Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 59


__ADS_3

Biarlah semua berjalan


Apa adanya


Berlalu dengan semestinya


Dan berakhir dengan seharusnya


* * * * *


" Eric...berhenti!!"


Eric terlonjak saat mendengar suara yang begitu lantang didepan punti yang sudah terbuka. Eric menghentikan aktifitasnya ditubuh Nisha dan membulatkan matanya melihat cowok yang berdiri disana. Dan kini telah berlari kearahnya dengan cepat. Memegang kerah baju Eric dan mengangkatnya berdiri.


Buugghhh


" ******** loo..."


Buugghhh


kepalan tangan itu mendarat mulus di kedua pipi Eric bergantiian, Eric yang mendapat pukulan mendadak itu tak dapat mengelak apalagi melawan balik, tak ada kesempatan.


Hedi...Ya, yang memukul Eric adalah Hedi. Teman kampus Ardi.


Nana yang juga ada disana segera berlari kearah Nisha yang masih merasakan panas ditubuhnya akibat obat perangsang yang diberikan Eric didalam air putih yang diminumnya. Tubuhnya masih terus mengeliat merasakan gatal dibagian bawah tubuhnya yang belum terpuaskan. Nana berdiri dengan linglung melihat Nisha.


" Hedi...Ini Nisha kenapa?" Tanya Nana pada Hedi yang masih mendaratkan pukulannya diperut Eric.


" Bawa kekamar mandi Na, Siram pake air biar badannya dingin " Ucap Hedi yang masih memegang kerah baju Eric, Dan kedua tangan Eric yang menahan tangan Hedi.


Nana langsung mengangkat tubuh Nisha yang masih berusaha membuka tangtopnya, tapi ditahan dan dicegah Nana. Membawanya dengan susah payah kedalam kamar mandi yang ada didalam kamar itu. Mendudukkan tubuh Nisha diatas kloset yang tertutup, Lalu menyiram tubuh Nisha dengan sower dari ujung kepala Nisha.


Aahhhkkkk....


Nisha tetkejut saat air dingin dari shower itu menyentuh kulit tubuhnya. Secara perlahan lahan Nisha mulai merasa tenang, dan tiba tiba


Bruugghhh


Nisha terjatuh dari duduknya kebawah lantai. Dia pingsan dengan kondisi ssluruh badan yang sudah basah. Nana langsung mematikan air shower yang dipegangnya.


Sedangkan Eric sudah babak belur oleh amarah Hedi, pipinya sudah biru dan darah mengalir diujung bibirnya.


" Emang cowok brengsek lo.."


Buugghh


Pukulan terakhir Hedi mendarat diperut Eric. Eric sudah terjatuh tak berdaya memegangi perutnya dan tak dapat berkata kata. Amarah Hedi pun berangsur mereda. Berjalan mundur menjauh dri Eric dan memutar tubuhnya kearah kamar mandi melihat keadaan Nisha.


" Nisha pingsan " Ucap Nana saat berdiri didepan pintu kamar mandi. Matanya tertuju pada Eric yang tak berdaya di ujung sana. Saat memutar bola matanya, dia menangkap sebuah kamera vidio diujung sudut dekat jendela. Tangannya menahan tubuh Hedi yang berniiat masuk kekamar mandi,


" Itu. Ada kamera " Ucap Nana pada Hedi yang menunjukkan kamera itu berada.


Eric yang mendengar ucapan Nana, Langsung bangun dan segera berlari kearah letak kamera. Tapi Hedi yang juga sadar akan langkah Eric, Langsung ikut loncat diatas tempat tidur dan berlari menghadang Eric.


Hedi merampas lebih dahulu kamera vidio itu dari.atas meja dan mengangkatnya tinggi keatas.


" Eeiiittss... Gak bakal gw biarin lo milikin Ini!" Menggoyangkan kamera itu diatas tangannya.


" Balikin gak kamera gw !" Ucapnya masih memegang perutnya yang masih terasa sakit.


Hedi mendorong tubuh Eric agar sedikit menjauh, membalikkan tubuhnya dan membuka tempat kaset penyimpanan vidionya. Eric berusaha merebut lagi kamera tersebut, Tapi Hedi cepat bergerak untuk menghindarinya lalu mendorong kembali tubuh Eric. Saat sudah mendapatkan kaset rekaman vidio tersebut. Hedi melempar kamera itu diatas kasur.


" Tuh kamera lo. Gw gak butuh " Ucapnya sambik memasukkan kaset kecil itu kedalam saku celana depannya.


" Gw mau kasetnya. Balikin ke gw !"

__ADS_1


" Ini bukan milik lo lagi, . Dan biar gak lo gunain untuk hal yang gak berguna." Mendorong kembali tubuh Eric. Berjalan kembali melewati atas kasur king size itu kearah kamar mandi.


Didalam kamar mandi, Nana sudah memegang sebuah jubah mandi, berjongkok didepan Nisha yang bersender ditembok dan masih pingsan.Hedi masuk kedalam, mencoba mengangkat tubuh Nisha dengan memegang tangannya agar dapat berdiri dulu. Kemudian Nana memakaian jubah mandi menutupi tubuhnya yang basah dan sedikit terbuka. Dirasa sudah rapi, Hedi meraih kedua kaki Nisha dan menggendongnya ala bridestiyle. Berjalan keluar, melewati Eric yang masih menyenderkan tubuhnya ditembok yang masih menahan rasa sakit ditubuhnya. Nan memandang cowok yang pernah jadi pacarnya itu dengan penuh kebencian.


" Bregseekkkk!! " Ucap Eric menggema didalam kamar saat Hedi dan Nana membawa tubuh Nisha keluar.


" Gagal semuanya " mengayunkan kakinya keudara. Menjatuhkan semua yang ada diatas meja samping dia berdiri.


" Kenapa mereka bisa tiba tiba ada dirumah gw sih!. Siiaaallll "


" Aaahhkkkkk " Eric terus saja berteriak.


* * *


45 menit yang lalu, saat Eric bertemu Nisha didepan supermarket.


Nana yang baru saja keluar dari supermarket itu dan membawa sekantong belanjaan, tak sengaja melihat Eric berdiri dengan seorang cewek yang tak asing. Dia kan Nisha? Pacar Ardi. Kok bisa sama Eric? Itu yang diucapkan Nana. Nana semakin berjalan cepat kearah mereka. Nana kalah cepat, Nisha sudah masuk kedalam mobil Eric, dan Nana melihat senyum Eric yang mengembang di ujung bibirnya. Nana mengerti akan senyuman itu, senyuman penuh nafsu yang pernah dia terima pula dulu. Ini gak bener!


Nana terlambat, Eric sudah membawa Nisha pergi. Nana melihat sekeliling mencoba mencari bantuan untuk mengejar Mobil Eric, tapi percuma. Mau minta bantuaan siapa? Tak ada yang dia kenal. Mana ada pula orang yang mau membantunya dengan alasan tak jelaz. Saat Nana memainkan jari jemarinya di benfa pipih miliknya, Tiba tiba sebuah mobil sedan warna silver berhenti didepannya. menurunkan kaca mobil depannya.


" Nana..." Panggil Hedi yang ternyata sipemilik mobik itu.


" Hedi " Nana begitu terkejut juga bersyukur bersamaan. Dia langsung masuk kedalam mobil Hedi.


" Di. Ayo buruan jalan." Ucap Nana begitu lantang


" Lah!! Ada apa sih emangnya? Kok kayaknya buru buru amat?" Ucap Hedi yang bingung akan sikap Nana tapi tetap mengikuti perintah Nana.


" Ituu...." Menunujuk kearah depan tapi seolah bingung mau bilang apa. Hedi hanya mengerutkan dahinya melihat Nana dan tetap fokus pada jalanan. Diarah berlawanan, mobil Eric sudah melaju dengan cepat. Mata Nana berputar mengikuti arah mobil Eric.


" Ituu...."


" Apaan sih Na, lo gak jelas banget dari tadi.?" Ucapnya kesal pada Nana.


" Eric...Eric bawa pacar Ardi. Si nisha !" ucapnya terbata.


" Iya...Gw liat Eric bawa Nisha, pacarnya Ardi. Gw ngerasa ada yang gak bener dari Eric. Dia pasti mau berbuat yang gak gak sama Nisha. Kita harus ngejar Eric, Hed!" Ucapnya yang merasa khawatir.


" Lo yakin?" Nana.mengangguk pasti. Hedi langsung menancap gas mobilnya. Memgejar mobil Eric yang sudah jauh didepan mereka. Nana bercerita bahwa dia telah memghubungi Arfi berkali kali, tapi tak ada jawaban. Hedi pun bilang kalau Ardi sedang ada diBandung yang menemani Ibunya Operasi. Bertambahlah kecemasan Nana. Pantas Eric memdekati Nisha, tak ada Ardi disini. Tiba tiba jalanan yang dilalui Hedi dan Nana terjebak macet yang panjang disebuah lampu merah.


" Iihhkk...kenapa macet sih?" Ucap Nana yang tak sabaran.


" Kira kira, Eric bawa kemana si Nisha?"


" Pasti kerumahnya?Eric biasa bawa cewek yang baru dikenalnya kerumahnya. Disana sepi soalnya klau jam segini." Ucap Nana yakin.


" Biasa bawa cewek!" Hedi mengerutkan dahi nya tak mengerti maksud kata itu. Nana mengangguk.


" Eric biasa main cewek!"


" Hahh...maksudnya?" Tanya Hedi


" Lo kan cowok! Masa gak ngerti juga hal begituan.sih, Hed!" Ucap Nana dengan suara tinggi.


" Heh..gw cowok juga masih polos kali. Dan gw juga gak ngerti apa maksud lo itu?" Ucap Hedi pura pura. Nana memutar bola matanya malas.


" Lo kalau pacaran sama widia emang ngapain ajja?" Melipat kedua tangannya didada menghadap Hedi.


" Ya itu mah urusan pribadi gw kali Na. Masa harus gw jelasin ke lo. Malu lah gw!" Memggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Huhhf...lo tuh ya. Pura pura polos apa beneran ***** sih? Aaahhkk udahlah lupain, Yang penting sekarang kita kejar Eric kerumahnya, sebelum si Nisha diapa apain sama si Eric!" Hedi pun kembali fokus pada jalanan kemudinya saat sudah terlepas dari kemacetan panjang itu.


Sampai didepan rumah Eric. Nana dan Hedi melihat mobil Eric yang sudah terparkir disana. Hedi memarkirkan mobilnya disisi jalan seberang rumah Eric. Mereka berdua bejalan bersama menyebrang jalan. Nana langsung membuka pintu pagar yang hanya dikunci slot itu.


" Na, kita gak pa pa mazuk tanpa izin dulu ataw permisi?" ucap Hedi yang sembari melihat lingkungan sekeliling.

__ADS_1


" Gak perlu! Orang dirumah ini juga udah kenal sama gw. Ayo!" Ucap Nana yang sudah membuka pintu gerbang lalu menutupnya kembali. Nana mengetuk pintu berkali kali, tapi tak ada yang menjawab atau membukakan pintu. Hati Nana makin was was.


" Pada kemana sih orangnya?" Ucap Hesi yang tak sabar juga ikut khawatir.


Nana pun memegang handle pintu dan memutarnya,


Kreeekk


Ternyata pintu tak terkunci. Nana Dan Hedi pun masuk kedalam dengan perlahan. Terus masuk kedalam. Mata Nana menangkap sebuah tas tergeletak disofa dan bekas gelas dimeja. Nana yakin Nisha ada disini. Mata Hedi dan Nana tertuju pada pintu kamar yang tak jauh dari sana. Mereka berjalan bersama dan membuka pintu kamar itu. Betapa terkejutnya mereka berdua melihat apa yang terjadi diatas kasur.


* * *


Kini Hedi menggendong Nisha membawanya menuju mobil yang terparkir diluar rumah. Nana selalu sigap membuka pintu gerbang sampai pintu mobil belakang. Barang barang Nisha yang sudah dibawa Nana diletakkan dibawah kursi belakang bersama Nisha yang ditidurkan disana pula. Nana dan Hedi kemudian masuk kedalam mobil dan mulai meninggalkan daerah tersebut sebelum ada orang yang melihat dan curiga.


" Kita bawa kemana dia Na?" Ucap Hedi yang bajunya ikut sedikit basah karena menggendong Nisha tadi.


" Ya mau kemana lagi. Pasti kerumah gw lah!" Ucapnya melihat iba pada Nisha yang masih kondisi pingsan itu. Hedi hanya mangut mangut mengerti.


" Apa gak lebih baik kita ngabarin Ardi?" Ucap Nana


Song Anji- Menunggumu


Nana dan Hedi reflek menoleh kebelakang. Hedi kembali fokus pada kemudinya. Itu Hape Nisha yang berdering. Nana mencoba mencari sumber suara didalam tas sekolah Nisha, dan mengeluarkan Hape itu.


" Baru juga diomongin, panjang umur nih cowok!" Ucap Nana menunjukkan nama yang tertera pada layar pipih ditangannya pada Hedi. Hedi pun mengangkat sudut bibirnya.


" Hallo " Ucap Ardi diujung panggilan itu


" Ya hallo " Ucap Nana sedikit keras membuat Ardi yang ada disana mengerutkan dahinya karena tak mengenal suara cewek diujung telpon Nisha.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**Jangan lupa untuk 🖒, VOTE dan 🌟 rate ya


❤nya juga untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga author diharapkan jika readers berkenan.


Terima kasih sudah mau membaca🤗

__ADS_1


Mohon dukungannya😘🤗**


__ADS_2