Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
PMT2-2


__ADS_3

PMT2-MENJAGA HATI


---------------------------------------


Sadari, kalau kamu sedang dalam rayuannya


Tergoda kamu, akan terbawa arusnya


Tetapi, jika kamu sadar


Menerima rayuannya


Binasa aku dihatimu.


* * * * *


Disebuah gedung yang cukup luas dan tinggi dengan 10 lantai menjulang keatas dangan dinding kaca. Perusahaan yang sudah berdiri selama 20 tahun di Jakarta yang kini di pimpim oleh Kurniawan sebagai presider direktur, dan Ardi Bramantio, lelaki muda yang masih berumur 22 tahun itu yang menjabat sebagai wakil direktur Kurniawan. Kurniawan sendiri adalah adik dari Nena, ibunya Ardi. Dan sebagian saham diperusahaan ini adalah milik Nena.


Ardi terbilang masih sangat muda untuk menjabat sebagai wakil direktur, tapi kemampuannya dalam bisnis dan manajeman tidak dapat diraguakan. Baru empat bulan menjabat, Ardi sudah mendapat tender yang cukup besar ditangannya saat ini. Padahal dia pun masih menyelasikan program kuliah paska sarjananya dikampusnya yang dulu. Memang, Ardi anak yang pintar. Dia dapat belajar dalam berbagai bidang dengan cepat, bahakan bisa secara otodidak. Salah satunya dalam bidang otomotif yang sangat dia sukai. Dan kini pun saat dia memiliki mobil sediri dia belajar memperbaiki mobilnya walau masalah kecil pun.


" pagi Pak Ardi " sapa Ratna, sekertaris Ardi yang duduk dimejanya yang tak jauh dari ruangannya.


Ardi tak menjawab sapaan itu, hanya membungkuk sedikit dan memberi senyum manis miliknya, berlalu masuj kedalam ruangannya.


" Rat, beruntung banget ya kita punya bos muda kaya pak Ardi. Kalau senyum manis banget, tampan lagi " ucap Marina, salah satu pegawai disana yang baru saja datang juga dan sedang berbincang pagi dengan Ratna.


" iya emang. Sayangnya brondong sih! Kalau umur kita sama, gw mau tuh diajak kencan dia." Timpal Ratna menupang dagunya dengan kedua tangannya.


" gw mah gak masalah tuh walah dia brondong sekali pun. Yang penting bos gitu! Duitnya pasti banyak. Hehe " ujar Marina


" hah...matre lo mah " menyenggol pundak Marina sedikit keras.


" eh tuh, baru diomongin dah nelpon aja tuh! " seru Marina menunjuk pada telpon di meja Ratna yang berbunyi dengan tanda merah yang berasal dari ruangan Ardi." Gw balik deh keruangan gw dulu, bye "


" ya ada apa pak? "


" berkas yang saya pinta kemaren, udah siap? "


" udah pak "


" bawa kesini ya "


Ratna pun masuk keruangan Ardi dan menyerahkan berkas berkas mengenai persahaan yang berkerja sama dengan perusahaannya. Dan beberpa berkas untuk ditanda tangani.


" gak ada jadwal penting kan sekarang mba? " tanya Ardi


" gak ada pak. Emmm...jangan panggil mba, pak. Kesannya saya tua banget. " seru Ratna.


Ardi meletakkan pulpen yang ada ditangannya dan menatap sekertarisnya itu, lalu tersenyum.


" lah terus saya panggil apa? Kan mba emang umurnya lebih tua dari saya. Gak sopan kan kalau panggil tante " ucapnya seraya menyerahkan berkas yangvtelah ditanda tangani olehnya pada Ratna yang sudah memasang wajah cemberutnya.


Ardi pun tergelak melihat expresi Ratna.


" saya aja dipanggil pak gak protes, padahal kesannya juga saya keliatan udah tua banget! "


" maaf kalau gitu! Terus saya panggil apa pak? " Ratna menunduk saat merasa salah berucap lagi karena menyebut kata 'pak' lagi.


" panggil sayang juga boleh "


" hah "


Ratna terkejut akan kata kata bosnya itu yang terlihat biasa saja sambil tertawa kecil.


" bercanda, Ratna! Hahaha " Ratna memasang wajah malu dan kesalnya.


" saya sih mau mau aja, manggil sayang kalau pak Ardi gak keberetan mah!" Timpal Ratna


" jangan ahk! Panggil tuan aja ya." Pinta Ardi.


" baik pak...eh tuan."


Ardi pun mengangguk setelah Ratna permisi untuk keluar ruangannya. Ratna bisa dibilang sekertaris muda berbakat. Umurnya yang masih 25 tahun dengan badan tinggi dan proposional. Wajahnya pun cantik, siapa yang tak menyukainya walau dia sendiri sudah memiliki kekasih, tapi melihat Ardi yang muda tampan dan punya kedudukan, siapa pula yang mau mendekatinya sekarang ini. Bahkan seisi gedung ini sudah banyak yang membicarakan pimpinan muda itu serta kepandaiannya dalam bisnis.


Sudah lewat jam makan siang, Ardi selalu memilih makan siangnya dikantin perusahaan bersama karyawan lain yang sudah sedikit mengenalnya. Ardi yang gampang berbaur dengan siapa pun, dengan mudah beradaptasi dengan para karyawan disini. Dan para karyawan pun sangat senang dengan pimpinan barunya itu, yang mau berbaur, tidak seperti pimpinan lain yang memilih makan siang diluar perusahaan atau didalam ruangan mereka.


Setelah makan siang dan sedikit berbincang. Ardi kembali keruangannya dan duduk dikursi putarnya. Memandang sebuah bingkai foto diatas mejanya, foto dia bersama seorang gadis saat ada di Bandung.


" Assalamualaikum " sapa gadis yang ada didalam foto itu dengan senyum mengembang dikedua pipinya.


" walaikumsalam. Hai sayang " jawab Ardi meletakkan ponselnya diatas meja. Melihat wajah gadis yang dia sayangi dilayar ponselnya.


" hai juga. Dah makan?" Tanya Nisha yang jauh disana, yang kini duduk dimeja kerjanya diruang tata usaha kampus.

__ADS_1


Ardi hanya mengangguk kecil.


" dah sholat? " tanya Nisha lagi.


Ardi menggelengkan kepalanya " belum. Nanti abis telpon kamu, aku baru sholat. Kamu sendiri udah sholat? "


" udah dong aku mah! " jawab Nisha semangat sembari menopang dagunya dengan jari tangan yang menyatu.


" kak Ar gak sibuk?" Tanya Nisha memiringkan kepalanya.


" ada tapi gak banyak, lagi santai sekarang! " jawabnya sambil menyenderkan tubuhnya dikursi.


" enak ya jadi bos. Kerja santai santai tapi gaji paling gede " ucap Nisha


" tapikan tanggung jawabnya juga lebih besar sayang! Otak kita juga dituntut lebih banyak berfikir dari yang lain. Emang kamu pikir cuma duduk aja kerjaa aku " Nisha tersenyum mendengar ucapan Ardi.


" aku mau lanjutin kerjaan aku. Udah dulu ya! " ucap Nisha yang menegakkan tubuhnya dikursi.


" kamu mau kerja ya kerja aja. Telponnya gak usah diputus! " Nisha mengerutkan keningnya, bingung. " biar aku bisa liatin kamu kerja, kita kan jadi kerja bereng walau beda tempat" lanjut Ardi.


" iihhk. Aku gak enak lah kak, sama yang kerja disini." Ucapnya lirih.


" udah ahk! Dah banyak yang masuk ruangan. " pinta Nisha saat melihat para sebagian pegawai tata usaha kampus telah memasuki ruangan.


" ya udah sana! Nanti pulang aku jemput. " ujar Ardi.


" ya udah! Bye "


" kiss mana? " tanya Ardi seraya meraih ponselnya.


" ihk! Kak Ar " Nisha bersemu malu menatap layar ponselnya.


" ayolah " pinta Ardi, " sedikit aja "


" muuaach " Nisha mengecup bibirnya.


Ardi melengkungkan kedua sudut bibirnya tinggi. Begitu gemas melihat wajah Nisha yang mengecup seperti itu.


" muuaach " balas Ardi pula. Dan berhasil membuat wajah Nisha memerah seketika.


" dah " Ardi melambaikan tangan dilayar ponselnya. Nisha pun membalas dengan lambaian tangan pula tanpa berucap apapun. Menahan dadanya yang bergetar tiba tiba.


Senyum merekah disudut pipi Nisha yang tak hilang walau sambungan telpon itu telah terputus. Masih menatap layar ponselnya yang berlatar fotonya dan Ardi.


" bikin kaget aja sih! " seru Nisha menggerakkan pundaknya, bermaksud agar tangan Arya menyingkir dari pundaknya.


" lah lo ngelamun sambil senyum sendiri! Kenapa sih? Bahagia banget kayaknya? " tanya Arya berdiri bersandar pada meja Nisha.


" kepo ahk! Udah sana balik keruangan kamu. " ucap Nisha sedikit mendorong tubuh Arya agar menyingkir.


" ntar lo dijemput lagi? " tanya nya


" iya " jawab Nisha singkat.


" kapan sih lo gak dijemput cowok lo itu?" Sambung Arya.


" gak tau! Udah sana balik. Dah banyak orang ini. " mendorong lagi badan Arya


" iya iya. Gw balik. Awas lo ya kangen sama gw " seru Arya berjalan mundur dari meja Nisha.


" pede banget sih! Harusnya aku yang ngomong itu " ucap Nisha penuh tenaga.


Bruuk


" kamu Ya, kalau jalan tuh maju kedepan bukan malah mundur kebelakang! " bentak Pak Wahyu, salah satu petugas tata usaha yang sedang berdiri didepan mejanya.


" eh maaf pak. " ucapnya sedikit menunduk hormat.


" lagian kamu ngapain disini? Sana keluar! " bentak Pak Wahyu. Arya pun berjalan menuju pintu keluar tapi menoleh sebentar dan melambaikan tangannya pada Nisha yang masih menatapnya.


" rasain " gumam lirih Nisha sambil tertawa melihat Arya yang dimarahhi Pak Wahyu.


* * *


Ardi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju kampus Nisha untuk menjemputnya. Karena jam sudah menunjukkan pukul 5 kurang 10 menit. Dan sebentar lagi Nisha akan keluar dari kampusnya setelah jam kerjanya di bagian tata usaha. Ardi tidak ingin Nisha menunggunya terlalu lama.


Aku baru jalan jemput. Mungkin agak telat ya.


Sebelum jalan Ardi sudah mengirim pesan pada Nisha.


Diruangannya, Nisha sudah menyelesaikan pekerjaannya. Hari ini sedikit melelahkan baginya. Dia mendapat tugas untuk menyalin data dari seorang dosen di sana yang berlembar lembar. Syukurnya Nisha termasuk anak yang cepat dalam menggunakan komputer. Sehingga Nisha dapat dengan cepat menyelesaikannya dan kini menunggu hasil printnannya. Beruntungnya Ardi telah mengiriminya pesan kalau dia sedikit telat, Nisha jadi tidak terlalu terburu buru menyelasaikan pekerjaannya, dia tidak mau jika nanti Ardi datang menjemputnya dan menunggunya terlalu lama pula.


Arya yang melewati ruang tata usaha dengan pintu yang terbuka, sedikit melirik kedalam. Dia pun melihat Nisha yang sedang berdiri didepan sebuah meja printer. Melihat ruangan sedikit sepi hanya beberapa pegawai, Arya pun masuk kedalam mendekati Nisha.

__ADS_1


" ngapain? " ucap Arya memiring badannya tiba tiba dari belakang Nisha.


Nisha pun sedikit terperanjat kaget.


" kebiasaan! " bentak Nisha reflek memukul lengan Arya dengan keras karena Arya sedikit meringis sakit mengelus lengannya.


" ngagetin mulu sih! " sambung Nisha lagi dengan kesal.


" sorry " ucapnya sambil tertawa.


" kok belum pulang? " tanya Arya lagi.


" iya. Nunggu ngeprint sampe selesai dulu. Soalnya besok pagi diambil sama pak Candra, dosen ekonomi." Ujar Nisha. Arya hanya mangut, paham.


" gw tunggui deh! Kita keluar bareng. " ucap Arya.


Setelah selesai, dan memberi pesan pada salah satu pegawai jika besok pak Candra meminta berkasnya. Karena besok pagi Nisha akan ada mata kuliah pagi.


Nisha dan Arya berjalan bersama melewati lorong kampus. Tapi Nisha asik memainkan jarinya di benda pipih miliknya.


" lo dijemput? " tanya Arya


" iya. Arya! Kan tadi siang udah nanya, ngapa sekarang nanya lagi? " ucap Nisha perlahan. Masik fokus pada ponselnya. Sedang berbalas pesan digrup sekolahnya dulu.


" ya kali bisa berubah jadwal," Nisha mengerutkan keningnya melirik Arya sekilas, " dan gak jadi dijemput " tambahnya lagi.


Kak Arya, gak ada berentinya deketin aku! Padahal tau aku udah punya cowok. Eh... jadi inget Andri yang dulu. Hehe


Gumam Nisha dalam hati sambil menahan senyumnya.


" yaa lagian cowok lo kan pake mobil, sedangkan gw cuma pake motor, kerjaan gw juga cuma asisten dosen biasa aja. Lo mana mau sama gw! " tutur Arya sedikit memelas.


" kok ngomongnya gitu sih? " ucap Nisha sendu menatap Arya.


" hehe. Bercanda gw Sha! Lo kalau masang muka melas gitu gemez tau gw! " mencubit kedua pipi Nisha.


" udah sana, cowok lo ntar nungguin lagi. Gw mau keparkiran juga " ucap Arya menunjuk kearah parkiran motor disisi gedung kampus.


" ya udah! Hati hati ya bawa motornya." Ucap Nisha dan Arya mengangguk.


" jangan ngebut juga! " seru Nisha saat Arya mulai berjalan menjauhinya


" ia. Bawel! " sautnya melambaikan tangan tanpa melihat Nisha.


Nisha pun bergegas ke keluar kampus. Dan saat melewati gerbang, dia sudah melihat mobil milik Ardi baru berhenti disisi jalan depan kampus. Nisha pun berlari mendekati mobil itu.


Nisha membungkukkan badannya saat kaca depan mobil terbuka dan melihat seorang dibelakang kemudi.


" baru keluar? " tanya Ardi sambil membuka pintu mobil untuk Nisha dari dalam.


" iya " jawabnya singkat duduk didalam mobil samping kemudi. " kerjaannya lagi banyak tadi " lanjutnya lagi.


Ardi hanya mengangguk lalu melajukan mobilnya meninggalkan kampus itu.


Didepan gerbang, Arya yang mengendarai motornya, terdiam sejenak melihat Nisha yang masuk kedalam mobil Ardi. Lalu dia pun tak lama menarik gas motornya dan pergi juga dari sana dengan hati sedikit getir.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**BANTU VOTE YA READERS


LIKE DAN KOMEN JUGA YA


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**


__ADS_2