Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 17


__ADS_3

Di sebuah taman yang terletak disebuah komplek perumahan minimalis yang tidak terlalu besar. Taman berbentuk persegi panjang dengan banyak pagar tanaman di sebagian kanan, dan lapangan kecil ditengah dan arena bermain anak anak disebelah kiri. Ada tempat duduk yang terbuat dari pelsteran bata ditiap sisi pinggir taman serta jalan setapak mengelilingi ditengah taman. Lampu taman pun bersinar terang kala malam menjelang menambah pencahayaan yang tertutup pepohonan dan terlihat sedikit mendung.


📤 Mel, aku sudah ditaman


Ardi sudah duduk di bangku tembok yang ada sisi lapangan taman sejak 15 menit yang lalu. Dia memilih berangkat lebih dahulu agar Imel tak menunggunya disana. Baru kali Imel yang mengajak bertemu duluan. Bahkan biasanya jika Ardi mengajak keluar walau hanya ke taman, Imel selalu menolaknya. Tapi sekarang??


Dimalam ini yang langit terlihat sedikit mendung karna tidak terlihat bintang dan bulan. Entah ada angin apa atau ada sesuatu sehingga Imel mengajak Ardi bertemu duluan.Ardi tidah tahu! Dan Ardi tidak berfikir apa pun karna lebih merasakan senang dihatinya akan bertemu Imel.


Breeeemmm Breeeemmm..


Terdengar suara motor berhenti tidak jauh dari tempat duduk Ardi disebebelah kiri. Motor matik berwarna merah dan putih keluaran tahun kemarin, dikendarai Dua orang gadis muda. Ardi pun menoleh kearah suara motor yang membuyarkan lamunannya saat sedang menunggu sambil bermain hp. Ardi berdiri, memasukkan hpnya kedalam saku saat cewek yang ia tunggu turun dari jok belakang motor yang baru saja berhenti.


" Dew, tunggu sini dulu yaa." Pinta Imel


" Iya..udah sana "


Imel berjalan menjauhi Dewi yang masih duduk di atas jok motor berstandar, menghampiri Ardi yang sudah berdiri menatap kearahnya sambil tersenyum dengan tangan didalam saku depan celana panjang levisnya.


" Hai..." Sapa Ardi dengan senyum pada Imel yang sudah berdiri dihadapannya


" Haii..." Imel dengan wajah datar dan senyum dipaksa.


" Hhmmmm... mau duduk dulu atau..." ucap Ardi yang sedikit canggung melihat wajah Imel yang tidak nyaman.


" Aku dah tau hubungan kamu sama Nisha " Ucap Imel memotong perkataan Ardi dan menatap matanya serius.


" Nisha?? " Ardi mengerutkan dahi tidak mengerti. " Siapa ? "


" Temen aku...Khanisha. Yang sering kamu sms dengan puisi kamu untuk AKU " jelas Imel dengan menekan kata terakhirnya.


" Khani...maksud kamu? " Tanya Ardi dan mendapat anggukan kepala Imel.


" Kita pisah aja, Ar ! " ucap Imel pasti menatap Ardi


" Aku gak ada hubungan apa apa sama Khani. bahkan kita gak pernah ketemu, Mel ! " jelas Ardi dengan nada tinggi dan memegang kedua tangan Imel.


Gluuuduuukkkk....Jeeggeetrrrr


" Aku tau itu..." sambil melepaskan kedua tangan Ardi yang mencengkram kedua tangan Imel.


" Truusss...kenapa kamu mau kita pisah? "


" Karena aku sama sekali gak ada rasa sama kamu "


Deggg


" Mel..." Mematap dalam wajah Imel yang tertunduk.


Rintik hujan sedikit demi sedikit sudah turun dari langit malam ini. Berjatuhan di tubuh Ardi dan Imel yang masih berdiri berhadapan tanpa pelindung.

__ADS_1


" Dari awal aku gak ada rasa itu, aku selalu coba paksain, tapi tetep gak ada. Sampe kemarin saat aku baca sms kamu sama Nisha, aku sadar. Aku udah bohongin kamu dan diri aku sendiri. "


" Maka dari itu, aku mau kita ngakhiri hubungan ini..." Ucap Imel sedikit merunduk.


Ardi yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya berulang kali. Dia memegang dagu Imel dan mengangkat wajahnya saling bertatapan.


" Tatap mata aku, dan bilang kamu gak ada rasa apa apa sama aku " Tanya Ardi


" Dari awal, aku dah gak ada rasa sama kamu Ardi. Sampai sekarang! " Jawab Imel tegas menatap lekat mata Ardi tanpa berkedip pasti sambil melepaskan tangan Ardi dari dagunya.


" Dan....Mungkin Nisha lebih baik dari aku buat kamu " masih menatap mata dan wajah Ardi yang sudah sedikit basah terkena rintik hujan.


" Kak Imel,,,udah hujan ini. Udah belom? " Teriak Dewi dari kejauhan. Dan membuyarkan tatapan mata mereka.


" Iya bentar..." balas teriak Imel menoleh pada Dewi sekejap dan balik menatap Ardi kembali yang masih mematung tanpa kata.


" Sudah ya...kita sudahi sampai sini aja ! " ucap Imel sambil berjalan mundur.


" Mell..." Meraih satu tangan Imel dan menatap sendu.


" Semoga lo dapat cewek yang lebih baik dari gw..." Ucapnya lirih melepaskan tangan Ardi dari pergelangan tangannya.


Berbalik badan berjalan meninggalkan Ardi yang masih berdiri mematung melihat kepergiannya.


Bbrrrreeźzzzzzzzz


Tiba tiba hujan semakin deras setelah Imel pergi dengan motornya dan Dewi. Sedangkan Ardi masih mematung berdiri dipinggir lapangan bermain taman dibawah derasnya hujan yang makin membasahi tubuhnya. Dia masih tidak percaya apa yang telah terjadi saat itu. Dadanya sudah berdegup kencang sejak tadi, dan sekarang dia merasakan semakin sesak dan tidak dapat bernapas normal. langkahnya goyah berjalan mundur dan miring. kaki lemas ingin tetjatuh, dia berpegang pada bangku tembok dan terduduk disana. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan merunduk. Tidak dapat berfikir apa yang terjadi.


********


" Maafin gw, Ar " lirih suara Nisha sambil tertunduk memegangi hp yang masih melekat dikupingnya.


" Apa lo tau juga, kalau Imel dari awal emang cuma maenin hati gw.?? " Tanya Ardi dengan suara seraknya.


gw harus ngomong apa ini


" Hhmmm...itu..." Nisha gugup memejamkan matanya


" Jawab Khanisha Putri" Nisha terkejut mendengar Ardi menyebut nama lengkapnya.


" Ardi..." , " Jawab, Sha? Lo tau atau gak Imel emang gak suka gw dari awal? "


" Maafin gw , Ardi..."


" Oohhh...Gw udah tau sekarang"


" Makasih dah mau jadi temen gw, Khanisha!"


Nisha mengangkat kepala mendengar itu dan memutar bola matanya kekanan dan kekiri. Tidak mengerti apa maksudnya kata kata Ardi.

__ADS_1


" Ar..."


Tutt...tutt...


" Ardii...." Panggilnya lagi saat sambungan telpon tersebut telah terputus.


Tanpa Nisha rasa, tiba tiba air matanya terjatuh di pipinya. Dada terasa terjepit diantara tembok. Lalu menengelamkan wajahnya dilipatan kedua tangannya diatas meja belajar.


Selamat tinggal insan yang ku kagumi


Aku akan berlayar di atas


Aliran air matanku


Semoga kau bahagia


Mungkin bukan dengan diriKu


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa ya untuk 👍 dan 🌟 rate nya


❤nya juga untuk up selanjutnga


Komen berupa kritik dan saran juga boleh jika readers berkenan

__ADS_1


Terima kasih sudah membacanya🤗🤗😘


__ADS_2