
Jangan tanya sedang apa aku hari ini
Karena yang aku lakukan selalu sama
Sedang mencintaimu
Sedang mengharapkanmu
Setiap hari
* * * * *
Setelah berpamitan pada Ibu Uni dan menghabiskan susu yang dibuat Nisha untuknya,
Ardi melajukan motornya mengantar Nisha kesekolahnya yang duduk dijok belakang. Ardi memilih jalan pintas melalui jalan kecik didalam perkampungan. Tidak melewati jalan raya utama. Untuk menghindari kemacetan juga agar lebih berlama jalan bersama Nisha.
" Tumben banget Kak Ar jemput pagi pagi buat nganter aku?" Tanya Nisha memulai percakapan ditengah jalan. Meletakkan dagunya dipundak Ardi
" Karena aku kangen sama kamu!" menyenderkan kepalanya pada kepala Nisha yang masih menempel dipundaknya. Nisha pun tersenyum mendengar ucapan Ardi yang membuatnya sedikit merona dipipi. Yang padahal Nisha pun merasa kangen bertemu dengan cowok yang sedang dipeluknya ini.
" Apa lagi aku bakal gak ketemu kamu sampe lewat malam minggu nanti!" Ucapnya sambil mengelus tangan Nisha yang melingkar diperut Ardi.
Mereka menikmati pagi ini diatas motor yang melaju dengan santai berdua. Ardi memang sengaja menjemput Nisha pagi ini mengantarkannya kesekolah, Karena tidak akan ada waktu lagi untuk bertemu sampai seminggu kedepannya, Karena nanti siang dia akan berangkat keBandung bersama Adesty. Setidaknya pagi ini rasa rindu itu terobati setelah bertemu dengan cewek yang telah menjadi pujaan hatinya sekarang. Begitu juga Nisha yang merasa pertemuannya dengan Ardi pagi ini, menghilangkan rasa kangennya dan dapat membiarkan cowok yang mengisi penuh hatinya, pergi meninggalkannya sementara dengan tenang.
Tak terasa pula, 35 menit sudah berjalan. Dan Nisha pun sampai di depan sekolahnya, tapi masih diseberangnya. Sudah banyak murid siswi yang berdatangan kesekolah dari berbagai arah.
" Mau diturunin dimana tuan putri?" Ucap Ardi menggoda. Dan mendapat pukulan di bahunya.
" Apan sih! Tuan putri....tuan putri ..." Nisha mulai melepaskan pelukannya dari tubuh Ardi saat memdekati sekolah.
" Turun diujung halte sana aja " Menunujuk pada depan sekolah yang berada di ujung halte depan sekolah.
Ardi pun melajukan motornya untuk memutar jalur kedepan sekolah. Ada beberapa siswi yang mengenal Nisha sedang menyebrang jalan dan melihat Nisha yang berboncengan diantar seorang cowok.
Itu bukannya Nisha ya?
Ehh..iya. Itu Nisha. Itu pasti yang nganter cowoknya.
Cakepp ya cowoknya😊
Pantes aja direbutin sama Imel 😁😁
Merka pun masuk kedalam melewati gerbang sekolah. Tidak membiarkan apa yang baru saja mereka lihat dan akan dijadikan sebagai gosip nanti dikelas dengan siswi yang lainnya.
Ardi pun menghentikan motornya ditempat yang tadi ditunjuk oleh Nisha. Nisha pun turun dari motor Ardi.
" Makasih ya udah nganterin " Ucap Nisha berdiri disamping Ardi yang masih duduk diatas motornya.
" Iya....aku pamit juga sekalian. Nanti siang aku berangkat" Nisha mengangguk pelan
" Hati hati dijalan. Dan sering hubungin aku ya!" ucapnya sambil menarik narik tali tas ransel yang melekat dikedua pundaknya.
" Pasti! Dah sana masuk kesekolah kamu." Ucap Ardi sambil menyalakan mesin motornya. Nisha mengulurkan tanganya meminta punggung tangan Ardi, Ardi pun mengulurkan punggung tangannya dan dicium oleh Nisha. Ardi mengusap lembut kepala Nisha. Lalu meninggalkan Nisha yang sudah berjalan kearah pintu gerbang sekolahnya. Mereka pun berpisah dengan rasa bahagia setelah bertemu melepas rasa kangen satu sama lain.
Nisha berjalan dengan penuh senyuman diwajahnya walau akan berpisah beberapa hari kedepannya dengan Ardi.
" Jangan suka senyum senyum ke cowok lain ya !"
Tiba tiba saja Nisha teringat akan ucapan Ardi itu. Seketika dia menghilangkan senyum diwajahnya. Melihat sekeliling jalan koridor sekolah yang dia lalui.
" Ahhkk...disini kan gak ada cowok. Adanya cewek semua ! Dasar bodoh !" Merutuki drinya sendiri dengan menepuk dahinya saat tersadar akan sikap bodohnya yang mengira ada murid cowok disekolah ini. Nisha tersenyum sendiri dan merundukkan kepalanya agar tak terlihat siswi lain saat dia tersenyum sendiri. Nanti dibilang gila lagi gw, Senyum senyum sendiri. Hehehe. Tapi emang gw udah gila gara gara Kak Ardi. Haduuuhhhh. Nisha menggelengkan kepalanya sambil terus berjalan menuju kelasnya.
" Eh...Nisha "
Nisha, Lia , Dian dan Eva menoleh bersamaan pada satu teman yang datang menghampiri mereka yang sedang ngobrol itu.
" Yang tadi nganter lo itu cowok lo ya? "
" Nganter? Lo dianter Kak Ar, Sha?" Tanya Dian yang jadi ikut bertanya.
" Iya..." Jawabnya singkat mewakili pertanyaan temannya dan Dian
__ADS_1
" Oohh...cowok yang lo sama Imel rebutin itu?" Nisha membulatkan matanya mendengar pertanyaan itu, Tapi dia langsung tersenyum canggung dan mengangguk..
" Gw sama Heni tadi liat lo boncengan sama dia depan sekolah. Cakep juga ya ternyata cowok lo!" Ucap Wati
" Makasih..." ucap Nisha
" Semoga langgeng ya! Jangan dengerin omongan orang yang bilang lo pagar makan tanaman. " Nisha tersenyum dan mengangguk pada Wati yang mendukungnya dan berlalu kembali ke kursinya.
" Lo dianter Ardi tadi , Sha?" tanya Lia
" Iyaaa"
" Tumben. Pake dianter! Ada apaan emangnya?" ucap Eva
" Kak Ardi mau keBandung ntar siang. Tadi pagi dia mau ketemu gw dulu sebelum berangkat. Jadi nganterin gw kesekolah sekalian."
" Mau ngapain keBandung?" tanya Dian
" Nyokapnya mau operasi. Jadi dia harus balik pulang nemenin nyokapnya "
Ooohhhh.... bersamaan.
" Berarti ntar malam minggu gak bisa main kerumah gw dong!" Nisha menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kasian yang ditinggal pacarnya " Ucap Lia sambil merangkul pundak Nisha.
" Apaan sih! Biasa aja kali gw juga " Teman temannya hanya senyum melihat Nisha yang mencoba menutupi rasa sedihnya tak ada Ardi nanti.
Tak jauh dari meja Nisha, ternyata Imel mendengar percakapan Nisha dan teman temannya bahwa Ardi pergi kekampung halamannya. Imel meraih benda pipihnya disaku bajunya, dan mengetik suatu pesan dan mengirimnya pada seseorang yang jauh disana.
Saat istirahat kedua. Setelah Nisha selesai sholat didalam kelas Hp miliknya yang ada didalam tas Bergetar.
Drrtttt Drrrttt Drrrtttt
Nisha membuka mukenanya dan melipatnya, Lalu memberikan pada temennya yang akan meminjamnya. Nisha duduk dikursinya dan mencari Hpnya didalam tas miliknya.
📩 Sha, aku berangkat dulu ya. Jangan nakal ya selama aku gak ada!😘
Harusnya aku yang ngomong jangan nakal disana. Bukan dia. Eehhh...salah ya!Bener Kak Ar dong! Dia kan gak mungkin main, dia kan nemenin Ibunya sakit. Hehehehe
📤 Iyaaaa....hati hati dijalan ya🤗semoga operasi ibu lancar. Cepet balik lagi ya😊😘
Kirim.
* * *
" Ayo...Ardi. Teteh dah siap nih!" Ucap Adesty diteras rumahnya pada Ardi yang masih asik dengan benda pipihnya di kursi teras.
" Udah ya. Ayo!" Ardi menyimpan Hpnya disaku celana depannya. Berjalan kearah mobil sedan yang terparkir digarasi rumah. Ardi mengambil alih kemudi, Adesty duduk di kursi depan sedangkan Rama, anak Adesty yang ikut juga duduk dikursi penumpang belakang. Memulai perjalanan keBandung yang mungkin memakan waktu sekitar kurang lebih 3 jam untuk sampai tujuan mereka.
* * *
Nisha menjatuhkan dirinya diatas kasur kebesarannya. Setelah dirinya menempuh perjalanan pulang sekolah yang melelahkan karena terjebak macet saat berada dimobil angkot. Rumahnya masih terlihat sepi saat jam menunjukkan pukul 4.15 sore. Ibu dan papa belum pulang dari kerja mereka, Sedangkan Yuni adiknya masih dalam jam sekolah siangnya.
Nisha memainkan benda pipihnya sambil tiduran, melihat kotak pesan yang ada. Tapi ternyata nihil. Tidak ada satu pesan pun yang masuk diHpnya.
Apakah Kak Ardi sudah sampai atau belum ya? Kenapa belum memberi kabar? Ahhkkk...padahal baru tadi pagi bertemu, mengapa sekarang aku sudah rindu padanya. Apa karena tau dia sedang berada jauh disana ya, jadi kangen bengini. Hhuuuhhffff
Nisha meletakkan kembali Hpnya dimeja nakas samping kasur. Dia mulai memejamkan matanya untuk menghilangkan lelahnya sesaat dengan masih memakai seragam sekolahnya.
Nisha terperanjat kaget saat bangun waktu sudah menunjukkan 5.20 sore. Nisha segera pergi kekamar mandi membersihka badannya dan mengganti pakaiannya dengan kaos santai dan dan celana jeans selutut. rambutnya diikat tinggi buntut kuda, poninya dibiarkan menutupi dahinya.
Setelah lewat magrib, Semua anggota keluarga sudah kembali kerumah. Dan sedang menikmati makanan yang telah dihangatkan oleh Nisha tadi. Setelah selesai makan, Nisha dan Yuni kembali kekamar untuk sekedar bersantai. Sedagkan Ibu Uni dan Papa Sakti mengobrol sambil nonton tv diruang depan.
Tok Tok Tok
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Ibu Uni pun beranjak dari duduknya untuk membuka pintu dan melihat siapa yang bertamu.
Ckleekkkk
Ibu pun membuka pintu, dan tampaklah seorang pria muda bertubuh tinggi, kulit putih, memakai jaket jeans tersenyum pada Ibu Uni.
__ADS_1
" Permisi Bu " Sapa pria tersebut yang belum pernah Ibu lihat sebelumnya.
" Iya...Ada apa ya? Atau mau cari siapa?" Tanya Ibu
" Ada Nishanya Bu?" Ucap si pria langsung pada tujuannya.
" Oohh...Nisha. Ada didalam. Nanti Ibu panggilkan. Duduk saja dulu " Mempersilahkan duduk pada sofa diujung teras
" Makasih Bu" Mmbungkukkan sedikit badannya
" Maaf. Ibu mau tanya? Siapa Nisha ya?"
" Oohh...Bilang aja. Temen lamanya Bu."
Ibu Uni mengerutkan dahinya mendengar kata ' temen lama' . Setaunya Nisha jarang berhubungan dengan teman laki laki selama ini. Yang Ibunya tau hanya Ardi. Apa teman SMP Nisha, tapi dari penampilan dan wajahnya sepertinya lebih tua dari Nisha. Ibu terus berpikir sambil berjalan masuk kerumah untuk memanggil Nisha.
" Siapa Bu yang datang?" Tanya Papa Sakti saat Ibu melewatinya
" Temen lama nya Nisha katanya! Ibu mau panggil Nisha dulu" Papa sakti hanya mangut mangut melihat Ibu terus berjalan dan menaiki tangga.
" Sha...ada yang nyari kamu noh diluar" Ucap Ibu setelah membuka pintu kamar dan mendapati Nisha yang membaca buku novelnya.
" Siapa bu?" tanya Nisha
" Cowok. Katanya temen lama kamu, tapi dia gak nyebutin namanya "
Nisha mengerutkan dahinya. Temen lama. Cowok. Siapa? Nisha terus berpikir. Tidak ada temen lamanya apalagi cowok yang tau alamat rumahnya.
" Siapa yaa?" Gumam lirih Nisha yang masih dapat didengar.
" Udah turun dulu. Liat aja sendiri. Mungkin emang temen lama kamu." ucap Ibu seraya berjalan keluar kamar.
Nisha pun akhirnya menutup buku yang dibacanya dan turun dari kasurnya. Berjalan keluar kamar menuruni tangga menuju keluar rumah. Melewati Ibu dan Papa nya yang masih asik nonton tv berdua.
Nisha membuka pintu berjalan keluar dan mengarahkan pandangannya kearah sofa yang ada diteras luar. Matanya membulat melihat seorang pria yang langsung berdiri saat Nisha datang.
Diaa....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**Jangan lupa ya untuk 🖒,VOTE dan 🌟rate
❤ nya juga untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran juga boleh jika readers berkenan.
Terima kasih sudah mau membaca🤗
Mohon dukungannya😊😘**
__ADS_1