
Cinta
Mendengar apa yang Tidak dikatakan
Mengerti apa yang tidak dijelaskan
Sebab cinta tidak datang dari
Bibir, lidah atau pikiran
Melainkan dari hati.
* * * * *
" Aprii " seru Nisha pada cewek yang akan beranjak dari kursinya setelah bel istirahat kedua berbunyi. " Mau kemana?" tanya Nisha lagi.
" Mau ngambil wudhu gw, kenapa?" tanya Apri yang kini berdiri berhadapan dengan Nisha. " Lo ngasih nomor telpon gw ke sepupu lo ya?" ucap Nisha sedikit berbisik pada Apri.
" Hehehe...iya!" jawabnya sambil melebarkan senyumnya. " Lia juga bilang gak apa pa. Makanya gw kasih! Lagian Andri gak minta nomor lo aja, nomor Eva juga kok " Jelas Apri. Nisha mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Apri.
" Eva juga?" Apri pun mengangguk pasti. " Andri sms lo?" Nisha pun menganggukkan kepalanya. " Coba tanya Eva, kali dia juga di kirimin sms sama Andri!" Nisha memicingkan matanya. " Sepupu playboy ya?" tanya Nisha lantang.
" Ya gak lah!" jawab Apri lantang. " Setau ga tuh, kakak sepupu gw tuh kalau jalin hubungan sama cewek dia tuh setia tau! Orangnya terang teranggan." tutur Apri.
" Lah itu! Minta nomor gw sama Eva sekaligus gitu!" ucap Nisha menyimpulkan sifat Andri. " Mungkin dia tertarik antar lo atau Eva, makanya dia minta nomor lo berdua. Coba aja tanya Eva dulu, dia disms Andri gak? Kalau gak..." Apri menggantungkan kalimatnya. Nisha menatap Apri sinis dengan kening berkerut.
" Maksudnya?" tanya Nisha tak mengerti
" Ya mungkin Andri suka sama lo kali!" ucap Apri santai. Nisha semakin memperdalam kerutan di keningnya.
" Udah ahk...gw mau ngambil wudhu dulu. Dah azan tuh! Ayo sholat!" seru Apri meninggalkan Nisha yang masih berdiri disana.
Nisha memutar tubuhnya menuju Eva yang meletakkan kepalanya diatas meja beralaskan tasnya. Lalu duduk dikursi samping Eva.
" Va...Eva..." seru Nisha sambil mengguncangkan pundak Eva pelan.
" Hhmmmm...napa?" ucapnya dengan suara payau dengan kepala masih menempel diatas meja dan mata terpejam dan berputar menghadap Nisha.
" Lo ada...pesan dari cowok yang namanya Andri gak? Sepupu Apri yang jualan minuman itu?" tanyanya dengan nada perlahan agar
terdengar jelas oleh Eva. Tapi Eva malah memberi jawaban dengan menggelengkan kepalanya.
" Beneran Va?" tanya nya memastikan.
" Enggak Nisha! Gak ada. Mang kenapa?" ucapnya dengan masih mata terpejam.
" Oh..gak kenapa napa! Cuma nanya aja tadi Apri. Ya udah " Eva pun mengangguk kembali melanjutkan tidurnya. Karena hari ini dia sedang kedatangan tamu bulanan, sehingga tidak dapat melakukan sholat.
" Eva gak dikirimin pesan sama Andri, berarti gw doang yang dikirimin pesan. Apa berarti Andri suka sama gw?" Nisha terus saja berpikir akan pernyataan Apri, kalau dia tidak mengirin pesan pada Eva, sepupunya itu berarti suka padanya. Jantung Nisha tiba tiba berdegup kencang, dan dia menyentuh pipinya yang mulai merona. Apakah benar Andri suka padanya? padahal baru pertama x bertemu?
" Hei Nisha, jangan baper ya! Lo itu udah Ardi tau!" Nisha berucap untuk dirinya sendiri sambil tersenyum malu disamping Eva yang tertidur. Mengingatkan dirinya sendiri kalau saat ini dia sudah dimiliki oleh seorang cowok yang sangat menyayanginya.
* * *
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini, Andri secara intens selalu mengirim pesan pada Nisha, walau itu hanya berisi pesan basa basi mengenai kegiatan Nisha sehari hari. Tapi itu sangat menunjukkan bahwa Andri memberikan perhatian untuk Nisha.
Memang sejak pertama bertemu, Andri tertarik pada Nisha yang memiliki wajah manis dan imut. Dan akhirnya meminta nomornya pada Apri walau harus meminta nomor Eva pula. Tapi dia senang, karena Nisha selalu mau membalas pesan. Walau Andri tau dari yang dikatakan Apri dan Lia bahwa Nisha sudah memiliki pasangan, tapi Andri sudah bertekat tetap akan berusaha terlebih dahulu untuk melakukan pendekatan pada Nisha. Untuk masalah pacar Nisha saat ini, akan Andri pikirkan kembali nanti.
Hari ini bahkan Andri mengajak Nisha untuk bertemu. Awalnya Nisha ingin menolak, tetapi Nisha malah bercerita pada Lia dan Eva saja. Karena mereka berdua yang juga kenal Andri.
" Ya terserah lo itu mah, Sha! Gw gak ngelarang kok. Gw juga gak bakal ngomong apapa sama Ardi. Tenang aja!" Ucap Lia santai saat berjalan menuju halte menunggu angkot.
" Gw temenin ayo, kalau lo mau ketemuan sama dia! Tapi nanti gantian ya temenin gw ketemu Mifta!" ucap Eva yang berjalan disamping Nisha. Nisha mengangkat kedua alisnya keatas mendengar permintaan Eva. Sedangkan Lia hanya tersenyum kecil disamping kiri Nisha. Nisha dan Eva berniat kerumah Lia kembali untuk mengerjakan tugas pelajaran yang tadi didapatnya saat sekolah, sekaligus janji bertemu dengan Andri di toko minumannya.
" Eehh...Dian mau kerumah Lutfi lagi ya Li?" tanya Eva saat melihat Dian menaiki angkot yang menuju jalur rumah Lutfi.
" Iya itu mah!" ucap Lia dengan suara rendahnya yang terasa ada rasa kecewa dalam suara itu.
" Dian kayaknya cinta mati banget ya sama Lutfi " Seru Nisha. " Iya sampe dibutain sama tuh cinta!" ucap Lia lagi dengan nada kesal.
" Kan emang banyak yang bilang, cinta itu bikin orang jadi buta." Seru Eva.
" Tapi gw bisa liat, tuh...Lo Eva, lo Lia!" ucapnya memutar wajahnya memandang kedua temannya ini bergantian. Dan berhasil mendapat pukulan didahi Nisha dari Eva dan Lia bersamaan.
" Kambuhnya onengnya!" ucap Lia lantang yang malah membuat Nisha tersenyum lebar dan Eva hanya menggelengkan kepalanya.
" Ardi kok bisa sayang ya sama cewek oneng kaya lo, Sha?" ucap Lia dengan nada tinggi.
" Kan tadi dibilang, cinta bikin orang buta "
" Iya...Ardi juga buta bisa suka sama lo!" tambah Lia ketus menyambung kata kata Nisha. " Biarin. Yang penting gw juga sayang sama dia "
" Kalau sayang, ngapa lo mau ketemu Andri tanpa Ardi tau, hah?" perkataan Eva membuat Nisha terdiam seribu bahasa sambil mengerucutkan bibirnya. Lia dan Eva pun tersenyum lucu melihat Nisha.
📩 Sha, kamu jadi belajar di rumah Lia?
Sebuah pesan online masuk diterima benda pipih milik Nisha yang ada diatas meja rumah Lia. Nisha tersenyum melihat isi pesan yang ternyata dikirim oleh pacarnya saat ini.
📤 Iya...ini sama Eva juga.
📩 Mau dijemput pulangnya?
Nisha membulatkan matanya saat Ardi berniat ingin menjemputnya dirumah Lia.
📤 Gak usah kak. Aku bareng Eva aja. Lagian kak Ar lagi sibuk juga kan?
📩 Gak juga kok. Lagian aku juga kangen sama kamu!
Nisha tersenyum membaca isi pesan Ardi itu.
" Siapa Sha?" tanya Eva yang juga sedang memainkan benda pipihnya.
" Kak Ar " Jawabnya singkat sambil membalas pesan Ardi.
" Dia mau jemput lo?" ucap Lia menebak. Dan Nisha pun mengangguk.
" Tapi gw bilang gak usah!" seru Nisha.
__ADS_1
Karena waktu juga menunjukkan menjelang sore, Nisha dan Eva pun pulang diantar Lia. Tapi karena memang Nisha berjanji mampir ketoko minuman milik Andei dahulu, mereka pun berjalan bersama kesana. Mungkin masih ada rasa canggung antara Nisha, Eva bersama Andri kini yang duduk dimeja depan toko. Berbeda dengan Lia yang memang bertetangga dengan Andri. Bahkan Andri memberi minuman kopi latte gratis untuk Nisha.
" Lah kok! Lo pulang duluan sih Va?" ucap Nisha tak percaya bahwa Eva meninggalkannya dengan memutuskan untuk pulang sendiri, karena Eva akan dijemput oleh Mifta di depan toko milik Andri.
" Ya..dia mau jemput gw Sha. Masa gw tolak! Kan lumayan ongkos sekarang bisa buat nambah jajan gw besok!" tutur Eva
" Terus ntar gw pulang sendiri dong!" ucap Nisha melas.
" Kalau mau ntar aku anterin, Sha!" tiba tiba Andri berucap menawarkan diri untuk mengantar Nisha. Nisha pun terdiam menatap Andri yang berdiri dibelakangnya.
" Tuh bagus kan, ada Mas Andri yang mau nganterin lo" ucap Eva. " Dah ya, gw duluan. Tuh Mifta dah sampe!" tambahnya sambil melambaikan tangan pada Nisha dan Lia.
Tega lo Va, ninggalin gw. Tadi mah gw minta jemput Kak Ardi dah!. Gumam Nisha dalam hati saat melihat kepergian Eva menaiki motor bersama Mifta, cowok baru yang sama sekali tidak dikenalkan dahulu kepada Nisha dan Lia yang ada disini.
" Udah makin sore nih. Mau aku anterin pulang sekarang?" tanya Andri canggung pada Nisha.
" Terus ntar toko Kak Andri gimana?" tanya Nisha yang juga sedikit canggung dan ragu.
" Gak apa pa kok! Masih ada Prio dan temen tuh yang bakal jagain. " tuturnya melirik kedalam toko yang memang sedang ada teman lainnya yang tak lain juga masih saudara Andri.
" Ya udah, Sha. Dianterin aja sama Andri. Dari pada lo pulang sendiri." ucap Lia membantu meyakinkan Nisha untuk menerima tawaran Andri.
Dan dengan berat hati pun Nisha meneriman tawaran Andri untuk mengantarnya pulang. Walau sebenarnya Nisha tak ingin, karena dia jadi merasa ada rasa bersalah didadanya pada Ardi, karena harus berjalan dengan cowok lain. Walau tanpa ditampik oleh Nisha sendiri, ini membuatnya sedikit semakin jadi baper pada cowok satu ini. Karena Andri pun cukup memiliki wajah yang lumayan tampan bagi mata para cewek.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**BANTU VOTE YA READERS SAYANG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN JUGA
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**