
Yang memilih untuk pergi, Lepaskan.
Yang masih ada, Hargai seiklas Hati.
* * * * *
Saat perjalanan pulang, setelah pertemuan tak sengaja didepan bengkel tadi, Ardi lebih banyak diam dimotor. Bahkan saat duduk berdua diteras rumah Nisha, cowok itu tetap lebih banyak diam sambil bermain game dihpnya. Seperti biasa. Nisha pun mengerti dan sudah biasa akan hal yang terjadi ini.
Awalnya Nisha mengabaikan itu,dia ikut bermain game dihpnya. Tapi bosan juga. kali ini...sepertinya dia sedikit kesal. Baru tadi sore Ardi sedikit romantis padanya saat ditaman, tapi kini moodnya berubah drastis.
" Kak Ar..."
" Hhmmm ..." ucapnya singkat
" Kak Ar, kalau kesel sama orang, jangan ngelampiasin ke Nisha dong!" Ardi menghentikan gerak tangannya dan menoleh pada cewek yang duduk disampingnya itu dengan memgkerutkan dahinya.
" Maksud kamu apa sih , Sha?"
" Kak Ardi, lebih baik pulang dulu deh. Aku capek, ngantuk. Bosen disini sendiri. Lebih baik aku dikamar sama adikku " ucap Nisha sedikit kesal.
" Astaga..."
Ardi yang mendengarnya terkejut, memejamkan matanya merunduk. Meletakkan hpnya dikursi sampingnya. mengusap wajahnya kasar. Dia tersadar sudah mengabaikan cewek disampingnya ini sejak tadi.
" Maafin aku, Sha " menggenggam satu tangan Nisha
" Maaf udah nyuekin kamu " Ardi benar benar menyesalinya, menundukkan wajahnya.
Nisha menoleh memiringkan sedikit wajahnya melihat Cowok didepannya ini.
" Kak Ardi cerita dong ke Nisha, mau itu sedih atau senang. Aku pasti dengerin kok! dari dulu kan aku selalu dengerin cerita kamu, sampai sekarang juga aku siap dengerin itu walau pun itu masih soal Imel. Dari pada kayak gini " Ardi mendongkakkan kepalanya menatap Nisha.
Nisha tersenyum manis melihat Ardi.
Ya Tuhan...Mengapa hatiku ini masih memikirkan yang seharusnya aku lupakan, sedangkan ada bidadari dihadapanku yang lebih indah.
Ardi terus memandang wajah Nisha. Lalu mencium punggung tangan yang digenggamnya.
" Makasih, kamu mau dengerin aku. Maaf kalau aku belum bisa bikin kamu bahagia. "
Aku udah bahagia kok bisa jalan sama kamu dan semua perhatian kamu. Walau aku belum bisa masuk sepenuhnya dihati kamu Kak.
" Ya udah....tapi lain kali kalau lagi bete tuh, ngomong sama aku. Jangan malah asik main game, buat apa aku ada disamping Kakak. Kalau Kak Ar gak mau cerita masalah Kakak sama aku "
" Iya dah...Janji. Nanti kalau ada apa apa sama aku. Aku bakal cerita ke kamu "
" Janji yaa "
" Janji deh " Mengangkat dua jari tangannya membentuk V .
Akhirnya mereka pun mulai bisa bergurau bersama lagi. Ardi pun bisa melupakan hal yang tadi mengganggunya.
Saat dirasa malam makin larut, dan Nisha sudah mendapat panggilan dari papa nya untuk masuk.
" Ya udah, aku balik pulang ya !" Sudah berdiri disamping motornya
" Iya "
Cupp
Nisha terkejut. Biasanya Ardi mencium keningnya, tapi ini...Dia mencium satu pipinya.
" Sana masuk..." Mengusap kepala Nisha lembut seperti biasa.
" Dahh..." Melangkah meninggalkan Ardi yang sudah memundurkan motornya. Dan pergi meninggalkan Nisha yang masih berdiri di depan pintu. Nisha memegang pipi yang tadi mendapat kecupan itu. Hatinya yang tadi sedikit teriris, kembali berbunga bunga karena perlakuan cowok itu. Cowok yang udah ngambil separuh hatinya.
__ADS_1
* * *
Ardi menjatuhkan tubuhnya diatas kasur. Memandangi langit langit kamarnya. Pikirannya masih bimbang, sekilah bayangan cewek yang menggores hatinya yang dalam terlintas lagi, Tapi muncul senyuman cewek yang indah dimatanya.
Apa yang terjadi sama gw sih??
Gw masih sayang lo, sakit hati gw liat lo jalan sama cowok lain. Tapi...
Gw juga gak bisa nyakitin dia.
Aaaarrrggghhhhh.....
Ardi menutup kepalanya dengan bantal. Tidak tahan akan jalan pikirannya sendiri. Tapi tak lama Hpnya berdering tanda masuk pemberitahuan pesan masuk.
Ddrrttttt Drrrtttttt
Ardi meraih Hpnya yang berada dimeja nakas samping kasur. Saat melihat nama pengirimnya, Ardi mengerutkan dahinya.
π₯ Ardi. Aku minta maaf π€π
" Apa ini maksudnya ?" Ardi masih berfikir maksud sms tersebut.
Dia tidak membalas sms tersebut. Diletakkannya kembali Hpnya dimeja nakas.
Dia berfikir sesuatu yang harus dilakukannya nanti,
Besok aja lah
Akhir dia pun memejamkan matanya sambil tersenyum kecil.
* * *
Disebuah kamar, seorang cewek tersenyum lebar melihat isi layar dari benda pipih perseginya. Setelah dua hari berlalu dia menunggu.
" Akhirnya... " Gumamnya dalam hati.
* * *
" Enggak "
" Nggak tuh Mel "
" Emangnya kenapa?" Tanya Isti
" Iihhkk...nih nomor misscall mulu tau. Be te gw ?" Ucap Imel memasang wajah cemberutnya.
" Dah lo tanya lewat sms ?" Ucap Yani
" Udah " sambil mengangguk. " Dia bales katanya penggemar rahasia gw. Gila nih orang !"
" Asiikkk...yang punya penggemar rahasia. Gw juga mau punya penggemar rahasia " ucap Isti
" Yeeeee.... " ucap yang lain bersamaan sambil mendorong tubuh Isti.
" Gw punya firasat, nih nomor itu Ardi "
" Ardi, mantan lo " Ucap Iren dan Imel mengangguk
" Nisha pasti tau sesuatu soal itu kalau bener ini nomor Ardi "
" Kok ke Nisha? Apa hubungannya ?" Tanya Yani
" Gw belum cerita ya. Nisha itu dah jadian sama Ardi " Ucapnya sedikit sinis.
" Hahhhh..." mereka terkejut bersamaan
__ADS_1
" Yang bener lo Mel ?"
" Iya Mel ?"
" Iyaaa...udah lama juga. Gw lupa ngasih tau lo pada."
" Iihhhkkkk....bisaa yaa begitu " ujar Yani.
" Kok bisa ya Nisha jadian sama mantannya " ucap Iren
" Gw mah ogah ahhkk!" Sambung Yani. Sedangka Isti dan Arin hanya menggelengkan kepala.
" Tauu tuh !! Lo tanya aja langsung sama Nisha nya " ucap Imel
Imel pun menceritakan semua yang dia tau soal hubungan Ardi dan Nisha. Bahkan menceritakan saat bertemu dipesta saat dicafe Widji.
" Tuh Mel, si Nisha dah balik " Ucap Yani melihat Nisha dan tiga temannya yang baru masuk setelah dari kantin.
Nisha berjalan masuk bersama Lia, Eva dan Dian sambil tertawa riang. Menuju Kursi mereka dibarisan belakang.
Imel bangun dari kursinya yang ada dibarisan depan, berjalan menuju meja Nisha.
" Sha.." Panggil Imel saat didepan meja Nisha.
Nisha dan temannya yang asik ngobrol langsung menoleh melihat Imel.
" Kenapa Mel ?" Ucap Nisha.
" Lo kenal gak sama nih nomor ?" menunjukkan nomor tersebut yang di Hpnya dihadapan Nisha.
Nisha mengerutkan dahinya melihat dan membaca digit nomot itu dengan seksama.
" Enggak tuh Mel. Gw gak kenal sama nomornya " ucapnya jujur.
" Yang bener lo, Sha gak tau nih nomor ?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Jangan lupa ya untuk π, vote dan rate π 5 ya
β€ nya juga boleh untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran juga saya harapkan jika readers berkenan
__ADS_1
Terima kasih sudah membacaπ€π