Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 30


__ADS_3

Bahkan, Hati yang tidak punya kaki


Bisa berlari menjauh saat perasaannya


tidak dihargai.


* * * * *


Sebuah mobil sedan berwarna hitam metalik berhenti didepan parkiran cafe. Lalu keluar seorang cowok muda tampan, tinggi berpakaian casual dari pintu depan mobil itu. Berjalan memutar kepintu samping lalu membuka pintu mobil satunya. Tampaklah seorang cewek, berambut panjang hitam lurus dengan dress span selutut warna cream yang menunjukkan lekuk tubuhnya.


Si cowok menutup pintu mobil kembali lalu memegang pundak si cewek berjala kearah pintu masuk kafe. Langkah mereka tiba tiba perlahan, melihat seorang yang berdiri diam agak jauh didepan mereka.


Itu kan Ardi ? siapa cewek yang dibelakangnya itu? Oohh...apa dia Nisha? ucap si cewek membelalak matanya tak yakin akan dari penampilan cewek yang bersama Ardi.


Oohh...rupanya dia datang juga kesini? bawa cewek juga rupanya ! si cowok tersenyum tipis, terus melangkah kedepan pintu.


Ardi masih terus menatap si cowok dan si cewek berjalan ke arahnya.


Kenapa lo bisa kayak gini sih? kenapa pula bisa sama dia, dengan Eric? Batin Ardi melihat dari bawah keatas si cewek.


Nisha yang masih berdiri membelakangi punggung Ardi, memncoba melapaskan tangannya yang masih menyatu tapi Ardi malah semakin mengeratkan genggamannya.


" Hai Ardi " sapa si cowok mengangkat satu tangannya


" Hai Ric " tersenyum lalu melirik ke sebelah Eric. " Lo diundang juga ?"


" Yaa...Begitulah. Pacarnya Widji kan temen gw, owner cafe ini juga. "


" Oohhh...Begitu!" Lalu melirik lagi ke si cewek


" Hai..Mel. Apa kabar ?" Sapa Ardi pada cewek yang tak lain itu Imel.


" Kalian saling kenal ?" tanya Eric memandang bergantian Ardi dan Imel. Imel hanya tersenyum memandang Eric.


Lo bisa jalan sam cowok lain kayak gini, kenapa dulu sama gw gak bisa. Apa lo bener bener gak ada rasa sama sekali ke gw saat itu ! . Batin Ardi terasa dihantam sebuah palu.


" Dia mantan aku kak " Ucap Imel lalu melirik genggaman tangan Ardi.


" Oohhh!!!.." Eric terkejut dan melirik pula cewek dibelakang Ardi. " Dia..."


Ardi pun menarik genggaman tangannya, agar Nisha berbalik. Nisha yang sedari tadi dibelakang, mengambil hp didalam tas kecilnya. Lalu menarik napas panjang saat merasa Ardi menyuruhnya untuk berbalik. dan dia memutar tubuhnya perlahan.


" Hai..." sapa Nisha menggerakkan kepala sedikit.


" Nishaa..." Ucap Imel terkejut. Terkejut bukan karena Nisha bersama Ardi. Tapi karena penampilannya Yang berbeda.


Ya Tuhan. Imel... Batin Nisha yang kalah terkejut melihat lenampilan imel juga dari bawah keatas.


Heeiii...dia manis juga. Batin Eric melihat Nisha dari bawah keatas. Boleh juga nih cewek Ardi. Eric tersenyum licik


" Eehhhmmm... " Dengus Ardi melihat Eric yang memandangi Nisha.


" Ehh..Dia cewek lo, Ar?"


" Iya..." sambil melirik ke Imel.


Imel memandang sinis pada Nisha, sedangkan Nisha melihat kearah Ardi.


" Ok kalau gitu! kita masuk yok. kayaknya udah rame. " ucap Eric seraya merangkul pundak Imel menuntunnya untuk masuk.


Ardi dan Nisha masih terdiam melihat Imel dan Erik berlalu masuk kedalam cafe.


" Ayo...Masuk " Ardi menarik tangan Nisha yang masih digenggamnya.


" Gak mau ahkk, kak Ar!" Menahan tangannya


Ardi mengerutkan dahi.


" Kenapa? mau sampai kapan mau sambunyiin dari hubungan ini dari temen kamu itu. Huhh? " Nisha menundukkan wajahnya, matanya terpejam sejenak.

__ADS_1


" Apa yang kamu takutin dari dia, huh?"


Entah lah, kak Ar. Aku gak tau kenapa aku begini!!


Membuka matanya dan menatap Ardi. Tersenyum.


" Ya udah. Ayo masuk. Temen kak Ar pasti dah pada nunggu " Ardi pun tersenyum melihat senyuman cewek didepannya ini.


* * *


" Si Ardi kok lom dateng juga ya ?" Tanya kendi yang sudah ada sejak tadi bersama yang lain.


Disebuah meja panjang lesehan tempat faforiet mereka dicafe ini.Sudah ada Zaki dan ceweknya, Riska. Ada Hedi dan Widia lalu Fera, Kendi dan Dono.


" Pacaran dulu kali dia sama ceweknya !" ucap Dono yang meminum jus jeruknya.


" Hei...itu kan Eric ya?" seru Zaki melihat cowok yang masuk kedalam cafe berjalan kebagian cafe sebelah kanan. Berlawanan dari meja mereka. Mereka pun melihat kearah Eric.


" Iya bener. Itu cewek siapa nya ya?" tanya Hedi


" Hah...itu bukannya Imel ya Don ?" Bisik Kendi pada Dono agar tak tetdengar teman yang ada disitu.


" Waahh...Iya itu. Gawat ini kalau Ardi liat " Kendi pun mengangguk mendengar Bisikan Dono.


" Lama bener sih, Na?" Tanya Fera pada Nana yang baru datang dari kamar mandi.


" Maaf. Sakit perut gw.Belum mulai kan acaranya?" Nana duduk samping Fera.


" Na, Lo dah nggak sama Eric ya?" Tanya Hedi dan mendapat sikutan dari widia. Hedi dan widia saling berpandangan sinis.


" Emang kenapa?"


" Tuh...si Eric dateng bawa cewek baru " Ucap Zaki menunjukan dimana Eric dan kawan kawannya. dan juga cewek yang dimaksud.


Nana menoleh kearah yang ditujukan Zaki.


" Oohhh...iya. Gw dah pisah sebulan yang lalu sama dia " Ucap nya santai sambil mengaduk minumannya.


" Terus lo tau itu cewek yang sama dia siapa ?" Tanya Kendi serius bermaksud mencari tau pula. Nana mengangguk.


" Dia anak teman papa nya Eric. Katanya sih lagi pendekatan. Tapi gw mau mikrin itu !"


" Lah terus kenpa lo bisa putus sama Eric ?"


tanya Hedi. Widia dan Fera agak sedikit gelisah melihat Nana.


" Itu...."


" Ehhh...itu Ardi." ucap Widiia memotong kata Nana, saat melihat Ardi memasuki cafe dan berjalan bergandengan dengan Nisha.


Widia mengedipkan satu mata pada Nana.


Makasih Wid...gw gak bisa cerita semua itu sekarang sama kalian apa yang terjadi gw dan Eric.


Mereka semua menoleh pada arah Ardi datang.


" Hallo semua! Maaf ya gw lama." sapa Ardi sudah didepan meja teman temannya.


Semua temannya memandang cewek disamping Ardi.


" Ini Nisha..." ucap Ardi mengenalkan Nisha.


Nisha hanya menunduk pelan


" Sha, itu Fera, Nana, Widia dan itu Hedi.yang waktu dulu ditelpon itu " Ardi mengenalkan temannya yang duduk di sisi pojok tembok.


" Ooh...iya. Hai semua " sapa Nisha.


pantes Ardi mau, ceweknya Manis gitu! enak dipandangnya . Batin Hedi yang menatap tajam Nisha dan mendapat sikutan dari Widia

__ADS_1


" Matanya biasa aja dong!" Hedi tersenyum dan memeluk Widia. Widia lalu membuang wajahnya.


" Yang disitu zaki sama ceweknya"


" hai...ini Riska." ucap Zaki memperkenalkan riska.


" Nih dua orang kamu dah kenal kan?"


" Hai Sha" ucap Kendi dan Dono.


Kendi berdiri dri duduknya pindah kesebelah Fera. Agar Ardi dan Nisha duduk samping Dono bersebelahan.


Nana memperhatikan Nisha dengan lekat.


Biasa aja ceweknya.


Tak lama Widji si pemilik cafe pun memulai acaranya. Dan musik pun berdemtum keras. cafe yang terlihat couzy di ubah jadi seperti klub malam. pintu depan ditutup rapat. Atap taman yang tadinya terbuka, tiba tiba tertutup oleh sebuah atap roling yang otomatis. Dan lampu cafe berubah menjadi lampu kerlap kerlib. Semua tamu undangan terkejut dibuat. Tapi mereka semua menikmatinya dan menyukainya. Inilah alasan Widji mengundang semua teman yang dia kenal, ditambah lagi cowok yang sekarang menjadi pacarnya bergabung dicafe ini. Dan yang membuat ide ini semua.


" Waahhh...makin keren dah nih cafe nantinya!" Seru Kendi melihatnya.


" Kak Ar, Aku mau ke kamar mandi ya " ucap Nisha berbisik pada Ardi. Ardi mengangguk dan menunjukkan arah toilet. Saat itu pula Riska pacar Zaki pun ikut ketoilet pula.


Keluar dari pintu kamar mandi dia berdiri didepan dua buah wastafel satu meja dengan kaca yang besar. Saat Nisha mencucui tangannya, satu pintu kamar mandi terbuka.


Nisha melihat Imel yang baru keluar dari kamar mandi itu di pantulan kaca wastafel dan berdiri disamping Nisha.


kenapa harus ketemu disini sih! .


" Gw hampir gak kenal sama lo , Sha!" ucap Imel tampa menolah masih mencuci tangannya. Nisha hanya memandang Imel di kaca.


" Gw juga gak tau, kalau lo bisa berpenampilan kaya gini !" Balas Nisha


Mereka saling berpandangan dikaca.


" Cepet banget ya gerakan lo?" Nisha mengerutkan dahinya.


Apa maksudnya??


" Jaga dia baik baik." berjalan dan berhenti si belakang Nisha.


" pastiin hatinya buat lo, kalau gak.." Nisha menoleh melihat imel


" Gw bakal ambil hati itu lagi " Nisha menggigit bibir bawahnya dan meremas bawah gaunnya.


Imel pun keluar dari toilet, Nisha masih terdiam didepan wastafel. Riska yang sedari tadi ditunggu, akhirnya keluar. Dan mereka kembali kemeja cafe.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa ya untuk 👍, vote dan 🌟 ratenya


❤ nya juga boleh untuk up selanjutnya

__ADS_1


Komen berupa saran dan kritik juga diharapkan jika readers berkenan.


Terima kasih sudah mau membaca🤗😘


__ADS_2