
Aku memang bukan orang yang sempurna
Bukan juga orang yang terbaik
Tapi yang jelas, Aku adalah orang yang
Mencintaimu
Dengan TULUS!
* * * * *
Suasana cafe itu masih dalam keadaan gelap, hanya cahaya lilin lilin dalam wadah gelas kecil yang berjajar ditengah ruangan cafe itu yang seperti taman dengan taburan kelopak bunga mawar merah, dan sebuah lampu sorot kecil yang mengarah ke Ardi dan kini berdiri bersama Nisha saling berhadapan. Pandangan Nisha pun masih tertuju pada cowok yang mengejutkannya itu, tak mempedulikan sekeliling yang sebenarnya banyak temannya dan teman Ardi yang melihat dalam gelap, serta ada yang mengabadikan moment itu dengan sebuah handycam ditangannya.
" Kak Ardi " Nisha memanggil cowok dihadapnya itu dengan lirih saat Ardi berlutut dihadapan Nisha dan memegang satu tangan kanannya.
" Aku mungkin bukan orang yang pertama ngucapainnya hari ini. Maaf juga aku udah bikin kamu sebel dan marah dua hari ini karena gak ngabarin. Tapi itu aku lakukan untuk bikin semua ini. Aku bukan Arjuna yang bisa buat bidadari terpesona, juga bukan Bima yang bisa membelah gunung saat mencari Dewi yang dicintainya. Aku hanya cowok sederhana, Tapi aku bisa menerjang badai cuma untuk ketemu kamu, Aku hanya bisa menyerahkan jiwa ragaku dan berharap kamu bahagia dan kamu suka. Aku mau jadi yang terakhir buat kamu hari ini dan selamanya."
" Selamat Ulang tahun Khanisha putri. Semoga kamu bahagia selalu dan mau terus berjuang bersama aku sampai akhir nanti " Ucap Ardi sambil menyerahakan sebuah kotak kecil berisi sebuah cincin dengan berlian mata satu ditengahnya dihadapan Nisha.
Nisha begitu terkejut atas apa yang Ardi berikan dihadapannya itu. Mulutnya sampai tak bisa berucap yang ditutupi oleh kedua tangannya. Matanya berbinar menatap Ardi yang berlutut dan memegang kotak cincin itu. Bahkan semua teman teman yang ada disana tak menyangka akan apa yang Ardi lakukan. Mereka tak tau bahwa Ardi akan melakukan hal itu, seperti acara lamaran secara tak langsung.
" Kamu cuma mau ngucapin selamat ulang tahun buat aku, atau mau ngelamar aku sih?" pertanyaaan itu keluar spontan dari mulut Nisha yang juga merasa Ardi melamarnya secara tak langsung.
" Yaa...itu tergantung pendapat kamu! Kamu anggap aku ngelamar kamu juga gak apa apa, walau sebenernya juga aku udah ada niat untuk itu! " Nisha memajukan kedua bibirnya. " aku pakaiin ya?" Tanya Ardi yang masih memegang kotak cincin itu dan kini mulai berdiri tegak.
" Gak..." jawab Nisha tegas menyembunyikan kedua tangannya kebelakang. " Bilang dulu! Itu hadiah buat aku atau...kamu beneran ngelamar aku?" Ucap Nisha lirih menundukkan kepalanya yang sedikit merasa malu.
" Kamu gak mau aku lamar sekalian disini?" Tanya Ardi menggoda. " Aku cuma gak mau ngasih sesuatu yang belum pasti buat kamu, jika Kak Ar bener bener niat ngelamar aku sekarang." Ucapnya lirih membuat Ardi mengerutkan dahinya.
" Aku masih sekolah Kak. aku masih mau kuliah kaya Kak Ardi sekarang. Aku masih mau jalan sama temen aku yang lainnya. Aku masih mau...." Ucapannya terhenti saat jari telunjuk Ardi menyentuh mulut Nisha.
" Kita juga gak tau kita bakal berjodoh atau gak nantinya!" Ucapnya lagi memegang tangan Ardi.
" maka dari itu, aku mau kamu yakin sama aku dan berjuang berjalan kedepan bersama aku yang akan selalu menggenggam tangan kamu. Aku mau kamu bertahan. Aku gak pernah main main dalam menjalani hubungan ini. Aku serius sama kamu Nisha. Dan aku bakal nunggu waktunya nanti, asal kamu juga mau." Ucap Ardi yakin.
" cincin ini hadiah dari aku buat ulang tahun kamu sekarang. " Memakaikan cincin itu dijari manis tangan Kanan Nisha. Dan Nisha pun tak menolaknya lagi. " Tapi juga sebagai tanda keseriusan aku sama kamu kedepannya " ucapnya serius.
" Kamu mau kan nerimanya?" Tanya Ardi dan tak lama Nisha pun mengangguk. Lalu Ardi pun menarik Nisha dalam pelukannya.
" sekali lagi, Selamat ulang tahun ya,Sha! "
" Makasih Kak " Jawabnya yang masih dalam pelukan Ardi.
Doorrr Doorrr Doorrr
Tiba tiba saja teman teman yang sejak tadi memperhatikan mereka dalam gelap menyalakan party popper atau petasan kertas kearah Ardi dan Nisha yang berpelukan disana dan semua lampu cafe pun dinyalakan saat dirasa sudah waktunya drama percintaan dua makhluk beda jenis itu berakhir karena banyak para wanita yang menontonnya seperti Lia, Dian, Rini, Widia, Vera, Riska dan Eva menjadi ikutan baper dan iri.
Nisha dan Ardi pun begitu terkejut saat mendengar petasan kertas itu berbunyi dan membuat mereka melepaskan pelukan mereka. Dan Nisha semakin terkejut saat melihat banyak temannya dan teman Ardi ada disana.
" Yeeee...." Ucap semua yang perlahan mendekati tempat Ardi dan nisha berdiri tapi berjmhati hati pula melangkah karena banyaknya lilin yang terhampar dibawah.
__ADS_1
" Happy birthday to you....Happy birthday to you...Happy birthday... Happy birthday... Happy birthday to you..."
Semua yang ada disana menyanyikan lagu untuk Nisha. Dian yang memegang sebuah kue ulang tahun blackfores ditangannya berdiri mendeakati Nisha.
Nisha memandang teman temannya satu persatu juga teman teman Ardi. Tangannya tak lepas dari genggaman tangan Ardi disampingnya. Nisha pun memandang Ardi dengan penuh senyum kebahagian.
" Tiup lilinnya...tiup lilinnya sekarang juga...sekarang juga sekarang juga...." ucap mereka bernyanyi bersamaan
" Makasih semuanya...maksih juga kak Ar..." Ucap Nisha bahagia memandang semua dan Ardi
" Udah tiup lilinnya sekarang! Pegel gw ini !" Ucap Dian protes yang sejak tadi memegangi kue itu sendiri. " Sabar napa Ian, Gak iklas lo pegangin kue buat gw?" Balas Nisha sambil tertawa kecil. " Apa sih yang gak buat temen gw ini!" Jawab Dian sambil mencubit pipi Nisha dengan satu tangannya.
" Makewish dulu Sha, sebelum ditiup lilinnya " Ucap Lia yang berdiri disamping Dian.
" Yaaa tuu..." seru semua bersamaan.
Nisha pun menarik napas perlahan dan memejamkan matanya sesaat. Tak lama membuka matanya kembali, lalu memandang Ardi yang ada diasampingnya, Memberi isyarat agar mau meniup lilin itu bersama. Ardi yang mengerti arti tatapan Nisha pun mengangguk mengedipkan mata sekali. Nisha dan Ardi pun meniup lilin yang berbentuk angka 18 itu yang berdiri diatas kue bersamaan.
Semua teman yang ada disitu pun bertepuk tangan bersamaan. Ardi menyuruh semua temannya yang ikut dalam acara itu untuk menempati tempat duduk yang sudah disediakan disisi kanan cafe. Mereka berjalan bersamaan menuju tempat yang dimaksud. Tapi Nisha terdiam saat melihat sekeliling cafe itu saat lampu sudah meneranginya. dekorasi ruangan yang penuh lampu warna warni juga banyak balon yang dihias disisi tembok dan ditiap tiang penyanggah. Nisha juga masih memperhatikan lilin lilin yang masih menyala dibawah tempat dia berdiri. Dia masih merasa terharu atas semua yang dilihatnya.
" Kak Ardi yang nyiapin ini semua?" tanya saat menahan tangan Ardi yang beniat membawanya berkumpul bersama yang lain.
" Iya..." Jawab Ardi sambil tersenyum " Tapi semua gak akan berhasil tanpa mereka semua" menatap kearah teman temannya yang sudah duduk rapi didalam sana.
" Ayoo...kita rayain hari bahagia kamu ini sama temen temen kamu yang lain disana. Kasian jika mereka harus nunggu lama kamu jika masih terus berdiri disini " Ucap Ardi sambil menarik tangan Nisha.
Tapi Nisha lagi lagi menahan tangan Ardi. Nisha berjalan mendekati Ardi, lalu tiba tiba Nisha berjinjit dan mencium pipi kiri Ardi dengan cepat.
" Wooyy...buruan gabung sini! " Teriak zaki yang duduk jauh disana dan terlihat pelayan cafe yang sedang menyajikan makanan diatas meja. Membuyarkan lamunan Ardi seketika.
" Ayo kak Ar, aku udah laper ini " ucap Nisha seraya mengusap perutnya yang memang sudah protes sejak tadi.
" ayoo..." jawabnya sambil tersenyum menggandeng tangan Nisha berjalan kearah teman temannya.
" Maunya ya, dua duaan mulu lo?" Ucap Kendi yang duduk bersebelahan dengan Dono. Ardi menanggapinya hanya tersenyum saja lalu duduk bersampingan dengan Nisha.
" Makasih ya semuanya dah mau bikin ini semua buat aku " ucap Nisha membungkukkan badannya sedikit memberi hormat pada semua. " Dan terima kasih pada sahabat gw yang ikutan ngerjaian gw!" Melirik pada Lia, Dian, Eva dan Rini yang tersenyum sungging pada Nisha.
" Tapi lo seneng kan?" Ucap Lia. Nisha pun mengangguk " Seneng banget " Jawabnya singkat.
" Udah ayoo kita makan sekarang " ucap Ardi memotong pembicaraan sambil merangkul pundak Nisha.
" Eehh...tunggu!" Ucap Nisha saat melihat tidak ada seseorang yang dia ingat.
" Kak Nana mana? kok gak keliatan? Dia gak ikut?" Tanya Nisha yang tak melihat Nana diantara teman teman Ardi. Dan semua teman teman Ardi saling pandang satu sama lain.
" Dia gak bisa ikut, Sha. Ada acara bareng keluarganya katanya!" Ucap Ardi.
" Iya. Padahal kita udah ngajak, taoi dianya lagi gak bisa. Dia cuma titip salam aja buat lo tadi ke gw " Tambah Widia yang juga membenarkannya itu. Yang sebenarnya, memang Nana pun di ajak Ardi untuk gabung dalam acara ulang tahun Nisha ini, tapi dia memang menolak yang sebenarnya dia tak mau ikutan dalam acara itu karena tak mau melihat kemesraan Ardi dan Nisha. dan berbohong bahwa dia ada acara keluarganya.
Nisha pun mengangguk mengerti.
__ADS_1
Dan mereka pun menyantap semua makanan yang terhidang diatas meja saat itu. Tentu saja semua makanan gratis dari Ardi yang sudah menanggungnya. Dengan diselingi tawa dan canda yang saling berbaur satu sama lain antara teman Nisha dan teman Ardi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Maaf kan author yang tidak bisa up karena banyaknya kegiatan menjelang lebaran.
Sebelumnya Author mau mengucapkan
MINAL AIDIN WAL FAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
HAPPY IDUL FITRI 14****41 H
jangan lupa untuk VOTE YA
juga like dan komennya
Terima kasih sudah membaca🤗😘
Mohon dukungannya🤗**
__ADS_1