
Saya bukan pencemburu
Tapi milik saya, ya milik saya
Saya tidak mau berbagi
Apalagi terbagi
* * * * *
Ardi dan Nisha kini berdiri dari posisi duduk mereka dan berniat untuk berjalan keluar dari kantin kampus ini, tapi tiba tiba terdengar suara.
" Nisha "
Ardi dan Nisha terkejut saat ada suara teriakan yang memanggil nama Nisha. Saat itu juga mereka menoleh kearah belakang tempat mereka berdiri.
Nisha mengerutkan keningnya saat melihat Arya berdiri diatas bangku kantin dan memegang sebuah gunting ditangan kirinya.
Ardi yang tau siapa lelaki itu, wajahnya seketika berubah muram dan emosi. Satu tangannya mengepal keras melihat lelaki yang menaruh hati pada Nisha itu.
" Sha, gw mau potong urat nadi gw ya! Gw patah hati sama lo! " begitulah Arya berkata dengan berteriak didalam kantin dengan kedua tangan didepannya dengan satu tangan yang memegang gunting yang menempel ditangan yang satunya. Dikantin yang ada beberapa mahasiswa pula disana yang ikut memperhatikan kelakuan Arya pun
sambil geleng geleng kepala mereka.
Sedangkan Nisha sendiri, dia mengangkat kedua alisnya tinggi tinggi dan membelalakkan matanya. Tapi ternyata bukannya ketakukan yang dirasa, Nisha malah menutup mulutnya menahan tertawanya agar tak kelapasan melihat cowok yang sedikit menggetarkan hatinya itu melakukan hal yang mustahil bagi Nisha. Tapi juga sebenarnya sedikit membuat Nisha terkejut akan tindakannya.
" iya. Ter se rah! Mau lo potong tuh tangan, potong aja! " Ucap Nisha lantang.
Huuuhhhhh
Dan semua pengunjung kantin pun bersorak untuk Arya.
*Berani bener tuh cowok kayak gitu didepan pacar tuh cewek?
Ceweknya yang kerja di tata usaha kan itu?
Iya. Wah! Hebat ya diperebutin dua cowok gitu! Sama sama ganteng lagi tuh dua cowok.
Iya padahal ceweknya biasanya aja. Cakepan juga gw. Hahaha*
Ardi sudah geram tak tahan menahan emosinya melihat kelakuan lelaki itu, dan bahkan Nisha yang malah ikut menimpali kelakuan lelaki yang membuatnya cemburu. Ardi menarik tangan Nisha keras dan pergi berlalu keluar kantin. Tak ingin melihat kelanjutan drama yanv membuat hatinya panas.
" tega lo Sha!" Ucap Arya lantang melihat Nisha ditarik oleh kekasihnha, turun dari kursi kantin dan menurunkan tangannya.
" berani banget lo, didepan cowoknya kayak gitu! Gila emang lo! " ucap satu teman Arya yang duduk disampingnya.
" emang gw sengaja kali, biar cowoknya kebakaran jenggot dikit! " ujar Arya tersenyum puas.
" kaga punya jenggot kali tuh cowoknya! "
" maksud gw hati pe'a! " mendorong pundak temannya yang menggelengkan kepala.
Ardi terus menarik pergelangan tangan Nisha menjauh dari lelaki sia*lan itu. Apalagi terang terangan didepannya, Ardi berpikir sepertinya Arya memang sengaja melalukan itu didepannya.
" kak Ar, jangan cepet cepet napa? " seru Nisha yang merasa cukup lelah mengikuti langkah kaki Ardi yang cukup besar dari langkah kakinya. Tapi sepertinya Ardi tak menghiraukan ucapan Nisha yang mengeluh karena api cemburunya yang memenuhi rongga dadanya.
Dia terus berjalan menarik tangan Nisha hingga sampai didepan mobilnya. Menyalakan alarm mobilya agar dapat terbuka kuncinya. Membuka pintu penumpang depan mobil, dan menyuruh Nisha masuk kedalam. Nisha pun menurutinya tanpa banyak tanya.
__ADS_1
Kak Ardi kenapa sih? Mukanya kayak sewot begitu! Gumam Nisha dalam hati, tapi tanpa pikir lagi Nisha hanya mengangkat kedua bahunya tak mau ambil pusing.
Melirik Ardi yang kini telah duduk dikursi kemudi mobilnya. Setelah memakai setbel, tanpa banyak bicara Ardi membawa mobilnya keluar kampus.
" kita langsung pulang kerumah kamu aja ya? " Ardi berucap dengan nada yang datar tanpa menoleh pada Nisha. Dan Nisha hanya mangangguk mengiyakan dengan suara pelan. Nisha melirik lagi wajah Ardi yang sedang fokus menatap lurus didepan kemudi. Nisha baru tersadar akan kelakuan Arya tadi yang mungkin membuat Ardi berwajah masam dan ditekuk tak karuan itu.
" kak Ardi marah?" Nisha memberanikan diri bertanya kali ini.
" menurut kamu? " jawabnya masih dengan suara datar dan menatap jalanan.
Nisha menundukkan kepalanya," tapikan bukan salah aku Arya kayak gitu ", ucapnya lirih dalam hati. Lalu memutar kepalanya menatap Ardi kembali.
" kak Ardi, cemburu ya sama Arya? " Ardi diam seribu bahasa, tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya.
Nisha pun memilih ikut diam saja, menatap keluar jendela samping kursinya.
" kamu pasti seneng, ada cowok yang rela mati buat kamu didepan umum kayak tadi! " akhirnya keluar juga kata kata dari mulut cowok yang sedang menahan kesalnya sejak tadi.
Nisha langsung menoleh pada sumber suara yang sedikit ketus itu. Lalu tersenyum kecil melihat cowok disampingnya itu. Nisha menegakkan tubuhnya.
" ya seneng lah! Cewek mana juga yang gak baper jika ada cowok rela mati buat dia. Walau caranya sedikit konyol, tapi bisa bikin para cewek merasa berharga buat tuh cowok." Tutur Nisha tegas.
" trus kamu suka gitu cowok tadi? " tanya Ardi dengan nada tinggi.
" ya suka lah! Eeh..." Nisha langsung menutup mulutnya merasa salah berucap.
Ardi langsung membanting setirnya kekiri jalan.
" kok! " Nisha terkejut melihat Ardi menepikan mobilnya dipinggir jalan yang sedikit ramai itu.
Nisha menggelengkan kepalanya disertai lambaian tangannya didepan Ardi. " bukan gitu maksudnya? "
" terus maksudnya apa? Bilang aja jujur kamu udah mulai suka kan sama Arya, apalagi kamu setiap hari ketemu sama dia. "
Kok dia bisa nebak gitu ya?
" gak kak Ar! " bantah Nisha
" lah tadi kamu bilang suka sama dia? "
" maksud aku suka itu, suka cowok yang rela mati buat ceweknya, bukan suka sma Arya nya " ujar Nisha menggebu gebu.
" Kak Ardi ini kemakan cemburu banget sih! " seru Nisha yang menjadi ikut kesal.
" ya gimana aku gak cemburu! Didepan mata aku, ada cowok nunjukin hatinya buat pacar aku sendiri. "
" kalau aku gak bisa nahan emosi tadi, udah aku hajar itu cowok yang gak tau diri gitu! "
" bahkan dulu, kamu inget Andri. Cowok yang terang terangan bilang suka ke kamu didepan aku. Kalau bukan didepan rumah kamu waktu itu, dia juga pasti juga udah tonjok muka ngeselinnya itu. "
Nisha tertegun mendengar ucapan Ardi yang lantang itu. Ya, memang dia tau itu semua.
" ya tapikan itu semua bukan salah aku Kak! Aku juga kan udah nolak mereka, kalau mereka sampai ngelakuin kaya gitu dan tetep suka sama aku, aku gak bisa ngapa ngapain, itu aku gak tau menau. Iihhkk kamu mah! " ucap Nisha kesal penuh dengus membuang wajahnya kearah jendela.
Ardi mengusap wajah sampai kekepalanya dengan kasar. Menghela napasnya perlahan. Lalu menatap gadis disampingnya yang telah merajuk.
" Sha " menarik satu tangan Nisha agar berbalik menatapnya, tapi segera ditepis oleh Nisha.
__ADS_1
" emang salah aku dimana, sampai kamu kayak gini ke aku. Diemin aku, marahin aku. Bukan salah aku jika cowok cowok itu suka sama aku. Aku juga suka sama mereka! " Seru Nisha.
" ya, kalau kamu gak suka sama dia, ngapain kamu tadi malah nanggapin kelakuan dia." Tukas Ardi dengan suara melembut. Sudah bisa meredam emosinya.
" ya emang salah apa, jika aku ngebalas panggilan dia tadi? Lagian kelakuannya Arya emang malu maluin aja! " ucapnya lirih
" ya salah lah sayang! " Nisha menoleh menatap Ardi yang sudah memanggilnya dengan kata sayang. Juga mengerutkan keningnya.
" emang tujuannya Arya kayak gitu buat narik perhatian kamu, kamu nanggapin kelakuan dia kaya tadi itu berarti dia udah bikin kamu tertarik sama dia dan mengabaikan aku sebagai pacar kamu. Dan dia udah berhasil tadi. Bahkan bikin aku kebakar rasa cemburu liat kamu yang ngebalas ucapannya! " tutur Ardi yang kini menggenggam satu tangan Nisha. Menatapnya lekat kedalam manik mata hitam milik gadis pemilik hatinya.
" aku cuma gak mau hati kamu sampai diambil sama orang lain. Dengan cara cara yang bikin hati kamu luluh sama cowok itu "
" maafin Nisha ya Kak Ar, kalau tadi aku kayak gitu. Tapi Nisha akan terus berusaha biar hati Nisha tetep buat kakak kok! " ucapnya sambil tersenyum manis pada Ardi.
" maafin aku juga ya yang udah marah marah sama kamu " ucap ardi tulus dan mendapat anggukan dari Nisha.
Ardi pun menarik Nisha agar lebih mendekat lagi. Saat Nisha menggeser duduknya, karena ingin memeluk tubuh Ardi yang sudah mengarah padanya. Tapi ternyata, Ardi malah meraih tengkuk lehernya dan menyautkan bibirnya di bibir pink mungil milik Nisha. Nisha reflek mendorong dada Ardi agar menghentikan ciuman itu.
" kakak mah! Ini dijalan tau! Ntar ada yang liat aja. Malu! " seru Nisha menyentuh bibirnya yang mengerucut setelah Ardi melepaskan pertautan bibir itu.
" emang kenapa? Gak ada liat ini kok! Lagian juga kacanya kan gak tembus pandang " jawab Ardi santai melirik keluar jendela.
" masa! " melirik kearah kaca depan mobil.
" kaca samping aja, yang depan mah gak, cuma gelap aja " ucapnya menahan tawa.
" sama aja bohong! " memukul lengan Ardi keras. Dan mereka pun tersenyum bersama.
" udah gak marah kan? " Ardi menggeleng lirih. " ya udah. Ayo kita pulang " ajak Nisha.
Ardi pun melanjutkan kembali perjalanannya menuju rumah Nisha.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**YANG PUNYA POIN, BANTU VOTE YA
LIKE DAN KOMEN JUGA
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**
__ADS_1