Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 80


__ADS_3

Tak semudah itu merangkai kata.


Jika pun sudah terangkai,


Bibir tak bisa semudah itu mengatakannya


Dan masih terlalu rumit untuk dijelaskan.


Diamku adalah mencintaimu.


* * * * *


" Habis ini, lo mau kemana?" Tanya Ardi saat keluat resto.


" Entahlah! Mungkin pulang kekosan. Nunggu mas Cahyo pulang kerja nanti jam 5." jawabnya santai. " Lo sendiri mau kemana?"


" Ya pulang lah. Bengkel gw lagi banyak pelanggan yang benerin motor. Kebanyakan temen temen nongkrong yang biasa nonton balapan."


" Gimana kalau ikut lo aja ya? gw jadi pengen liat bengkel lo. Ya ya gw ikut !" Ucap Maya bersemangat sambil memasang wajah memohonnya.


" Nggak pa pa emangnya sama cowok lo?" Tanya Ardi ragu. " Gak apa pa. Ntar gw kabari dia juga kok!" Ucanya sambil mangut mangut agar Ardi mengijinkan.


" Ya udah deh. Ayo! " Berjalan menuju parkiran motornya. " Eehhh...tapi gak apa apa gw main kesana? Ntar cewek lo lagi yang marah liat lo sama gw lagi." Ucapnya menghentikan langkah Ardi.


" Kemaren aja saat pertama kita ketemu dimall, kayaknya dia cemburu banget!" tambahnya.


" Gak juga kok! Dia emang cemburu. Tapi anak nya gampang dikasih pengertian kok. Dia gampang diatur." Ucap Ardi sambil mengambil helm dimotornya. " Gak kayak lo dulu yang semaunya! " Maya memasang wajah cemberutnya sambil menerima helm pemberian Ardi.


" Cocok berarti sama lo yang sedikit emosian!" balasnya ketus. Ardi hanya tersenyum kecil diujung bibirnya. " Jadi bener nih gw gak apa apa kalau ikut lo kesana?" Tanya lagi.


" Kalu lo mau main kesana ya udah ayo! Tapi gw gak tau ya ntar bisa nganter lo pulang atau gak!" Ucap Ardi yang sudah duduk dijok motornya.


" Ya gw mau ikut! Tapi kalau ntar cewek lo tau. Gw gak tanggung jawab ya!"


" Dia lagi sekolah May! Udah ayo naik!"


Maya pun naik dijok belakang motor Ardi. Dan ikut pergi kebengkel Ardi.


Sekitar 40 menit perjalanan dengan lalu lintas lancar dan sedikit cuaca panas, mereka sampai dibengkel Ardi.


Dono yang sedang membetulkan sebuah motor menghentikan aktifitasnya sejenak, saat motor Ardi berhenti disana. Apalagi dengan seorang cewek cantik yang sedang membuka helmnya.


" Waahhh...cewek mana lagi itu yang dibawanya? Bukannya dia masih sama Nisha?" Gumam Dono lirih melihatnya.


Maya tersenyum melihat Dono berdiri mematung disana. Ardi pun melirik Dono juga.


" Bos, siapa lagi itu?" Tanya Dono yang melirik kearah Maya. " Temen lama gw!" Jawabnya singkat. " dah pada selesai itu motor?" tanya Ardi melihat 4 buah motor berjejer disana.


" Tuh yang dua belom bos. Belum sempet kepegang ini. Buruanlah bantuin!" Ucap Dono yang sudah sedikit kelelahan melakukan pekerjaannya. " Iya ntar..." Ucapnya berjalan masuk kedalam bengkel.


" Duduk disana aja May " Ucap Ardi sambil menunjuk sofa kecil didalam bengkel. Maya mengangguk sambil memperhatikan seluruh isi bengkel dari luar sampai dalam.


" Lumayan berkembang juga ya A bengkelnya?"


" Alhamdulillah lah. udah 2 tahun lebih juga gw jalaninnya."


" Mau minum apa May?" Tanya nya saat mau berjalan keluar. " Apa aja. Yang penting dingin." ucapnya menoleh pada Ardi, dengan santai masih memutar tubuhnya melihat lihat isi bengkel. Ardi pun mengangguk berjalan keluar.


" Lo dah makan Don?"


" Belom ini bos!" Jawabnya cepat. " Mau makan apaan lo?" Tanya nya lagi. " Mau dibeliin ini?"


" Iyaa..." Ucap Ardi singkat. Wajah Dono lqngsung bersemangat. " Apa aja dah yang penting enak!"


"Sama rendang mau?" Tanya nya lagi. Dono pun mengangguk cepat. " Rendang ban pesawat mau?" Dono membulatkan matanya. " Eehh....bujuk! Emang ada?" Tanya heran.


" Adalah...cuma buat lo doang. Khusus!" ucapnya tertawa kecil

__ADS_1


" Masa!" Dono memiringkan kepala. Heran.


" Nih! Beli sendiri sono diujung berung kalau ada!" Ucapnya sambil memberikan uang selembar 20 ribuan.


" Suee...looo!" Ucapnya kesal saat Ardi sudah berjalan menuju warung sebelah untk membeli minuman dan makanan kecil.


" Tapi lumayan lah! " Ucapnya meletakkan uang lembaran itu dikeningnya. Dono pun pergi membali makan siangnya dengan motor jadul miliknya.


Ardi pun kembali dengan membawa 2 buah gelas pelastik berisi kopi dan minuman rasa jeruk serta sekantong cemilan. Maya sudah duduk disofa dalam bengkel sambil menyilangkan kakinya dan bermain benda pipih miliknya. Ardi meletaakkan semua yang dibawa dimeja yang ada.


" Nih minuman sama makanan kecil. Gw tinggal bentar ya. Mau ganti baju dulu "


" Lo tidur disini juga A?" Ardi pun mengangguk sambik berjalan menuju tangga. " Dimana? Diatas?" Tanya lagi.


" Iyaaaa..." jawabnya singkat tanpa menoleh ke Maya. " Gw liat dong kamar lo A ?"


" Nggak! Gak boleh ada cewek yang masuk ketempat tidur gw!" Ucapnya lantang saat menaiki anak tangga kedua. Maya mengerutkan keningnya.


" Galak amat si A!" Ucapnya mengerucutkan bibirnya. " Iya kaga!" Kembali duduk disofa, yang tadinya sempat ingin bangun mengikuti Ardi.


Ardi pun sudah selesai mengganti baju dan celana pendeknya. Maya pun sedang meminum air jeruk dan cemilan yang ada.


" Gw tinggal ya! Gw banyak kerjaan soalnya." Ucapnya pada Maya sambil mengambil gelas minuman kopinya. Maya pun mengangguk sambil memasukkan kripik kedalam mulutnya tanpa menoleh pada Ardi, asik memainkan benda pipih perseginya. Saar Ardi keluar, Maya meliriknya.


" Dia masih kaya dulu! Gak banyak berubah. Pekerja keras juga masih perhatian " Gumamnya sambil tersenyum melihat Ardi yang membongkar mesin sebuah motor yang ada disana. Memasukkan kembali kripik kedalam mulutnya. Lalu kembali fokus pada benda pipih ditangannya.


Ardi pun memulai pekerjaannya. Dono masih duduk dikursi tunggu sambil memakan jatah makan siangnya yang baru saja dia beli.


" Ardi...itu cewek temen lama lo?" Tanya Dono lagi memastiakan. " Iyaa...temen lama gw saat gw diBandung dulu. Baru ketemu kemaren saat jalan bareng Nisha." Jawab Ardi demgan masih melakukan pekerjaannya tanpa menoleh ke Dono.


" Oohh...Nisha tau juga!" Ardi mengangguk pelan. " Terus ngapain dia lo bawa kesini?"


" Dia yang mau main kesini. Gw gak ngajak!" ucap Ardi datar. " Ntar kalaw Nisha kesini gimana?"


" Kaga...gw udah bilang gw gak bisa jemput dia dulu. Lagian dia gak bakal kesini kok!" Ucapnya pasti. Dono memgangkat kedua bahunya. Membuang bungkus nasi yang kosong. Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Tapi tuh cewek cantik emang!" Ucap Dono lirih walau masih terdengar dikuping Ardi.


Maya berjalan kedepan tempat Ardi dan Dono membongkar motor motor. Sesekali ada juga yang menambal ban dan membeli bensin disini. Maya berdiri didepan etalase yang berisi botol botol Oli dan beberapa kotak ban dalam motor.


Tanpa tak sengaja,tangan Maya menyenggol gelas plastik yang berisi oli bekas yang terletak diatas meja etalase yang dia sandari. Seketika oli tersebut tumpah dan mengenai baju yang dipakai Maya.


" Aaahhhkkk..." Maya berteriak saat tumpahan oli tersebut mengenai baju dan tangannya. Sontak Ardi dan Dono menoleh kearah Maya. Ardi bangun dan menghampiri Maya.


Maya menganggkat tangannya tinggi yang terkena tumpahan oli dan tangan satunya mengibaskan bajunya yang juga terena.


Ardi mengerutkan dahinya melihat yang menimpa Maya.


" Bantuan atuh A! Tongtingali wae ieu!" ucap Maya kesal pada Ardi yang hanya melihatnya saja. " Lah lo! Nanaonan atuh May?" Maya mengerucutkan bibirnya menatap Ardi. Ardi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Ini gimana baju gw?" Ucapnya saat berada didalam kamar mandi bawah membersihkan tangannya. " Mana gw tau! Salah lo sendiri gak liat liat ada oli disitu!" Ucapnya santai berdiri bersandar dìsisi pintu kamar mandi.


" Ya pinjemin kaos lo dulu napa A? Lo punya kaos kan?" tanya Maya lembut tapi kesal.


" Ooohh..." jawabnga sambil mangut mangut. " Ya udah...gw cariin kaos gw dulu. Mungkin ada yang cocok sama lo!" berjalan meninggalkan Maya menaiki tangga kekamarnya.


Setelah selesai mencuci tangannya dan sedikit membasahi bajunya yang terkena tumpahan oli, Maya berniat naik keatas menuju kamar Ardi.


" ooohh...Ini kamarnya! Luas yaa!!" Gumam Maya saat sudah berada diatas melihat sekeliling kamar Ardi dan ada Ardi yang sedang membuka lemari kecilnya mencari kaos untuk Maya.


Setelah menemukan kaos yang dikiranya pas untuk Maya. Ardi menutup lemarinya dan saat menoleh, dia melihat Maya sudah ada disana.


" Lo ngapain keatas?"


" Liat kamar lo! sekalian ngambil baju wat gw ganti." ucapnya tanpa menoleh ke Ardi, Matanya masih berputar dikamar itu.


" Ayo..keluar ahhkk!" Mencoba menarik tangan Maya yang terus berjalan mendekati meja belajar Ardi. Tapi ditangkis oleh Maya.

__ADS_1


" Ini foto lo sama cewek lo yaa?" Tanya Maya meraih foto figura Ardi dan Nisha saat Ulang tahun Nisha diatas meja


" Taroo...Maya!" Meraih foto itu dan meletakkannya kembali kemeja. " Udah sana buruan ganti baju lo!" ucapnya sambil menyerahkan kaos berwarna biru laut polos ditangan Maya.


" Iya iya.." berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam ruangan ini. Ardi hanya menggelengkan kepala berulang.


Ardi mendengar suara seseorang memberi salam dari bawah kamar. Dibengkel. Ardi pun menuruni tangga perlahan. Saat matanya melihat seorang gadis berdiri dengan masih memakai seragam putih abu abu didalam bengkel tersenyum padanya.


" Kak Ardi "


" Nisha "


Betapa terkejutnya Ardi melihat Nisha yang tiba tiba datang tanpa memberitahunya dahulu.


Nisha melangkah ingin mendekati Ardi yang berdiri dibawah tangga, tapi langkahnya terhenti dan senyumnya memudar saat matanya tertuju pada seorang cewek yang turun dari atas kamar Ardi, bahkan menggunakan baju Ardi yang sedikit kebesaran dibadannya.


" Maya " Ucap Nisha dalam Hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**TOLONG BANTU VOTE YA READERS


JANGAN LUPA JUGA LIKE DAN KOMEN

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA😊


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**


__ADS_2