Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 41


__ADS_3

Ketika ada sesuatu yang hilang dalam diri kita, Bersabarlah.


Jika itu memang milik kita


InsyaAllah akan kembali, Jika tidak


Akan Allah ganti dengan yang lebih baik lagi.


* * * * *


Hari itu juga Dian dan Eva pergi keruko bengkel Ardi. Bahkan Rima, teman mereka yang tau soal permasalahan itu, juga ikut ingin tau Ardi seperti apa. Dian dan Rima yang sudah tau rumah Imel karena dulu dia pernah beberapa kali kerumah Imel untuk urusan OSIS sewaktu kelas dua dan Eva yang pernah kerumah Imel pun, mereka dengan mudah untuk mencari tempat Ardi.


Sampai lah mereka turun dari sebuah angkot yang berhenti didepan rumah Imel. Lalu melirik kesebuah bengkel tak jauh dari tempat mereka berdiri. Mereka pun berjalan kerah bengkel tersebut. Terlihat seorang cowok sedikit gemuk yang sedang menambal ban sebuah motor dan pemilik motor yang duduk disebuah kursi disisi nya. Dan seorang cowok tinggi yang membongkar sebuah mesin motor, dia Ardi.


" Assalamualaikum..." ucap Dian Eva dan Rima bersamaan. Ardi dan Dono pun menoleh ke asal suara. Ardi mengerutkan dahinya melihat siapa yang datang kebengkelnya. Tiga cewek muda yang masih mengenakan seragam putih abu abu dan Dian yang memaki hijab putihnya. Ardi berdiri dari duduknya dan mengelap tangannya yang kotor dengan kain.


" Hai kak Ardi " Sapa Eva dan Dian bergantian.


" Kalian ? Tumben. Mau ngapain kesini?" Tanya Ardi yang heran mmelihat cewek cewek ini datang tiba tiba ktempatnya.


" Gak boleh emangnya main kesini?" ucap Dian. Ardi hanya tersenyum manis.


" Ayo..masuk. Duduk didalam. " Ajak Ardi menunjuk pada sebuah sofa kecil di dalam didepan meja kerja.


" Aku pesenin minuman dulu yaa.." Ucap Ardi dan mendapat anggukan ketiga cewek itu setelah mereka duduk. Ardi pun keluar bengkel berjelan kesebuah warung samping bengkel dan membeli tiga botol minuman teh lengkap dengan sedotannya. Lalu masuk kedalam kembali dan meletakkannya dimeja. Dia mengambil kursi putar di dekat meja dan duduk didepan ketiga cewek itu.


" Ada apaan? Tumben main kesini ?" Tanya Ardi. Ketiga cewek ini saling melempar pandangan satu sama lain. Lalu memandang Ardi bersamaan. Ardi terlihat heran pada ketiga cewek ini.


" Ini soal Nisha Kak Ardi !" Ucap Eva


" Nisha ?" ucapnya mengerutkan dahi. " Emangnya ada sama Nisha?"


" Kita semua udah tau! Kak Ardi masih sayang kan sama Imel ?" ucap Dian


" Imel ? Gw masih sayang Imel? Kalian kata siapa?" Ucap Ardi menyagkal.


" Kak Ar. Kita denger sendiri, Kak Ar ngomong masih sayang sama Imel waktu ditelpon sama Yani kemaren. Bener kan?" ucap Dian lagi.


" Telpon ? Yani? " Kok mereka tahu...


" Yani yang cerita itu?"


Akhirnya Dian dan Eva menceritakan semuanya yang terjadi sebenarnya saat Ardi ditelpon oleh Yani. Bahwa Ardi sudah dijebak oleh Imel dan kawan kawannya dan diketahui juga oleh Nisha dan temannya yang lain. Dan Nisha pun merasa terpukul karena itu


" Astaga....kok jadi kayak gini sih!" menggaruk kepala nya yang tak gatal.


" Gw tuh ngomong itu semua cuma pura pura aja. Gak serius!"


" Maksudnya?" Ucap Dian Eva dan Rima bersamaan.


Ardi menceritakan semua yang selama ini dia lakukan. Dari awal dia yang tak suka Imel mau berjalan dengan cowok lain. Dia merasa hatinya dipermaikan dulu saat bersamanya. Ardi berpikir juga, dia memang masih sayang dengan Imel, tapi saat setiap bersama Nisha dan senyumnya yang membuatnya hangat. Perlahan dia bisa melupakan Imel. Tapi tiba tiba, suatu saat Imel mulai mengirim sms kepadanya. Dan Ardi merasa Imel mau mendekatinya lagi. Jadi Ardi berpikir untuk memainkan hati Imel perti dulu Imel yang menyakitinya. Maka itu Ardi memakai nomor lain untuk menjebak Imel. Tapi ada Yani yang ikut campur. Dia berfikir mungkin tidak masalah juga memalui Yani, Dan dia berhasil membuat Imel duluan mengajaknya kembali berhubungan. Tapi Ardi pun menolaknya dengan kasar.


Tapi Ardi tidak tau kalau akan seperti ini. Sampai semua teman Nisha dan Imel tau keadaan hubungan ini.

__ADS_1


" Oohh...jadi. Vidio tentang ciuman Kak Ar sama Imel itu palsu dong!" ucap Eva


" Vidio ciuman ?" Ardi kembali dibuat bingung. Vidio apa yang dimaksud. Dan Ardi pun teringat akan semalam saat Imel datang dan memegang sebuah Hp. Jangan jangan...


Ardi pun mengerti apa yang dimaksud vidio oleh Eva.


" Iyàa...semalam saat Imel datang ksini dia emang megang Hp dan nyoba buat cium gw. Tapi saat itu mau terjadi gw ngedorong dia. Jadi gak ada yang ciuman antara gw Dan Imel. Apa mungkin Imel ngerekam itu dan ngirim ke Nisha?" Dian Eva dan Rima hanya mendengarkan dengan pikiran tak percaya akan yang dilakukan Imel itu.


" Aaaiihhhkkk...kenapa jadi begini sih !" Ardi mengacak rambutnya dengan kedua tangannya.


" Nisha kecewa bangat kak Ar. Dia sampe putua asa mikir kalau Kak Ardi udah balikan lagi sama Imel. Dan milih mau ninggalin Kak Ardi " Ucap Eva.


" Apaa!!" Ardi terkejut Nisha sampai punya niat meninggalkannya.


" Kak Ardi gak bakal ninggalin Nisha kan?" tanya Rima


" Siapa yang mau ninggalin dia? Gw gak bakal ninggali Nisha. Atau ngelepasin dia!" ucap Ardi dengan tegas. Ketiga cewek ini pun akhirnya bernapas lega mendengarnya. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana bisa menjelaskannya pada Nisha.


" Gw minta tolong yaa ?" Ucap Ardi menatap ketiga cewek ini.


" Jangan ada yang ngasih tau soal ini ke Nisha?"


" Kenapa emang nya kak?" Tanya Rima.


" Biar gw sendiri yang ngomong sama Nisha dan ngelasin semua ini? jangan dari mulut kalian. Bisa kan?" Dan ketiga cewek ini pun mengangguk mengerti.


Setelah membicarakan masalah ini, Eva Dian dan Rima pun pergi pulang dari bengkel Ardi.


Mereka tak habis pikir akan apa yang telah dilakukan Imel. Tak menyangka Imel bisa melakukan hal yang dapat membuat Nisha mau meninggalkan Ardi. Tapi mereka tidak bisa berbicara pada Nisha yang sebenarnya yang mungkin akan membuat Nisha sedikit tenang. Tapi memang benar, harus Ardi sendiri yang menjelaskannya. Bukan orag lain.


* * *


Mungkin dia udah lupa sama gw!! Hadapi dengan senyuman Nisha.


Terkadang dia menyemangati dirinya sendiri.


Bruumm bruumm


Terdengar suara motor berhenti seperti didepan rumahnya. Nisha da Yuni saling berpandang.


Siapa yaa yang dateng ?


Nisha mengerakkan kepalanya kesamping, bermaksud menyuruh Yuni untuk melihat dari jendela motor siapa yang berhenti didepan rumah. Yuni pun bangkit daru duduknya di karpet berjalan menuju jendela. Menyibakkan sedikit hordeng yang menutupi jendela itu dan mengintipnya.


" Ardi kak yang dateng !" ucap Yuni


Hahh... Nisha terkejut siapa yang disebutkan Yuni. Menutup buku novelnya dan mematikan Hpnya. Lalu merebahkan dirinya dikasur dan menarik selimut menutupi tubuhnya samapi leher. Yuni menyautkan alisnya melihat tingkah kakaknya.


" Kalau dia nyari gw, bilang gw udah tidur dari tadi !" Ucap Nisha


" Kenapa emang nya kak?"


" jangan banyak tanya ? Udah bilang aja begitu !" Lalu memejamkan matanya berpura pura tidur. Yuni hanya mengangkat bahunya lalu duduk lagi dikarpet tempat dia tadi yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya.

__ADS_1


Tak lama, Ibu Nisha naik ke atas untuk memanggil Nisha setelah membukakan pintu untuk Ardi.


Creekkkk


Ibu membuka pintu kamar Nisha.


" Nisha mana Yun?" Tanya Ibu pada Yuni yang tak melihat Nisha berbaring membukus tubuhnya dengan selimut.


" Tuhh !" Ucap Yuni sambil menunjuk pada Kakanya yang sudah terbaring memejamkan matanya. Ibu mengerutkan allisnya.


" Nggak biasanya jam segini udah tidur!" Gumam Ibu.


" Dari tadi ?" Tanya lagi dan Yuni hanya mengangguk iya. Ibu pun keluar kamar sambil menggeleng kepalanya.


Nisha membuka matanya sedikit, melirik kearah pintu yang baru saja tertutup.


Hhuufffhhh


" Lagi berantem yaa sama Kak Ardi ?" tanya Yuni heran melihat Kakaknya yang tidak biasa menolak kehadiran cowok yang padahal kedatangannya selalu ditunggu.


" Gak..." Sangkal Nisha lalu menutup seluruh tubuhnya sampai kepala.


Gw belum siap ketemu sama lo, Kak Ar. Gw belum siap mendengar semua kebenaran yang bakal lo katakan yang nanti bakal bikin hati gw makin sakit.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**Jangan lupa ya untuk 🖒, vote dan 🌟rate


❤ nya juga boleh untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran sangat saya harapkan jika readers berkenan.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca🤗😘


Mohon dukungannya😊**


__ADS_2