
Kelak akan kau temukan bahwa perpisahan
Hanyalah sebuah jalan untuk kembali
Dipertemukan
Diwaktu yang tepat dan
Ditempat yang seharusnya
* * * * *
Tangan dan tubuh Nisha tiba tiba saja bergetar saat manik mata hitamnya bertemu dengan manik mata laki laki yang telah lama mengusik hati kecilnya. Laki laki yang ditatapnya itu pun berhenti berjalan saat meliahat Nisha menatapnya dengan dalam. Sedikit kecil sudut bibir laki laki itu terangkat lalu lanjut melanglahkan kakinya lagi.
Apa itu benar dia? Apa benar benar dia? Dia disini? Dia berjalan kearah ku? Apa dia mengenaliku?
Laki laki itu kini ada dihadapan Nisha dengan senyum kecilnya. Senyum yang Nisha kenal beberapa tahun yang lalu, tatapan mata yang masih dikenalnya lima tahun yang lalu. Sungguh membuat dada Nisha semakin meloncat tak karuan.
" hai, Nis "
Suara itu terdengar masih sama persis seperti dulu dipendengaran Nisha. jantung Nisha masih terus saja berdegup begitu kencang saat laki laki seumuran Nisha itu berdiri didepannya saat ini.
" ha...haiì "
Hanya itu yang dapat keluar dari mulut Nisha saat ini. Dia tak dapat mengendalikan rasa keterkejutannya, beberapa kali mengerjapkan matanya. Mimpikah ini? dia ada dihadapanku saat ini?
Si laki laki itu pun tidak begitu terkejut saat ini, karena sudah beberapa kali melihat Nisha berada di satu kampus dengannya walau beda jurusan. Tapi melihat keterkejutan yang begitu jelas diwajah Nisha melihatnya, sungguh membuatnya sedikit sebagai hiburan yang indah dimatanya saat ini.
" lo...masih inget gw kan? atau udah lupa sama gw? "
Pertanyaan apa itu? gimana bisa gw lupa orang yang pertama kali bikin jantung gw berdebar kencang dulu. Bahkan cowok pertama juga yang bikin gw ngerasaan sakit hati itu kayak gimana. Cinta pertama tanpa kata kata dan dalam diam pula. Dan kini... dia ada didepan gw lagi setelah sekian lama!
" lo...Iyan? Sep_Tian? " ucap Nisha ragu ragu dengan menaikan kedua alisnya.
Laki itu malah tersenyum manis didepan Nisha saat mendengar Nisha menyebut namanya.
" gw pikir lo lupa sama gw. " seru Iyan dengan tenang karena gadis itu masih mengingatnya.
" lo udah mau mulai kerja belum? kita ngobrol bentar yuk diluar? gak enak disini banyak orang tua. " ucap Iyan sedikit berbisik pada Nisha yang semakin salah tingkah karena Iyan mendekatkan wajahnya didepan Nisha.
__ADS_1
Saat kesdaran Nisha kembali datang, dia langsung melihat jam dipergelangan tangannya. Masih ada 15 menit lagi sebelun memulai aktifitasnya diruang tata usaha. Dia pun mengangguk pelan tanpa ada suara yang keluaran dari mulutnya. Mulutnya masih kelu untuk mengucapkan sesuatu didepan Iyan saat ini sampai mereka berdua keluar dari ruangan itu dan duduk dibangku panjang depan ruangan tata usaha.
* * *
Nisha membanting tubuhnya diatas kasur setelah memasuki kamarnya. Memejamkan matanya sesaat, mengingat pertemuan yang tak disangka sangka olehnya dengan Septian Wiratno, bahkan satu kampus dengannya. Nisha meremas baju dibagian dadanya, masih merasakan detak jantung yang begitu cepat saat mengingat wajah Iyan yang terlintas dibenaknya. Kemudian dia berguling dan membenamkan wajahnya dikasur. menghentakkan kakiknya berulang kali.
Oohh...ayolah jantung! berhentilah berdegup kencang. Jangan seperti ini. Bukankah ini sama saja aku telah berselungkih dari hati milik Kak Ardi. aahhkkk! tapi aku begitu bahagia bisa bertemu lagi dengannya. Tapi... hatiku, kau tak boleh seperti ini.
flaseback
Saat masa sekolah menengah pertama Nisha ditingkat tiga. Karena setiap naik tingkat, teman sekelas pasti berubah karena dilakukan pengacakan penempatan siswa tiap kelas tiap tingkatannya. Walau masih ada beberapa siswa yang pernah satu kelas sebelumnya.
Dan saat ditingkat tiga lah Nisha mengenal Septian atau yang biasa dipanggil Iyan itu. Cowok remaja yang memang terbilang cukup tampan seusianya, tubuh tinggi, kulit putih, hidung mancung, alis yang tebal dan bibir yang tebal yang sangat sexi dimata para cewek remaja. Bahkan dikelas itu semua cewek tak ada yang tak menyukai ciptaan Tuhan yang satu ini, tak terkecuali Nisha dan tiga teman dekatnya. Posisi bangku kelas tempat duduk Iyan pun tepat dibelakang Nisha.
Dan disaat itulah Nisha mengenal kata cinta, cinta pertamanya, cinta mo*nyet masa remajanya. Tapi Nisha sadar, tak mungkin Iyan menyukainya, bahkan banyak cewek lain dikelas ini yang lebih dari Nisha. Itu fakta!
Tapi sungguh, hati Nisha tak dapat ditutupi akan ketertarikannya pada Iyan. Bahkan ketiga teman dekatnya pun menyukai Iyan dengan terang teranggan. Nisha tak banyak berkomentar soal hatinya kepada teman temanya itu. Dia memnutupinya.
Tiap hari Nisha selalu mencuri pandang Iyan. wajah dan senyum manis Iyan selalu saja bikin para cewek dikelas meleleh tak berdaya. Nisha dan Iyan juga tak terlalu dekat dan tak banyak interaksi yang terjadi, walau terkadang juga ada saat Iyan yang lebih dahulu mendekati dan mengawali obrolan saat bersama.
Sampai saat terdengar kabar yang membuat Nisha meremas keras hatinya, saat terdengar kabar panas dikelas bahwa Iyan sang pangeran kelas telah jadian ( istilah kata pacaran dulu ) dengan salah satu teman dekat Nisha. Sakit hati? sedikit Nisha merasakan itu. Kadang Nisha berpikir, ayolah, hati kau tak boleh sakit, bahkan dia pun tak tau kau menyukainya kan?? jangan salahkan temanmu itu. Bahkan, saat ulang tahun Tia, teman dekat Nisha yang jadian sama Iyan, Iyan memberikan boneka bear pada Tia dikelas. Bertambahlah sakit hati Nisha saat itu. Cinta pertamanya yang PUPUS. Tapi nyatanya hubungannya Iyan dn Tia tak berjalan lama. Tia yang memilih putus dengan Iyan, karena mau fokus pada pelajaran dan ujian yang semakin dekat didepan mata. Mulai saat itu pula, Nisha kembali terus mencuri pandang pada Iyan. Terkadang pula Iya menangkap tatapan mata Nisha. Terkadang pula Iyan membalas tatapan mata Nisha saat pulang sekolah tiba. Nisha pun merasakan tatapan mata Iyan, apakah Iyan tau dia menyukainya diam diam saat ini? Tak jarang pula Iyan semakin mendekatkan diri pada Nisha setelah itu, tapi Nisha selalu menampakkan wajah biasanya menyembunyikan kegelisahan hatinya karena dekat Iyan.
lagian juga cuma suka sukaan aja. Ya, benar juga sih! siapa tau nanti rasa suka itu akan hilang sendirinya.
Tapi Nisha masih terus melakukan curi pandang dengan Iyan, bahkan saat sampai saat setelah ujian sekolah selesai, dan tiba acara perpisahan kelas mereka. Entah mengapa, Nisha merasakan jika Iyan selalu mendekatinya dalam setiap keadaan, yang kadang pula mengajak berbincang obrolan kecil. Ada rasa sedikit bahagia dihati Nisha saat itu, hingga sampai saat tiba suatu suasana saat lagu terlantun oleh semua teman sekelasnya diacara itu menyanyikan lagu Sheila on seven dengan judul 'Sebuah kisah klasik'. Manik mata Nisha menatap lekat Iyan yang duduk tak jauh dari Nisha disamping, dan bertemu balik tatapan mata hitam milik Iyan pula. Mereka saling memandang satu sama lain dengan alunan musik dan suara nyanyian sair lagu sheila on seven itu, cukup lama Nisha dan Iyan saling pandang dalam diam. Tanpa suara tanpa kata kata. Entah apa yang mereka berdua rasakan saat itu. Nisha sendiri tak tau!
Nisha langsung memutar kepalanya, menjauhkan pandangan itu saat lagu telah berhenti. Ada sedikit rasa sesak didadanya. Tapi Nisha tak mengerti itu apa?
Nisha berpikir ini hanya rasa suka atau cinta pertama yang biasa dirasakan saat masa remaja. Nanti rasa itu juga akan hilang dengan sendiri seiring waktu berlalu. Tapi ternyata tidak segampang itu yang terjadi pada Nisha. Saat pertemuan terakhirnya dengan Iyan saat pengurusan berkas kelulusan. Iyan mendekati Nisha lagi.
" sombong ya sekarang, Nisha! "
" sombong apa? lo kali yang sombong sama gw. " Balas Nisha kan perkataan Iyan itu. Tapi malah membuat mereka tertawa bersama sekilas.
" sampai ketemu lagi ya! " seru Iyan saat setelah teman temannya memanggilnya.
Dan saat itulah terakhir Nisha bertemu Iyan. Tak sempat berkata apapun lagi. Memendam rasa sukanya dalam diam seorang diri tanpa ada yang tau.
Tapi ternyata rasa suka Nisha itu terus berlarut dihati Nisha sampai saat ini. Tak bisa hilang sama sekali. Sampai sering kali, Iyan muncul dalam bunga tidur milik Nisha. Bahkan sampai saat Nisha sudah menjalin hati dengan Ardi. Walau kini Ardi sudah tau cerita itu. Dan Ardi menerimanya, karena dia pun pernah merasakannya. Tapi Ardi kan tak pernah tau cowok itu.
__ADS_1
Kenapa bisa hatinya ini tak bisa melupakan Iyan? Apa kerena Nisha yang belum mengungkapkan isi hatinya ini pada Iyan, sehingga meninggalkan sebuah sesal yang mendalam dan tak bisa menghilangkan Iyan dari hati dan pikirannya. Pernahkan kalian mengalami situasi seperti ini? inikah yang disebut cinta pertama memang sulit untuk dilupakan?
Kini, setelah Nisha bertemu kembali dengan Iyan, apakah Nisha harus mengungkapkan isi hatinya yang terpendam ini agar rasa itu lepas dari hati Nisha. Dan Nisha dengan tenang dapat melanjutkan jalannya bergandengan tangan dengan Ardi tanpa beban tanpa rasa menyelingkuhi hati milik Ardi?
Walau hatinya pernahnya berselingkuh dengan hati milik Arya. Tapi hatinya pada Arya kini telah hilang dengan sendirinya seiring waktu. Apakah hatinya ke Iyan akan hilang juga setelah dia mengungkapkan isi hatinya yang terpendam itu. Bisa jadi!!!
Sepertinya Nisha harus mencoba itu.
Lamunan Nisha terhempas buyar saat dering ponsel miliknya berdering keras dalam tas ranselnya. Posisi Nisha yang tadinya tengkurap dengan kepala miring dengan tumpuan kedua tangannya yang terlipat diatas kasur, kini berubah duduk diatas tengah kasur dan manarik tas nya yang tak jauh dari tubuhnya, memasukkan satu tangannya kedalam tas mencari benda pipih yang terus saja berdering tanpa henti.
" Kak Ar " serunya saat membaca nama 'Ardi sayang' dilayar ponselnya. Dengan segera Nisha menggeser tombol warna hijau dilayar datar poselnya. Merebahkan kembali tubuhnya seraya meletakkan ponsel itu disalah satu telinganya.
" Salammualaikum "
" Walaikumsalam. Kamu udah pulang kerumah? " Tanya Ardi diujung sambungan telpon itu.
" hmm...udah kok! ini lagi dikamar tiduran. Belum lama sampe rumah. " saut Nisha,
" kamu udah pulang? atau masih kerja? " lanjut Nish.
" aku masih dikantor. Belum selesai kerja? mungkin sampai agak malam " jelas Ardi yang saat ini telah meletakkan tubuhnya disofa dalam ruangan kantornya. Sedikit rasa lelah yang kini dirasakannya.
" tapi udah makan? "
" belum "
" jaga kesehatan kamu kak. Jangan sampe sakit cuma gara gara kecapean kerja. Kerja juga harus inget waktubuat tubuh kamu. " tutur Nisha cerewet
" iyaa sayang! Nanti kalau aku udah lapar juga makan kok."
" Sha, aku kangen kamu! " lanjut Ardi berucap lirih. Walau baru beberapa hari ini tak bertemu, tapi Ardi selalu merasakan gejolak rasa rindu yang mendalam untuk Nisha. Hati Nisha pun merasakan hal yang sama saat Ardi mengucapkan itu. Ada getaran yang berbeda dihatinya saat mendengar itu. Ada juga sedikit rasa bersalah pada Ardi, saat Nisha memikirkan Iyan.
Tidak! Tidak boleh seperti ini Sha! Lo harus menghilangkan rasa dihati terkecil lo tentang Iyan.
TBC
Maaf baru bisa up guys!! semoga tak membuat kalian kecewa karena lama menunggu Nisha dan Ardi. Author hanya manusia biasa yang bisa kehilangan moodnya untuk menulis kisah ini. Semoga author bisa lancar kembali ya menulisnya🙏🙏🙏 Dan terima kasih atas segala dukungannya selama ini. Tetep dukung Author ya guys.
VOTE, LIKE DAN KOMEN YA🤗😘😘
__ADS_1