Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 54


__ADS_3

Maaf kalau selama ini aku


Kurang perhatian sama kamu


Karena aku sedang bingung


Ngebagi waktu antara


Ngangenin kamu


Sama mikirin kamu


* * * * *


Mata Nisha membulat melihat sosok pria yang langsung berdiri dari duduknya saat melihat Nisha datang dan memandangnya dengan senyuman.


Diaa...


" Kak Eric " Nisha mengerutkan dahinya melihat pria yang kini berdiri didepannya.


" Hai Nisha " Sapa Eric mengulurkan tangannya dan disambut oleh tangan Nisha yang juga mengangguk


" Haii " Masih tak percaya atas kedatangan cowok yang belum sepenuhnya dia kenal. Apalagi cowok ini masih berkaitan dengan Ardi dan Imel itu.


Nisha pun duduk bersebrangan dengan Eric. yang sebelumnya, Nisha sudah mengambilkan minum terlebih dahulu untuk Eric.


Mereka masih dalam mode diam saling memandang. Nisha masih mengerutkan dahinya, banyak pertanyaan dibenaknya yang belum dikeluarkan. Eric hanya memandang Berfikir dalam hati masing masing. Entahlah!


" Kok, Kak Eric tau rumah Nisha?" Tanya nya masih penuh keheranan.


" Itu gak penting, aku tau dari mana alamat kamu. Yang penting sekarang aku dah ketemu kamu. " Nisha semakin mengerutkan dahinya makin dalam.


kalau dia tau dari Imel, gak mungkin. Imel gak bakal ngasih alamat aku ke pacarnya sendiri. Buat apa?


Kak Ardi, temen kampusnya. Tapi makin gak mungkin Kak Ar ngasih alamat aku sama cowok, walaupum itu temennya. Sama kendi aja suka jeleus, Apa lagi ngasih alamat aku.


Terus dappat dari mana alamat aku?


" Terus mau ngapain kesini?"


" Ya main aja. Gak boleh?" menyenderkan punggungnya disofa dan menaiki satu kaki yang bertumpu pada pahanya. Dan melipat kedu tangannya didada.


Kalau dilihat dlihat, dia emang manis. Walau gak secantik Imel. Wajahnya gak bosen dipandang. Badannya juga bagus walau gak begitu tinggi. Pantes Ardi lebih milih dia dari pada Imel.


" Kan waktu itu, saat terakhir kita ketemu. Saat gw nganter lo kerumah temen lo. Lo bilang sendiri kan. Kita bisa ketemuan lagi nanti "


" Sekarang dah ketemu kan. Walau aku gak tau kamu dapat alamat aku dari mana? "ucap Nisha ketus. Nisha sebenarnya engggan menanggapi cowok yang duduk didepannya ini. Apalagi dia takut kalau cowok ini pacar Imel. Pasti akan terjadi ribut lagi masalah cowok. Nisha tidak mau ambil resiko.


" Lebih baik sekarang Kak Eric pulang. Nisha mau belajar dulu. Ada tugas sekolah yang belum selesai. Apalagi kalau Imel tau Kakak main kerumah saya, takutnya nanti ada salah paham lagi antara saya sama Imel. " Ucap Nisha seraya berdiri dari duduknya.


Tapi tangan Eric sudah mencengkram lengan Nisha yang berniat meninggalkannya kedalam rumah.


" Gw sama Imel gak ada hubungan apa apa, asal lo tau Nisha. Dia cuma anak dari temen bokap gw. Dan kita cuma berteman. Sama kayak niat gw datang kesini. Cuma mau berteman sama lo." Ucapnya seraya menganggukkkan kepalanya, Agar Nisha mau kembali duduk dikursinya. Nisha menepis pelan tangan Eric yang masih mencengkram lengannya. Lalu kembali duduk.


" Lo mau kan jadi temen gw. Kayak gw sama Ardi. Kayak gw yang nganggap Imel itu adik gw sendiri.?" Eric menaikan alisnya berulang pada Nisha.


" Jawab jujur dulu. Kamu dapat alamat aku dari mana?" tanya Nisha masih dalam penasarannya. Eric menegakkan badanya dan tersenyum.


" Buat gw, cuma nyari alamat rumah lo tuh gampang! Apalagi gw punya nomor Hp lo kan" Nisha mengerutkan dahinya lagi.


" Gw punya temen hecker. Jadi gw bisa ambil data lo serta alamat rumah lo dari ngecek nomod Hp lo. Udah tau kan sekarang " Ucap Eric berbohong, Yang padahal dia mendapat alamat Nisha memang dari Imel yang memberitahukannya. Eric meminum Teh yang ada diatas meja sambil tersenyum melirik Nisha.


Nisha hanya ber oh tanpa suara. Hening sesaat.


" Nisha, aku lapar. Belum makan nih?" Ucap Eric setelah melwtakkan kembali gelas tehnya dimeja. Nisha mngerutkan dahi lagi dan lagi.


" Lah terus! Kalau lapar ya makan, Kenapa harus ngadu sama aku?"


Ceh!! Eric berdecak kesal mendengar ucapan Nisha.


" Kamu gak punya makanan apa didalam?" Nisha membuka mulutnya sedikit agak terkejut


Nih cowok gak tau malu banget sih! Baru main dah minta makan aja.

__ADS_1


" Gak ada. Ada cuma mie instan. Mau?" Ucapnya menggelengkan kepala.


" Gak ahkk." Ucapnya menolak terang terangan.


" Temenin aku yuk. Cari makan diluar. Mau ya?"


" Gak ahhkk. Aku banyak tugas yang belum selesai. Lagian ini dah malam juga." Ucapnya berusaha menolak.


" Baru juga jam berapa?" melihat jam yang melingkar dilengannya


" Baru jam 7.32. Masih banyak waktu ntar buat lanjutin tugas kamu. Nemenim aku makan paling cuma setengah jam." Bujuk Eric


" Aku gak mau. Udah kamu balik aja. Makan dirumah kamu kan bisa "


" Ayolah...Atau gw harus ngomong dulu sama orang tua lo buat minta izin keluar bentar. " berdiri dari duduknya


" Hee...jangan !!" Menarik tangan Eric untuk mencegahnya.


" Kamu apa apaan sih!" melepaskan pegangannya saat Eric menatapnya dan melihat pergelangan tangannya.


" Ya maka. Ayo temenin gw makan. " Nisha mulai menekuk wajahnya kesal pada cowok didepannya ini. Terdiam.


Wajahnya kenapa makin manis saat cemberut seperti itu ya. hahaha


" Kalau kamu masih gak mau juga. Apa harus aku telpon Ardi juga buat ijin sama dia dulu " Mengeluarkan Hp dari saku celananya.


Nisha membulatkan matanya mendengar ucapan Eric dan melihatnya memegang benda pipih itu.


Apa yang mau dia lakukan? Kak Ardi pasti marah sama aku kalau tau semua ini.


" Ok...Baiklah!" Ucap Nisha lantang memejamkan matanya.


Gw tau lo gak mau Ardi tau ini. Dan pasti gak bakal nolak gw.


Eric pun tersenyum puas dan kembali memasukkan Hp miliknya kesaku celananya.


" Nah gitu dong! Ayo kita keluar cari makan " Ucapnya penuh semangat. Nisha memicingkan matanya.


" Iya " Eric mengangguk senang.


Nisha pun masuk kedalam rumahnya meminta izin pada orang tuanya untuk keluar sebentar dan sekalian mengambil jaket untuk dirinya.


Setelah itu, Nisha pun keluar mencari makan bersama Eric menggunakan motor sport yang dulu juga pernah Nisha naiki saat kerumah Eva.


Nisha duduj tegak dijok motor yang sedikit menurun itu. Eric hanya tersenyum melihat Nisha yang duduk dan berpegangan pada jok sampingnya. Tapi Eric cuek saja tak ambik pusing. Dia tau Nisha cewek yang pemalu untuk pertama kenal. Tapi jika sudah kenal, Nisha sebenarnya llebih gampang didekati.


Eric akhirnya masuk kesebuah parkiran rumah makan yang berkonsep makanan steak yang merakyat. Yang cukup banyak tersebar diJakarta. Kalian tau lah!


Eric pun mengajak Nisha masuk berjalan sejajar. Eric menarik salah satu kuris dan mempersilahkan Nisha untuk duduk lebih dahulu dengan membukukkan sedikit badannya.


" Silahkan nona " Nisha sedikit tersenyum melihat perlakuan yang diberikan Eric.


" Terima kasih " ucapnya lalu duduk dikursi itu. Lalu Eric berputar duduk dikursi depan Nisha. Mata Nisha masih melihat sekeliling ruangan yang cukup besar ini dengan dinding kaca yang transparan terlihat keluar area parkir.


" lo pesan apa?" Tanya Eric sambari memegang buku menu.


" Aku masih kenyang. Tadi sudah makan dirumah. Kamu aja yang makan, aku disini nemenin aja. " ucap Nisha melipat kedua tangan diatas meja.


" Gw gak mau gitu! Lo harus ikut makan juga. gw gak bakal makan kalau lo gak makan?" ucap Eric meletakkan kembali menu itu dimeja dan memalingkan wajahnya. Nisha mengerutkan dahinya. Nih cowok nyebelin banget sih! Apa apa maksa mulu.


" Ya udah! Gw pesen kentang goreng aja sama juice alpuket " Ucap Nisha mengalah. Dia ingin segera tak berlama lama dengan cowok didepannya ini. Dia merasa kurang nyaman. Apalagi dia takut jika Ardi nanti tau.


Eric pun tersenyum puas. Lalu memesan pesanan Nisha dan sebuah steak danging untuknya dan juice jeruk. Tak menunggu lama pesanan mereka pun datang. Nisha memakan kentannya sambil bermain Hp miliknya. Eric pun memakan steaknya sambil terus memandang Nisha yang kadang senyum sendiri saat melihat layar Hpnya.


Nisha 📤 kak Ar kok gak ada kabar?


Ardi📩 Oohh maaf Sha...aku lupa ngasih kabar. Sibuk ngurus keperluan Ibu untuk dirumah sakit🤗😘


Nisha 📤 Ooohh...tapi Kak Ar udah makan kan?


Ardi 📩 udah kok sayang 😘


kamu lagi pain?

__ADS_1


Nisha memutar bola matanya, bingung harus membalas apa. Berkata jujur atau harus disembunyikan.


Nisha 📤 lagi nemenin Ibu diminimarket🤗


Ardi 📩 nanti malam aku vicaĺl ya. Kalau sekarang lom bisa hubungin kamu. Gak papa kan?😊


Nisha 📤 iya...ya udah. Aku tunggu nanti malam.


Ardi 📩 Ok...bye sayang ❤


Nisha 📤 ❤😘


Eric terus memandangi Nisha yang penuh senyum tanpa Nisha sadar.


" Pasti Ardi ya, Yang bikin lo senyum dari tadi!" Ucap Eric menyatukan telapak tangan diatas meja menunpu dagunya.


" Hahh...Iya" Nisha terkejut saat ternyata Eric memperhatikannya. Lalu meminum juice nya menghilangkan rasa canggungnya karena tatapan mata Eric


" Kok bisa lo jadian sama Ardi? Kan dia mantan temen lo sendiri ?" Akhirnya Eric menegeluarkan pertanyaan yang sudah sering dilontarkan untuknya.


" Apa aku salah kalau yang aku suka itu mantan temen aku sendiri? " ucap Nisha agak tegas


" Ya enggak sih. Tapi apa lo gak mikirin perasaan Imel juga?" Eric menyenderkan tubuhnya disenderan kursi. Nisha terdiam dan merunduk. Memang dia tidak memikirkan perasaan Imel saat itu dan sekarang. Tapi Nisha juga tau bahwa Imel juga tidak memikirkan perasaan Ardi waktu itu. Jadi dia juga tidak begitu memikirkan perasaan Imel. Tapi dia tetap tak bisa menjawab pertanyaan Eric itu.


" Kenapa lo gak jadi pacar gw aja sekarang? Lo tinggalin Ardi aja!"


Nisha membulatkan matanya mendengar perkataan Eric yang terucap dengan santainya.


ERIC



KHANISHA



ARD**I**



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**Jangan lupa untuk 🖒, VOTE dan 🌟 rate


❤ nya juga untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran sangat diharapkan jika readers berkenan.


Terima kasih sudah membaca🤗😘


Mohon dukungannya😊😘**

__ADS_1


__ADS_2