
Aku hanyalah setitik cahaya yang tak
Ada artinya dengan gemerlap diluar sana.
Namun jika malam gelap
Mendekapmu aku akan jadi mentarimu
* * * * *
Akhirnya Ujian akhir semester pun selesai juga. Nisha dan teman temannya pun dapat benapas lega untuk sementara sampai mereka mendapat laporan hasil akhir nilai belajar mereka selama tingkat 2 dan melanjutkan ke tingkat 3.
" Kamu udah selesai ujiannya, Nisha? " tanya Mam Uni saat mereka sedang makan malam bersama berempat.
" Udah mam...kemaren. Tadi disekolah juga hanya nunggu hasil untuk yang perbaikan nilai aja ! " ujar Nisha sambil memasukkan nasi disendoknya ke mulut.
" Awas ya...kalau nilai kamu turun dari semester pertama ! " Tiba tiba makanan yang ada di mulut Nisha terasa sulit untuk di telan saat mendengar kata papa Sakti.
" Iya...pa " jawabnya lirih
Setelah selesai makan, Nisha yang membereskan meja makan dan mencuci piringnya. Lalu kembali kekamarnya.
Saat masuk ke kamar, Yuni sedang belajar dengan buku buku pelajarannya, karena minggu ini gantian dia yang akan ujian. Nisha mengambil benda pipih persegi miliknya yang ada di meja nakas, berlalu meningalkan kamar ke ruang santai depan kamarnya dan merebahkan badannya di sofa. Tidak ingin mengganggu adiknya yang belajar.
Besantai sambil bermain game pesawat perang di hpnya dengan serius. Tapi saat sedang asik bermain game, tiba tiba saja ada panggilan masuk dengan nomor tak di kenal.
nomor siapa ini???
Nisha terduduk disofa mengkerutkan keningnya melihat panggilan vidio yang masuk. Lalu menekan tombol merah dilayar panggilan dan melanjutkan permainannya. Tapi, lagi lagi...
" Siapa sih? " gumam nya melihat nomor tadi menghubunginya lagi.
" Angkat gak yaa? " berfikir sejenak " Angkat aja dah..."
Nisha pun menenkan tombol hijau di layar hpnya, dan tak lama muncullah wajah seseorang disana dan membuat Nisha terkejut.
" Haii..." Sapa seorang yang ada dilayar hpnya
Nisha langsung memalingkan wajahnya menunduk saat mendengar suara yang begitu dia kenal.
" Suara itu...bukannya... " gumamnya lirih lalu melirik ke layar hp.
Ternyata dia manis juga yaa...
" Kok lo malingin muka sih, Khani? " Tanya Ardi yang ternyata menelpon.
" Lo masih marah sama gw? "
" Loo....Ardi ! " Tanya nya ragu memandang wajah dilayar hp
" Iya...gw Ardi. Maaf ya, kalau bikin lo
kaget. "
"Dan maaf, udah vidio call elo " terus memandang Nisha dilayar yang tengah tertunduk.
" Iyaaa...kagettt juga sih!! " Nisha trrsenyum sambil mengusap tengkuk lehernya dan melihat Ardi tersenyum pula
Yaa ampunnn...kenapa jantung gw jadi berdegup kenceng begini !!
" Lo masih marah sama gw yaa...sampe baru sekarang lo telpon gw? Apa gw dah gak bisa jadi temen lo lagi ? " tanya Nisha.
__ADS_1
" Gak .... gw gak marah sama lo, Khani. Dan Maaf klw selama ini dah gak hubungin lo, karena mungkin gw butuh waktu sendiri dulu aja. Dan lagian banyak tugas kampus juga " Ucap Ardi dan melihat Nisha membulatkan mulutnya ber oh ria.
" Terus kenapa sekarang telpon pake nomor baru dan pake vidio call segala sih ! "
" Emang kalaw gw telpon vidio call pake nomor gw bakal lo angkat?? " tanya Ardi dan mendapat gelengan kepala Nisha.
" Tuh kan..." Nisha pun terseyum.
" ehhhmmm...sekarang gimana keadaan lo? "
" Yaa...Alhamdulillah baik baik aja. Gak kaya terakhir lo telpon "
" Lo dah selesai ujian kan? " Tanya Ardi
" Iyaa...kenapa emangnya? "
" hhmmm .... besok malam bisa keluar gak ? "
" Maksudnya ? " Tanya Nisha bingung
" Besok kita ketemuan mau gak? "
Deggg
Jantung Nisha berlari kencang lagi. Nisha menundukkan kepalanya.
" Khanisha, "
" Yaaa...." mengangkat wajahya memandang Ardi dilayar hp yang masih dipegangnya.
" Mau gak ? Besok malam kita ketemuan? " Tanya nya lagi.
" Kalau gak mau..."
" Iya ....udah " ucap Nisha memotong kata Ardi
" Mau ketemu dimana? "
" Kalau di K*C XM gimana? "
" Ya udah. jam 7 aja ya " pinta Nisha
" Boleh...ya udah. Nanti gw hubungin lagi ya "
" Iyaa..." jawab Nisha singkat
" eehhh...Tapi lo jangan hubungin nomor ini yaa ? " Ucap Ardi merubah mimik wajahnya menjadi serius
" Haah...Emangnya ini nomor siapa? "
" Ini nomor temen gw, yang dulu pernah ngobrol di telpon. Hedi. Entar gw hubungin lo pake nomor gw yang biasa aja."
" Oohh iya " Menganggukkan kepalanya
" Entar kalau dia ada ngubungin lo, jangan di jawab yaa? Aawww " pinta Ardi dan mendapat pukulan dikepala dari belakangnya
" Kenapa, Ar? " tanya Nisha yang mendengar teriakan Ardi
" Hahh...Gak kenapa napa kok. " Ardi tersenyum sambik mengusap kepala yang sakit karena di pukul Hedi.
" Ya udah. Bye.."
__ADS_1
" Byee..." senyum.Nisha sambil melambai tangan kecil.
Saat panggilan sudah berakhir, Nisha meletakkan benda pipih perseginya di dada dengan kedua tangannya. Muka terasa panas dan jantungnya terus berdebar.
" Ya Tuhan.... ini bukan mimpikan ? "
memegang satu pipinya dengan senyum mengembang. Ingin sekali rasanya dia berteriak saat itu, tapi Nisha pun tak kan melakukannya karna pasti orang tua dan adiknya akan mendengar.
* * * *
Malam pertemuan itu pun tiba. Nisha pun bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah dijanjikan. Dia pun sudah meminta izin pada papa Sakti dengan alasan ada temannya yang ulang tahun. Saat ojek online yang dia pesan sudah tiba didepan rumahnya, dia berpamitan dengan mama nya yang baru pulang kerja dan papa nya yang duduk menonton tv.
" Jangan sampai malam pulangnya "
" Iya...pa. Dah mama, papa..
Salammualaikum " Nisha mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
Sesampainya ditujuan, Nisha turun dari motor ojol dan memberikan uang tarifnya. Lalu berjalan memasuki salah satu tempat makan cepat saji yang cukup terkenal dijakarta ini. Suasana tidak begitu ramai, mata Nisha berkeliling mencari mencari sosok yang ingin dia temui, tetapi tidak dia dapati.
" Dia dimana yaa ? katanya tadi diteras depan..." gumam Nisha yang masih diluar mencari juga tetap melihat kearah dalam yang dibatasi dinding kaca tembus pandang.
" Coba sms lagi dah.." mencari benda pipih perseginya di dalam tas kecil selempangnya.
Saat tangannya tengah mencari didalam tas, seseorang dari belakang menepuk pundaknya pelan, Nisha pun reflek membalikkan tubuhnya kebelakang.
" Haii...."
* * *
Ini aku selipin visualnya satu satu dulu ya...
Ardi Rizki Bramantio
.
.
.
.
.
..
.
.
TBC
Jangan lupa untuk 👍 dan 🌟ratenya ya🤗
❤ nya juga untuk up selanjutny
Komen berupa kritik dan saran juga boleh jika readers berkenan.
Terima kasih sudah mau membaca🤗😘
__ADS_1