Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
PMT2-18 MENJAGA HATI


__ADS_3

Sebelumnyan, author minta maaf untuk semua readers yang telah nunggu lama kelanjutan novel ini. Jujur...tadinya niat hiatus sebentar aja, eh tapi kebablasan. Keenakan baca novel yang lain. Dan lagi pula author kehilangan ide untuk jalan cerita selanjutnya 😁😁😁✌ tapi semoga setelah ini, author akan fokus lagi untuk lanjutin kisah Nisha dan Ardi sampai The End. Semoga ya😁😁😁 doakan saja ini isi kepala author baik baik selalu kedepannya.


Dan kayaknya kini gak ada kuotes lagi diawal bab. Authornya dah keabisan ide πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


HAPPY READINGπŸ€—πŸ€—πŸ€—


AND


HAPPY NEW YEAR 2021πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜


* * * * *


Hari berganti hari berlalu tanpa terasa, dan semakin hari terlewati setelah Septian mengantar Nisha pulang, hubungan mereka pun semakin dekat.


Sebenarnya jauh didalam hati, Nisha merasa bahagia dan merasa nyaman dengan kedekatannya bersama Iyan. Tapi Nisha juga sadar akan sisi hatinya yang lain yang masih terisi oleh pria yang selalu menemaninya slama ini, Ardi. Ya walau hanya bertemu seminggu sekali, tapi memang Nisha merasakan hatinya berbeda untuk dua lelaki itu. Ditambah lagi, dia sudah menuju hubungan yang lebih serius pada Ardi.


" aku kangen sama kamu "


" Besok malam juga ketemu! " saut Nisha menimpali ucapan Ardi, yang saat ini mereka melakukan panggilan vidiocall.


" kak Ardi, udah makan? Ini dah malam lho! " tanya Nisha dengan posisi tubuhnya yang sedang tiduran diatas kasur kebesarannya.


" belom. Ini juga lagi nunggu gofood. " Nisha hanya mengangguk mendengar jawaban itu. " besok malam aku mau bicara sama orang tua kamu, Sha. "


" besok? "


" Iyaaa. Aku udah ngomong sama kak adesty dan Bang Malik. Tinggal ngomong sama ibu dan bapa kamu aja. Kok muka kamu gitu! Gak seneng ya? " tanya Ardi saat melihat wajah Nisha yang sedikit murung dan memaling.


" kak Ar serius soal tunangan? " tanya Nisha memastikan.


Bukannya menjawab pertanyaan Nisha, Ardi malah balik bertanya, " menurut kamu sendiri? " Nisha hanya bisa tersenyum kecil.


Nisha sebenarnya sangat senang akan keseriusan Ardi. Dia juga berharap akan itu semua. Tapi apakah harus secepat ini?


Dia baru saja merasakan masa kuliah satu setengah tahun. Walau Ardi tidak mengajaknya untuk menikah dalam waktu dekat setelah nanti mereka bertunangan. Tidak dapat dipungkiri, pasti tidak akan lebih dari setahun setelahnya, entah dari pihak keluarga atau keluarga Ardi, bahkan mungkin dari Ardi sendiri pasti memintanya untuk segera menikah saja.


Tapi Nisha masih ingin menyelesaikan kuliahnya dan merasakan dunia kerja suatu saat nanti. Jika nanti setelah menikah Ardi mengijikannya kerja, tapi jika tidak. Ardi kan sudah terbilang mapan untuk ukuran seorang pria seumurannya, apalagi latar belakang keluarganya yang tak Nisha duga. Plus tambahan jabatan pekerjaan Ardi saat ini. Semua itu bisa menjamin hidupnya kedepan. Menurut pemikiran gadis lainnya, buat apa kerja lagi jika suami kita bisa menjamin seluruh hidup kita! Tapi beda atas pemikiran Nisha sendiri.


" kamu sebenarnya jalanin hubungan ini serius sama aku gak sih, Sha? " pertanyaan itu keluar saat Ardi melihat keraguan diwajah Nisha.

__ADS_1


" aku serius kak. Gak pernah aku hubungan sama cowok selama ini selain kamu. Ya masa aku gak serius. Aku cuma belom siap aja. " ucap Nisha menjelaskan. Dia memang serius menjalin hubungan ini. Tapi untuk umurnya saat ini terbilang masih muda.


" kalau kamu...."


" baiklah "


Ardi terdiam saat Nisha memotong perkataannya. Dan kini Nisha sudah merubah posisinya dengan duduk sambil memeluk bantal diatas pahanya.


" baiklah? Apaan? " tanya Ardi yang tak memgerti maksudnya.


Nisha terlihat menarik napas dalam sambil memejamkan matanya sejenak. Lalu manatap wajah Ardi yang begitu jelas dilayar ponselnya dengan mimik herannya.


" baiklah. Aku akan bicara pada mama dan papa. Dan memberitahu mereka kau mau bicara besok malam. " ucap Nisha dengan senyuman dan wajah yang agak malu.


" kamu gak terpaksa kan? "


" ya gak lah!! " bantah Nisha dengan keras. Senyum memgembang diwajah ledua insan ini yang masih melanjutkan obrolan mereka sampai beberapa jam kedepan. Entah apa yang mereka bicaran, tidak ada bosan bosannya mengobrol ditelpon berlama-lama sampai malam hanya untuk melepas rindu. Author juga dulu sering kayak gitu😁😁.


Β 


Pagi hari menjelang, kesibukan seperti biasa dirumah Nisha. Setelah pembicaraan semalam dengan Ardi. Pagi ini Nisha berniat memberitahu ibu dan bapaknya soal niat kedatangan Ardi nanti malam.


Nisha harus memantapkan hati dan keputusannya akan jalan hidupnya kedepannya nanti. Dan mungkin ini yang terbaik. Umurnya tahun depan 20 tahun. Tidak ada salahnya nikah muda. Toh! Banyak yang nikah muda saat dizaman ini. Dan Ardi juga tidak akan membatasi impiannya. Harus yakin!! Mungkin begitulah apa yang dipikrkan Nisha saat ini. Meneguhkan hatinya sendiri.


" pagi ma " sapa Nisha saat melihat mamanya yang berkutat didapur. Nisha masih melangkah menuruni anak tangga terakhir lalu berjalan mendekati ibunya.


" pagi. Yuni udah bangun belum? " tanya Mama sambil meletakkan piring berisi nasi goreng dan telor dadar dimeja makan.


Nisha menarik satu kursi makan dan mendudukinya " udah. Lagi..."


" pagi. Hoaaammm " sapa Yuni yang terlihat masih mengantuk itu. Nisha dan mama hanya cuek menanggapinya.


" kamu gak ada ekskul hari ini? " Yuni hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar pertanyaan mama. Lalu meminum segelas air putih yang ada dimeja.


Berbarengan dengan itu, papa datang dan duduk diujung meja makan lalu meminum kopinya. Kami pun memulai sarapan bersama pagi ini.


Sepertinya ini saat yang tepat untuk berbicara. Tapi, jantung Nisha sudah berdebar sejak tadi saat bapaknya datang. Dan membuatnya gugup sendiri.


" Pa, Mam " panggil Nisha.

__ADS_1


Papa dan Mama serta yuni menoleh kesumber suara. Nisha meletakkan alat makan perlahan.


" kenapa? " tanya Papa Sakti.


" semalam kak Ardi telpon dan titip pesan buat Papa dan Mama "


" pesan? Tumben Ardi pake titip pesan segala. Ada apa memangnya? "


Mama Uni langsung menyela saat Nisha belum menyelesaikan perkataannya. Yuni hanya memperhatikan kami tanpa menghentikan acara sarapannya.


" nanti malam kak Ardi mau bicara sama Papa dan Mama. Jadi Ardi berharap Papa dan Mama ada dirumah nanti malam. " ucap Nisha dengan jantung yang semakin berdetak tak karuan.


" mau bicara? Kamu tau Ardi mau ngomongin apa? " tanya Mama Uni yang sedikit penasaran. Si Papa malah diam aja menunggu Nisha menjawab pertanyaan Mama.


" itu...kak Ardi " Nisha menggaruk rambut diatas kupingnya, bingung bagaimana mengatakannya. Haruskah bilang Ardi melamarnya atau mengajaknya bertunangan.


" Ardi mau ngelamar kamu? "


Nisha langsung menatap Papa Sakti saat suara pertanyaan itu keluar. Mama pun ikut menoleh kearah Papa lalu kearah Nisha. Bahkan Yuni menghentikan tangannya.


" bener Sha "


" bener kak " Tanya Mama Uni dan Yuni bergantian.


" Kak Ardi belum ngajakin nikah sih, Pa. Cuma... mau ngajak tunangan aja " ucap Nisha seraya mengusap tengkuk lehernya dan menundukkan wajahnya.


.


.


.


.


.


TBC


Β 

__ADS_1


__ADS_2