
Cinta bisa memberika cahaya
Pada mata yang sekalipun buta
Cinta juga bisa menjadi petaka
Meski pada orang yang disurga
Biarlah...Cinta tak butuh kata kata
* * * * *
Sore ini, Ardi duduk diatas motor maticnya didepan halte sekolah Nisha. Memakai celana jeans selutut dan kaos hitam serta topi menutupi kepalanya. Sesuai janjinya, dia akan menjemput Nisha pulang sekolah. Dia sudah bertekat, jika dia tidak sibuk, dia akan meluangkan waktu untuk menjemput Nisha setiap pulang sekolah. Dia akan memantau terus Nisha setiap pulang sekolah. Entah lah! Ardi jadi sedikit posesif setelah kejadian yang berhubungan dengan Eric waktu itu. Sudah 15 menit Ardi duduk kesana menunggu para siswi keluar sekolah. Lebih tepatnya menunggu Nisha.
Triingggg Triiinngggg Triiingggg
Suara bel penanda jam pelajaran berakhir pun berbunyi dengan keras. Semua siswi anak SMK BM pun berhamburan keluar sekolah sedikit demi sedikit. Tapi Ardi belum juga melihat Nisha dan kawan kawannya keluar dari pintu lobi sekolah itu.
sedangkan didalam kelas Nisha.
" Sha...ayo buruan! Ntar Kak Ardi nunggu kelamaan lho! " Ucap Rima yang sudah sedikit cerewet saat satu persatu anak dikelas sudah keluar, sedangkan Nisha masih dengan santainya duduk dikursi masih membereskan buku dimejanya.
" Sabar napa Rim. " Malah Eva yang menanggapi " Gak sabaran dia mau tau apaan yang dibawa si Ardi buat kita!" Ucap Lia menebak
" Apaan sih! Gw kan cuma mau ketemu Kak Ardi aja. Udah lama gak ketemu dia juga. " Ucap Rima mencari alasan.
" Ngeles dia itu!" Ucap Nisha yang ikut menggoda Rima karena wajahnya yang kini sedikt merah karena malu.
sedangkan dimeja depan Imel beserta Arin, Isti, Iren dan Yani memperhatikan Nisha dan yang lainnya yang sedikit berisik itu.
" Lo kenapa Mel? " Ucap Isti yang menegur Imel karena melamun memperhatikan Nisha yang tertawa dengan teman yang lain.
" Ahhh...gak kenapa napa kok! Ayo ahk pulang." ajak Imel berjalan keluar kelas.
" Kalau gak salah denger gw tadi, Katanya Nisha mau jemput cowoknya, Ardi. " Ucap Yani " Kata siapa lo Yan?" Tanya Iren
" Kata Sari, Sari kata Wati, Wati kata Rini. Tau sendiri Rini kan lagi deket sama Nisha and lainnya" ucapnya menjabarkan. Temannya yang lain memutar bola mata mereka. " Gw mau liat ahk kalau emang bener dia dijemput. Penasaran juga sama yang namanya Ardi" Lanjut Yani.
Bukannya Ardi ke Bandung. Berarti dia udah pulang. Kenapa si Eric gak ngasih kabar apa apa sih? Tapi si Nisha masih tetep sama Ardi. Jangan jangan Eric gagal juga lagi. Gumam Imel dalam hati memasang wajah kesalnya.
Nisha dan Kelima temannya pun berjalan keluar kelas. Menuruni tangga dan berjalan dikoridor lantai dasar dengan canda dan tawa. Saat melewati lobi didepan pintu masuk, ternyata disana masih ada Imel dan Yang lainnya yang tadi bersamanya.
" Hei belum balik? Kok masih disini?" Tanya Dian pada Imel.
" Iya. Nanti dulu ahk baliknya. Duduk dulu bentar. Ya? " Ucapnya melirik pada Yani dan Isti. Merka pun hanya memgangguk dan tersenyum.
" Duluan yaàa..." Ucap Nisha dan yang lain bersamaan. Imel dan teman yang lain disebelahnya hanya melambaikan tangan mereka.
__ADS_1
" Dia mau liat lo sama Ardi kali Sha! Mastiin lo masih ma Ardi atau gak? " Ucap Rini berbisik sambil berjalan disamping Nisha. " Ia betul itu! Gw juga ngerasa gitu. Dari matanya dia kayaknya masih gak suka lo sama Ardi deh!" tambah Eva. " Biarin aja sih! Gak usah dipikirin!" ucap Nisha mencoba tenang, walau sebenarnya memang dia merasa risih jika bertatap dengan Imel. Matanya memancarkan rasa tidak suka dengan jelas.
Nisha dan teman yang lain pun melihat Ardi yang duduk diatas motornya didepan halte. Yang sebenarnya juga sudah dapat dilihat dari pintu lobi sekolah, yang saat ini Imel dan temannya lakukan disana. Itu memang dia
Nisha serta teman yang lain pun berjalan mendekati Ardi yang sudah melihat juga kearah mereka.
" Lama amat sih keluarnya. Orang orang mah dah pada keluar dari tadi, Ini mah baru pada keluar!" Ucap Ardi yang sedikit kesal menunggu dengan lama.
" Ya elah...gak sabaran amat mau ketemu ama Nisha doang juga!" Ucap Lia. Nisha yang merasa malu akan ucapan itu memukul lengan Lia pelan.
" Tuh Kak..Katanya ada yang kangen sama Kak Ardi!" Ucap Nisha menyela agar tak ada perdebatan. Ardi terkejut memdengar itu.
" Siapa?" Ucapnya sambil tertawa kecil.
" Tuh si Rima " Ucap Eva sedangkan Rima sudah memerah menahan malu.
" Halo Kak Ardi. Dah lama kan emang gak ketemu." Berjalan memdekati Ardi dan megulurkan tangannya, Ardi pun menyambut uluran tangan itu. " Iya. Udah lama gak liat Rima. Rima apa kabar?" Melapas jabatan tangannya " Baik kok. Mana katanya mau bawain makanan ganti oleh olehnya !" ucap Rima tanpa malu. Dan mendapat sorakan dari teman yang lainnya sambik mendorong tubuh Rima.
Hhuuuhhhhhhh
" Ada maunya?" Ucap bersamaan. Ardi hanya tersenyum menggelengkan kepalanya. Lalu meraih kantong yang tergantung dibawah stang motornya. Sebuah kantong kersek berwarna putih berlogo sebuah minimarket yang cukup terkenal dimana.
" Cuma bisa ngasih ini aja ya. Jangan protes!" Ucap Ardi yang menahan tangannya didalam kantong kresek tersebut.
" Iyaaa." Ucap bersamaan " Pa aja bolwh yang penting ikhlas ngasihnya! yaa?" Ucap Dian
Memberikannya pertama pada Rima lalu pada yang lain dengan jumlah sama dua buah.
" Asssiiikkk . Makasih kak Ardi!" Ucap Rima
" Makasih yaa!" ucap mereka bersamaan
" Iyaa " Jawab Ardi singkat
" Kok buat aku enggak?" Ucap Nisha sedikit kecewa saat melihat kantong plastik yang dipegang Ardi kosong dan dia tidak diberi. Temannya yang lain melirik ke Nisha.
" Waahh..buat Nisha mah sepesial nih ntar!" belum sempat Ardi memjawab Rini sudah berbicara sesuai isi hati Ardi.
" Nanti aja kamu mah , Yaa?" Ucap Ardi akhirnya. Sedangkan Nisha hanya cemberut tapi pundaknya langsung disenggol oleh Lia.
Setelah mendapat yang diharapkan, mereka pun memutuskan untuk pulang dari sana.
" Balik yukk!" Ucap Lia langsung
" Yuk aahkkk. duluan ya Kak Ar!" Ucap Dian, Lia, Rima dan Rini bersamaan berjalan menjauh meninggalkan Nisha, Ardi dan Eva. Kerana mereka semua arah rumahnya sejalan.
" Kak Ardi. Ikut nebeng ya sekalian anterin pulang. Kan searah! Deket ini!" Ucap Eva merayu memasang senyumnya. Ardi melirik Nisha didepannya.
__ADS_1
" Ya udah ayo bareng! Gak apa pa kan Kak?" Ucap Nisha. Dan Ardi pun mengangguk. Mereka bertiga pun naik satu motor. Ardi didepan dengan duduk diujung jok motor, Nisha ditengah dengan terpaksa mengangkat sedikit roknya agar dapat duduk lebih kecil. Dan Eva paling belakang jok. Sedikit membuat Nisha lebih menempelkan badan depannya dipunggung Ardi.
Ardi pun melajukan motornya, mengantar Eva lebih dulu kerumahnya karena memang satu arah walau beda jalur.
Sedangkan Imel yang kini berada dalam angkot keduanya setelah bareng bersama Arin dan Iren satu angkot. Dia melamun memikirkan yang tadi dilihatnya. Keakraban Nisha serta temnanya yang lain bersama Ardi. sampai Ardi memberikan coklat pada teman temannya itu yang tadi dia lihat saat dari dalam angkot yang dinaiki melewatinya. Imel memejamkan matanya. Dia teringat pula saat dulu masih jalan dengan Ardi saat dimall bersama temam temannya juga. Saat itu pula , Ardi yang mentraktirnya bersama temannya makan disalah satu foodcount disana. Yaa penyesalan yang kini tersisa dihatinya.
Kenapa masih gak ada kabar dari Eric. Apa dia benar benar gagal menjalankan rencana itu karena Ardi telah datang.
Apa aku harus merelakan Ardi dan Nisha saja sekarang...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**JANGAN LUPA VOTE YA READERS
juga like dan komennya ya🤗😘
❤ny juga boleh untuk up selanjutnya
Terima kasih sudah membaca
Mohon dukungannya🤗😘**
__ADS_1