
Mencintaimu itu sederhana,
Sesederhana saat kau hadir dihidupku.
Menyayangimu itu sederhana,
Sesederhana saat kau membuat
Senyum dibibirmu.
* * * * *
📩 Hai...met malam, Sha! Lagi ngapain?
Nisha mengerutkan dahinya saat ada sebuah pemberitahuan pesan wathsapp masuk kedalam benda pipihnya dengan nomor baru yang tak dia kenal. Yang saat ini dia masih berada didalam kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi, menunggu Ardi datang menjemputnya, karena ini adalah malam minggu. Ardi sudah mengirim pesan akan mengajak Nisha pergi kumpul dicafe bersama teman temannya yang lain.
" Ini siapa? nomornya gak ada namanya? kok dia tau nama gw?" gumam Nisha masih memandang isi pesan itu dan berpikir sejenak.
" Apa Eric yaa? pasti pake nomor baru, kan cuma dia cowok yang iseng yang tau nomor gw?"
📤 Nih, siapa yaa? Maaf gw gak kenal!
Nisha membalas pesan orang tersebut dengan masih sejenak berpikir siapa orang yang mengirimnya pesan ini.
Tapi belum mendapat pesan balasan dari orang itu, Nisha sudah mendengar suara motor milik Ardi yang berhenti didepan rumahnya. Dengan segera dia meletakkan benda pipihnya diatas kasur dan beranjak keluar kamar dengan sedikit berlari.
" Wwooyyy...pelan pelan lah kak jalannya!" Seru Yuni yang juga baru saja menutup kamarnya dan hampir bertubrukan dengan Nisha jika Nisha tidak mengerem langkahnya. Suara nada pesan balasan dibenda pipihnya pun dikamar tak didengarnya.
" Eeeehhh...maaf ya!" Ucapnya sambil tersenyum lalu bergegas berjalan menuruni tangga meninggalkan Yuni yang masih berdiri didepan kamarnya.
" Hampir ketemu pacar tiap hari padahal, tapi kalau mau ketemu lagi kaya orang gak ketemu sebulan aja! Teburu buru mulu!" Celetuk Yuni sambil menuruni tangga juga menuju dapur karena perutnya yang sudah meminta jatah makan malamnya.
Nisha melangkah keluar, dan melihat Ibu yang sudah berdiri didepan pintu menyambut kedatanga Ardi. Melewati Papa Sakti yang sudah duduk diruang makan seorang diri.
" Eehhh...tuh dia anaknya!" Seru Ibu Uni saat berbalik badannya ingin memanggil Nisha kedalam dan melihat Nisha yang sudah berjalan keluar. Nisha tersenyum dibalik badan Ibunya sambil memegang kedua bahu Ibunya dari belakang, menatap Ardi yang masih berdiri didepan pintu.
" Kita makan malam bareng dulu Ardi didalam sama sama, mau?" Tanya Ibu.
" Gak usah Bu, makasih. Nanti mau makan makan juga diluar sama temen temen " Tutur Ardi menolak secara halus...
" Oohh...Nisha juga makan diluar jadinya?" Nisha mengangguk dipunduk Ibunya. Ibu Uni memukul tangan Nisha yang menempel dipundaknya. Reflek Nisha menurunkan kedua tangannya.
" ya udah. Ibu masuk dulu ya Ar. " Ardi hanya membungkuk hormat saat Ibu meninggalkan Ardi dan Nisha disana.
Ardi dan Nisha saling pandang sejenak dan saling tersenyum. Ardi mengerutkan dahinya lalu memutar bola matanya berlalu menuju sofa diteras depan meninggalkan Nisha yang masih berdiri mematung dengan bibir mengerucut. Nisha ikut melangkah dibelakang Ardi.
" Mau berangkat sekarang?" Tanya Nisha dengan posisi masih berdiri didepan Ardi yang sudah duduk disofa teras.
" Ya udah ayo!" Ucapnya setelah melihat jam dipergelangan tangannya.
" Aku ambil tas dulu ya?" Kata Nisha dan mendapat anggukan oleh Ardi.
Nisha pun masuk kedalam mengambil tas kecilnya dikamar. Nisha pun tak memperhatikan benda pipihnya yang langsung dimasukkan kedalam tas kecilnya. Lalu berpamitan pada ibu dan papa nya yang sedang makan diruang makan. Ardi yang tadinya mau meminta izin pun dibiarkan oleh Nisha karena Ibunya berpesan untuk langsung berangkat saja. Akhirnya Ardi dan Nisha pun langsung berangkat ketempat tujuan yang sudah dijanjikan untuk berkumpul bersama seperti biasa bersama teman kuliah Ardi, dimana lagi kalau bukan dicafe biasa, cafe milik Widji.
Sampainya mereka di cafe, Ardi langsung mengajak Nisha kedalam cafe dengan menggenggam tangannya.
" Haaii...si bos dateng kesini juga!" seru Widji saat berpapasan dengan Ardi di depan pintu cafe. " Hai manis!" Sapanya pada Nisha yang menganggukkan kepalanya penuh senyum.
" Mana anak yang lain? udah pada dateng?" Tanya Ardi. " Udah! Tapi baru beberapa kayaknya. Mereka ditempat biasa. Ayok masuk gih!" Ujar Widji mempersilahkan Ardi dan Nisha masuk kedalam. Dan berjalan bersama beriringan.
" Hai broo..." Seru Hedi melambaikan tangan pada Ardi, yang duduk bersama Widia dan Fera serta Mail, pacar baru Fera.
Ardi tak menjawab sapaan itu hanya membalas lambaian tangan Hedi. Lalu bergabung duduk bersama begitu juga Nisha.
" Mana yang lainnya?" Tanya Ardi yangtak melihat ketiga temannya, Zaki, kendi dan Dono.
" Lom pada dateng! Katanya masih dijalan." tutur Hedi. Ardi hanya mengangguk mengerti.
" Ar, mau pesen apaan nih!" Tanya Widji yang masih berdiri disamping Ardi duduk.
" Ã’hh...iya. Sha mau makan apa?" Tanya nya pada Nisha yang juga memberikan buku menu, dan Nisha pun memilihnya.
" Kalian udah pesen makanan?" Tanya pada temannya yang ada disitu.
" Udah kok!" ,
__ADS_1
"Nih juga lagi nunggu." Jawab Fera dan Widia gantian.
" Aku mau chiken steak saus teriyaki aja sama es jeruk, sama kentang goreng juga " Ucapnya tersenyum sambil memberikan buku menu pada Ardi. Seorang pelayan yang sudah dipanggil oleh Widji sebelumnya sedang mencatat pesanan Nisha.
" Sama in aja ya mba, tapi gak pake kentang. Kentangnya satu aja." Ucap Ardi. Pelayan pun mengangguk dan meninggalkan meja.
" Fer, dia?" Tanya Ardi saat melihat cowok disamping Fera. " Ini...mas Mail. Cowok gw" Ucap Fera, Mail pun berjabatan tangan dengan Ardi.
Tak lama, Zaki dengan Riska juga bareng dengan Kendi dan Dono datang menghampiri dan bergabung dengan Ardi dan semuanya. Mereka pun juga memesan makanan. Setelah makanan sudah dihidangkan mereka pun makan bersama sambil diselingi obrolan ringan.
Saat makan Nisha melihat saos yang tertinggal diujung bibir Ardi. Nisha menarik tisu yang ada ditengah meja. Lalu mengarahkan tisu itu pada ujung bibir Ardi yang ada saosnya. Ardi meraih tangan Nisha yang menyentuh ujung bibirnya.
" Ada saos kak Ar, makanya makannya yang bener, jangan kayak anak kecil !" Ucap Nisha menarik tangannya kembali sambik tersenyum. " Oohh...makasih ya!" Nisha pun mengangguk. lalu melanjutkan makannya.
Tiba tiba Hedi bangun dari duduknya berjalan kemeja kasir tempat Widji berdiri. Tak lama setelah sebentar mengobrol dengan Widji, Hedi menenteng sebuah nampan berisi beberapa botol minuman dan beberapa gelas kecil. Nisha, Widia, Fera dan Riska mengerutkan kening bersamaan saat Hedi meletakkan nampan yang berisi botol seperti terlihat minuman bir.
" Apaan itu bebs?" Tanya Widia disamping Hedi.
" Mumpung kita lagi kumpul gimana kita bikin game?" Ucap Hedi. Semua yang ada saling lirik dan pandang.
" Terus itu apaan?bir?" Tanya Zaki juga penasaran karena label botol dihalangi keposisi dalam sehingga tak terlihat. Kendi pun yang ingin mengambil botol itu ditangkis tangannya oleh Hedi. " Bukan kok! Ntar juga tau!! Mau gak nih kita main game?" Tanya Hedi lagi. Dan yang lain setuju.
" Main apa?" Tanya Kendi.
" truth or deard nih ?" tanya zaki
" Ahhkk...itu mah udah banyak yang mainin dinovel sebelah!" Ujar Hedi menolak.
" Terus main apa?" Tanya Ardi. Nisha mengenggam tangan Ardi, Takut kalau minuman itu adalah bir berakohol.
" Kita main sambung lagu!" ucap Hedi. Semua nya mengerutkan kening.
" Cara mainnya?" tanya Fera.
" Biasa, sambung lagu. Gw nyanyi satu lagu. Saat gw berenti diujung kata akhir lagu, gw lempar botol kaleng ini " Tutur Hedi sambil mengambil satu botol kaleng bertuliskan r*ot be*rs.
" Terserah lo mau lempar kesiapa. Saat yang nerima lemparan kaleng ini, dia yang lanjutin lagu nya dengan kata terakhir yang tadi gw nyanyiin. Kalau gak bisa lanjutin tuh nyanyian, minum ini segelas kecil " Ucap Hedi menunjukkan botol minuman soda itu.
" Ngerti kan?" Tanya Hedi. Yang lain pun mengangguk mengerti.
" Cewek ikutan juga lah!" jawab Hedi lantang dan mendapat pukulan dipundaknya oleh Widia. " Terus harus minum itu juga?"
" Ya iyalah sayang! Lagian ini cuma soda, bukan bir!" ucap Hedi menjelaskan.
Akhirya mereka pun menyetujuinya. dan permainan pun dimulai dari Hedi yang pertama.
" Awas...nanti jatuh cinta. cinta kepada diriku..jangan jangan ku jodohmu..." Hedi berhenti bernyanyi dan melempar kaleng ditangannya ke Zaki. Zaki kaget saat menerima kaleng itu tiba tiba. Dia berpikir saat yang lain mulai menghitung.
1...2...
" Jodohku...maunya ku dirimu. sampai nanti hingga ajal mendekat..." Zaki lalu melempar kaleng ke Kendi. Saat kendi menangkapanya.
" Mendekat..." Ucap kendi berpikir, lagu apa ya...
satu...dua...tiii...
Kendi semakin bingung, lagu apa yang ada kata mendekat.
Tigaaa....
" Minummm " Ucap mereka serempak sambil tertawa.. Kendi menghempas tangannya kesamping. Nisha menutup mulutnya menyembunyikan tawanya.
" Aakkhh...lagu apaan sih mendekat ?"
" Udah minum dulu!" Ucap Zaki menyodorkan segelas kecil isi Soda berwarna kuning seperti bir. Kendi menerima dan langsung meneguknya sekali. Badannya langsung mergetar saat soda itu melewati tenggorokannya. Dan kini Kendi yang akan memulai menyanyi.
" Teriamalah lagi ini dari orang biasa...tapi cinta ku padamu luar biasa.Aku tak punya bunga, aku tak punya harta..." Suara kendi berhenti dan melempar kalengnya ketangan Fera. Fera kaget saat menangkapnya
Satuuu...Duaaa...
" Harta yang paling berharga adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah keluarga..." Lalu Lalu Fera melempar kaleng tersebut kearah Nisha. Nisha pun terkejut saat menangkapnya. Ardi berbisik ditelinga Nisha tapi ditahan oleh Zaki.
" Gak boleh ngasih tau lah Ar !" Seru Zaki yang membuat Ardi menarik kembali kepalanya menjauhi telinga Nisha. Nisha mengerucutkan bibirnya.
Satu...Dua...Tigaa...
__ADS_1
Nisha menyerah tak tau lagu ap lagi dengan kata keluarga. Dan terpaksa Nisha harus meminum segelas soda itu. Fera memberikan segela soda itu pada Nisha, dan Nisha menerimanya dengan ragu. Lalu melirik Ardi sekilas yang menganggukkan kepalanya.
" Gak papa, cuma soda kok!" Ucap Ardi mengelus pundak Nisha. Nish pun terpaksa meminum soda itu sekali teguk.
Gleekkk
" Hhmmmm..." Nisha merasa merinding saat menelan soda itu. Dan semua yang duduk disana jadi ikut merinding saat melihat ekspresi Nisha dan sambil tertawa.
" Ayoo...lanjut lagi!" Ucap Hedi agar Nisha melanjutkan permainannya karena baru dua orang yang kalah. Nisha pun mulai menarik napas saat akan memulai bernyanyi.
" Cinta kita melukiskan sejarah, menggelarkan cerita penuh suka cita. Sehingga siapapun insan tuhan pasti tau cinta kita sejati. Saat aku tak lagi disisimu, kutunggu kau dikeabadian..." Nisha pun melempar kaleng ditangannya pada Widia.
" Hahh...Apa nih bebs?" Seru Widia saat tak tau harus bernyanyi apa.
Semua tertawa melihat wajah Widia yang kebingungan disana. Dan akhirnya Widia pun berakhir dengan meminum segelas soda yang diberikan Nisha.
Permainan pun terus berlanjut sampai malam tiba dan tiga botol soda itu habis diminum. Bahkan Ardi pun kebagian meminum soda itu, Bahkan Nisha harus meminum sampai tiga gelas karena tiga kali kalah.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**UDAH HARI SENIN LAGI NIH!!
BANTU VOTE NYA YA READERS🤗
JUGA LIKE DAN KOMEN NYA
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**
__ADS_1