
Aku tidak akan berjanji untuk setia, tapi aku akan berusaha mencintaimu
dari hari ke hari
* * * * *
Pagi ini, suasana kampus seperti biasa. Ardi memarkirkan motornya diparkiran samping gedung yang berlantai 5 itu. Dia berjalan kearah belakang kampung menuju kantin belakang, tempat dia biasa nongkrong dengan teman temannya sebelum masuk jam kuliah.
" Woy...Ardi " seseorang berteriak memanggil dan membuatnya menoleh kebelakang. Dilihatnya Zaki yang berlari kearahnya.
" Mau sarapan bro ?" merangkul pundak temannya itu yang tak ada sama sekali jawaban panggilannya tadi.
" He' eh..." Jawabnya singkat
Mereka berjalan bersama sampai pada sebuah warung yang sudah terdapat temannya yang lain duduk disalah satu bangku panjang berhadapan.
" Eehh...si bos dateng!" seru Kendi
" Apan sih! Bos .... bos..." Ardi duduk bersama Zaki didepan Kendi dan Hedi.
" Bos apaan Ndi?" tanya Zaki
" Bos bengkel lah. kan bengkel motor abangnya dah dikasih ke Ardi yang ngurus. Si Dono yang jadi anak buahnya sekarang. "
" Lemes banget tuh mulut!" melempar sendok didepannya kebadan Kendi
" Oohhh...kirain Bos apa!" Zaki dan Hedi bersamaan.
Ardi dan Zaki pun memesan makanan dan minuman diwarung itu. Setelah pesanan datang, mereka berbincang. Tak lama tiga orang cewek berjalan kearah mereka.
" Hai..." sapa ketiga cewet itu. Nana, Widia dan Fera. Yang sudah duduk satu meja dengan keempat cowok ini.
Nana duduk samping Ardi, Widia samping Hedi dan Fera samping Kendi.
" Eehh...Neng Fera. Udah sarapan belom. mau dipesinin?" Ucap kendi
" Gak ahk. Udah sarapan dirumah tadi" Jawab Fera " Makasih "
" Kalau yayang Widia udah makan ?" tanya Hedi pada cewek disampingnya yang sudah berstatus pacar
" Belom! Kamu udah ?" tanyanya balik
" Belum juga. Makan berdua ya?"
" Boleh " jawabnya sambil tersenyum. Hedi beranjak dari duduknya untuk memesan makanan.
" Cihh..." Semua yang melihat itu hanya berdegus " dasar..."
" Kamu gak nawarin aku Ardi ?" Ucap Nana dan membuat ardi yang asik dengan makanannya menoleh kesamping.
" Oh...kamu belom sarapan emangnya. Biasanya kamu udah sarapan dirumah kan?" Jawaban Ardi membuat yang lain melongo. Nana hanya tersenyum memukul pundak Ardi,
" Aawww..." mengelus bekas pukulan itu.
Yaa..Dulu sebelumnya, Ardi dan Nana itu dekat. Sampai akhirnya, Ardi pernah mengajak Nana untuk pacaran, tapi ternyata cewek itu sudah terlebih dulu jadian dengan cowok teman satu kelas yang lain. Dan saat itu, pertemanan mereka sedikit menjauh.
Hedi datang membawa makananya, dan memakannya berdua dengan Widia.Melihat kemesraan Widia dan Hedi, menjadi bulanan temannya yang lain.
Andai gw bisa ngerasain kemesraaan kayak mereka sama lo Ardi. Batin Nana berkata. Dia yang merasa iri melihat dua teman didepannya itu hanya menopanng dagu dengan satu tangan.
" Eehh...dah lama gak kumpul ke cafe lagi? " seru Widia yang baru mendapatkan sesendok suapan dari tangan Hedi.
" Iya..Apa lagi lo Ar. Dah lama gak pernah main lagi!" ucap Hedi. yang ditanya baru saja menyelesaikan makannya dan minum teh hangat didspannya.
" Sibuk pacaran dia sekarang " Dan sebuah sendok mendarat lagi dibadan Kendi
" Lahh..Bukan katanya lo dah putus sama bocah swkolah itu?" Tanya Nana penasaran. Kan seharusnya sekarang dia jomblo. Setidaknya gw bisa deket dia lagi.
" Si Imel maksudnya. " dan memdapat anggukan yang lain
" Iya gw dah putus sama dia. "
" Terus maksudnya Kendi? " tanya Nana lagi, Karena yang lain tak mau bersuara. Hanya menyimak dengan tangan dimeja menatap Ardi. sedangkan Kendi hanya melipat tangannya didada.
__ADS_1
" Sekarang sama temen mantannya dia " Ucap Kendi yang melihat Ardi enggan menjawab.
" Lah lo gak mau ngomong. Ya gw yang ngomong." ucapnya melihat lirikan tajam Ardi padanya.
" Dah ahhk, ayoo! Dah mau masuk kelas ini" berdiri dari duduknya sambil melihat jam pada lengannya.
" Eehh...maksudnya lo sekarang jadian sama temennya Imel gitu, Ar ?" Ucap Zaki menarik tangan Ardi yang hendak jalan
" Iya..." jawabnya sambil menepis tangan Zaki.
" Anjiiirrr...Temen gw yang satu ini mau jadi playboy anak SMA !" ucap Hedi yang ikut beranjak dari duduknya bresamaan dengan yang lain. Mereka berjalan bersaman menuju ruang kuliah.
" Perasaan, cewek cewek kampus banyak yang cantik Ar, sexi lagi. Kenapa nyari nya anak sekolah terus sih!" ujar Fera
" Karena anak sekolah tuh lugu. Banyak yang belum tersentuh. Gak kyak anak kampus yang suka ganti pasangan. " ucap Kendi yang mendapat tonjokan dari Nana, Widia dan Fera
" Kurang Ajar lo..." Ucap bersamaan.
" Lah itu buktinya, Ardi sama Zaki labih seneng sama anak SMA. Ya kan "
" Aauu aahkk..." ucap Zaki dan Ardi bareng sambil menggelengkan kepala mempercepat langkahnya. Tak mau mendengar ucapan kendi yang semakin ngawur.
* * *
" Oohh.. ya Ar " ucap Hedi saat berjalan menuju parkiran motor bersama dengan zaki, jam kuliah hari ini sudah selesai.
" Kenapa ?" Tetap fokus berjalan kedepan
" Malam minggu ke cafe ya, si widji bikin pesta kecil sama pacarnya. Kita disuruh dateng. Sekalian lo sama Zaki bawa cewek cewek lo kesana. " melihat bergantian pada Zaki dan Ardi.
" Ya udah nanti tanya cewek gw dulu, dia mau apa gak!" ucap Zaki. Hedi menoleh pada Ardi
" Liat nanti deh ya. " ucapnya pelan menepuk pundak Hedi
" Gw harap lo bisa dateng " Menepuk balik pundak Ardi sambil menganggukkan kepala.
* * *
" Nanti juga lo kalau udah punya cowok juga bakal ngerasaain kayak gw sekarang "
" Gak. Yuni gak mau pacaran saat sekolah kayak kak Nisha sekarang !"
" Kenapa ?" duduk samping Yuni
" Gak mau. Nanti banyak bikin dosa !"
" sok alim lo! " mendorong pundak Yuni
" Biarin " berdiri dari duduknya berjalan menuju meja belajarnya. Nisha hanya menggelengkan kepala.
" Tuh pengerannya udah dateng " ucapnha saat mendengar ada suara motor berhenti didepan rumah. Nisha berjalan ke jendela mengintip ke bawah.
" Pacaran boleh,yang penting bisa jaga diri. Itu kata ibu " berjalan keluar kamar.
Tok tok tok
" Biar Nisha yang buka, Bu. " Ucap Nisha masih diujung tangga yang melihat ibu nya sudah berdiri ingin membuka pintu yang diketuk. Ibu nya berhenti mengkerutkan dahi lalu duduk lagi
" Ardi memangnya ?" tanya papa.
" Iya..." jawab Nisha tersenyum sambil berjalan menuju pintu.
Nisha membuka pintu lalu keluar dan menutup pintunya pelan.
Ardi menatap Nisha yang ada didepannya dari bawah keatas.
Heeiii...kenapa dia beda banget begini. Cantik. Ucap batin Ardi.
" Kenapa? kok ngeliatnya begitu ? gak pantes yaa? " tanya Nisha yang melihat Ardi menatapnya tak berkedip.
" Haahh...Gak kok " Tetbangun dari lamunannya
" Kamu beda banget. Hahaha. Gak kayak biasanya. Ini...lebih cantik " ucapnya sambil melipat kedua tangan didada. Membuat Nisha merasa panas dipipinya dan menunduk malu
__ADS_1
" Kak Ardi ini bisa banget gombalnya " mendorong dada Ardi
" Laah! beneran. Suuer deh " Mengangkat dua jari membentuk V
" biasanya kan kamu casual. Ini kok jadi feminin begini ?" Tanya yang melihat Nisha mengenakan dress selutut dengan jaitan rampel dipinggang kebawah dan leher dress bentuk v lebar sampai pundak dengan lengan pendek berpayet.
" Kan katanya mau ketempat temen kak Ardi dicafe. Jadi aku pake dress, biar keliatan dewasa dikit. Kan temen kak Ardi anak kuliahan semua. " Ucapnya sembari mengusap tengkuk lehernya
" Oohhh...gitu. sebenarnya aku lebih suka kamu apa adanya kamu seperti biasa "
" Oohhh..." Nisha tak menyangka apa yang didengarnya " Apa aku ganti aja klw kak Ardi gak suka ?"
" Eehhh...gak usah." Menarik satu tangan Nisha " Gak papa kok. Kamu begini bukan berarti aku gak suka. Aku cuma kaget aja melihat penampilan lain kamu. Beneran cantik kok! " Ucap Ardi tersenyum.
Memegang kedua pundak tangan Nisha, lalu mendekatinya. Seketika jantung Nisha berdegup Kencang saat Ardi semakin mendekati wajahnya.
" Tapi pake jaket ya. Nanti kamu kedinginan gimana?" melepaska tangannya dan mundur.
Hahh...aku pikir dia mau...huss dasar!!. Ucap batin Nisha. Lalu tetsenyum.
" Ya udah. Aku ambil jaket dulu !"
Nisha masuk kembali dan mengambil jaket levisnya dan langsung memakainya. Lalu berpamita pada Papa dan ibu Nisha. Berangkat menuju cafe widji.
Ardi memarkirkan motor maticnya di halaman sebuah cafe yang cukup luas dan sudah terlihat sedikit ramai dengan kendaraan motor dan beberapa mobil mewah.
" Oohhh...disini. Gak jauh dari rumah Eva ya " ucap Nisha yang tersadar daerah sekitar cafe.
" Iya Emang. Ayo !" menggandeng tangan Nisha saat berjalan masuk.
Tapi, tiba tiba langkah Nisha terhenti dan membuat Ardi terhenti pula karna genggaman tangan yang tertahan.
" Kenapa ?" Tanya nya saat melihat Nisha tediam dan tanpa melapaskan tangannya.
Mata Ardi mengikuti arah dimana mata Nisha tertuju. Nisha berjalan tanpa memalingkan matanya dari yang dia liahat, ke arah belakang Ardi menyembunyikan dirinya.
Kenapa ada dia disini . Batin Nisha
Apa ini?? Kenapa mereka bisa bereng? . Batin Ardi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Jangan lupa untuk 👍, 🌟 rate dan vote nya ya
❤ nya juga untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran juga author harapkan jika readers berkenan
Terima kasih sudah mau membaca🤗😘
__ADS_1