Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 24


__ADS_3

Aku mungkin bukan satu satunya


Bintang dilangitmu.


Tapi aku ini bintang yang selalu berusaha bersinar lebih terang agar kau perhatikan


walau sebentar.


* * * * *


Ardi memarkirkan motornya yang kempes didepan ruko bengkelnya. Bersama Dono dibelakangnya. Setelah kembali mengantarkan Nisha pulang, Ardi terpaksa mengendarai motornya dengan ban yang kempes.


Greeeekkkk


" Ayo masuk dulu " Ajak Ardi pada Dono untuk masuk kedalam bengkel setelah pintu roling dibuka.


" Lo mau nginep apa mau pulang aja "


" Gw tidur sini aja dah, males pulang jadinya gw. Lagian, lo masih utang cerita sama gw "


Dono mandorong masuk motornya kedalam bemgkel setelah motor Ardi Masuk. Setelah menutup kembali pintu roling, mereka naik kelantai dua kekamar Ardi. Dono langsung menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur. setelah membersihkan diri, Ardi ikut merebahkan tubuhnya disebelah Dono.


" Lo mandi malam malam, Ar "


" Kaga lah!! Gw cuma cuci muka sama sikat gigi. Rematik nanti gw mandi air dingin malam gini "


" Sekarang lo cerita, siapa tadi tuh cewek ?"


" Dia itu Khanisha. Temennya Imel yang waktu itu sering telponan sama gw. " ujar Ardi.


Ardi pun menceritakan semuanya pada Dono yang belum diketahui oleh semua temannya.


Karena waktu semakin malam, Dono pun sudah terlelap. Sedangkan Ardi masih berkutik dengan benda pipih perseginya sambil tiduran. Setelah itu meleletakkannya di samping kasur. Dia Mulai memejamkan matanya. Tapi, tiba tiba bayangan wajah Nisha terlintas dipikirannya. Senyum gadis itu sangat terlihat indah dan membekas diingatannya. Padahal ini petama kalinya mereka bertemu.


Matanya yang baru terpejam, akhirnya terbuka lagi. Ardi tersenyum saat memorinya mengigat saat tadi dia memeluk Nisha.


Tiba tiba dada nya berdegup kencang. Ardi tersenyum terus sambil memijat pelipisnya.


" Oohh...shirtt!! Kenapa jadi kebayang dia terus sih !!!" Gumam Ardi pelan.


Melirik Dono yang ada disampingnya. Dan mulai memejamkan matanya lagi dan mulai terlelap karna memang rasa kantuknya yang sudah menyerang.


* * * *


Suasana dikelas pagj hari ini sedikit riuh, hari ini tidaknada kegiatan belajar normal seperti biasa. Setelah selesai ujian semester minggu lalu, minggu ini murid murid belajar bebas dan hanya untuk murid murid yang melaksanakan HER atau perbaikan nilai ujian yang mendapat nilai dibawah standar.


Eva sedang duduk dikursinya bersama Lia, Tak lama Dian baru datang dan menaruh tasnya di atas meja.


" Eh...Lo pada tau gak.?" tanya Eva


" Kagak " jawab bersamaan Lia dan Dian,


Eva langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal. Lia dan Dian lalu tertawa kecil.


" Cerita aja belom lo, gimana kita tau " Eva nyegir mendengar kata Dian


" Semalem, si Nisha maen kerumah gw " ucap Eva santai


" Tumben dia maen malam malam? " tanya Lia mengerutkan dahinya


" Makanya. Dan lo pada mau tau dia main sama siapa ?" ucap Eva memajukan kepalanya. Dian dan Lia ikut memajukan kepala mereka seraya penasaran.


" Siapa ?"


" Ardi. Mantanya Imel "

__ADS_1


" Hahhh..." ucapnya bersamaan


" Yang bener lo ?" Tanya Dian dan eva menganggukkan kepalanya


" Kok bisa ?" Lanjut Dian. Dan mereka kembali duduk seperti biasa.


" Berarti dia udah ketemuan dong ?" Tanya Lia


" Ya iyalah dah ketemuan, makanya dia kerumah gw berdua. " ujar Eva


" Terus ngapain aja tuh bocah dirumah lo ?" Tanya Lia


Eva pun menceritakan semua yang terjadi pada dua temannya itu. Tapi belum mendapat penjelasan jelas antara Nisha dan Ardi yang telah bertemu, begitu juga Eva. Tak lama, dari arah pintu kelas masuk sosok yang sedang mereka bicarakan.


" Tuh bocahnya " Ucap Dian yang melihat Nisha berjalan mendekat.


Eva yang duduk di kursi Nisha, berdiri lalu pindah kekurisnya disebelah Dian debelakang kursi Nisha.


" Pada kenapa lo, liatin gw begitu !" Tanya Nisha yang mendapat tatapan dari teman temannya. Lalu duduk dikursinya dan meletakkan tas diatas meja.


" Kebiasaan lo dateng telat mulu " sindir Lia.


" Ya elah. Gak belajar ini, Li. Belom bel juga " ucap Nisha.


" Eehh...sekarang cerita lo? Sejak kapan lo ketemu sama Ardi ?" Tanya Dian


" Pasti Eva yang cerita " ucap Nisha


" Ya iyalah. Gw juga kan mau denger cerita lo." Tutur Eva


Triiinnggg triiinggg


" Yah, udah bel " Ucap Nisha


" Gak usah ngindar lo, Gak ngaruh bel mah. Kan enggak belajar. Gurunya juga lagi pada sibuk. " ujar Dian


" Waahhh...kayaknya bakal ada yang pedekatean nih !" Seru Lia mengangkat kedua alisnya kepada teman temannya itu. Nisha hanya tersenyum kecut.


Nisha pulang krumah saat sore hari. Walau sekolah dipulangkan cepat, tapi Nisha dan teman temannya pasti mampir main kerumah eva seperti biasa.


Sampai drumah, Nisha melakukan pekerjaan rumahnya seperti biasa. karena memang drumahnya, hanya ada Nisha dan Yuni jika sore. Mama dan Papa nya baru akan pulang kerja setelah jam sholat magrib.


Sekarang pun Ardi sudah mulai menghubunginya lagi seperti dulu. Suka banyak bercerita tentang kuliah atau teman temannya. Begitu juga Nisha yang bercerita tentang Lia, Dian dan Eva serta temannya dikelas, juga tentang Imel.


Saat malam minggu berikutnya, Ardi mengajak Nisha untuk bertemu lagi. Tentu saja Nisha mengiyakannya.


" Mau kemana kak ? tumben rapi bener " Tanya Yuni yang sudah melihat kakaknya rapi dengan celana jeans yang identik sekali dengan dirinya dipadukan dengan bluos tanpa lengan dtambah jaket bahan semi levis.


" Mau jalan sama temen gw " jawab Nisha


" Temen apa temen nih!" ucap Yuni menggoda. Nisha hanya melirik tajam tak menjawab.


Brùuumm bruumm


Suara motor berhenti didepan rumah. Nisha melihat dari jendela kamarnya dilantai dua. Ternyata Ardi yang sudah datang.


" Ciieee...cieeee...yang mau malam mingguan !" Goda Yuni menyenggol pundak kakaknya


" Apaan sih lo !" berbalik meninggalkan Yuni sendiri dikamar.


Nisha menuruni tangga dengan cepat. Saat dianak tangga paling bawah, langkah melambat, melihat Ardi yang berbicara pada papa Sakti didepan pintu. Nisha pun berjalan mendekati Papanya. Ternyata Ardi meminta izin kepada Papanya untuk mengajak Nisha keluar. Dan papanya mengijinkan asal tidak pulang malam seperti kemarin.


Setelah berpamitan, Nisha pun pergi dengan Ardi dengan motor matik yang masih sama seperti kemarin.


" Kita mau jalan kemana ?" Tanya Nisha saat ditengah jalan.

__ADS_1


" Hhmmm...maunya kemana?"


klw kerumah Eva lagi, nanti abis gw dicengin lagi sama yang lain.


" Terserah aja deh " ucao Nisha


Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke taman kota JT. Malam ini langit terlihat sangat cerah dan penuh bintang. Sampai si taman, mereka duduk dibangku yang ada di taman, dengan membawa makannan yang mereka beli dipinggir taman saat parkir motor.


Nisha dan Ardi pun larut dalam obrolan berdua. walau kadang ada rasa canggung antara keduanya. Berbeda saat mereka saling bertelponan.


Saat malam semakin larut, Ardi mengantar Nisha pulang, karena tak mau seperti pertama bertemu yang harus memulangkan Nisha terlalu malam.


" Makasih yaa bwat hari ini " Ucap Nisha saat turun dari motor karena sudah sampai didepan rumah. Ardi hanya tersenyum menganggukan kepala.


" Nisha " panggil Ardi yang sudah berdiri depan Nisha sambil meraih telapak tangan Nisha.


Dia panggil aku Nisha ! batin Nisha. Dan matanya melihat ketangan yang digenggam. Rasa desiran bergetar dihatinya lagi.


" Mungkin ini terlalu cepat untuk aku katakan, tapi aku yakin sama keputusan aku " Nisha hanya terdiam menatap Ardi.


" Apa kamu mau jadi pacar aku ?"


Degggg


Jantung Nisha serasa ingin berhenti saat itu. Mata nya membulat, Nisha menutup mulutnya tak percaya apa yang dia dengar.


" Aku gak minta kamu jawab sekarang. Aku


akan nunggu sampai kamu mau jawab " Ardi tersenyum lalu melepaskan genggaman tangannya.


" Aku pulang ya. Sudah sana masuk " Ardi mengusap usap kelapa Nisha lembut, lalu berjalan menaiki motornya.


Nisha masih mematung dengan wajah masih terkejut. Saat Ardi sudah pergi menghilang dengan motornya. Dia nberjalan masuk kedalam rumah dengan senyum tak percaya, memegang kepala yang tadi disentuh Ardi.


*Seperti inikah rasanya diperhatikan seorang cowok...haahhhh


Tapi....secepat itukah kau bilang suka? Walau hati ini juga memiliki rasa yang sama


Apa kau memilihku untuk melupakannya??😌


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC*


Terima kasih sudah mau membaca🤗😘


Jangan lupa 👍 dan 🌟 ratenya yaa


❤ nya juga untuk up selanjutnya

__ADS_1


Komen berupa kritik dan saran juga boleh jika readera berkenan🤗😘


__ADS_2