Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 98


__ADS_3

Tak ada satu sudut pun dalan ruang pikiranku


Yang tak membentur kenangan


Tentang dirimu


Meski telah kau kotori


Ketulusan dan kesungguhan cintaku


Dengan debu dusta dan bercak noda


Kebohonganmu


* * * * *


Nisha berdiri didepan pintu uks. Meninggalkan teman temannya dikelas, setelah melakukan sholat zuhur tadi sebelumnya.


Nisha memandangi Imel yang kini tengah duduk ditepi tempat tidur, ditemani oleh Yani dan Isti. Mungkin Arin dan Iren sedang melakukan sholat zuhur mereka di mesjid seberang sekolah.


" hai..."


" hai, Nisha " seru Isti.


Nisha berjalan masuk kedalam uks yang disambut senyuman oleh Yani, isti dan Imel.


" gimana keadaan lo? " tanya Nisha


" dah mendingan kok! " ucap Imel lirih


" abis ini juga gw udah masuk kekelas lagi. " Nisha hanya manggut mangut memdengarkan.


" Eh, Mel. Kita tinggal bentar ya, mau beli makanan. Mumpung ada Nisha juga. " ujar Yani berdiri dari posisi duduknya ditepi kasur.


" Iya. Gw laper juga ini! Lo mau nitip sekalian gak makanan? " ucap Isti. Imel hanya mengangguk kecil sembari mengeluarkan uang selembar dari saku bajunya dan menyerahkannya pada Yani.


Apa gw harus tanya sekarang ya, mumpung cuma berdua. Gumam lirih Nisha dalam hati, berjalan mendekati Imel dan duduk disampingnya ditepian kasur.


" emangnya lo sakit kenapa? " tanya Nisha lirih.


" biasa, hari pertama datang bulan, Sha. " jawab Imel tersenyum sambil mengambil benda pipihnya dikasur.


" Hhmm...gw tau kok yang sebenarnya Mel " ujar Nisha dengan jantung yang berdegup kencang, memberanikan diri untuk berbicara. Walau nanti akan menyakitkan Imel. Tapi Nisha tetap ingin berbicara dengan Imel secara terbuka sesama teman, mungkin setidaknya dapat membantu Imel untuk mencurahkan isi hatinya yang saat ini membutuhkan tempat untuk bercerita tanpa direndahkan.


Imel mengerutkan keningnya, " maksud lo apa? Tau apaan? "


" maaf, kalau gw lancang dan sok ikut campur, Mel. Gw cuma mau bisa jadi temen baik lo aja "


" gw gak ngerti, Sha maksud lo! " ujar Imel


Nisha memandang ke arah keluar pintu dan kembali menundukkan kepalanya, Imel merasa aneh melihat tingkah laku Nisha. Membuat jantung Imel tiba tiba berdebar. Apa yang sebenarnya mau dikatakan Nisha? Lirih hati Imel.


" Lo jangan marah ya! " entah kenapa tiba tiba dada Nisha bergemuruh hebat. Imel terdiam tak bersuara atau mengangguk. Masih menatap Nisha yang terlihat gugup untuk bicara.

__ADS_1


" gw tau lo lagi hamil, Mel. Dan...lo mau gugurin kandungan lo kan? " ucapnya lirih berbisik.


Bagai disambar petir. Saat itu juga badan Imel terdorong kebelakang, membulatkan matanya mendengar ucapan Nisha. Jantung Imel semakin bergetar hebat. Bagaimana bisa Nisha tau?


" lo jangan ngomong sembarang Sha! Ini disekolah. Kalau ada yang denger, bisa bikin salah paham dan gw yang bakal malu. Jaga mulut lo! " ucap Imel tegas tapi dengan nada suara pelan agar tak terdengar keluar.


Nisha kembali memandang kearah pintu uks yang memang sedikit terbuka.


" gw juga tau ini sekolah. Makanya gw juga ngomong pelan pelan." Jawab Nisha.


" tapi bener kan yang gw omongin? " tanyanya lagi memandang raut Imel yang yang penuh ketakutan.


" lo kata siapa gw hamil? Gw gak hamil Sha? " Tukas Imel. Berbohong.


Nisha berjalan kearah pintu dan memperhatikan sekitar yang tak banyak siswi lalu lalang. Beruntungnya, letak uks berada di lorong lantai dasar sekolah, berada sebelum perpustakaan sekolah dipojok gedung. Dirasa aman, Nisha menutup pintu uks rapat rapat. Lalu kembali duduk menghadap Imel yang sudah terlihat gugup menatap Nisha.


" dari kak Eric. Dia yang ngomong, kalau lo hamil dan mau gugurin itu! " ucapnya menunjuk perut rata Imel.


Eric sialan! Kenapa harus cerita ke Nisha. Apa Ardi tau juga soal ini. Gw udah jadi cewek buruk di matanya sekarang! Gumam Imel dalam hati menutup matanya.


Imel kembali membuka matanya saat kepalan tangannya disentuh oleh Nisha dan ikut menggenggamnya.


" gw gak bakal cerita kesiapa pun! Lo bisa percaya sama gw, Mel. Gw siap jadi pendengar setia lo kalau lo mau cerita, ngeluarin beban sesak didada lo, jangan lo simpen sendiri! Lo masih punya temen temen yang sayang sama lo. "


Ucapan Nisha benar benar membuat Imel kembali merasa sesak didadanya, tak dapat menahan cairan bening yang sudah tertahan dipelupuk ujung matanya. Menundukkan pandangannya. Nisha mengusap pelan pundak Imel, saat melihat cairan bening itu turun di pipi Imel tanpa ada suara. Nisha tak bisa berkata lagi apa pun, hening tercipta di antara mereka berdua.


" gw pasti udah dipandang buruk dimata lo ya, Sha? " ucap Imel lirih.


Nishs menggeleng keras, " gak Mel! Gw gak mandang lo kayak gitu! Mungkin itu suatu kesalahan yang emang gak bisa kita hindari. Tapi lo harus kuat, bentar lagi kita mau ujian. Jangan berpikir macam macam dulu! " Imel terdiam kembali.


" apa lo udah minum obat itu? " Imel mengangguk lirih. Nisha menghembuskan napasnya berat.


" gw gak mau dia ada dibadan gw, Sha! " ucapnya menyentuh perutnya dengan satu tangan.


Nisha tak bisa berkata lagi, dia tak mau banyak bertanya atau menghujat perbuatan Imel yang sudah menghancurkan janin diperitnya, karena takut akan menyinggung perasaan Imel. Matanya pun tak bisa menahan rasa sedih melihat cewek didepannya ini yang terlihat rapuh. Dia hanya bisa memberi pelukan pada tubuh Imel dan mengelus punggung temannya itu.


Ckleekk


Nisha melepaskan pelukannya dari Imel dan mengusap ujung matanya. Imel pun dengan segera memalingkan wajahnya dan mengusap air mata yang membekas dipipinya yang sedikit memerah karena tagisnya.


Yani dan Isti mengerutkan keningnya, melihat wajah Nisha dan Imel memerah beserta dibagian hidungnya. Seperti habis menangis.


" lo pa kenapa? Kayak abis nangis? " tanya Yani sedikit heran.


" nggak kenapa napa kok! biasa cewek. " ucap Nisha melengkungkan senyum di kedua pipinya.


" mana makanan gw, laper juga gw! " seru Imel mengalihkan pembicaraan.


Isti pun dengan segera memberikan makanan yang dibelinya kepada Imel. Imel pun meraihnya dan segera memakannya.


" ya udah. Gw balik kekelas. Masih lama ini istirahatnya. Gw mau beli makanan juga. " ujar Nisha berdiri dari duduknya.


" makasih ya , Sha " Nisha mengangguk pada Imel, " cuma kita berdua aja yang tau ini. Gw janji! " bisik Nisha lirih ditelinga Imel saat memeluk tubuh temannya itu.

__ADS_1


Imel pun tersenyum tulus pada Nisha. " lain waktu gw pasti cerita " ujar Imel.


" gw tunggu itu! " jawab Nisha singkat.


Yani dan Isti menjadi heran terdiam, saat melihat interaksi dua temannya yang pernah berebut satu cowok itu, bisa sangat akur seperti ini. Dan seperti telah menangis berdua. Tapi entah apa penyebabnya.


" duluan ya! " Nisha pun meninggalkan ruang uks itu. Dan bergegas keluar dengan hati sedikit lega.


" lo sama Nisha abis ngobrol apaan Mel? Kok kayak pada abis nangis? " tanya Yani penasaran.


" nggak ada tuh, cuma ngobrol biasa."


" lagian menerut kalian apa yang diomongin antara mantan cowok, sama yang udah jadi pacar dari mantan cowok itu? " jawabnya masih terus memakan makanannya. Isti dan Yani hanya mangut mangut tanpa suara.


" gw iri ngeliat lo sama Nisha? " ucap tiba tiba Isti dengan suara sendu.


" Lo ngapa Is? " tanya Yani. " Iya... mantan sama pacar sekarang, bisa akur ya? " Imel menggelengkan kepala sambil tertawa kecil.


" ya itu tergantung orangnya lah Is "ucap Imel.


" ahhk...baperan lo mah Is! " ucap Yani mendorong pelan pundak Isti.


Kalau kalian tahu apa yang udah gw lakuin saat ini, apa kalian masih mau berteman sama gw? Dan gak mandang gw sebagai cewek murahan?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**BANTU VOTE YA READERS


LIKE DAN JUGA KOMEN


YANG BELUM ❤ , AYO BURUAN!


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**


__ADS_2