Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 99


__ADS_3

Aku adalah sinar silau panas


Bayang bayang hangat mentarimu


Bumi pasrah langitmu


Aku adalah jasad ruh mu


Fayakun kun mu


Aku adalah a k u


K a u mu


* * * * *


Masih dihari yang sama saat Nisha dan Ardi tau bahwa Imel hamil dan telah meminum obat pengugur kandungan yang diberikan oleh Eric. Nisha juga menyembunyikan kebenaran itu dari teman dekatnya. Nisha tau akan bagaimana situasi jika semua temannya tau bahwa Imel hamil, dan bahkan menggugurkannya. Pasti semua temannya akan menggunjingnya. Dan mungkin lebih kejam lagi dari, saat situasi dimana semua temannya tau hubungannya dengan Ardi yang pernah berhubungan pula dengan Imel. Semua menghujat Nisha sebagai teman makan teman, dan saat tau Ardi mempermainkan hati Nisha dan Imel bersamaan.


Beruntungnya Nisha bukan cewek yang memiliki mulut ember dan gampang membuka aib orang yang dia tahu. Dia dapat menyembunyikan sebuah rahasia dengan rapat bahkan mungkin sampai mati jika dipinta. Iihhh...


Setelah bel pulang sekolah berbunyi, semua siswi berhamburan keluar kelas dan pulang. Tapi Nisah dan teman temannya, terlebih dahulu ketoilet untuk mencuci muka mereka.


Setelah itu, mereka pun berjalan bersama untuk keluar sekolah yang sudah sedikit lenggang.


" lo dijemput Sha? " tanya Rini.


Nisha pun mengangguk pelan. " Iya "


" enak ya, punya ojek pribadi " ucap Lia.


" lah! Lo minta lah sama Alan buat jemput lo juga! " sela Dian ditengah percakapan mereka.


" dia sibuk kerja, cari duit buat ngelamar gw nanti! " semua menatap Lia dengan alis terangkat. " lo dah siap emangnya Li? " tanya Nisha penasaran.


" Ya kalau jodoh Sha! Gw gak nolak kok. Tapi kalau bukan jodoh, ya udah! " ujarnya santai mengangkat kedua bahunya.


" ntar kita liat yuk! Siapa diantara kita berlima yang nikah duluan? " ujar Eva.


" pasti Rini yang duluan sama Dion! " seru Dian.


" Emang Rin? " tanya Nisha yang tak tau menau soal itu. Yang Nisha tau, Rini dan Dion tak sengaja bertemu disekolah ini, saat dia bertugas membetulkan komputer milik sekolah ini. Karena Dion seorang teknisi komputer dan komponennya. Saat itu lah dia berkenalan dengan Rini dan mulai menjalin hubungan.


" Doain aja " ujarnya singkat dengan senyum malu malu.


" iya lah, kalau ada cowok yang udah siap nikahin kita mah, mau apa lagi coba! Apalagi tuh cowok udah cukup mapan. " ujar Lia santai. Dan semua pun mengangguk, kecuali Nisha.


" nggak gw mah! " seru Nisha membuat semua menoleh padanya. " walau udah mapan juga, gw gak mau nikah muda! " tambahnya lagi.


" lah ngapa emangnya? " tanya Dian.


" kalau masih bisa, gw masih mau kuliah, nuntut ilmu yang lebih tinggi lagi. Gw juga mau kerja dulu, punya uang hasil sendiri. Bahagiain orang tua gw. Masih mau nikmatin masa dewasa gw. Masih banyak yang mau lakuin sendiri " tutur Nisha sambil menerawang keatas langit.


" ya elah, Sha. Mau kuliah tinggi tinggi juga, nanti ujung ujungnya tetep masuk kedapur juga, dan nikah juga. Ngurus suami. Sama aja! " seru Rini.


" Ya emang. Tapi kan..."


" Udah debatnya. Tuh! Jemputan lo berdua dah pada nungguin! " tutur Lia saat mereka tak terasa sudah ada didepan gerbang sekolah, menunjuk pada dua cowok bersepeda motor didepan halte depan sekolah. Dion dan Ardi yang terlihat berbincang bersama.


Lia dan Dian pun memutuskan untuk berjalan kearah mereka pulang setelah berpamitan, Eva pun berpamitan pula saat mobil angkot yang akan dia naiki telah datang. Rini dan Nisha pun berjalan bersama mendekati cowok mereka.


Oh Tuhan, Nisha lupa jika hari ini dia memakai rok putihnya yang terlalu pendek. Pasti Ardi akan memarahinya.


" lo kenapa Sha? " tanya Rini saat melihat Nisha dengan wajah yang tertekuk dan menepuk jidatnya.


Nisha tersenyum canggung dan menggeleng pelan. " nggak kenapa napa "


Nisha dan Rini menghampiri Dion dan Ardi bersama. Setelah saling sapa, Dion dan Rini ijin jalan terlebih dahulu.


Ardi memperhatikan Nisha yang berdiri didepannya dari bawah keatas, lalu mengerutkan dahinya dalam. Nisha yang tau akan arti pandangan Ardi hanya tersenyum getir, menggigit bibir bawahnya.


" kamu sekarang sekarang seneng banget ya pake rok pendek gitu! " ujar Ardi ketus dengan mata tajamnya. Nisha mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Ardi.

__ADS_1


" rok aku yang biasa, kena lunturn kemaren saat ibu yang nyuci, jadi aku adanya rok ini, ini juga terpaksa! Aku juga risih pake rok ini, makanya aku bawa handuk kecil buat nutupnya " tuturnya memasang senyum manis.


" mau aku beliin rok baru buat kamu? Biar itu rok dibuang aja. " ucap Ardi menawarkan. Tapi Nisha melambaikan tangannya bermaksud menolak.


" gak usah kak Ar! Lagian aku masuk sekolah tinggal bentar lagi, selesai ujian nasional dah bakal jarang masuk. Sayang kalau mau beli rok sekarang! Nanti gak kepake sama aku. "


" ya kan nanti juga bisa buat Yuni. Dari pada kamu masih pakai rok kayak gitu! Aku gak suka liatnya " ujar Ardi protes. Nisha hanya menggigit ujung jari telunjuknya.


" udah ayo naik! " pinta Ardi yang sudah duduk dijok motornya. Nisha pun menuruti ucapan Ardi dengan sedikit gumaman kecil dimulutnya.


Dah mulai deh posesifnya!


" tutup itu paha kamu! " seru Ardi


" iyaaa " sentak Nisha


Ardi pun melajukan motornya. Nisha yang duduk dijok belakang pun menutupi pahanya dengan handuk kecil yang sejk tadi digenggamnya.


Nisha sejenak memperhatikan jalur yang kini dilaluinya. Ini jalan kemana? Gumamnya dalam hati.


" kita mau kemana Kak? " tanya Nisha mencari tau.


" Kepasar " Nisha membulatkan matanya mendengar kemana tujuan mereka.


" mau ngapain? " tanya Nisha lagi dengan pelan.


" ya beli rok putih buat kamu! "


" hah! "


" kenapa? Kamu gak mau? Masih mau pake rok pendek itu? "


" bukan gitu maksudny! "


" ya udah, kamu diem aja! Kalau kamu gak mau, aku robek itu rok kamu, biar sekalian kamu gak usah pake rok sampe rumah ! " ancam Ardi.


" terserah lah! " sentak Nisha ketus membuang wajahnya menatap sisi jalan. Ardi pun tersenyum puas didepan kemudi.


" Pacarnya ya? " tanya si penjual pada Ardi saat Nisha mencoba roknya di kamar ganti.


" Ia pak " jawab singkat Ardi sambil tersenyum.


Nisha pun keluar dari kamar ganti dengan memakai rok putih barunya. Ardi dan si penjual pun melihatnya. Ardi pun memutuskan membeli rok itu dan meminta langsung Nisha pakai saat itu juga.


" si eneng beruntung ya, punya pacarnya perhatian gitu! Jarang jarang lho, ada cowok yang beliin rok sekolah wat ceweknya biar gak pake rok pendek kaya tadi punya eneng! Kan biasanya cowok malah pada seneng liat ceweknya pake rok pendek gitu! Tapi pacar eneng gak mau kayak gitu. Berarti, pacarnya bener sayang tuh sama eneng, gak mau eneng diliat orang lain. " tutur si penjual saat menulis bon pembeliannya.


" semoga kalian jodoh ya "


Nisha dan Ardi hanya tersenyum canggung dan mengangguk malu tanpa membalas ucapan si penjual. Si penjual pun memberikan bon dan uang kembalian pembelian pada Ardi. Lalu mereka pun beranjak pergi setelah mengucapkan terima kasih.


Nisha tersenyum malu mengingat ucapan si penjual tadi. Merapatkan pelukannya pada tubuh Ardi dari belakang. Ada rasa bahagia menjalar didadanya saat menyadari perlakuan Ardi yang walau sedikit posesif tapi tau itu karena sangat menyayanginya.


" makasih ya " ucap Nisha lirih yang membenamkan wajahnya dibalik punggung Ardi.


Ardi menyentuh tangan Nisha yang melingkar diperutnya. Hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suara, memandang lurus kedepan.


" mau makan dulu gak? " tanya Ardi tiba tiba. Nisha segera mengangkat wajahnya dan meletakkan dagunya dipundak Ardi.


" kamu emang gak sibuk dibengkel? " Ardi menggelengkan kepalanya. " lagi sepi kok. Jadi bisa lama lama sama kamu " ucapnya mengusap lembut lengan Nisha.


Nisha merasakan senang mendengar itu. Memang tak pernah ada habisnya rasa ingin selalu bersama cowok didepannya ini. Walau sudah sering bertemu tiap Ardi menjemputnya pulang sekolah. Tapi tak pernah ada rasa bosan dihatinya untuk bersama cowok itu. Bahkan selalu merasa kurang waktu bersama.


" mau makan apa? "


" Bakso? " Nisha pun mengangguk cepat.


Ardi pun menuju kedai bakso yang biasa mereka datangi.


" kamu ngomong jujur sama Imel? " tanya Ardi disaat mereka menunggu bakso yang mereka pesan.


Nisha mengangguk " iya, dia kaget aku tau "

__ADS_1


" kamu bilang tau dari aku? " Nisha menggeleng pelan. " aku bilang tau dari Eric. "


Hening seketika. Sampai pesan bakso mereka datang.dan mereka mulai menyantapnya.


" kak Ar, tau dari Eric langsung? " Ardi hanya menganggukkan kepalanya sambik menusuk bakso dan memasukkannya kedalam mulutnya.


" Kak Ar, masih ada rasa sama Imel? " Ardi menghentikan tangannya dan menatap Nisha.


Nisha menundukkan wajahnya mengaduk bakso didepannya.


" kamu masih gak percaya sama aku? " berhenti makan dan menatap Nisha serius.


Nisha menoleh pada Ardi dan tersenyum paksa. Lalu menggeleng.


" aku percaya sama kak Ardi. Aku tau kak Ar sayang sama Nisha. "


" terus? Kenapa nanya kayak gitu lagi? "


Nisha memutar bola matanya, menusuk satu bakso dan memakannya.


" kayaknya Kak Ar khawatir banget sama Imel? " Ardi kembali melanjutkan makannya.


" Imel pernah jadi cewek yang aku sayang Sha, andai kamu jadi aku, kamu gimana? " tanya Ardi santai.


" bahkan sekarang, saat kamu tau Imel kayak gitu dan bernasib kayak gini, kamu gimana? " Nisha diam termanung.


Ya ..mungkin aku bakal lebih buruk dari keadaan Imel sekarang. Mungkin aku bakal strees, tapi gak bakal gugurin kandungan itu. Tapi Imel pasti butuh teman buat suport dia. Apalagi gak ada yang tau keadaannya sekarang.


" dah jangan dipikirin! Mungkin ini pelajaran buat dia. Kita udah tau, dan cukup diam aja. Itu udah jalan yang dia pilih dan harus dia lewati, kamu juga cuma bisa ngasih semangat buat dia kalau mau. " tutur Ardi lembut penuh senyum.


" sekarang kita hanya perlu, mikirin jalan kita berdua nanti kedepannya setelah kamu lulus sekolah "


Nisha mengerutkan keningnya dan memajukan bibirnya mendengar Ardi. Dia tau apa maksudnya itu?


Ardi tersenyum melihat Nisha yang selalu membuatnya gemas.


" kamu masang wajah gitu, mau aku cium disini? " goda Ardi dan tepat punggung lengannya kena pukul keras oleh Nisha.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**BANTU VOTE YA READERS


LIKE DAN KOMEN JUGA


JANGAN LUPA ❤ BUAT YANG BELUM


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**

__ADS_1


__ADS_2