
Bolehkah aku menjadi angin?
Agar dapat mengudara, tak kasat mata,
Namun dapat bersamamu selalu.
* * * * *
Nisha menyusuri lorong kampus menuju kelasnya pagi ini. Sudah banyak para mahasiswa yang datang dan berlalu lalang disana. Ada yang duduk di beberapa kursi yang memang disediakan dilorong kampus.
" Sha, Nisha "
Nisha menoleh kebelakang saat ada suara seseorang yang berteriak memanggil namanya.
" Ambar " seru Nisha saat melihat asal suara itu yang ternyata teman satu kelasnya. Gadis manis dengan badan sedikit berisi dan rambut keriting panjang.
" lo gw panggil dari tadi, gak denget apa? Capek gw ngejar lo. Huh huh..." ucapnya masih dengan napas sedikit terengah engah.
Nisha mengakat kedua alisnya, " kok gw gak denger ya! "
" budek kali lo! " sentak Ambar. " enak aja! Kuping gw masih normal ya, emang kaga kedengeran kok suara lo manggil gw tadi, mungkin lo manggilnya kejauhan kali, jadi gw denger. " tutur Nisha membela diri sambil berjalan kembali bersama
" aauu ahk! " saut Ambar tak menghiraukan.
" biasanya lo berangkat bareng senior kita, si Arya, kok ini sendiri. Gak keliatan bareng ama dia? " tanya Ambar sambil mencari sosok yang ditanyanya.
" gw gak bareng dia! Emang kenapa? Lo suka sama Arya? Tumben nanya dia? " goda Nisha.
" apaan sih! " memukul pundak Nisha, " harusnya gw yang ngomong tumben, kan biasanya dia nempel ma lo mulu dikampus. Ini malah nggak! " sambung Ambar.
" yaa...." ucapannya terpotong saat ada lagi suara memanggil nama Nisha.
" Nisha"
Ambar dan Nisha pun menoleh kebelakang.
" tuh kan, baru diomongin dianya udah muncul. Panjang umur banget ya! " seru Ambar.
" hai " Ambar dan Nisha tersenyum bersamaan pada Arya.
" dah nyampe duluan? " tanyanya pada Nisha yang kini merangkul pundak Nisha disamping kanannya. Dan Ambar disamping kanan Nisha. Nisha dan Ambar sempat melirik tangan Arya itu, tapi Arya malah menggiring Nisha berjalan tanpa sempat melawan. Karena memang Nisha sering mendapat rangkulan dipundaknya dari Arya. Sebagian teman kampus pun tau Nisha dekat dengan Arya. Nisha yang memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para cowok dan Arya, senior yang bisa dibilang cukup tampan dan manis. Kadang banyak yang berpikir bahwa Nisha dan Arya berpacaran. Apalagi tak ada yang tau bahwa Nisha sudah punya pacar yang sering menjemputnya tiap sore sepulang dari kampus, karena sore hari teman kampus Nisha sudah pada pulang.
" naik apa tadi? " tambah Arya. " naik ojek online " jawab Nisha jujur.
" tumben? "
" lagi pengen aja!" Jawab nya singkat.
" dah sarapan? " kali ini Nisha hanya mengangguk tanpa suara.
" jadi obat nyamuk dah gw " seru Ambar berjalan cepat kedepan, tapi ditahan oleh Nisha.
" buru buru amat sih jalannya? Bareng napa kekelasnya Mbar! " ucap Nisha memengang pergelangan tangan Ambar.
Ambar menatap Arya yang mengedipkan satu matanya. Dan tau apa maksudnya.
" gw mau ketoilet dulu, Sha! Lo duluan aja kekelas. Daahh " ucap Ambar setelah melepaskan genggaman tangan Nisha,
" Mbar " panggil Nisha saat Ambar mulai berlari kecil yang memang kearah toilet.
" mending temenin gw kekantin dulu yuk, gw belom sarapan " ujar Arya sambil menahan pundak Nisha yang mencoba mengejar Ambar.
" dah mau masuk kelas tau " menunjuk jam dipergelangan tangannya didepan Arya.
" masih 20 menit lagi juga. Masih sempet tau. Ya ya " ucapnya memegang kedua tangan Nisha dan mencondongkan wajahnya mendekati wajah Nisha yang semakin mundur. Tiba tiba saja jantung Nisha berdebar saat itu juga. Debaran yang entah seperti apa itu.
Nisha melirik sekitar yang banyak mahasisiwa memperhatikan mereka berdua.
" apa apaan sih Ya! " sentak Nisha melepas genggaman tangannya,
" diliatin yang lain tuh! Udah ahk, gw mau kekelas " ucapnya berjalan menjauhi Arya. Menutupi rasa malunya yang tak mau terlihat Arya sambil tersenyum.
__ADS_1
" aahhkk lo mah gitu Sha sama gw! " ikut berjalan dibelakang Nisha. " bodo! " saut Nisha ketus menjulurkan lidahnya pada Arya.
" awas lo ya Sha! " teriak Arya yang membiarkan Nisha berlari jauh. Nisha berbalik memperlihatkan senyumnya pada Arya. Dipandangnya gadis yang sudah mencuri hatinya sejak pertama mereka bertemu saat masa orientasi mahasiswa dan karena diperkenalkan oleh ibunya pula. Tapi disaat Arya baru mau memulai pendekatannya, ternyata Nisha sudah dimiliki orang lain. Walau Arya sudah menyatakan isi hatinya pada Nisha, Nisha tidak pernah mengabaikan atau menjauhi dirinya. Dan Arya pun tetap mendekati Nisha sampai sekarang, walau dengan status hanya teman.
Andai lo belum sama cowok lo itu Sha. Gw pasti udah jadiin lo milik gw saat ini.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya ditata usaha kampus, Nisha membereskan mejanya dan bersiap pulang sore ini.
Keluar dari ruangan tata usaha, berjalan menyusuri lorong kampus yang sudah berkurang penghuninya.
" hai sayang "
Nisha terkejut saat Arya kembali mendektainya dan merangkul pundaknya lagi. Selalu begitu. Nisha menyikut perut Arya pelan.
" kebiasaan! " saut Nisha ketus dengan senyum khasnya. Arya lalu mencubit satu pipi Nisha, gemas.
" gemes gw liat lo! " seru Arya. Nisha mengelus pipi yang dicubit itu.
" Arya "
" hmm "
" makan yuk! Laper "
Arya menghentikan langkahnya dan menatap Nisha.
" tumben lo ngajak makan? Mang gak dijemput sama cowok lo? " Nisha menggeleng sambil tersenyum. Mata Arya pun berbinar melihat jawaban Nisha.
" dia lagi lembur katanya tadi jadi gak jemput. "
Nggak apa pa lah gw jalan sama Arya. Kak Ardi gak tau ini. Hehe
" tapi lo yang bayarin ya? " ucapnya merangkul tangan Arya dan menariknya berjalan.
" lah kok, gw yang bayarin sih? Kan lo yang ngajak! " seru Arya menahan lengannya.
" kalau lo gak mau bayarin gw, ya udah gw pulang aja sendiri " katanya melepasnkan lengan Arya.
" ayoo...gw mau makan pecel ayam yang didepan kampus ya? " meraih lengan Arya.
" terserah lo aja dah! " ucap Arya tersenyum pasrah ditarik oleh Nisha.
* * *
Didalam ruangan kantor milik wakil direktur, setumpuk berkas dengan map bebagai warna diatas meja Ardi saat ini.
Semua itu adalah laporan dari berbagai bagian, dari bulan lalu dan bulan ini yang belum diperiksanya. Tadi setelah istirahat, Ratna, sekertarisnya memberikan map map itu atas perintah Pak Kurniawan selaku predir diperusahaan ini. Dan Ardi pun tak dapat menolaknya.
Ardi melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3 lewat 30 menit. Dan berkas laporan yang harus dipelajarinya pun masih menunpuk. Sepertinya hari ini dia tidak bisa menjemput Nisha pulang dari kampus. Diraih ponselnya yang tergeletak dimeja dan menghubungi Nisha.
" Assalamualaikum " sapa Ardi saat panggilannya diangkat oleh Nisha.
" walaikumsalam. Kenapa kak? " tanya Nisha diujung panggilan dengan penuh senyum.
" lagi ngapain sayang? "
" lagi kerja, lagi nginput data mahasiswa. Ada apa? " tanya Nisha lagi.
" sayang, maaf ya hari ini gak bisa jemput lagi. Kerjaan aku lagi banyak! Mungkin juga lembur kali. " tutur Ardi melas.
" ooh...ya udah. Gak papa kok! Ntar aku pulang sendiri aja. " jawab Nisha santai.
" tapi kamu gak bareng Arya kan? " Nisha mengerutkan keningnya sejenak.
" nggak sayang. Aku naik ojek online aja " saut Nisha
" ya udah gitu aja. Besok aja kita ketemunya ya " ujar Ardi
" iya. Bye. Miss you "
" miss yuo too. Muach "
__ADS_1
" muaach "
Ardi menutup panggilan itu dengan penuh senyum. Meletakkan kembali ponselnya dimeja. Saat melihat tumpukan berkas lagi, wajahnya berubah kembali lesu. Dia menghembuskan napasnya kasar.
Tok tok tok
" masuk " ucap Ardi saat mendengar suara ketukan pintu ruangannya.
" permisi tuan " sapa Ratna memasuki ruangan Ardi.
" ada apa Rat? " tanya Ardi menyautkan alisnya, sepertinya Ratna datang ingin memberikan suatu pesan karena dia tidak membawa apa
pun ditangannya.
" tuan Ardi disuruh keruangan pak Kurniawan sekarang " ucap Ratna berdiri didepan meja Ardi.
" ada memangnya? Apa kamu tau? " tanya Ardi sedikit penasaran.
" sepertinya soal kerja sama dengan PT Elang Jaya mengenai bahan baku untuk pabrik yang di kota B, tuan " jelas Ratna. Ardi pun mengangguk mengerti.
" saya permisi tuan " Ratna memohon undur diri keluar ruangan.
Ardi pun ikut beranjak dari kursi berjalan keluar ruangan menuju ruangan Pak Kurniawan yang ada satu lantai diatas lantai ruangannya.
" masuk " ucap Pak Kurniawan saat mendengar suara ketukan pintu. Ardi pun masuk kedalam ruangan itu.
" ada apa paman? " tanya Ardi yang sudah duduk dikursi depan meja pamannya itu.
" apakah pekerjaanmu masih banyak? " tanya Kurniawan
" lumayan paman, mungkin bisa sampai setelah magrib. Apa ada hal penting mengenai PT Elang Jaya? " tanya Ardi mencoba menebak.
" aahhkk kau sudah tau ternyata. Begini Ardi, pimpinan PT Elang Jaya meminta pertemuan untuk membicarakan mengenai kerja sama kita. Dan mereka meminta untuk malam ini. "
" aku tidak bisa hadir malam ini karena juga ada pertemuan dengan klien kita yang lain. Aku ingin kau yang pergi kepertemuan itu bersama sekertarisku. Dahlan akan menjelaskan isi kontraknya nanti padamu. Bagaimana? " tutur Kurniawan sambil memutar mutar kursinya.
Ardi terlihat berpikir sejenak. " tinggal saja dulu pekerjaanmu itu. Lanjutkan nanti hari senin. Atau kau mau lembur besok juga tidak apa apa! " tambah Kurniawan mencoba menerka apa yang dipikirkan keponakannya itu.
" aku besok kuliah paman, mana bisa besok aku lembur, seorang diri lagi! " sautnya ketus melipat kedua tangannya didada.
" itu terserah kau saja. Yang terpenting malam ini kau temui Pak Jordi pimpinan PT Elang itu dulu. Oke! " perintah Kurniawan
" baiklah kalau begitu " ucap Ardi berdiri dari kursinya, " aku kembali lagi keruangan sekarang paman " ujar Ardi lalu berjalan setelah Kurniawan menganggukkan kepalanya.
Huuhhhh
Ardi menghela napasnya kasar. Lebih baik bekerja dibengkel motor milikku dari pada kerja kantoran seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**YANG MAU BANTU VOTE, SENIN PAGI AJA YA. AKU SANGAT MENGHARAPKAN POIN DARI KALIAN😍
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**
__ADS_1