
" Imel...lo pikirin lagi dah keputusan lo? " Ucap Iren yang duduk dihadapan Imel.
" Gak...gw dah yakin kok! " Kata Imel tegas
" Ya udah sih kalau dia emang maunya begitu, tinggalin aja ! " tambah Yani
" Emang dari awal gw dah ragu jalananinnya. Mungkin emang harus sampai sini aja. "
" Imel....." Ucap Nisha yang datang menghampiri Imel, Isti, Yani , Arin dan Iren yang sedang bekumpul dan saling menatap satu sama lain.
" Ada yang mau gw jelasin sama lo ? " Pinta Nisha.
" Gak perlu kok Sha. Gw dah ambil keputusan, gw bakal tinggalin dia..." ucap Imel yang sambil berdiri meninggalkan Nisha dan teman temannya.
Hati Nisha bagaikan disiram hujan yang amat sangat lebat dan kencang saat mendengar kata Imel.
Nisha mengikuti Imel dibelakang, juga Iren dan Isti.
" Lo ga bisa ngelakuin itu Mel ? " sambil menarik satu tangan Imel, menahannya saat berjalan menuju pintu keluar kelas.
" Ardi sayang banget sama lo Mel. Gu...gw yang salah udah hubungin nomor dia diem diem. Tapi sumpah!!, gw gak ada hubungan apa apa sama dia, cuma sebatas temen curhat dia aja, Mel ! " Ucap Nisha yang masih memegang lengan Imel dengan mata yang sudah berkaca kaca dan menggelengkan kepala.
" Gw mau putusin dia bukan karna lo Nisha " melepaska genggaman tangan Nisha perlahan. Nisha hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya.
" Dulu kan waktu gw cerita, lo lo pada yang nyaranin gw terima dia, buat jalanin nyaman apa gak!. Tapi gw rasa, selama hampir tiga bulan ini gw sama dia, gw gak ngerasain apa apa. Jadi gw pikir sampai sini aja..." Ucap Imel memunggungi Nisha dan dua temannya yang masih berdiri di samping Nisha.
" Tapi, Mel. Ardi masih berharap sama lo. Ardi sayang banget sama lo..."
" Klw dia sayang sama Imel, kenapa dia smsan sama lo kayak gitu Sha?? " Tanya Isti ketus sedikit mendorong pundak Nisha.
" Itu sms cuma ungkapan hati dia buat Imel. Itu puisi dia tulis semua buat Imel. Dia telpon gw juga cerita soal Imel, nanyain Imel. " Tegas Nisha dengan suara tinggi dihadapan Isti
" Terus kenapa dia kirim nya ke lo, bukan ke Imel ? " Tanya Isti lagi berusaha memojokkan Nisha.
" Tanya Imel?? " sambil menunjuk ke arah Imel yang masih diposisi semula. Tapi langsung berbalik menatap Nisha.
" Apa pernah dia bales sms Ardi yang cuma nanya basa basi? Apa pernah dia ngangkat telpon Ardi langsung? " ucap Nisha dengan badan sedikit gemetar, memandang Imel yang sedikit memundukka kepalanya
" Apa lo tega, nyakitin hati orang yang sayang banget sama lo, Mel? "
Memandang Imel yang sudah membalikkan badannya ke arah berlawanan. Isti dan Iren pun menunggu.
" Karena itu, gw gak mau terus nyakitin hati dia. Gw tetap bakal ninggalin dia. " Ucap Imel lalu berjalan keluar kelas di ikuti Isti.
__ADS_1
" Melll..." panggil Nisha yang tertahan oleh Iren yang memegang pundaknya dan menggelengka kepala bermaksud ' sudah lah biarin aja '. Iren berjalan menyusul Imel bersama Yani dan Arin yang sudah ada di belakangnya.
Nisha berdiri lesu dan mata sendu di depan kelas yang agak sepi, karena memang waktu jam istirahat banyak yang keluar kelas untuk makan. Tapi tidak untuk Lia, Dian dan Eva yang dari awal memang menunggu Nisha di kursi mereka sambil mendengarkan dan melihat yang terjadi. Ada juga teman yang lain yang memperhatikan dari tadi, tapi tidak mereka hiraukan.
Lia, Eva dan Dian berjalan menghampiri Nisha yang masih mematung di depan kelas saat iren dan yang lain terlihat meninggalkan Nisha.
Nisha menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menunduk. Menutupi kesedihan dan kegundahan hatinya memikirkan apa yang akan terjadi pada Ardi nantinya.
Puuukkk
Nisha terkejut melepaskan dekapan tangannya saat pundaknya dipukul Dian disebelah kiri dan menoleh ke kanan saat mendapat rangkulan oleh Lia.
" Udah...jangan dipikirin. " ucap Dian menenagkan
" Tapi...Imel bakal mutusin Ardi. Dan itu gara gara gw!! " Masih merasa bersalah
" Kan dia bilang bukan karena lo, Sha. " ucap Lia
" Tapi tetep aja karena gw. Klw aja gw hapus semua puisi Ardi itu. Pasti Imel saat ini gak berfikir bakal ninggalin Ardi " Ujar Nisha melas.
" Iaa..karna gw juga yang salah. Kalau gw gak nitipin Hp lo sama Imel, gak bakalan dibaca Imel " ucap Eva menyesal yang langsung mendapat cubitan dari Lia Dan Dian
" Jangan nambahin lagi apa? " kata Lia menatap tajam mata Eva. Eva tersadar langsung menutup mulut nya dengan tangan.
" Yaaa...bukan salah lo juga Sha. Lo mau nutupin ini kayak gimana dan sampai kapan juga pasti bakal ketauan juga. Berarti, emang udah waktunya ke buka sekarang aja..." ujar Dian sambil mengajak Nisha dan yang lain berjalan keluar kelas.
" Mending sekarang kita ke kantin yuk, lapeer tau ! " ucap Lia yang masih merangkul pundak Nisha sambil berjalan.
" Terus nanti Ardi gimana? " sambil memamdang Lia dan Dian bergantian
" Itu udah bukan urusan lo lagi Nisha..." ucap Lia mencubit pipi cubi nya.
" Iaa...itu urusan Imel dan Ardi sekarang. Lo jangan ikut campur lagi. " ucap Eva " Urusan lo dah sampai sini aja! "
" Dan sekarang urusan kita tuh cari makaaannn !!! " ucap Dian " Entar keburu jam istirahat abis "
Seketika mereka melihat jam di pergelangan tangan dan terkejut.
Tap tap tap tap tap
" Ayoo ahhkkk... buruan!! " teriak Eva sambil berlari dan dikejar oleh Dian, diikuti Lia yang berlari menarik tangan Nisha dengan kencang.
" Wooyy...tungguin "
__ADS_1
" Aduuhhh...Lia..."
Merekapun berlarian di lorong koridor menuju kantai.
Aku pamit
Maaf
Jika aku pernah salah padamu
Aku tak ingin ada yang terluka dan tersakiti
olehku...
Harus ku Akui, kamu memang yang TERBAIK
TAPI BUKAN UNTUKKU...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Jangan lupa ya untuk π dan π rate nya
β€ nya juga ya untuk up selanjutnya
__ADS_1
Komen berupa kritik dan saran juga dibutuhkan jika readers berkenan
Terima kasih sudah membacaπ€π€π