Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 13


__ADS_3

Di sebuah kamar dengan warna dominan hijau tosca dan putih. Disana Nisha sedang asik dengan benda pipihnya yang diletakkan di salah satu kupingnya sambil tiduran di pinggir kasur. Yaa, sudah satu jam yang lalu Nisha telponan dengan Ardi. Sedangkan Yuni adik Nisha juga asik dengan hpnya di sebalah.


Nisha bercerita saat dia datang menjeguk Imel dengan teman temannya dan melihat Ardi sekilas. Juga cerita tentang teman temannya yang tau soal Ardi dan Imel. Ardi pun bercerita seputar kuliahnya di kampus yang sangat memusingkan. Karena sebenarnya, Ardi termasuk anak yang malas belajar di kelas tetapi saat dia sudah sekali belajar serius saat ujian dia akan mengingat nya terus, dan akan mendapat nilai tinggi dalam ujian. Waahh pinter yaa.


" Oohh ya Ar, gw belajar bikin puisi. Apa lo mau dengar puisi gw?? " Tanya Nisha dengan semangat.


" Ooh yaa? Memangnya bisa? " Ucap Ardi dengan sedikit tertawa.


" Coba, gw dengerin ! "


" Dengerin yaa..." Mengubah posisinya duduk di kasur dengan tegap. Ardi pun di ujung telpon sudah siap mendengar sambil bersender di atas kasur.


" Saat malam, aku memandang bulan, lalu bulan berkata padaku ' jika teman kamu tidak sms atau telpon kamu, mengapa kamu tidak meninggalkannya? ' lalu...aku melihat bulan dan berkata ' hai bulan, pernahkah langit meninggalkan kamu ketika kau tak lagi bersinar. " Ucap Nisha lantang dengan sedikit gaya membaca bahasa sajak.


" Sudaahh...."


Yuni pun yang mendengar kan Nisha di sebelah langsung terduduk membulatkan mata dan sedikit membuka mulutnya.


" Waahh...kakak bisa puitis juga yaa? " Ucap Yuni sembari mendapat lemparan bantal oleh Nisha " Diem lo ! " ketus Nisha dengan suara pelan dan telunjuk mengarah ketengah bibir.


" Bagaimana Ar ? " tanya Nisha


" Lumayan bagus " Jawab Ardi datar tapi tetap tersenyum kecil di ujung bibir. Sedangkan Nisha memajukan bibirnya kedepan saat mendengarnya


" Tapi...Apa makna puisi lo itu? " Tanya Ardi


" Oh...itu. Artinya, walau suatu saat kamu lupa sama aku, gak hubungin aku, aku akan selalu ada disini buat kamu kapan pun kamu


datang. " Ucap Nisha lembut sambil tersenyum. Dan mendapat ' ciieee ciieee ' dari Yuni.


" Ok...siaap " jawab Ardi

__ADS_1


" Dan ini buat lo, Khani.! " , " Karena pada dasarnya, bintang gak pernah ninggalin langit malam, walaupun langit malam jatuh cinta nya pada bulan . " ucap Ardi lembut dan membuat senyum Nisha mengembang disana.


" Iyaa..iyaaa..." ucap Nisha


" Emang lo ngerti maksudnya ? " tanya Ardi


" Yaaaaaa...pokoknya bgitu lah. " sambil memiringkan kepalanya dan tangan menyentuh tekuk lehernya. Obrolan pun trus berlanjut sampai mata Nisha terpejam sendiri walau sambungan telpon terus berjalan.


" Ni...Khani..." Panggil Ardi yang masih berkutik di depan laptop mengerjakan tugas kuliahnya sejak tadi.


" Hahhh hahaha...dia pasti udah tidur ! " ucapnya yang mengetahui tidak ada jawaban diujung telpon


" Selamat malam Khani...Mimpi indah yaa "


*******


Hari berlalu tanpa terasa. Hari paling sibuk dimana semua orang sejak pagi sebelum matahari bersinar terang. Nisha sudah berangkat ke sekolah lebih awal karena tidak mau terlambat untuk mengikuti upacara bendera di tiap hari ini.


" Eva, lo hari ini jaga stand kantin yaa? " tanya Nisha yang sedang sarapan nasi bungkus dengan Dian di dalam kelas.


" Iyaa...sama Irene " jawab Eva singkat yang juga ikutan makan. Begitu juga Lia yang ikutan makan.


Triiinnggg...Triinnggg...Triiinnggg...


" Gw duluan yaa mo nyusul Iren " menyudahi makannya lalu berlari keluar kelas. Nisha , Lia dan Dian hanya mengelengka kepala melihat Eva.


Semua siswi berhamburan keluar kelas menuju lapangan untuk upacara bendera. Saat berjalan, Nisha dan Lia berhenti di stand menunggu siswi siswi yang menuruni tangga yang sedang ramai.


" Lah...Mel. Lo ngapain duduk di bawah ? " tanya Lia yang melihat Imel berjongkok di belakang etalse dan bersandar di tembok pagar korodor yang cukup tinggi. Kanan kiri Imel ada Eva dan Iren yang tugas jaga Stand, tidak ikut upacara.


" Ssttt...Gw gak bawa topi " jawab Imel sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir. Yang lain hanya senyum senyum melihatnya.

__ADS_1


' Dasarr '


" Va, gw nitip hp ya sama lo ? " Pinta Nisha sambil memberi hpnya pada Eva


" Yaa...sini " mengambil hp itu dari tangan Nisha.


Nisha dan Lia serta tiga orang temannya yang tadi ikut berhenti di stand bergegas menuruni tangga yang sudah sepi menuju lapangan upacara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa yaa untuk πŸ‘ dan 🌟 ratenya


❀ nya juga ya untuk up selanjutnya

__ADS_1


Komen berupa kritik dan saran juga boleh jika readers berkenan


Terima kasih sudah sempat membacaπŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2