
Tak perlu Dia yang sempurna
Untuk bisa bersamaku,
Karena yang aku butuhkan
Adalah....
Dia yang tau kekuranganku
Tapi tetap ingin bersamaku.
* * * *
Di perjalanan, Nisha terus saja memainkan jari tangannya yang melingkar diperut Ardi. Dia merasa sangat gugup. Ini pertama kalinya Ardi mengenalkan langsung Nisha pada kakaknya, Walau sebelumnya pernah bertemu karena suatu kesalahan. Apalagi kesan pertama yang terlihat tidak begitu bagus dimata masing masing Nisha ataupun Kak Adesty.
Ardi menyentuh tangan Nisha dan mengusapnya lembut dengan satu tangannya seraya membari ketenangan pada Nisha. Nisha menjatuhkan kepalanya pada punggung Ardi. Baru kali ini Nisha berpacaran dan langsung dikenalkan pada keluarga pacarnya. Ya...walau bukan karena kesalahan yang terjadi waktu itu, mungkin tidak akan secepat ini dia dikenalkan. Tapi mau berbuat apa lagi.
" Apa pacar Kak Ar yang lain juga ada yang dikenalkan pada Kak Adesty?" Tanya Nisha yang meletakkan dagunya pada pundak Ardi.
" Semua cewek yang jadi pacar aku, Teh Adesty semua kenal dan tau." Jawab Ardi jujur
" Dari dulu masih SMA pun aku selalu cerita semua cewek yang deket aku sama Teteh. Karena aku deket sama Teh Adesty. " Nisha mendengarkan dengan serius dibelakang jok motor.
" Tapii... walau Teteh kenal semua cewek aku. Gak pernah Teteh nyuruh aku wat bawa cewek itu kenalan sama Teteh langsung sendiri. Kayak kamu sekarang!" Jelas Ardi masih menggenggam tangan Nisha.
Nisha yang mendengar penjelasan itu merasa tersentuh. Dia mengukir senyum sendiri dibalik punggung Ardi. Merasa mulai baperr.
" jadi kamu gak usah gugup kayak gini. Biasa aja ya!" Nisha menganggukkan kepalanya.
Perjalanan menuju rumah Teh Adesty memang tak terlalu jauh dari bengkel ruko milik Ardi. Memasuki sedikit pemukiman sempit melawati jalan pintas. Dan sebuah gang yang langsung terhubung pada sebuah komplek perumahan menegah keatas.
" Kak Ar tau aja sih jalanan tikus begini?" Tanya Nisha yang sedikit kaget saat keluar dari gang tersebut.
" Ini belum seberapa! Kamu mau kemana juga aku tau jalanan tikusnya. Apalagi masih daerah JT. " Ucap Ardi sedikit membanggakan diri.
Ardi melajukan motor didalam komplek peumahan tersebut, melewati beberapa blok. Dan masuklah pada sebuah kluster yang terdiri dari beberapa rumah dengan desain hampir mirip semua halaman luas tanpa pagar pembatas antar satu rumah dan rumah lainnha. Nisha terus saja memandangangi rumah rumah tersebut yang ditiap rumah terdapat begitu banyak tanaman dan pohon hias.
Ardi pun masuk dan berhenti pada sebuah garasi yang cukup besar pada rumah yang bernuansa warna merah marun dan hijau. Terdapat pula sebuah mobil dan motor terparkir disana.
Nisha dan Ardi turun dari motor maticnya. Nisha memandangi rumah yang cukup besar didepannya ini.
" Rumahnya besar juga ya " Guman Nisha dalam hati
" Ayoo..." Ardi meraih satu tangan Nisha yang terlihat seperti melamun. Menggenggamnya dan membawanya berjalan menuju pintu masuk. Ardi tersenyum pada Nisha yang juga membalas senyumanya. megeratkan genggaman tangannya, Mencoba memberi isyarat agar Nisha untuk tenang.
Tok tok tok
Cukup lama Ardi mengetuk dua pintu besar itu. Terdengar suara teriakan yang tak jelas dari dalam rumah.
Ckleekk
Seorang wanita paruh baya berpakaian daster membuka pintu tersebut.
" Eehh...Den Ardi. Silakan masun den. Sudah ditunggu nyonya diruang makan." ucap wanita yang biasa dipanggil Bi Iin itu,
__ADS_1
" Makasih, Bi." Ardi menarik tangan Nisha berjalan masuk.
Kak Ar dipanggil Aden. Rumah Kak Adesty juga terlihat mewah. Gak keliatan seperti orang biasa!
ucap Nisha dalam hatinya, saat memasuki rumah yang tersusun ditiap sudut barang barang minimalis berkualiatas.
Saat melewati ruang keluarga terdapat seorang pria yng duduk bersama seorang anak kecil laki laki sedang bermain game yang tersambung ke layar tv.
" Assalamualaikum, Bang " sapa Ardi
" Heii..Ardi. Sudah datang. Tetshmu masih didapur. Sana liat!" Ucap Om Martin yang tetap fokus pada permainan gamenya dengan anak laki lakinya, Rama yang berusia 5 tahun.
Ahhhkkkk
" Yeehh....Aku menang !!" Teriak Rama yang mengalahkan ayahnya.
Ardi dan Nisha hanya tersenyum melihat ayah dan anak itu berjalan menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur.
" Haii...Ardi." ucap Adesty yang menata hasil maskannya di meja makan dan Bi iin yang masih sibuk didepan kompor tak jauh dari meja makan.
" Kamu...sini bantuin Teteh ayo!" Ucap Adesty melirik pada Nisha. Nisha terkejut, Tapi saat tangan Ardi menyantuh bahu nya, dia tersadar.
" Iya.." berjalan mendekati Adesty yang mengambil beberapa piring dari lemari. Dan memberikannya pada Nisha untuk ditata dimeja makan.
Ardi duduk disalah satu kursi dan memandangi Nisha yang meletakkan piring satu persatu dimeja yang sudah diberi alas. Ardi mengambil satu menu masakan berupa cumi goreng tepung yang tertata dimeja, Tapi Adesty menepis tangan Ardi saat menyentuh masakan itu untuk yang kedua kali. Adesty membulatkan matanya pada Ardi. Ardi hanya tersenyum paksa.
" Sedikit Teh " Ucap Ardi dan mendapat sodoran pisau ditangan Kakaknya itu. Ardi pun diam saja duduk manis mengurungkan niatanya mencoba makanan itu
Nisha masih membantu Adesty menata peralatan makan yang lain.
Akhirnya semua masakan selesai, dan meja makan pun sudah rapi. Adesty menyuruh Bi Iin memanggil Martin dan Rama dan satu anak nya lagi yang ada dikamar atas.
Mereka pun duduk dikursi makan. Nisha merasa sedikit canggung berada ditengah tengah keluarga ini. Tapi tangan dipahanya diraih Ardi dan digenggamnya. Ardi tersenyum saat Nisha memandangnya. Tak lama anak sulung Adesty, Riana datang dan duduk disamping Rama.
" Itu siapa ma?" tanya Ria pada mamanya.
" Oohh...Dia pacarnya Ardi. Mama yang ngundang. "
Nisha tersenyum pada Ria, dan Ria pun tersenyum balik.
" Kok mau sama playboy kayak Kak Ardi?" Ucap gamblang Ria. Nisha jadi terkejut dan tertawa. Begitu juga lainnya
" Enak aja gw dibolang play boy. Gw cowok setia kali !" ucapnya membela diri.
" Iya...Setiap tikungan ada!" Ardi membulatkan matanya menatap Ria.
" Udah Ria. ayo kita makan dulu. Gak boleh banyak ngomong kalau makan!" Ucap Adesty melerai keduanya.
Ria dan Ardi memang cukup dekat.Tapi jika bertemu kadag suka berdebat tak jelas. Ria sudh dianggap adik oleh Ardi. Ria duduk dibangku sekolah dasar kelas 5. Tapi dia cukup dewasa seusianya.
Mereka pun makan dalam diam.Tak ada satu suara pun dimeja makan. Hanya pantulan bunyi sendok dan garpu pada piring. Adesty menerapkan aturan dimeja makan tidak boleh ada obrolan. Kecuali yang paling tua disana sudah selesai makan. Barulah boleh. Terkadang Ria sangat sebal pada ayahnya itu jika Martin memperlambat makannya, sedangkan yang lain sudah selesai makan.
" Alhamdulillah..." Ucap Martin menyelesaikan makannya.
" Ayah ini makan lambat sekali sih!" ucap Ria ketus
__ADS_1
" Heii...makan itu harus dinikmati. Tidak boleh terburu buru. Betulkan Nisha?"
" Hah...iya" Nisha terkejut saat tiba tiba Martin bertanya padanya. Semua yang dimeja makan tertawa melihat wajah polos Nisha. Adesty memukul bahu tangan suaminya itu. Untuk berhenti menggoda Nisha.
" Nisha umur berapa memangnya?" tanya Martin
" 18 om "
" Ardi itu anaknya gampang galuaan kalau soal cewek. Tapi juga gampang deketin cewek..."
" Teteh..." Ardi memotong ucapan Teh Adesty
" Jadi kamu jangan cemburuan ya...kalau nanti ada cewek yang mungkin bisa deket banget sama dia. " Adesty melirik Ardi. Dan Nisha pun menatap Ardi dengan senyum. Ardi yang sedang dipojokkan meraih tangan Nisha yang ada dimeja dan menggenggamnya dihadapan semua yang ada disana. Adesty dan Martin hanya senyum senyum saja.
Selanjutnya pun terjadi obrolan kecil dsana cukup lama. Setelah itu, Adesty dibantu Nisha dan Bi Iin memberskan meja makan. Sedangkan Ardi, Martin dan Rama duduk diruang tv. Riana kembali kekamarnya.
" Nisha...Teteh harap kamu sama Ardi bisa bertahan. Sesulit apapun nanti. Mungkin nanti kalian akan mendapat banyak godaan, Tapi Teteh harap kamu tetap percaya sama Ardi " Ucap Adesty menatap Nisha dengan penuh harapan. Mengusap satu bahu Nisha.
Kenapa Kak Adesty berkata seperti itu? Ada yang aneh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**Jangan lupa untuk 🖒, vote dan 🌟 rate ya
❤ nya juga boleh untuk up selanjutnya
komen berupa kritik dan saran sangat dibutuhkan jika readers berkenan
Terima kasih sudah membaca🤗
Mohon dukungannya😊😘**
__ADS_1