Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 23


__ADS_3

Aku ingin memahami


Bagaimana rasanya menjadi matamu.


Lalu mengerti


Apa yang kau rasakan saat menatap aku.


* * * * *


" Kamu gak kenapa napa , Khani ? " Ucap Ardi melepaskan pelukannya dan memegang satu pundaknya. Tangan satunya masih memegang telapak tangan Nisha.


Nisha menatap mata Ardi dengan lekat. Jantungnya masih saja terus berdegup kencang melihat sosok didepannya. Tangannya yang bergetar terasa oleh tangan Ardi. Ardi lalu mengangkat tangan Nisha dengan dua tangan digenggam didepan


dada.


" Heii..kamu gak apa apa ? " menundukkan sedikit kepalanya menatap wajah Nisha.


" Haahhhh...." Nisha pun tersadar dari lamunannya


" Tanganmu bergetar...kau pasti terkejut oleh motor tadi " tangannya masih menggenggam


" Motor..." menatap kebelakang arah laju kendaraan " ooohhh...iya. Aku kaget tadi ! " meletakkan satu tangan didadanya.


Sebenarnya, Nisha bukan terkejut karna motor yang hampir menabraknya tadi. Melainkan karena pelukan dari Ardi.


Lalu menatap genggaman tangan mereka berdua. Rasa desiran didada Nisha masih terasa. Ardi langsung melepaskan tangannya dari tangan Nisha. Nisha pun hanya menundukkan kepalanya.


" Maaf yaa... " Ucap Ardi sedikit canggung


" Atas perlakuanku tadi " sambil menggaruk keplanya yang tak gatal itu.


" Gak apa apa. Kalau kamu gak narik aku mungkin aku...."


" Makasih ya kak " ucap Nisha tersenyum


Ardi pun mengangguk dan tersenyum.


" Udah ayo, kita tunggu temen aku "


" Iya.."


Lalu mereka berjalan kembali menuju tempat motor mereka terparkir dengan mengubah posisi jajalan mereka. Ardi yang pindah kesisi lebih pinggir kejalan raya, agar lebih amam untuk Nisha.


Mereka pun duduk disisi trotoar samping motor Ardi, menunggu teman Ardi datang. Nisha mengusap usap pergelangan dan telapak tangannya berulang ulang. Sepertinya udara malam ini semakin terasa dingin ditangan dan pundak Nisha yang tak tertutup rapat oleh bajunya. Ardi yang melihatnya, berdiri lalu berjalan kemotornya. Memasukkan kunci kekontak motor, memutarnya dan membuka jok motornya.


Diambilnya jaket yang ada dibagasi motornya. Yaa,,, Ardi memang tak memakai jaket itu hanya menyimpannya pada bagasi jok motor, jika sewaktu waktu dibutuhkan. Seperti saat ini. Membuka sleting jaketnya. Dan memakaikan jaket itu pada pundak Nisha.


" Pakai ini, pasti dingin yaa "


Nisha yang sedari tadi melihat jalanan arah datang kendaraan tak sadar kalau Ardi mengambil jaket dan terkejut Ardi memakaikan jaket padanya.


" Hah...makasih kak " manatap Ardi yang duduk disampingnya. lalu memakainya dengan benar.


Tak selang waktu lama, sebuah motor dari kejauhan mendekat ke arah Ardi dan Nisha. seorang cowok berbadan sedikit gemuk dengan motor bebeknya, berhenti didepan mereka. Ardi pun berdiri diikuti Nisha.


" Lama banget sih lo, Don " Cibir Ardi


" Yaa elah, lo mah! Dikata dari rumah gw kesini deket kali " Ujar Dono. Turun dari motornya yang sudah distandarkan.


" Siapa nih? " melirik kearah Nisha " Cewek baru lo ya, Ar? " melihat Nisha dari bawah kaki sampai kepala.

__ADS_1


Nisha hanya menyautkan alisnya mendapat perlakuan itu dari Dono.


" Aawwww...."


" Gak usah banyak nanya dulu lo ! " memukul kepala Dono dan berjalan menaiki motor yang dibawa Dono. Melepaskan kaki standar motor itu.


" Ayo, Ni. Gw anter lo pulang dulu " ucap Ardi santai menatap Nisha. tapi Nisha masih tak beegeming dari tempatnya bingung akan keadaan ini.


" Eehh...Maksud lo apaan ini? " Berjalan ke arah Ardi dan memegang stang motornya


" Bentar doang, Don. Gw nganter dia dulu " menunjuk pada Nisha " Udah malam ini, kasian dia. Nanti dimarahin bokapnya ! " Jelas Ardi sambil memukul tangan Dono.


" Ayo, Khani. Buruan naik. nanti makin malam ini. " Nisha yang masih belom mengerti keadaan, hanya mengikuti kata Ardi. Dia menaikki jok belakang motor itu.


" Anjiirr...maksud lo, gw nungguin lo Nganter nih cewek disini sendiri " ucap Dono kesal melihat temannya itu dengan Cewek yang dia tidak tahu.


" Bentar doang kok ! " menyalakan mesin, menginjak gigi motor dan menarik gasnya.


" Dasaar kampreeettt lo, Ar!! Temen sialan !! " menggerakkan kakinya menendang angin.


" Sorryyy...Nanti gw jelasin!! " teriak Ardi yang sudah melaju meninggalkan Dono.


" Temen kaga tau diuntung!! Gara gara lo sih, pake acara kempes segala " memukul jok motor Ardi yang terparkir tadi.


" Huhhh....sial banget nasib gw " gerutu Dono terduduk di trotoar.


" Tapi, tuh cewek siapa yaa? " pikirnya bertanya sendiri.


" Temen kamu gak apa apa ditinggal gitu aja tadi " tanya Nisha saat ditemgah jalan


" Gak apa apa kok. Jangan dipikirin! "


Setelah sampai di daerah tempat tinggal Nisha, Ardi melambatkan kecepatan motornya. mendengarkan arahan dari Nisha untuk sampai kerumah.


Tak lama mereka pun sampai didepan rumah Nisha. Ardi mematikan mesin motornya. Nisha pun turun dari jok motor.


Cekreekk


Pintu rumah terbuka, dan papa Sakti keluar dari dalam saat mendengar suara motor berhenti.


" Papa " Nisha menoleh kepintu rumahnya.


" Malam pak " Sapa Ardi yang sudah berdiri disamping Nisha.


" Jam berapa ini, Nisha? kenapa baru pulang ?" tanya papa Sakti melipat kedua tangan didada dan melirik ke Ardi


" Dia temen kamu? "


" Iya Pa, ini Ardi. Temen Nisha dan Eva "


" Tadi saat diantar pulang oleh Ardi, ban motornya bocor dijalan. Jadi nunggu diperbaiki dulu " Jelas Nisha


" Bener pak " ucap Ardi saat memdapat lirikan tajam Papa Nisha.


" Sudah buruan masuk. Besok kamu sekolah kan ?"


" Iya Pa " Lalu Papa Sakti masuk kedalam rumah. Nisha mengelus dadanya lega.


" Makasih ya dah diantar pulang " menatap Ardi


" Iya...Aku balik ya "

__ADS_1


" Masih inget kan jalan keluar kejalan rayanya? "


" hehehe..." menggaruk kepalanya yang tak gatal. Nisha pun tersenyum menunduk melihat Ardi. Lalu mengarahkan jalan untuk keluar ke jalan raya. Memang sedikit berliku arahnya, harus melewati tiga belokan yang cukup panjang. Dan Ardi pun cukup mengigatnya.


" Nanti bisa kan kita ketemu lagi? " Tanya Ardi yang sudah duduk dijok motornya. Dan Nisha pun mengiyakan.


" Byee..." Ardi pun memutar motornya dan manarik gas motornya.


Nisha pun masuk kedalam rumah yang sudah gelap. Papa nya pun sudah masuk kekamarnya. Nisha lalu mengunci pintu, menaiki tangga menuju kamarnya.


Membuka pintu kamarnya, dan menyalakan lampu dipinggir pintu. Terlihat Yuni yang sudah tertidur diatas kasur dengan selimut menutup setengah tubuhnya. Nisha keluar menuju kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Setelah selesai, dia beganti baju tidur dikamarnya, dan merebahkan badannya yang lelah malam ini disamping Yuni. Tak lupa dia mematikan lampu kamar.


Saat dia mulai memejamkan matanya, dia teringat akan peristiwa yang tadi terjadi dengan Ardi. Saat tangan nya digenggam dan dia berada dipelukan cowok itu. Rasanya begitu nyaman. Dan sekarang jantungnya pun mulai berdegup tak karuan lagi mengingat hal itu. Meremas baju didadanya


***Oohh...Tuhan. Kenapa dada ini deg degan gak karuan begini sih!


Apa gw suka sama kak Ardi yaa??


Masaa sih!! baru juga ketemu, masa dah suka aja...


Emangnya dia suka gw juga?


Tapi andai beneran suka...dia kan Mantan Imel*


Pikirannya terus berandai andai sampai matanya pun yang sudah lelah kini terpejam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Terima kasih sudah mau membacaπŸ€—


Jangan lupa untuk πŸ‘ dan 🌟 ratenya yaa


❀ nya juga boleh untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga yaa jika readers berkenan.πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2