
Tidak perlu jadi yang paling terang
Cukup selalu ada
Namun tidak pernah padam
* * * * *
Malam ini Nisha sedang menyiapkan beberapa baju kedalam sebuah ransel yang cukup besar, yang akan dia bawa nanti untuk menginap di Bandung bersama teman temannya dan Ardi.
Ardi pun sudah meminta ijin pada kedua orang tua Nisha untuk dibawanya menginap disana. Awalnya orang tua Nisha ragu, tapi dengan penuh keberanian Ardi menjamin keadaan Nisha nanti disana dan menjaganya dengan baik. Ibu dan Papa Nisha phn mengijinkan. Ardi juga menawarkan agar Yuni juga ikut, tapi Yuni tidak tertarik. Yuni lebih memilih pergi menghabiskan waktu liburannya bersama teman temannya.
" Sha, kamu jaga diri disana ya! " ucap Ibu Uni yang kini duduk ditepi kasur dikamar Nisha,
Nisha mengerutkan keningnya menatap Ibu Uni. " iya, Bu. Nisha pasti baik baik aja kok! Lagi pula cuma semalem aja. Ada Ardi pula yang jagain Nisha. "
" karena sama Ardi, Ibu khawatir sama kamu! "
" lah kok! " Nisha terheran menatap miring Ibunya. " Ardi itu cowok kamu itu cewek. Apalagi gak ada yang ngawasin kalian. Ibu takut kamu dan Ardi gak bisa nahan godaan? Apalagi Ardi, dia udah cukup dewasa dan... "
" Ibu percaya sama Ardi? " Nisha memotong ucapan Ibunya sambil memeluk pundak Ibunya dengan dua tangan. Nisha tau apa maksud dari perkataan Ibunya yang menyimpan rasa khawatir padanya. " entahlah! Tapi kalau ibu liat selama ini, dia cukup bisa dipercaya."
" Ibu percaya aja sama Nisha, dan percaya juga sama Kak Ardi. Kami bakal jaga diri dengan baik. Dan gak bakal bikin Ibu dan Papa kecewa. Nisha janji. " katanya sambil mencium pipi ibunya. Ibu Uni pun menyentuh pipi Nisha dengan satu tangan. Ya begitulah seorang ibu yang menyimpan rasa khawatir pada setiap anak gadisnya, apalagi saat beranjak dewasa dan sudah mengenal lawan jenisnya dengan dekat.
* * *
Pagi pagi Nisha sudah dijemput oleh Ardi dirumahnya. Semua teman temannya sudah berkumpul dibengkel Ardi. Mereka juva membawa dua mobil, satu mobil milik Hedi yang bersama Widia, Zaki dan Riska juga Kendi dan pacar barunya yang baru dua bulan bersama yaitu Rahma. Seorang pramuniaga disalah satu swalayan.
Sedang mobil satunya dibawa oleh Ardi bersama Nisha, Lia dan Alan juga Dian dan Gilang serta Eva dan Rizal. Rini tidak bisa ikut karena berbarengan dengan acara keluarga pihak Dion.
Mereka semua berangkat pukul tujuh pagi setelah sarapan yang dibeli oleh Hedi dan Zaki.
Butih waktu sekitar tiga jam lebih untuk sampai ditempat tujuan, yaitu villa milik keluarga Ardi atau lebih tepatnya milik Ibu Ardi yang juga memang tinggal di Bandung.
Nisha memandang jalanan diliar jendela, melihat deretan rumah di jalan tanah yang semakin menaik diperbukitan dengan pemandangan sawah sawah berwarna hijau yang sangat menyejukan mata. Nisha memang jarang sekali melihat pemandangan hamparan sawah dan hutan yang begitu indah. Ini baru kali pertamanya.
Sedangkan dikursi belakang, Lia tertidur dipangkuan Alan, sedangkan Dian dan Gilang yang baru berstatus pacaran terlihat sangat akrab dengan obrolan mereka, entah tentang apa?
" kamu suka tempat kayak gini? Pedesaan? " tanya Ardi, sekilas melihat wajah Nisha yang begitu ceria melihat lingkungan yang mereka lewati. Nisha hanya mengangguk dan tersenyum menatap Ardi tanpa suara.
Tak lama pun mereka sampai dan masuk kesebuah halaman rumah yang sudah terlihat dari dalam mobil, rumah yang begitu besar dengan tiga lantai dan begitu besar. Ardi pun mengajak Nisha dan yang lainnya untuk turun. Lia yang sedikit terlelap pun mengerjap bangun sstelah dibangunkan oleh Alan dan Dian.
Rombongan mobik Hedi pun sudah turun semua dan berdiri didepan mobil menatap rumah berwarna coklat muda itu.
" ini villa milik lo Ardi? Atau lo nyewa buat kita? " tanya Kendi menggandeng tangan Rahma.
" villa punya nyokap gw. Gw mah kaga punya " saut Ardi yang juga mengenggam tangan Nisha erat.
" tetep bae namanya punya lo sendiri. " seru Hedi. " berarti lo orang kaya juga ternyata ya! "
" kaya apa nih? " tanya Zaki. " kayak nyet...nguk nguk " ucap Kendi menirukan gaya kuny*uk yang mengaruk garuk kepalanya.
" monyet lo " timpal Ardi pada Kendi
" heh...sesama monyet dilarang protes " ucap Hedi.
" lo yang mony*et " saut Ardi dan Kendi bersamaan.
" Kak Ar..." panggil Nisha mencoba melerai menyentuh dada Ardi.
Sedangkan yang lainnya hanya tertawa sambil menggeleng kepala mereka.
" Kak Ar, udah ayo masuk! Laper nih " seru Dian.
Seorang pria paruh baya tiba tiba muncul dari pintu depan rumah diikuti wanita paruh baya dibelakangnya mendekati Ardi dan yang lainnya.
" Den Ardi dah dateng " seru Mang Maman yang menjaga villa ini sejak dulu.
" eh iya mang. Apa kabar? "
__ADS_1
" baik den. Mari masuk den, semuanya " ajak mang Maman mempersilahkan semua untuk masuk kedalam rumah.
" ternyata si Ardi diem diem orkay juga ya. Gak tau gw! " seru Kendi sedikit berbisik dibelakang pada Hedi dan Zaki.
" iya juga ya. Gw gak sadar. Gw pikir dia biasa aja kayak gw." Ujar Zaki
" malah yang gw tau dari Nana, keluarga malah punya perusahaan bidang minuman makanan dan hotel diJakarta. " Kendi dab Zaki menoleh pada Hedi.
" yang bener lo? " seru Kendi. Hedi hanya mengangguk lirih.
" pantes doi royal banget sama kita, gw pikir itu hasil kerja bengkelnya. Ternyata..."
" hei...ayo masuk sayang! " panggilan Widia membuat Zaki berhanti berucap. Dan mereka bertiga pun segera menyusul pada Ardi yang sudah masuk kedalam villa.
" lama banget lo pada, ngapain sih? " tanya Ardi saat menunggu teman temannya ini masuk kedalam. Ketiga temannya itu hanya tersenyum canggung.
" kenalin ini mang Maman dan istrinya Bi Erni. Mereka yang ngerawat dan jaga villa ini. Kalau kalian butuh sesuatu, pinta aja sama mereka " jelas Ardi yang masih merangkul pundak Nisha.
Mereka pun membungkuk mamberi salam pada mang Maman dan bi Erni. Setelah itu mang Maman menunjukkan kamar masing masing.
Tiap kamar untuk tiga orang. Nisha bersama Lia dan Dian. Widia bersama Riska dan Rahma.
Ardi bersama Gilang dan Rizal. Hedi bersama Zaki dan Kendi. Semua kamar dilantai dua dengan masing masing kamar mandi didalam kamar. Wooww...kamarnya keren!
Kamar cewek langsung menghadap kehalaman belakang villa ini yang juga terdapat sebuah kolam renang dan halaman yang cukup luas.
" turun yuk! Ada kolam renangnga tuh! " seru Nisha yang sudah sangat ingin merasakan kolam itu.
" ayoo! " jawab Dian dan Lia.
Mereka pun segera keluar kamar yang ternyata para cewek kamar sebelah pun berniat kehalaman belakang juga. Akhirnya semua cewek bersama sama berjalan kearah pintu yang langsung menuju halaman belakang.
Mereka semua takjub, setelah keluar berdiri disebuah pagar yang menghadapkan mereka pada sebuah pemandangan sawah yang begitu luas jauh dibawah sana. Dibawah pagar tempat mereka berdiri ada tangga yang menuju kesebuah kolam renang yang cukup luas dan sebuah bagunan tingkat dua disisi samping kolam. Dan halaman luas serta ada ayunan besi disisi satunya.
Tapi saat mereka hendak ingin turun kearah kolam, suara bi Erni menghentikan langkah mereka.
Akhirnya para cewek pun memilih untuk mengisi perut mereka dahulu sebelum menikmati kolam dan pemandangan itu, karena memang sudah menunjukan pukul sebelas siang dan perut mereka pun sudah minta diisi kembali. Dan para cowok pun ternyata sudah menunggu dimeja makan yang cukup besar, tapi hanya ada delapan kursi dimeja makan.
Ardi pun menarik kursi yang dijaganya untuk Nisha agar tak ada yang menempati. Nisha tersenyum pada sikap Ardi itu.
Ardi pun dengan sigap mengambil nasi dan lauk pauk serta tumis sayuran yang cukup banyak diatas piring yang dipegangnya. Lalu meletakkannya didepan Nisha. Ya... mereka makan dalam satu piring. Begitu juga Hedi dan Widia yang makan satu piring berdua. Sedangkan yang lain dipiring sendiri.
" oohh...eta meren nya, kabogohna si aden Ardi." Seru bi Erni saat melihat semua sedang makan dari dapur.
" he eh meren. Eta buktina dahar oge sapiring berdua kitu " ucap mang Maman.
" amis nya awewena. Lain ti awewe nu bahuela nya."
" saha kitu? " tanya mang Maman. " eta si Maya. Kabogohna den Ardi dulu." Mang Maman hanya mangu mangut setuju.
Semua benar benar menyantap makanan dengan lahap. Memang masakannya yang enak ditambah mereka memang lapar.
" abis ini, aku renang ya? " ucap Nisha disela sela makan mereka. Ardi pun mengangguk " iya, sana ".
Setelah mereka selesai makan Nisha bersama cewek lainnya kembali kekamar dahulu untuk mengganti baju mereka untuk berenang. Dian yang ingin ikut berenang pun akhirnya melepaskan jilbab yang menutupi kepalanya itu, dan memperlihatkan rambutnya yang panjang. Nisha pun memakai tangtop berwarna hitam dan celana bahan pendek warna coklat. Lia pun juga sama, dan Dian memakai kaos pendek dan celana pendek pula. Begitu jiga Riska, Widia dan Rahma.
Mereka menuju taman belakang yang dimana semua cowok sudah berada ditaman belakang melihat pemandangan sawah yang membentang luas dan duduk dikursi yang ada diteras bangunan.
Para cewek pun datang menghampiri mereka semua dan betapa terkejutnya para cowok melihat cewek mereka yang memakai tangtop dan celana pendek itu. Begitu pula Dian yang tak mengenakan jilbabnya.
" Nisha kenapa kamu pakai tangtop begini sih? " tanya Ardi yang sedikit protes saat Nisha mendekatinya. Dia tak suka Nisha memakai pakaian yang memang memperlihatkan bagian atas dada dan pundaknya begitu jelas.
" emang kenapa? Yang lain juga pada pakai tangtop " jawab Nisha santai. " ganti ahk! Jangan pakai ini, ganti pakai kaos aja. " pinta Ardi menahan tangan Nisha, saat dia hendak menyusul para cewek yang sudah menceburkan dirinya dikolam.
" gak ahk! Yang lain aja cowoknya gak papa tuh " ucapnya menunjuk pada semua cowok dibelakang Ardi yang memperhatikan cewek mereka berenang, bahkan Zaki pun ikut berenag bersama ceweknya.
" gak! Aku gak mau kamu pakai baju begini. Ganti sana! " ucap Ardi serius mendorong Nisha untuk kembali kerumah utama.
__ADS_1
" nggak mau! " sentak Nisha melepaskan pegangan tangan Ardi pada lengannya. " aku mau renang. Wewww " tambahnya lagi menjulurkan lidahnya pada Ardi dan berlari menuju kolam sebelum Ardi menahannya lagi.
" awas ya kamu Sha! " Ikut berlari mengejar Nisha. Nisha yang sadar Ardi mengejarnya, dengan segera berlari dan menceburkan tubuhnya kekolam. Semua yang ada dikolam pun terkejut Nisha masuk kedalam kolam tiba tiba. Air kolam yang cukup dingin pun membuat Nisha sedikit merinding karena menceburkan tubuhnya tiba tiba.
" Nisha " teriak Widia, Lia dan Dian bersamaan karena kaget.
" Nisha naik gak! " pinta Ardi disisi kolam.
" Ar, ayo ikutan nyebur sini! Dingin lho " ajak Zaki sambil memeluk Riska didalam sisi kolam.
" diem lo! Nisha sini kamu! " ucap Ardi mengulang pintanya. Nisha mencebikkan bibirnya mendekati Ardi. Lalu tersenyum manis menatap Ardi.
" angkat " pinta Nisha manja menjulurkan kedua tangannya dibawah Ardi. Ardi pun meraih tangan Nisha untuk mengangkatnya dari dalam kolam.
Saat Ardi menarik tangan Nisha yang begitu terasa berat, ternyata Nisha mengerjainya. Nisha menahan tubuhnya dengan kaki bertumpu pada dinding kolam, lalu menarik Ardi agar terjatuh kedalam kolam dan
Byùuurr
Hahahhahahaaa
Semua mentertawakan Ardi yang terjatuh dikolam karena Nisha.
" Nisha " teriak Ardi kesal dan mengejar Nisha.
" aahhhkkk " Nisha teriak histeris saat dirinya ditangkap oleh Ardi didalam kolam. Memeluk pinggang Nisha erat dan mengelitiknya.
" ampun kak. Ampuunn! Udah. Maaf " teriaknya menahan geli dipinggangnya.
" kamu tuh berani ya ngerjain aku! " membalikkan badan Nisha dan menatapnya.
" maaf. Bercanda! " kata Nisha mengangkat jarinya membentuk V.
" hukuman kamu gak mau ganti baju kamu ini. rasain akibatnya nih! " ucapnya seraya menangkup kedua pipi Nisha. Lalu menyatukan bibirnya pada bibir Nisha. Nisha sedikit terkejut, tapi ikut memejamkan matanya menikmati l*matan singkat dibibirnya dan berpegangan pada pinggang Ardi.
" anjiir " ucap Kendi memalingkan wajahnya saat melihat pemandangan yang membuat jiwanya meronta meronta iri. Begitu juga yang lain yang tersenyum getir
Begitu juga para cewek yang ada didalam kolam yang melihatnya terkejut bukan main dan kemudian bersorak.
" hhuuuhhhh " sambil mencipratkan air kearah Ardi dan Nisha.
Nisha pun reflek memukul dada Ardi setelah ciuman itu terlepas
" rese! Malu tau " ucapnya dengan wajah yang begitu merah menahan malu pada teman temannya.
" siapa suruh kamu gak mau ganti baju. Bikin aku gak bisa nahan buat cium kamu " ujar Ardi menggoda.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**JANGAN LUPA VOTE YA
LIKE DAN KOMEN JUGA
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**