Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
PMT2- 6 MENJAGA HATI


__ADS_3

Terlalu baik pada semua orang


Itu bisa membahakan dirimu,


Kadang kita harus bisa memfilter


Mana yang harus dibaikin dan


Mana yang harus ditolak dengan baik


* * * * *


" nama saya Sesil tuan Ardi. Sesil kinanti, teman SMA anda dulu saat di Bakti Surya di Bandung. " tutur Sesil menjelaskan data dirinya pada Ardi


" teman SMA? " tanga Jordi terkejut apa yang dikatakan sekertaris cantiknya itu.


" Sesil kinanti, adiknya Ilham? " tanya Ardi memastikan, dan Sesil pun mengangguk pasti.


" jadi nona Sesil sudah kenal Tuan Ardi sebelumnya? " tanya Dahlan yang masih terkejut.


" bisa dibilang seperti itu. Saat tuan Dahlan mengatakan tadi sore bahwa Pak Kurniawan digantikan oleh Ardi...eh, maaf, maksud saya Tuan Ardi. Saya pikir mungkin banyak nama Ardi, tapi saat anda menyebut nama lengkapnya. Ternyata dia adalah teman masa SMA saya dulu. Maaf mengejutkan kalian semua. Maaf pak Jordi dan Tuan Dahlan dan juga Tuan Ardi " ucap Sesil begitu sopan sambil membungkuk sedikit badannya.


" ahk! Begitu rupanya. Ya sudah lah. Lebih baaik kita duduk dulu dan melanjutkan perbincangan kita sambil menunggu makan yang akan dihidangkan. Bagaimana Tuan Ardi? " seru pak Jordi.


Mereka pun akhirnya menyetujui asulan Jordi dan duduk dikursi yang disediakan saling berhadapan. Menunggu sampai makan datang mereka sedikit berbincang mengenai kontrak kerja sama yang akan disusun nantinya. Sesekali Sesil melirik kearah Ardi yang ada didepannya yang sedang serius berbincang dengan Pak Jordi atasannya.


Wajahnya tidak berubah, malah semakin tampan dan berwibawa dengan memakai jas tersebut. Apalagi sekarang dia sudah menjadi wakil direktur. Sangat hebat! Senyumnya pun masih sama seperti enam tahun yang lalu. Dan rasa itu pun masih ada. Apakah dia masih bersama Maya saat ini?


Gumam lirih Sesil dalam hati dengan mata terus memandang Ardi.


Sesil Kinanti, dia adalah teman sekelas Ardi dan juga Maya waktu sekolah menengah atas di Bandung. Sesil juga memiliki kakak laki laki yang juga dekat dengan Ardi, dia Ilham yang berusia satu tahun diatas Ardi. Sesil juga merupakan anak dari menejer yang bekerja diperusahaan milik keluarga Ardi di Bandung yang kini dipimpim oleh abang Ardi, yaitu Malik.


Sesil termasuk wanita yang diam, tapi jika dia memiliki menginginkan sesuatu, dia akan terus mengejarnya dan berusaha mendapatkannya bagaimana pun caranya. Begitu juga saat Sekolah dulu, dia begitu menyukai Ardi, tapi Ardi tidak pernah melihatnya, saat Sesil sudah bisa berdekatan dengan Ardi karena kedekatan Ardi dengan kakaknya, Maya hadir ditengahnya merebut perhatian laki laki yang diinginkannya itu.


Sesil tau sangat siapa itu Maya, yang biasa berjalan dengan cowok manapun. Dan dia mencoba untuk memberitahu kan itu pada Ardi yang ternyata Ardi pun sudah mengetahuinya, dia semakin geram karena Maya berhasil mengambil hati Ardi, sampai pernah menyelakai Maya, tapi usahanya gagal karena Ardi yang menolongnya. Dan ternyata Maya mengetahui bahwa Sesil lah yang menyelakainya. Sampai hingga Maya yang memang dikenal berani, melabrak Sesil tanpa siapa pun yang tau. Bahkan Maya bisa membuat Sesil gemetar ketakuakan akan ancaman yang diberikan Maya agat tak menggangunya. Dan saat itulah Sesil tidak lagi mengusik hubungan Maya dengan Ardi. Sampai saat kelulusan dan tau Maya pergi ke Jakarta meninggalkan Ardi dengan lelaki lain, Sesil sangat senang, tapi rasa senang itu tak berlangsung lama, karena ternyata Ardi ikut menyusul Maya. Sesil pun tak bisa berbuat lagi sampai dia ikut pula Kejakarta bersama kakaknya Ilham dan kuliah di Jakarta. Berharap bisa bertemu Ardi kembali. Dan ternyata Tuhan sangat baik padanya hingga akhirnya kini dia dipertemukan kembali dengan lelaki yang diinginkannya itu. Rona senang berseri pun hinggap diwajahnya kini. Apalagi dengan status dan kecantikan yang kini dimilikinya. Dia akan berusaha kembali meraih pujaan hatinya yang sempat hilang. Dan semoga tidak ada Maya kali ini.


Perbincangan pun terus berlanjut setelah selesai makan malam dengan Jordi. Dengan memperlihat segala berkas mengenai apa saja yang menyangkut dalam kerja sama mereka dan saling menimbang kesempatan dan keuntungan yang terlihat. Dan akhirnya kesepakatan pun telah dibentuk. Sesil dan Dahlan sebagai sekertaris masing masing pun sudah memahami semua. Dan mereka hanya tinggal membuat kontrak kerja sama dan menandatanganinya saja.


" semoga kita dapat bekerja sama dengan lancar kedepannya " ucap Ardi sambil berjabat tangan dengan Pak Jordi.


" ya... nanti sekertaris saya akan menghubungi Dahlan untuk pertemuan kita selanjutnya. " timpal Jordi menanggapi.


Akhirnya pertemuan bisnis itu pun selsai pukul sembilan malam. Mereka pun keluar restauran bersamaan sampai lobi hotel dengan sedikit perbincangan ringan.


" baiklah Tuan Ardi saya permisi dulu " Ucap Pak Jordi pamit. " ayo Sesil! " ajak Pak Jordi pada sekertarisnya disamping.


" maaf pak, sebelumnya. Bisakah saya berbincang sedikit dengan Tuan Ardi. Pak Jordi bisa pulang duluan saja. Nanti saya bisa naik taksi online." Ucap Sesil lembut.


" Tuan Ardi apa punya waktu sebentar untuk berbincang dengan saya? " lanjut Sesil memandang Ardi yang berdiri disampingnya.


Ardi melihat jam dipergelangan tangannya, " baiklah! Lagi pula kita sudah lama tidak bertemu "

__ADS_1


Akhirnya, Pak Jordi dan Dahlan pulang masing masing dengan mobil mereka. Sedangkan Ardi dan Sesil kini didalam mobil mencari cafe untuk mereka sedikit berbincang.


" bagaimana kabar kamu? Kau terlihat berbeda sekarang! Tambah cantik " puji Ardi saat didalam mobilnya, yang memang Sesil terlihat cantik dimatanya. Dan yang dipuji pun tersenyum tersipu malu dengan wajah yang sudah merah padam.


" kau terlalu memuji. Kau pun masih terlihat tampan dari dulu, bahkan kini lebih tampan dengan berpakaian seperti ini. " puji balik Sesil. Dan mereka pun tertawa bersama.


Kini mereka berada dalam sebuah resto yang tak jauh dari hotel tempat pertemuan mereka tadi.


" sekarang ceritakan padaku, bagaimana bisa kau sekarang menjadi seorang sekertaris perusahaan besar dan di Jakarta pula? "


" sejak lulus sekolah aku memang kuliah diJakarta ikut dengan kakak Ilham disini. Setelah lulus kuliah pun aku ditawarkan pekerjaan oleh salah satu temanku yang kebetulan orang tuanya bekerja di tempatku sekarang. Mungkin karena memang aku yang cantik dan pintar pula, aku ditempatkan menjadi sekertaris pak Jordi dan itu sudah sejak 1 setengah tahun yang lalu. Dan karena itu aku bisa bertemu denganmu. " tutur Sesil mengingat perjalanan hidupnya di Jakarta.


" sekarang ceritakan tentang hidupmu selama di Jakarta? Dan...apakah kamu masih dengan Maya? " tanya Sesil dengan ragu.


" tidak! Aku sudah tidak bersama Maya lagi sejak dia pergi ke Jakarta. " jawab Ardi tersenyum kecil.


" oohh, ya? Bukan kah Kamu pergi ke Jakarta untuk menyusulnya kesini? Itu yang tau! " baguslah kalau begitu. ucap Sesil sedikit terkejut juga senang.


" ya memang aku ke Jakarta untuk menyusulnya dulu tapi aku tidak menemukan keberdaannya "


" dan sekarang? Juga belum bertemu dengannya? " sela Sesil sedikit penasaran. Ardi menggelengkan kepalanya dan saat itu pula wajah Sesil berubah muram.


" aku udah ketemu dia, tapi kita udah gak bisa sama sama kayak dulu lagi! Kita udah punya kehidupan masing masing sekarang. " Sesil hanya manggut mangut dengan bibirnya yang membentuk huruf O.


Mereka pun berbagi kisah selama ini, hanya saja Ardi tidak bercerita tentang hubungannya dengan Nisha. Mereka hanya berbica seputar masa kuliah dan pekerjaan yang mereka jalani sekarang. Hingga waktu menunjukkan hampir tengah malam. Ardi pun mengantar Sesil ketempat tinggalnya saat ini yang berada di sebuah komplek perumahan kelas menengah ditengah tengah kota Jakarta.


Sampai saat Ardi pun kini tiba diapartemennya. Dia meraih ponsel yang ada didalam tas kerjanya, dilihatnya ada beberapa panggilan dan pesan yang dikirim oleh Nisha dilayar datar ponselnya. Ardi tersenyum membaca pesan dari Nisha. Ingin membalasnya pun, tapi mungkin Nisha sudah tertidur pulas saat ini. Jadi dia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Nisha.


* * *


Song Anji- menunggumu


Nisha yang kala itu sedang memakai baju casualnya, segara meraih benda pipihnya yang tergelak diata kasur. Lengkungan di kedua sudut bibirnya menghiasi wajahnya saat dia melihat nama yang tertera dilayar datar yang kini ada ditangannya.


" hallo. Salammualaikum "


" waalaiukumsalam. Pagi sayang! " sapa Ardi dengan mesra. Dan yang diujung telpon sudah tersenyum merona dikedua pipinya.


" pagi juga." Jawab Nisha lembut.


" maaf ya semalam gak sempet ngehubungin kamu. Akunya ada kerjaan diluar kantor mendadak. Jadi gak tau juga saat kamu hubungin aku. " tutur Ardi meminta maaf.


" iya gak apa apa. Aku ngerti kok!" Ucap Nisha santai.


" hari ini kakak kuliah? " tanya Nisha mendudukkan dirinya ditepi kasur.


" iya! Kamu kekampus juga? " kata Ardi bertanya balik.


" iya" jawab Nisha singkat.


" nanti pulangnya aku jemput? " ujar Ardi.

__ADS_1


Setelah itu pun mereka mengakhiri pangilan dan melanjutkan aktifitas mereka pagi ini.


Nisha memang setiap hari sabtu adalah jadwalnya full ditata usaha bukan untuk mengikuti mata kuliah. Dan akan pulang jam 3 sore nanti. Begitu juga Ardi yang setiap sabtu merupakan jadwal kuliahnya untuk mendapat gelar sarjananya.


Ardi memarkirkan mobilnya didalam area parkir dikampus Tridaya sore ini. Ardi keluar dari mobil dan melihat sekeliling kampus yang tidak begitu ramai, walau ada beberapa mahasiswa yang berlalu lalang. Karena seperti halnya kampus Ardi, kampus Nisha pun setiap hari sabtu hanya dihuni mahasiswa yang melakukan kegiatan kuliah untuk yang berstatus karyawan.


Beberapa mata mahasiswi yang ada pun ada yang sedikit melirik kedatangan Ardi yang hanya menggunakan kaos oblong berlengan pendek berwarna biru telor asin polos dipadukan jaket sweter abu abu dan jeans hitam.


Tanpa memperdulikana lirikan mata para cewek yang memandangnya dengan penuh ketertarikan atau rasa heran, Ardi melangkahakan kakinya menuju kantin kampus yang memang sudah terlihat dari area parkiran disamping gedung kampus.


Karena yang memang jam pulang Nisha yang belum tiba, Nisha menyuruh Ardi untuk menunggunya dikantin kampus. Dan disinilah Ardi sekarang dengan segelas es teh manis menemaninya hingga Nisha datang.


Setelah 15 menit menunggu, Nisha pun datang dengan setengah berlari dari lorong kampus yang menyatu menuju kantin. Ardi pun tersenyum melihat gadis yang ditunggunya sampai disampingnya kini.


" Assalamualaikum " meraih tangan Ardi dan mencium punggung tangannya. Satu kebiasaan yang selalu Nisha lakukan saat bertemu kekasihnya itu. Dibab lalu lalu thor gak pernah nulis kebiasaan ini ya! Hehe.


" waalaikumsalam " jawab Ardi.


Tanpa aba aba Nisha langsung menyambar gelas minum didepan Ardi dan menyedotnya sedikit. Ardi yang melihatnya hanya menaikan kedua alisnya.


" dari tadi kak? " tanya Nisha


" belom lama sih, minuman aku aja belom sampai abis. " ujar Ardi. Dan Nisha hanya mangut mangut saja tanpa suara.


" mau balik sekarang?" Ajak Ardi sambil memasukkan ponsel yang sejak tadi menemaninya kedalam saku celananya.


" ya udah. Ayo! " saut sambil berdiri dari duduknya. Ardi pun mengikutinya.


" Nisha "


Ardi dan Nisha terkejut saat ada suara teriakan memanggil namanya. Saat itu juga mereka menoleh kearah belakang tempat mereka berdiri.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**TOLONG YANG PUNYA POIN, DISUMBANG YA VOTENYA


LIKE DAN KOMEN JUGA

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**


__ADS_2