ada dikelas. Nisha dan yang lain pun menoleh ke sari yang ada disamping meja Nisha.


" Emang bener yaa? Pacar lo yang sekarang itu mantan Imel ?" tanya Sari masih dengan suara cemprengnya.


" Emang kenapa?"


" Kok lo bisa jadian sama mantan temen lo sendiri ?"


" Eehh...Sar. Emang ada yang ngelarang pacaran sama mantan temen sendiri ?" Ucap Lia membela.


" Ya emang gak ada sih! Tapi kan seenggaknya lo mikiran dong perasaan temen lo sendiri. Apa lagi temen lo masih ada perasaan sama tuh cowok yang jadi pacar lo. Seenggaknya lo kan bisa nolak dia saat dia ngajak pacaran. Ini lo malah nerima dia. Apa itu namanya bukan PAGAR MAKAN TANAMAN. Temen makan temen. " Ucapan Sari yang lantang membuat perhatian semua siswi tertuju pada mereka. Terutama pada Nisha.


oohh...Nisha pacaran sama mantan Imel


Iyaa yaa...kok bisa sih!!


Malahan katanya tuh cowok masih suka sama Imel


Masaa...


Iyaa..beneran.


Gw mah ogah ahkk sama mantan temen sendiri.


Biarin aja sih...udah.


Iya ...kayak ganteng aja gitu. Jadi penasaran gw sama cowoknya.


Ahkk...cowok kaya gitu mah mending tinggalin aja.


Siswi lain sudah banyak yang berkomentar tentang perebutan antara Nisha dan Imel.


" Sariii...Lo kalau gak tau masalahnya jangan ngomong sembarangan napa !" Ucap Eva ikut angkat bicara.


" Iya...kebiasaan tuh mulut. Asal ngomong aja Lo!" ucap Dian


" Ehh...gw gak ngomong sembarang yaa. Tu cowok yang kemaren ditelpon Yani kan. Dan katanya masih sayang sama Imel. Udah sih tinggalin tuh cowok gitu mah. Kayak gak ada cowok lain aja !"


" Udah jangan didengerin Sha " Ucap Lia pada Nisha yang menundukkan pandangannya menahan emosi didadanya.


" Udah sono lo pergi ahk !" Ucap Dian mengusir Sari


" Yeehh...gw kan cuma ngasih pendapat aja. Lagian mau aja sama bekas temen sendiri " Ucapnya sambil berjalan meninggalkan meja Nisha dan Dian.


Imel dan teman temannya memandang kearah Nisha yang sedikit membuat keributan karena Sari. Imel tersenyum kecil.


Bagus ....


" Emang bener Sha, Lo jadian sama mantan Imel "


" Iya Sha ?"


Tanya beberapa teman yang lain yang mendatangi Nisha karena penasaran akan kebenaran itu.


" Ia...emang kenapa? Salah ?" Ucap Nisha yang sedikit tegas tapi masih tenang.

__ADS_1


" Oohh... gak sih. Gw cuma nanya aja" ucap satu teman lainnya. Lalu pergi menjauh dari Nisha kembali kekursinya saat bel masuk berbunyi.


* * *


" Kayaknya gw pisah aja deh sama Ardi. Kalau terus kaya gini jadinya!" ucap Nisha saat disela sela istirahat jam makan siang setelah mereka melakukan sholat. Mereka berbincang dipinggir koridor depan kelas.


" Kok lo ngomong gitu sih !" Ucap Dian


" Jangan dengerin omongan orang apa Nisha!" Ucap Lia


" Mereka kan gak tau cerita aslinya. Mereka gak tau yang kalau Imel sendiri yang ninggalin Ardi. Bukan lo yang ngerebut Ardi Dari Imel " Tambah Lia.


" Tapi lo pada denger sendiri kan, Ardi masih sayang sama Imel. Dan sekarang gw ditengah tengah mereka berdua. Dan mungkin mereka berdua udah balikan sekarang "


" Tapikan lo belum tau yang sebenarnya Sha? Ardi juga kan belum hubungin lo !" Ucap Eva.


" Iyaa emang belum. Tapi Imel udah nunjukin vidio dia sama Ardi lagi ciuman. Berdua " Ucap Nisha menundukkan kepalanya. Lia Dian dan Eva terkejut mendengar perkataan Nisha.


" Vidio ciuman ?" ucap mereka bersamaa.


" Sha...gw rasa ada yang salah deh ! Gak mungkin Ardi ciuman sama Imel. Apa lagi sampe dividioin ?" Ucap Dian.


" Ahkk..gw gak mau tau soal itu. Lebih baik gw pisah sama Ardi. Apa lagi anak dikelas dah pada tau semua soal ini. " Beranjak dari duduknya berjalan kedalam kelas. Meninggalkan ketiga temannya.


" Sha..." Panggil Dian Dan Lia bersamaan. Eva hanya melipat kedua tangannya didada memperhatikan Nisha yang meninggalkan mereka.


" Vidio...Gimana bisa Imel ngirim vidio dia ciuman sama Ardi.?" ucap lirih Eva. Lia dan Dian menoleh ke Eva.


" Iyaa... Apa beneran Ardi ciuman sama Imel ?" ucap Lia berfikir keras.


" Gw rasa kita harus cari tau yang sebenarnya !" Lia dan Eva manggut.


" Ntar pulang sekolah gw mau ketempat Ardi "


" Gw ikut dah. Gw juga mau tau dari Ardi langsung " ucap Eva ikut bersemangat.


" Gw gak deh. Ada urusan lain gw " ucap Lia dan mendapat anggukan dari dua temannya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**Jangan lupa untuk ๐Ÿ–’, vote dan ๐ŸŒŸrate yaa


โคnya juga ya untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga saya harapkan jika readers berkenan.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜


Mohon dukungannya ya๐Ÿ˜Š**


__ADS_2