
Tidak perlu mematikan cahaya orang lain
Hanya untuk membuat dirimu bercahaya
Pribadi yang baik akan
Akan bercahaya dimanapun
Engkau berada
* * * * *
Nisha, Lia, Eva dan Dian sudah berdiri di peron stasiun untuk menunggu kereta yang mereka naiki itu tiba setelah membeli 4 tiket menuju stasiun Kota Jakarta. Dengan masih memakai seragam batik sekolah mereka, mereka berdiri sambil berbincang dan berfoto ria untuk membagikan status di aplikasi mesenger mereka masing masing. Tak lama pun kereta ekonomi yang mereka tunggu datang dengan perlahan dan berhenti. Bagusnya tidak banyak yang menaiki kereta saat ini dan tidak terlalu penuh. Tapi saat masuk kedalam gerbong kereta itu, tak ada satu kursi penumpang yang terlihat kosong disana. sehingga mereka harus berdiri ditengah lorong gerbong bersama penampang lainnya. Tapi itu tidak mengurangi rasa senang dan riang keempat gadis remaja ini. Saling meledek dan menggoda satu sama lain yang membuat mereka tertawa bersama dan jadi sedikit pusat perhatian semua penumpang, ditambah dengan seragam yang masih mereka kenakan. Hahaha... Tak lama datang seorang kondektur meminta tiket kesetiap penumpang. Begitu juga pada Nisha, Lia, Dian dan Eva. Lalu tiket mereka dibolongi dan dikembalikan kembali.
Kadang ada saat pemberhentian tiap stasiun yang dilewati, dan ada sebuah kursi penumpanv yang kosong. Saat mereka berempat melihat kurai kosong itu tak ada dari mereka yang ingin duduk disana.
" Tuh kosong!" Ucap Lia saat melihat kursi kosong itu yang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Saling pandang satu sama lain.
" Gak ahhkk " Jawab Dian
" Gw enakkan berdiri disini, kena angin dari luar yang bikin seger " Ucap Nisha bermaksud menolak. Lia melirik Eva dan mendapak gelengan kepalanya. Tak lama kursi itu pun diduduki oleh seorang wanita paruh baya disana. Lia pun mengangkat bahunya dan mengangkat tangannya pada Eva mengajaknya untuk tos.Eva pun menyambut telapak tangan itu diudara. Mereka pun tersenyum dan tertawa bersama lagi sambil menikmati angin yang berhembus dari luar pintu gerbong yang bertiup kencang.
Setelah sekitar 30 menit lebih dalam kereta, mereka pun sampai distasiun kereta Kota Jakarta. Merka pun turun dari kereta yang mereka tumpangi. Nisha dan yang lainnya melihat sekitar sambil berjalan menuju pintu keluar jalur kereta. Banyak kereta yang berhenti dibeberapa lintasan rel kereta yang berjejer berbeda jalur. Sangat ramai. Para gadis ini melewati petugas tiket dan menyerahkan tiket mereka. Lalu berjalan keluar stasiun yang cukup ramai dan terlihat seperti daerah jaman 80 an itu.
" Terus kita lewat mana ini?" Tanya Eva saat mereka berdiri diteras depan stasiun.
" Naik angkot lagi ini?" Tambah Nisha yang melihat jalan raya yang cukup lebar dilewati mobil satu arah ke arah barat.
" Gak usah! " Jawab Lia " Kita jalan kaki aja. Gak jauh kok dari sini. Kan lebih menantang kalau kita jalan kaki!" Tambahnya.
" Lebih menantang apa lebih ngirit ongkos?" Tanya Dian menyindir. " Hehehe...ya dua duanya. Kan lumayan bisa buat beli minum!" Ucap Lia mengangkat alis keatas berulang sambil merangkul pundak Nisha yang ada disebelahnya.
" Ya udah. Ayo buruan jalan. kemana ini?" tanya Nisha. Lia pun menunjukkan kemana arah yang harus dilewatinya untuk sampai ke museum Kota Tua. Mereka berjalan bersama disisi jalan raya yang arahnya melawan arus lalu lintas satu arah itu. Berjalan sekitar hampir 1Km itu. Lia dan Eva jalan berdua didepan, sedangkan Dian dan Nisha berjalan bersama dibelakangnya.
Saat dijalan Nisha mencoba mengambil benda pipih persegi miliknya didalam tas ranselnya. Saat dia menemukannya dan mengeluarkannya, sudah ada pesan masuk dan 10 panggilan tak terjawab dilayar benda pipihnya itu. Nisha pun membuka kotak pesan online itu, dan ternyata Ardi yang mengirimi pesannya.
📩 Sha, kamu mau kemana itu? kok distasiun?
Isi pesan Ardi saat melihat foto status yang dipanajang Nisha di aplikasi Wahtsapp nya.
📩 Sha, kamu kok gak jawab telpon aku? kamu mau kemana sih itu? jangan main jauh jauh lho! Jangan macam macam!
Ardi juga yang sejak tadi menelpon Nisha berkali kali dan tidak dijawab Nisha.
__ADS_1
" Lo kenapa Sha?" Tanya Dian saat melihat raut wajah Nisha yang sedikit terkejut itu saat melihat layar Hapenya. " Kak Ardi telpon gw dari tadi. Nanyain gw mau kemana? Dia liat foto DP kita di Wathsapp " Ujar Nisha. Dian hanya beroh ria saja.
Nisha pun membalas pesan Ardi dan mengatakan bahwa dia bersama Lia, Dian dan Eva pergi ke Kotu dan meminta jemput nanti saat mau pulang di rumah Lia. Ardi pun jawab iya dan menyuruhnya untuk tidak pulang terlalu sore.
Setelah berjalan agak lama, mereka berempat pun sampai disebuah pelataran besar dengan banyaknya pengunjung yang sedang bersantai ditengah tengah halaman Kota Tua itu. Pelataran dari sebuah gedung dengam bangunan kuno jaman penjajahan dulu yang berfungsi sebagai balai kota batavia dulunya dan kini menjadi musium batavia kota atau sering disebut musium fatahila. Dan juga banyak bangunan tua pula yang serupa disekeliling pelataran itu.
Banyaknya pengunjung siang menjelang sore ini yang sedang menikmati pemandangan dan suasana dari tempat kuno ini, ada juga beberapa pantomin dan penyewaan sepeda ontel. Banyak pula yang masuk kebeberapa Musium yang ada disekitar itu.
" Kita ngapain dulu ini?" Tanya Eva yang berjalan didepan bersama Lia.
" Terserah " Ucap Nisha dan Dian bersamaan. " kita masuk musium fatahila dulu yuk!" Ajak Lia. Dan Eva , Nisha dan Lia pun mengiyakan itu.
Merekq pun akhirnya masuk kedalam musium tua itu. Melihat lihat gambaran sejarah kota jakarta pada jaman dahulu dan saat terjadinya perang di kota tua ini. Dari peristiwa pra sejarah sampai masa penjajahan dijakarta dan masa kemerdekaan setelahnya semua digambarkan dengan replika miniatur dan gambar serta suara. Mereka melihat semuanya dari lantai bawah sampai lantai dua. Berkeliling didalam museum itu sampai bangunan samping dan belakang. Juga kesebuah bagunan bawah tanah yang biasa digunakan untuk penjara para tahanan jaman dulu. Gelap dan lembab dengan tinggi ruangan hanya tidak sampai 2 meter saja, sehingga mereka berempat harus sedikit merunduk untuk melihat dalam penjara itu.
" Serem juga yaa!" Ucap Nisha saat melihat kondisi penjara itu.
" Disini ada setannya gak ya?" Ucapnya tiba tiba dan mendapat tatapan dari Lia dan Dian yang meletakkan jari telunjuknya dibibir.
" Awas lho! Didenger " Ucap Eva yang berjalan disamping Nisha. Nisha langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Mereka juga melihat banyak turis yang datang melihat museum ini. Tapi tak ada dari mereka berempat yang mau menegur sapa dengan dua bule yang sedang duduk ditengah taman dalam museum itu. Hanya melihatnya dan senyum senyum manis saja kearah para bule asing itu.
setelah selesai melihat isi museum sejarah jakarta itu, mereka berempat pun keluar kembali, menikmati sore dipelataran halaman museum. Setelah membeli minuman pada penjual minumann keliling, Nisha, Lia , Dian dan Eva pu duduk pinggir halaman museum itu, memilih tempat yang tidak begitu banyak orang bersantai disana. Dekat dengan sebuah meriam yang dipajang didepan halaman museum. Mereka duduk disana santai menikmati menunggu sore dan suasana disana. Tak lupa juga mereka melakukan berfoto ria.
" Eehh...ada yang ngeliatin kita kayaknya dari tadi deh!" Ucap Dian melirik pada para pemuda itu. Nisha , Lia dan Eva pun melihat kearah mata yang dituju Dian.
" Biarin aja sih! mata mereka mau liat kemana kek! Bukan urusan kita " Ucap Eva kembali memakan cemilan yang mereka bawa.
Nisha dan Lia pun ngangguk ngangguk saja sambil memasukkan keripik singkong kedalam mulutnya. Dian lalu mengkat kedua bahunya bermaksud ya sudahlah!.
Setelah dirasa waktu sudah semakin menurunkan matahari diufuk barat, sudah puas berkeliling dan berfoto foto dengan para badut, pantomin dan sekitar.
mereka pun memutuskan kembali pulang, dengan melewati jalan yang sama saat mereka berjalan kaki, dan kini berjalan menuju stasiun Kota.
" Eehh...laper nih! Makan apa yaa?" Ucap Nisha saat berjalan didepan Dian dan Eva sambil memegang perutnya.
" Makan apa? Duit gw sekarat ini, belum lagi ntar buat ongkos naik angkot dari rumah Lia!" Ucap Eva mengeluh menunjukkan sisa uang yang ada disaku baju seragam batiknya.
" Sama " Tambah Dian yang merasa senasib dengan Eva. Nisha pun memasang wajah melasnya menahan lapar.
" Ya udah. Ntar makan mie instan aja dirumah gw sebelum pulang. Mau?" Ucap Lia menawarkan jalan baiknya.
" Ya udah...gw mau!" Ucap Dian. Eva pun mengangguk dan Nisha pun mengiyakan pula.
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam stasiun. Membwli empat tiket dan menunggu kereta yang membawa mereka kembali pulang ketujuan statiun dekat rumah Lia setelah puas bermain hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**UDAH HARI SENIN LAGI NIH!!
JANGAN LUPA UNTUK VOTE YAA🤗🤗
JUGA LIKE DAN KOMENNYA
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA❤
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**
__ADS_1