
Kuharap kau mencintaiku
Karena perasaan, bukan karena
Penasaran.
Karena ini tentang hati,
Bukan imajinasi
* * * * *
Bruummm bruuumm...
Nisha yang mendengar ada suara motor berhenti seperti didepan rumahnya, dia bangun dari posisi tidurnya di sofa ruang tv. Melangkah kejendela dan melihat keluar. Senyumnya mengembang saat melihat cowok yang tadi siang menelponnya. Segera dia membuka pintu. dan berdiri diteras.
" Hai..." sapa Ardi yang sudah berdiri depan Nisha.
" Ini kan baru jam 5 sore. Kok dateng sekarang? Katanya nanti malam !"
" Kelamaan kalau nanti malam " Ucapnya tersenyum.
" Cihh.Dasar..." Nisha memajukan bibir bawahnya dan memalingkan wajahnya.
" Duduk yuk " ajak Nisha sambil berjalan ke arah teras pojok samping yang terdapat kursi sofa berbentuk L untuk menerima tamu. Ardi pun mengikutinya.
Awalnya mereka berdua merasa canggung untuk memulai obrolan, tapi Memang Nisha anak yang tidak suka diam pun akhirnya suasana menjadi cair. Menunggu sampai ibu atau papa Nisha pulang kerja kerumah, barulah mereka bisa jalan keluar. Tak lama saat ibunya Nisha sudah pulang, setelah selesai sholat magrib, Nisha bersiap mengganti pakaiannya.
Dirasa sudah rapi, dan Ardi pun sudah selesai sholat pula dirumah Nisha, mereka berpamitan pada ibunya.
" Kok pake helm segala? Emang mau kemana? " Tanya Nisha yang mendapat uluran tangan Ardi berupa helm saat didepan rumah.
" Udah pake aja, buat jaga jaga ? " ucapnya sambil memakai helmnya pula. Nisha hanya memajukan bibirnya tak puas atas jawaban Ardi. ' sebenarnya mau kemana sih pake helm, kayak mau jalan jauh aja '
" Itu wajah kamu jangan dibikin imut gitu napa? bikin gemes aja sih ? " Mencubit hidung Nisha
" Apaan sih kak Ar, aahhk!" menepis tangan Ardi dan mengusap hidungnya lalu tersenyum
" Udah buruan pake helmnya, mau jalan gak ini ?" seru Ardi
" iya iya..." Nisha memakai helmnya dan naik kejok belakng motor.
Ardi pun menarik gas motornya.
" Mau makan dulu atau jalan jalan dulu ?" Tanya Ardi saat sudah berada dijalan raya, menoleh sedikit kebelakang. Agar Nisha mendengar suaranya .
" Aku belum lapar. Kita jalan jalan aja dulu " Ardi pun mengangguk
" Kita mau kemana sih?"
" Temenin aku ke toko buku mau gak ?"
" Wahh... boleh. Ayoo!!" Nisha menjawab penuh semangat karena sudah lama tak ketoko buku.
Saat berada dilampu merah, motor Ardi pun berhenti.
" Nisha, kamu pegangan ya!"
" Ini udah pegangan kak Ar " Nisha mencengkram baju dipinggang Ardi.
Ardi yang melihat posisi pegangan Nisha, melepaskan pegangan tangannya pada stang motor, lalu meraih kedua tangan Nisha dan menariknya ketegah perutnya. Nisha terkejut atas perlakuan Ardi. Jantungnya kembali berdegup.
" Diem ya. pegangan yang kenceng kalau kamu ga mau jatuh !" Nisha hanya diam, mengedipkan kedua matanya sekali. Tak lama lampu berubah hijau, dan Ardi menarik gas motor maticnya dengan kencang, swketika badan Nisha terhuyung kebelakang, Dengan cepat ia mengeratkan pegangannya pada perut Ardi dan menutup matanya. Ardi yang semakin menarik stang gas motornya, tersenyum tipis.
Saat Nisha merasa laju motor sudah melambat, dia mulai membuka matanya perlahan. Dia melihat sudah berada di depan loket parkir sebuah mall dengan gedung tinggi sekitar 5 lantai.
" Ooohhh...kita kesini !" seru Nisha yang tak asing dengan mall ini
" Kamu pasti pernah kesini ."
" Eehhmmm...pernah. Sering sama temen temenku "
Setelah memarkirkan motornya dan menyimpan helm, mereka berjalan beriringan menuju pintu masuk mall.
" Kak Ardi, pernah jalan sama Imel kesini ?" tanya Nisha sambil memutar mutar matanya melihat lihat isi lantai dasar mall.
" Pernah " jawabnya santai. Nisha langsung menoleh kearah Ardi yang ada disampingnya.
" Sekali, itu pun gak sendiri. Bareng temen temenya juga. kalau gak salah...nama temennya itu ada Iren dan Isti. satu lagi lupa..."
" Arin "
" Ahhkk...iya. Arin. Anaknya lebih kecil kamu " Ucap Ardi tersenyum memandang Nisha.
" Kecil begitu juga dia juara kelas "
Ardi Berhenti saat didepan eskalatuor, lalu meraih tangan Nisha dan menggenggamnya. Berjalan bergandengan menaiki eskalator ke lantai atas. Jantung Nisha berdebar lagi setiap dia dapat sentuhan dari Ardi dan badannya selalu saja merinding. Nisha hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Oohh... ya. Terus pinterin siapa, kamu atau Imel ?" Tanya Ardi saat masih di tangga jalan itu. Nisha langsung mengangkat kepala kembali.
" Bisa dibilang dipinteran aku sih !" ucap Nisha sedikit percaya diri.
" Oohh...yaa!" menoleh ke Nisha sambil mengerutkan dahinya.
" Yaa...seenggaknya. Aku masuk 10 besar dikelas, sedangkan Imel gak !" Ardi hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
Apa kak Ardi masih belum bisa lùpai Imel ya?
Tak terasa berjalan, mereka pun sampai ditoko buku Gr**edia dilantai paling atas.
" Kak Ardi mau beli buku apa emangnya ?" tanyanya saat sudah sampai depan toko buku
" Cari buku soal menejemen bisnis dan pengantar keuangan " Jelasnya yang sudah masuk kedalam toko dan mencari letak kumpulan buku yang dimaksud.
" Oohh...Buku untuk kuliah?" Ardi hanya memgangguk.
" Eehh...kamu kalau mau buku, cari àja yang kamu mau. Nanti aku yang bayarin. "
" Bener !!" Ucap Nisha senang dan Ardi mengiyakannya.
Mereka pun berpencar mencari buku yang masing masing. Nisha berjalan kekumpulan buku bertuliskan Novel. Yaaa...dia sangat suka baca novel genre romantis ataw action.
Ditangannya kini ada dua buku. Dia bingung harus pilih yang mana sambil bergantian memandangi buku dikanan dan kiri tangannya.
" Yang mana ya? "
" Sudah dapat bukunya ?" Tiba tiba Ardi datang mengagetkannya
" Haahhh...." Nisha reflek meletakkan kedua tangannya yang masih memegang buku didadanya
" Kak Ardi bikin kaget ahhkk !"
" Ehhh...maaf. Kamu kaget. "
" Dah dapet belum bukunya?"
" Belum. Bingung mau novel yang mana?" Menunjukkan bukj yang dipegangnya.
" Amanda Bounchet A Promise of fire " membaca buku ditangan kanan Nisha
" The Winter King " Buku ditangan kiri
" Novel action romantis ?" Nisha mengangguk
" Dah buruan , nanti kemalam kita pulangnya "
Akhirnya Nisha meletakkan kembali buku yang ada dtangan kirinya. Lalu berjalan dibelakang Ardi menuju kasir.
Setalah itu, Ardi dan Nisha pergi mencari makan diluar mall. Dan kembali pulang.
Kini mereka duduk berdua disisi teras depan rumah Nisha.
" Dah mulai libur sekolahnya ?"
" iya...Besok pengambilan hasil kenaikan kelas. Terus libur dua minggu. Kenapa ?"
" Nggak. Nanya aja ?"
Ardi berdiri dari duduknya dan berpamitan untuk pulang.Nisha mengantar sampai tempat parkir rumahnya.
" Aku pulang dulu ya " Nisha mengangguk
Tangan Ardi meraih kepala Nisha dan
Cupp
Menempelkan bibirnya tepat dikening Nisha. Dan berhasil membuat Nisha membulatkan matanya.
" Dahh..." menaiki motornya tanpa rasa bersalah. Nisha hanya tersenyum melambaikan tangan saat mesin motor itu menyala lalu menghilang dari pandangan.
Kamu tuh selalu membuat jantung aku mau copot kak Ardi.
Batinnya sambil mengelus kening. Lalu masuk kekamarnya dan tidur.
Triinggg
📩 Hitam menyelimuti langitku
melenyap senjaku
wahai malam, gelapmu sungguh kelam
membuatku tak mampu terpejam
Wahai BINTANG gemerlap
__ADS_1
Bersinarlah kerlap kerlip
Terangilah hati ini, Sinarilah hatiku
Nisha tersenyum tatkala membaca sms yang baru saja masuk.
Semoga ini benar benar untukku, bukan untuk yang lain.
* * * * *
" Ini ibu hasil belajar Khanisa Putri selama ditingkat 2 " Ucap Bu Guru Ida selaku wali kelas.
" Terima kasih, Bu " ucap Ibu Nina, Ibunya Nisha. Saling berjabat tangan.
" Ini raport mu. Sudah ya, ibu harus pergi kerja sekarang " Berjalan beriringan keluar menuruni tangga bersama Nisha.
" Nisha mau pulang juga ?"
" Gak dulu deh, Bu. Mau main dulu disini sama temen. Nggak apa apa kan?"
" Ya udah. Ibu duduan ya. Jangan sampe sore! Yuni sendiri dirumah. "
" Iya..." mencium punggung tangan Ibunya.
Nisha berjalan menuju kantin dimana teman temannya sudah duduk disana.
" Haii..." duduk di kursi kosong samping Eva.
" Udah..." Tanya Dian pada Nisha
" Udah apaan ?" jawab Nisha heran
" Raport lo oneng !" lanjut Eva
" Oohhh...udah kok. kirain apaan? "
" Emang lo pikir apaan ?" tanya Lia
" Gak mikir apa apa. Dah pada makan ?"
Lalu mereka memesan makan dikantin bersama.
" Liburan gak ada rencana nih ?" Tanya Lia sambil melahap mie ayam dihadapannya
" Iya kita main kemana kek yuk!" seru Eva.
" Eehhh...Kita nginep aja dirumah Eva, gimana ?" Ucap Nisha.
" Boleh tuh. Malam minggu aja. Biar minggu paginya kita jalan olah raga ke gor. Gimana?" Ujar Lia.
" Gw sih ayo ayo aja. Asal nanti ada yang jumput gw aja!" ucap Dian
" Gampang. Nanti gw minta temen kakak sepupu gw jemput lo " ucap Eva
" Ehh..lo gimna Sha? " tambahnya
" Nanti gw minta kak Ardi anterin aja " Ucap Nisha santai. Mereka mengkerutkan dahi.
" Lo dah jadian sama Ardi ?" Tanya Lia dan Nisha mengagguk.
" Ooohhhh...." ucap mereka bersaman. Eva mendorong pundak Nisha, dan Nisha hanya memajukan bibirnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*TBC
Jangan lupa untuk 👍 dan 🌟 ratenya ya
❤ nya juga boleh untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran juga saya butuhkan jika readers berkenan.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca🤗😘*