
Ternyata menunggumu tak seindah
Malam malam saat nafas kita beradu.
Ragaku mulai jenuh ditiduri duka,
Hatiku mulai sakit didekap Rindu
* * * * *
Pagi ini langit terlihat sangat cerah. Matahari pun bersinar dengan terang tanpa penghalang sama sekali. Memberi kehangatan pada semua mahluk hidup yang memulai aktifitasnya.
Hari ini adalah tepat hari kelahiran Khanisha. Umurnya bertambah satu tahun menjadi 18 tahun. Usia yang terbilang masih muda tapi beranjak dewasa. Nisha membuka matanya perlahan subuh ini. Hal yang pertama dilakukan adalah meraih benda pipih perseginya dimeja nakas. Melihat adakah notifikasi pesan atau apalah itu! Dia bersandar dikepala tempat tidurnya saat ini memegang Hp miliknya. Tapi wajahnya tiba tiba tampak murung, saat dilihatnya tidak ada satupun pemberitahuan. Dia tidak terlalu mengharapkan pesan dari para sahabatnya. Tapi dia berharap, Cowok yang saat ini mengisi hatinya itu tau ini adalah hari lahirnya dan mengucapkan selamat untuknya pertama kali. Tapi sepertinya harapan itu sirna pagi ini.
Sejak kemarin pagi Ardi tidak sama sekali menghubungi Nisha. Bahkan saat siang harinya pun, Ardi hanya mengirim pesan online yang berisi bahwa dia tidak dapat menjemput Nisha hari ini karena sibuk. Bahkan sampai malam menjelang pun tak ada kabar dari Ardi. Nisha tidak punya pikiran negativ sama sekali pada Ardi, mungkin memang Ardi sedang sibuk saat ini. Tapi apa benar dia tidak ingat atau tau kalau ini adalah hari lahirnya. Sampai pagi ini pun dia tidak muncul.
Nisha hanya bisa tersenyum diatas kasurnya. Meletakkan kembali benda pipih perseginya dimeja. Menyemangati dirinya sendiri hari ini.
Mengawali hari ini dengan penuh kebahagian. Walau berharap ada yang lebih membuatnya bahagia dari ini. Tapi dia tetap merasa harus selalu bersyukur atas semua yang dia miliki saat ini.
" Pagi sayang " sapa Ibu Uni saat melihat putri sulungnya sudah rapi dengan seragamnya menuruni anak tangga.
" Pagi Bu " Jawab Nisha singkat. Ibu merentangkan kedua tangannya, meminta agar Nisha memeluk Ibunya sesaat. Dan Nisha pun memeluk Ibunya erat. Nisha merasakan kahangatan dari pelukan Ibunya itu. Terasa sangat damai seakan tidak mau melepaskan pelukan itu.
" Selamat hari lahir sayang " Ucap lirih Ibu Uni dipucuk kepala Nisha. Hati Nisha terenyuh bergetar mendengar ucapan Ibunya. Orang pertama yang mengucapkannya hari ini. Dan membuatnya begitu bertambah bahagia. Tersenyum didalam pelukan Ibunya.
" Semoga Nisha selalu bahagia dan menjadi anak yang sukses dunia dan akhirat. Semoga selalu jadi kebanggaan Ibu dan Papa. " Ucap ibu sembari melepaskan pelukannya dan menatap Nisha yang sudah sedikit berkaca diujung matanya.
" Aamiin. Makasih Bu." ucapnya lirih.
" Masih pagi! Jangan bikin drama dulu " Ucap Papa sakti yang keluar dari kamarnya dan berjalan mendekat. Nisha dan Ibu hanya tersenyum kecil mendengar itu.
" Selamat hari lahir putri Papa" Mengelus kepala Nisha. " Pagi ini, papa khusus bangun pagi buat antarin kamu kesekolah "
" Beneran Pa?" Tanya Nisha meyakini dan Papa pun mengangguk memastikan. Nisha memeluk Papanya dengan haru. Tidak pernah diantar atau dijemput oleh papa selama ini. Berbeda dengan Yuni yang selalu dianter Papa jika ada waktu. Dan hari ini, Papanya akan mengantarnya sekolah. Sebuah hadiah yang sangat berharga dihari lahirnya ini.
" Sekarang sarapan dulu, Ayo. Biar kamu gak telat nanti. Dan Papa gak buru buru juga saat beranglat kerja juga nantinya." Ucap Ibu memisahkan Nisha dan Papanya itu.
Pagi yang sangat indah untuk Nisha. Papa Sakti benar benar mengantar Nisha sampai depan sekolah. Bahkan menambahkan uang jajan untun Nisha agar dapat membeli sedikit makanan untuk membaginya pada sahabatnya disekolah. Hal yang memang sering dilakukan Papa setiap hari lahir anaknya seperti tahun tahun kemarin pula, begitu juga pada Yuni.
" Terima kasih Pa!" Ucap Nisha sambil mencium punggung tangan Papanya.
" bersenang senanglah hari ini. Tapi tetap selalu ingat batasan. Oke! "
" Siap Pak!" jawab Nisha sambil memberi hormat pada Papanya.
" Assalamualaikum "
" Walaikum salam.Hati hati Pa " ucap Nisha saat melihat Papanya berlalu pergi mengendarai motonya.
Nisha melangkah masuk kehalaman sekolahnya dengan penuh senyum menghiasi wajahnya.
"Hei...hari ini pas makan istirahat gw yang teraktir." Ucap Nisha disaat tengah pelajaran berlangsung. Tapi Guru yang mengajarnya sedang keluar, sehingga sedikit ada kebebasan untuk mengobrol.
" Beneran Sha?" Ucap Eva dan Dian bersamaan. Nisha pun mengangguk.
" Asiikkk..." Ucap bersamaan pula dengan Lia.
" Oohh..iya. Lo lagi ulang tahun ya?"
" Ssstttt..." Nisha langsung memotong ucapan Lia agar tak berteriak dan teman yang lain mendengar.
" Ajak Rini juga sekalian ya?" Ucapnya berbisik pada Eva dan Lia.
__ADS_1
Mereka pun kembali menyelesaikan tugas yang diberikan Guru saat itu.
" Dian...doble dong kita dapat traktirannya?" Ucap Eva berbisik pada Dian yang duduk disampingnya.
" Iyaa...tapi diem diem aja. Nanti si Nisha tau lagi!" Ucapnya meletakkan jari telunjuknya ditengah bibirnya. Dian dan Eva tersenyum bersamaan.
Saat istirahat pertama tiba, Nisha pun mentarktir makanan dikantin hanya Untuk Lia, Dian, Eva, Rini dan Rima. Tapi minuman bayar masing masing. Itu yang Nisha sampaikan. Tapi teman temannya pun menerimanya dengan senag hati.
Selain itu, Nisha juga membeli 3 box kotak jajanan coklat ben*b*ng untuk nanti dibagi bagi pada teman kelasnya yang lain saat istirahat makan siang.
" Wahhh...Ada apaan ini bagi bagi coklat?" Tanya Meli salah satu teman kelasnya pada Rini yang membagikan coklat itu.
" Hari jadi Nisha. Dia yang bagiin." jelas Rini sambil membaginya pada yang lain.
" Makasih ya" Ucap teman yang lainnya.
" Nisha...makasih coklat!" Ucap Sari yang berteriak didalam kelas
" Makasih yaa..." Ucap juga yang lainnya. Begitu juga kawanan Imel dan Iren, Isti, yani dan Arin yang juga memberi selamat pada Nisha saat jam istirahat kedua itu. Nisha hanya membalas dengan senyuman dan lata maaf yang tidak bisa memberi banyak. Tapi semua teman kelasnya malah sangat berterima kasih atas coklat pemberiannya.
Sedangkan Lia, Eva, Dian dan Rini yang punya rencana malam ini untuk Nisha hanya senyum senyum penuh misteri dibelakang Nisha.
" Oohh..iya, Sha. Ardi udah ngucapin selamat buat lo?" tanya Rini ditengah tengah obrolan mereka.
" Haaahhh...Boro boro ngucapin. Sms sama telpon aja gk ada dari kemaren. Aauuu tuh cowok kenapa? Kayaknya lagi sibuk sama tugas kuliahnya. " Ucapnya dengan rasa kecewa.
" Dia gak tau emangnya, tanggal lahir lo?" Tanya Lia. Nisha tak menjawab hanya mengangkat kedua tangan dan bahunya bersamaan.
Lia dan yang lain saling melirik dan membungkam mulut mereka. walau mereka tau yanh sebenarnya terjadi. Membiarkan Nisha yang berwajah masam itu merasakan kecewanya pada Ardi. Bahkan sampai saat ini tak ada kabar dari cowok itu. Kabar akan dijemput atau tidak pun tak ada untuk Nisha. Nisha merasa terabaikan salama dua hari ini.
Mungkin kah Ardi benar benar sibuk dengan bengkel dan tugas kuliahnya? Tapi kenapa tidak memberi kabar sedikit pun. Sampai jam pulang sekolah pun tak ada kabarnya. Nisha terpaksa pulang dengan angkot bersama Arin, Iren dan Imel. Walau teman temannya itu tak banyak bertanya tentang Ardi, walau hanya bertanya mengapa hari ini tidak dijemput. Nisha hanya berkata bahwa Ardi sedang tidam sempat karena banyak kerjaan. Dan membuat Imel sedikit curiga, yang bahsanya dia tau, bengkel Ardi sedang sedikit sepi dan tutup dengan cepat sejak kemarin. Apa kerjaan kuliahnya, Tapi Imel melihat Ardi sering keluar malam bersama temannya. Haruskah Imel memberitahukan itu pada Nisha. Tapi Imel lebih memilih diam dan tak mau ikut campur kali ini. Walau masih ada rasa tidak suka akan hubungan Nisha dan Ardi. Tapi Imel mencoba untuk tak mau ikut tau.
Saat setelah magrib tiba, Nisha duduk diatas kasurnya dengan memegang benda pipih perseginya dan terus saja mengoceh tidak jelas dengan wajah yang sudah penuh lekukan. Menghubungi sebuah nomor yang sejak tadi sore selalu tak ada jawabannya.
" Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan. Hubungilah beberapa saat lagi..."
Nisha tersenyum sendiri saat berpikir Ardi yang mengerjainya. Apa yang harus gw lakuin sekarang ya buat balas dia?
Tiba tiba terdengar suara motor yang sangat dikenal oleh Nisha. Itu suara motor Ardi?
Nisha bergegas keluar kamar dan turun kebawah. Ibu yang sedang didapur terkejut melihat Nisha menuruni tangga dengan berlari.
" Jangan lari Nisha!" Ucap Ibu
" Ibu...itu diluar ada Kak Ardi. Kalau dia mau ketemu Nisha, bilang Nisha sakit ya. Badannya panas dari tadi sore. Githu ya! " Ucap Nisha berbisik, ibunya hanya mengerutkan dahi terheran akan putrinya ini.
" Emang kenapa?"
" Udah bilang aja begitu kedia. Ya bu?" Nisha langsung kembali keatas kekamarnya saat Ardi sudah mengetuk pintu rumahnya. Tapi tidak lupa Nisha mengambil air panas segelas dan membawanya kekamar.
Ibu pun membuka pintu yang sebelumnya berpapasan dengan Papa yang keluar dari kamar.
" Malam Bu. Nishanya ada?" Tanya Ardi setelah mengucap salam dan mencium punggung tangan Ibu uni didepan pintu. Ibu Uni tampak seperti bingung melihat kedalam rumahnya.
" Hhhmm...Nishanya lagi sakit Ardi. Badannya panas dari sore tadi. " Ucap Ibu berbohong sesuai keinginan Nisha.
" Sakit Bu?" Ardi begitu terkejut mendengar Nisha sakit. Bagaimana ini? Ardi terlihat bingung seketika.
" Kalau Ardi mau liat, tengok aja gih kekamarnya " Ardi termenung disana sejenak.
" Boleh bu?" Ibu Uni tersenyum sambil mengangguk. Lalu mempersilakan Ardi masuk dan membiarkannya menuju kamar Nisha.
Saat Nisha mendengar suara seseorang menaiki tangga. Nisha buru buru menyiram air hangat yang tadi dibawanya kewajah dan lehernya. Lalu dilap dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut diatas kasur.
__ADS_1
Ckleekkk
Ardi membuka pintu kamar Nisha dan melihat Nisha disana. Ardi berjalan memdekati Nisha dan duduk disisi kasur.
" Sha, kamu sakit ya?" memegang dahi Nisha dan merasakan hangat disana. Ucapnya lirih memperhatikan isi kamar itu. Lalu melihat gelas diatas meja dan dipegangnya. Hangat. Jangan jangan? kamu mau bohongin aku ya? Pikir Ardi. Ardi tersenyum disana melihat Nisha yang masih berpura pura tidur. Ardi mendekatkan wajahnya ditelinga Nisha .
" Kalau kamu gak bangun, aku bakal cium kamu sekarang?" Ucap Ardi dan Nisha pun membuka matanya perlahan.
" Eehh... Kak Ar. Kok ada dikamar aku?" Ucap Nisha lemas menyandarkan badannya dipuggung kasur.
" Gak usah pura sakit! Aku tau kok!" Nisha memajukan kedua bibirnya.
Apa aku gak bakat bohong ya? Gumam Nisha dalam hati.
" Nyebelin!" Ucap Nisha memalingkan wajahnya. Ardi hanya tersenyum melihat wajah Nisha yang cemberut.
" Aku mau ngajak kamu main? Mau ikut gak?" ucap Ardi to the poin. Nisha masih dengan wajah cemberutnya. " Mau kemana?"
" Udah. mau ikut gak? kalau gak mau aku tinggal nih!" berdiri dari duduknya. " Iya iya " Ucap Nisha cepat Turun dari kasur dan membuang selimutnya.
" Eehhh...pake dress ya! Aku mau ajak kamu kenikahan temen aku." Ucapnya berlalu keluar kamar Nisha.
" Nyebelin banget sih! Udah gak ada kabar. tiba tiba datang maksa ngikutin dia cuma mau kenikahan temennya. Dia gak inget atau gak tau apa ini ulang tahun aku!! Haaahhhhh...nasib " membuang napasnya kasar sambil mengganti bajunya sesuai perintah Ardi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**UDAH HARI SENIN NIH🤗 JANGAN LUPA VOTE YAA
JUGA LIKE DAN KOMEN NYA..
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊😘
__ADS_1
Udah mau lebaran nih,,Slow up date ya readers. Lagi siibuk sibuknya menyiapkan keperluan rumah.
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**