Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
PMT2-11 MENJAGA HATI


__ADS_3

Jangan berharap lebih


kamu bisa saja ditakdirkan untuk bertemu,


tapi belum tentu, ditakdirkan untuk bersama.


* * * * *


Mobil Ardi kini terparkir didepan sebuah resto yang berada disebuah kawasan jajaran roku minimalis dengan tiga lantai.


Nisha memandang keluar jendela mobil, kawasana yang cukup ramai dengan berbagai kedai makanan dan ruki perkantoran. Apalagi saat hari minggu siang seperti ini. Banyak kumpulan anak muda yang duduk duduk didepan resto dengan hanya segelas minuman.


" ayo turun, Sayang " Nisha menoleh saat Ardi memanggilnya dan mengangguk. Melepaskan setbel dipinggangnya, lalu membuka pintu mobil berbarengan dengan Ardi.


Nisha menatap tulisan yang terpampang didepan ruko. Nama dari tempat makan yang mereka datangi. Sepertinya resto yang menyajikan menu makanan yang sedang hits masa kini, bertema masakan korea yang dimasak sendiri oleh pengunjungnya.


" temen kakak janjian disini? " Ardi hanya mengangguk lalu menjulurkan tangannya yang kini sedang berdiri didepan mobil. Memberi perintah pada Nisha secara tak langsung agar mendekati dan meraih tangannya. Nisha pun berjalan mendekat dan meraih tangan Ardi yang langsung digenggam erat oleh Ardi.


" mereka udah didalam nungguin kita " ujar Ardi singkat mengajak Nisha berjalan masuk kedalam resto. Lalu masuk menuju lantai dua resto tersebut.


Lantai dua reato ini agak terlihat sepi dan ada ruangan yang memiliki sekat yang mungkin lebih privasi untuk pengunjungnya. Terlihat dua orang yang duduk disalah satu meja, wanita dan pria yang kini melihat kedatangan Ardi dan Nisha.


" hai sobat! " sapa si pria berdiri menyambut Ardi.


" hai " Arrdi melepas genggaman tangan tangan pada Nisha. Menganggkat satu tangan keatas dan saling beradu dengan tangan si pria tadi. Lalu berpelukan.


Si wanita pun ikut berdiri dan tersenyum melihat kedua pria itu, tapi senyumnya hilang saat matanya menatap Nisha yang ada dibelakang Ardi. Memperhatikan Nisha dari bawah ke atas.


Siapa cewek muda ini? Bukan cewek baru Ardi kan? Gumam si wanita yang tak lain adalah Sesil. Sedangkan si pria yang berpelukan dengan Ardi adalah Ilham, kakak dari Sesil yang juga sahabat nongkrong Ardi waktu di Bandung.


Nisha melirik kearah Sesil yang berdiri dibelakang Ilham. Terlihat cantik dan dewasa. Apa dia pacar dari si pria? Tapi saat matanya beradu dengan mata Nisha. Tampak tatapan sinis tidak suka pada Nisha. Kenapa dia menatap gw kayak gitu? Jutek banget sih. Gumam Nisha dalam hati.


" apa kabar lo sekarang? " tanya Ilham


" baik kok! Lo sendiri? " tanya balik Ardi. Ilham mengangguk, " baik juga, duduk yuk! "


Mereka pun duduk bersama disatu meja yang ditengah meja sudah terdapat dua kompor tabung.


" hai Ar, " sapa Sesil mengulurkan tangannya didepan Ardi yang masih berdiri.


" hai..." menjabat tangan Sesil. Lalu menarik kembali tangannya.


" oh ya, Sha. Dia ini sahabat aku waktu di


Bandung. Dia Ilham. Dan sebelahnya Sesil, adiknya Ilham juga teman SMA aku dulu. " ucap Ardi merangkul pundak Nisha. Sesil yang duduk didepan Ardi, melihat Ardi merangkul Nisha, sedikit merasa panas didadanya. Raut wajahnya pun sudah terlihat sedikit muram dengan menggigit ujung bibirnya kecil.


Oohh...adik kakak. Kirain gw pacaran! Ucap Nisha dalam hati.


Nisha mengulukan tangannya pada Ilham, dan juga dibalas oleh Ilham, tapi saat mengulurkan tangan didepan Sesil, agak lama Sesil membalas uluran tangan Nisha, walau akhirnya mungkin dengan keterpaksaan Sesil menyambut tangan Nisha dan senyum yang sangat terlihat terpaksa itu.


" Nisha cewek lo, Ardi? " tanya Ilham.


" Iya dia pacar gw " jawab Ardi mengenggam tangan Nisha.


" pacar? Beneran pacaran? " tanya Sesil sedikit teriak karena terkejut. Ilham dan Ardi tertawa kecil bersamaan.

__ADS_1


" ya beneran Sil. Emang kapan gw pernah pacaran bohongan? " ujar Ardi belik bertanya.


" kenapa emangnya? Lo masih nyimpen rasa suka lo sama Ardi? " kini Ilham yang bertanya.


Deg...Nisha menyautkan kedua alisnya saat mendengar Ilham berkata Sesil suka pada Ardi. Sejak kapan? Apa sejak dulu. Nih cewek bahkan terlihat lebih cantik dari Nisha. Nisha langsung tertunduk lemas.


" sayang Sil, gw udah ada yang punya." Mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Nisha yang membuat Nisha mengangkat wajahnya menatap Ardi yang tersenyum padanya. " kalau gw masih sendiri sih, gw pasti mikir buat jadiin lo pacar gw saat ini " ucap Ardi menatap wajah Nisha yang ternyata terlihat sedikit kesal. Nah gitu dong! Cemburu sekali sekali.


Nyeebelin banget nih cowok ihk! Gerutu Nisha dalam Hati.


" lo Ar, liat tuh! Dua cewek jadi pada cemberut gara gara lo. Dari dulu lo masih aja kayak gitu ma cewek cewek! " ujar Ilham yang juga melihat wajah adiknya yang sedikit cemberut.


" dah ahk! Tuh makanannya udah, ayo kita bikin makanannya dulu. Udah laper gw!" Ucap Ilham saat pelayan mengantarkan bahan bahan makanan yang akan dimasaka langsung dimeja serta sebuah panci yang sudah terisi kuah sup.


Merka pun mulai mengolah sup sabu sabu dan membakar irisan tipis daging diatas pemanggang.


" Cewek lo kerja juga A? " tanya Sesil


" oh gak! Dia masih kuliah tapi sambil kerja paruh waktu juga dikampusnya bagian tata usaha. " ujar Ardi sambil memanggang beberapa irisan daging.


" wah bagus itu! Kuliah dapat, pengalaman kerja dapat juga. Gw juga dulu gitu! " tutur Ilham kagum. Nisha hanya tersenyum kecil mendapat ucapan itu.


Apa nya yang bagus? Baru magang dibagian tata usaha kampus doang! Masih bagussan juga gw yang baru lulus kuliah langsung dapat kerja jadi sekertaris perusahaan besar di Jakarta. Kak ilham ini terlalu muji. Gumam Sesil dalam hati.


" nih! Makan " Ardi meletakkan irisan daging yang sudah matang dimangkuk nasi milik Nisha.


" makasih " ucap Nisha.


Sesil sedikit geram melihat keromantisan Ardi pada Nisha sampai dihadapannya. Apalagi saat Ardi mengambil sup kedalam mangkuknya, lalu menyuapi Nisha setelah Ardi meniup kuah sup yang panas itu terlebih dahulu.


" udah biarin aku suapin sekali sekali kenapa sih! " ucap Ardi.


Nisha dapat melihat tatapan Sesil yang sangat tidak suka padanya. Ditambah rasa malu pada Ilham yang ada dihadapannya. Semakin membuat Nisha merasa cangung akan perhatian Ardi. Ilham sendiri sebenarnya orng yang cuek dan tak terpengaruh akan sikap Ardi pada pacarnya itu. Sejak dulu memang Ardi seperti itu, tidak berubah memperlakukan para pacarnya. Tapi Ilham pun tau adiknya tidak suka akan pemandangan didepan mereka ini. Sesil hanya makan makanannya dalam diam.


Awas lo ya! Sekarang lo bisa mesra mesraan depan gw. Liat nanti apa yang bakal gw lakuin buat lo!


Sebuah mobil berhenti disebuah rumah minimalis mewah ditengah pusat kota.


Setelah selesai makan dan sedikit berbincang dengan Ardi, teman lamanya yang berusia satu tahun lebih muda dari Ilham, karena dulu Ilham dan Ardi bersahabat karena mereka sama sama suka otomotif dan sering berkumpul bersama disebuah bengkel motor dengan anak motor disana. Ditambah lagi, papa Ilham yang berkeja sebagai menejer di perusahaan milik kakaknya Ardi, Malik.


" Sesil...kakak harap kamu jaga sikap kamu didepan Ardi. Dan jangan sampai kmau ikut mencampuri urusan Ardi dan Nisha. " ujar Ilham datar saat mematikan mesin mobilnya dipekarangan rumahnya.


" kok kakak ngomong gitu sama Sesil! Emang Sesil salah kalau masih suka sama Ardi. " saut Sesil dengan nada tinggi.


" kakak gak larang kamu suka sama siapa? Tapi kakak gak mau kamu jadi perusak hubungan orang. Kakak tau kamu kayak gimana! " ucap Ilham masih dengan nada lembut.


" Terserah! Sesil yang bakal buat Ardi suka sama Sesil! Dulu Sesil ngalah sama Maya, sekarang Sesil gak mau ngalah lagi! Sesil yang bakal Ardi milih Sesil ! " saut Sesil dengan nada kesalnya keluar dari dalam mobil lalu membanting pintunya keras.


" ck. Kenapa mesti jadi ketemu sama lo lagi si Ar. Gw udah bisa nenangin dia selama 5 tahun ini. Sekarang jadi kumat lagi tuh anak ketemu sama lo." Keluh Ilham yang masih didalam mobil, menatap adik perempuannya masuk kedalam rumah dengan kesal.


* * *


Akhirnya jam mata kuliah pertama dikelas Nisha pun selesai.


" Sha, kekantin yuk! " ajak Ningrum yang duduk dikursi belakang Nisha.

__ADS_1


" iya gw laper nih, tadi pagi makan cuma dikit " sambung Ambar yang duduk disamping Nisha.


" ya udah Ayo! Gw juga laper ini. " saut Nisha.


Mereka pun beranjak dari kursi masing masing, berjalan menuju kantin.


" gw liat, lo sekarang udah jarang bareng sama Arya lagi! " tanya Ambar.


" dia lagi sibuk sama kuliah sama profesinya. Kita paling cuma bales pesan aja. " jawab Nisha santai. Ningrum dan Ambar hanya mangut mangut saja tanpa banyak bertanya lagi.


Setelah selesaia makan dikantin, Nisha, Ambar dan Ningrum kembali berjalan menuju kelas meraka untuk mata kuliah selanjutnya.


Saat asik ngobrol sambil jalan, mata Nisha menagkap seorang sosok yang sedikit dia kenal masuk kedalam lorong ruangan dosen dosen dan rektor kampus.


Nisha berjalan mundur melihar kearah lorong tersebut itu lagi, memiringkan kepalanya, mencari kekanan dan kekiri lorong, mencari sosok yang tadi sekilas terlihat dimatanya.


Kok gw kayak liat yang mirip dia ya? Tapi kemana itu orangnya? Apa keruang dosen ya?


" Sha! "


Nisha melonjak terkejut akan teriakan Ningrum yang menepuk pundakny dari belakang.


" bikin kaget aja lho! " serunya memegang bagian dadanya yang berdebar karena kaget. Ningrum dan Ambar saling pandang.


" lah lo! Ngelamun. Sambil langak longok! Cari apaan sih? " tanya Ambar yang melihat gelagat aneh Nisha.


" kaga, itu...tadi gw liat orang kayak gw kenal lagi jalan. Tapi gak tau kemana? " tutur Nisha masih mencoba melihat lorong tersebut. Tapi kosong, walau ada beberapa dosen yang lalu lalang.


" siapa emangnya? " kini Ningrum yang ikut penasaran. " gw juga gak tau siapa? "Jawab Nisha santai.


" heeeuuuhhh " seru Ambar dan Ningrun bersaamaan sambil mendorong pundak Nisha. " kalau gak tau ngapain dicari? " sentak Ningrum.


" ya makanya, gw mau cari! " seru Nisha


" aauu aahk! Tuh, udah bel. Ayo masuk kelas! " ajak Ambar


" ayooo " ajak juga Ningrum segera menarik tangan Nisha.


Setelah Nisha dan dua temannya pergi meninggalkan lorong dosen itu, keluar seorang pemuda tampan bersama lelaki dewasa yang tak kalah tampan juga. Setelah berjabat tangan dengan seorang dosen, mereka pun melangkah pergi dari sana.


" kok gw kayak liat cewek tadi disana ya? Kayak gw kenal? " ucap si pemuda lirih.


" kenapa? Ada yang lo rasa kenal disini? " tanya si lelaki dewasa. Yang mungkin kakak dari si pemuda.


" iya. Tadi gw liat cewek yang kayak gw kenal? Tapi gak tau juga dah! Mirip doang kali. " ujar si pemuda.


" kalau jodoh, Tuhan pasti pertemuin lo sama cewek yang lo harapin itu " ucap si lelaki memberi tepukan pada pundak si pemuda.


" iya kalau dia masih sendiri. Kalau dia udah punya pacar gimana mas? "


" ya jodoh kan bukan hanya untuk menjadikan dia pacar, lo udah ketemu dia aja terus jadi temen, itu jodoh juga namanya. Selanjutnya, nanti aja lagi lo pikirin lagi." Ujar Si lelaki.


" lagian, kenapa gw gak masuk ke kampus lo aja mas? Kenapa kita pisah kampus?" Tanya si pemuda.


" kalaj satu kampus, ntar kartu jelek gw kebongkar lagi sama lo. Lagian disini juga kampusnya bagus juga. " saut si lelaki.

__ADS_1


" udah ahk! Makan dulu yuk! Laper gw. " ajak si lelaki langsung merangkul pundak pemuda itu menuju kantin.


__ADS_2