Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 78


__ADS_3

Bukan kasih jika kau berencana pergi


Bukan cinta kalau kau niatkan sementara


Sebab sayang tak kan meninggalkan luka


* * * * *


Sudah seminggu sejak pertemuan Ardi dan Maya. Beberapa Hari ini Ardi memang disibukan oleh kuliahnya juga usaha bengkel motornya yang semakin ramai. Beruntungnya kini Dono yang menjadi rekan bengkelnya sudah bisa menguasai mesin motor dengan handal, sehingga dapat ditinggal sendiri oleh Ardi.


Ardi pun sudah menghubungi Maya dan mengajaknya untuk bertemu lagi. Bukan untuk melepas rindu dari kisah masa lalu. Melainkan mencari penjelasan akan hilangnya komunikasi yang terjadi dahulu saat terakhir bertemu dari Bandung. Tapi saat ini memang Maya juga sibuk bekerja disalah satu departemen Store yang cukup ternama dijakarta sebagai SPG atau pramuniaga dibagian pakaian dewasa.


" Jadi kapan kita bisa ketemu May?" Tanya Ardi saat dalam sambungan telpon dengan Maya. Sudah beberapa kali ardi menelpon dan mengajaknya bertemu, Tapi Maya selalu tidak sempat karena kerjaannya.


" Kenapa sih emangnya? Lo ngebet banget pengen ketemu gw? Kangen ya sama gw?" Tanyanya dengan suara manja.


Ardi memutar bola matanya saat duduk didalam bengkel malam itu. Mendengar kata kata Maya yang membuatnya sedikit enggan.


Tapi dia sudah tau akan sifat maya yang memang begitu sejak dulu.


" Iyaa...lo tau kan kalau gw kangen banget sama lo! Bahkan lo gak tau kalau gw ada diJakarta sekarang karna lo!"


" Masaaa!" Ucap Maya sedikit terkejut yang saat ini juga berada dikamar kosnya setelah pulang kerja. " Makanya, kemaren kan kita ketemu cuma bentar. Mana puas gw!" ucap Ardi sedikit merayu.


" Jadi kapan lo bisanya?" Tanya lagi Ardi memastikan.


"Hhmmm...ya udah deh. Kalau bener lo mau ketemu gw. Hari kamis aja ya pas gw libur." Ucap Maya pasti. " Ya udah kalau gitu. Gw yang bakal jemput lo ya nanti. "


" Ok dah. Nanti gw kirim lokasi kosan gw ya!"


Panggilan itu pun berakhir.


Hhuuuhhhh....Ardi menghela napas kasar.


Dia teringat akan Nisha sesaat. Hari ini gadis manis itu tidak dijemput olehnya. Karena dirinya yang sibuk dibengkel. Bahkan belum memberi kabar sejak siang tadi.


" Assalamualaikum..." Sapa Ardi saat panggil vidionya tersambung. Terlihat Nisha disana yang tersenýum sedang duduk bersandar dipunggung kasurnya sambil memeluk boneka beruang pemberiannya.


" Walaikumsalam..."


" Lagi pain honey?" Tanya Ardi sedikit manja, Nisha tersenyum mengerutkan dahinya mendengar kata ' honey ' .


" Honey....honey... madu dong aku?" ucapnya memasang wajah cemberutnya. " Kamu kan emang kaya madu. Maniiiiisssss banget!" Wajah Nisha seketika merona disana.


" Kalau gitu nanti lebah pada nyengat aku dong! Karena aku manis kaya madu?" Tambah Nisha dengan masih cemberutnya.


" Gak akan aku biarin kamu disengat lebah Sha! Aku akan selalu ngelindungin kamu, walau dari jauh sekalipun"


" Tapi kamu tadi gak jagain aku tuh!"


" Kok!! Maksudnya?" tanya Ardi tak mengerti. " kamu gak jemput aku tadi! Kalau aku diculik orang gimana?" Ardi tertawa didalam layar benda pipih ditangan Nisha.


" Iya maaf sebelumnya sayang! aku sibuk banget soalnya! Ini aja masih ngerjain tugas kuliah yang lom selesai " Menunjukkan meja belajarnya yang dipenuhi lembar lembar kertas tugasnya.


" Lagian gak akan ada yang mau nyulik kamu!" Nisha memgerutkan dahinya. " siapa bilang!"

__ADS_1


" Aku yang bilang! aku bakal bikin spanduk dengan tulisan dimana pun, dipinggir jalan depan sekolah kamu, di angkot yang kamu naikin, depan rumah kamu, bahwa Khanisha milik Ardi Rizki Bramantio. Ntar aku kasih foto kamu juga" Ucapnya tegas.


Nisha membuka mulutnya sedikit, tak percaya ucapan Ardi. Sambil senyum kecil disudut bibirnya. Lalu menajamkan pandangannya.


" Awas aja kalau benerannya kaya gitu!" Ancam Nisha" Emang kenapa?" Ardi balik tanya.


" Malu lah Kak Ar!!" Jawabnya sedikit teriak dengan mata membulat. " Tapi bohong!" ucap Ardi dengan tawa lepasnya. Hahahahaha....


Mereka menghabiskan malam ini melalui panggilan vidio yang cukup memakan waktu. Nisha meletakkan benda pipih perseginya diatas kasur dengan batal sebagai sandarannya agar benda itu tak jatuh. Nisha tudiran sambil memeluk boneka beruang itu menghadap ke kamera hape tersebut. Sedangkan Ardi seperti biasa sambil mngerjakan tugas kuliahnya. Tetap tersambung saling bicara dengan alunan musik bok milik Ardi. Hingga lama kelamaan Nisha pun tertidur lelap disana.


Ardi memandang sejenak wajah Nisha yang terlihat dilayar benda pipinya dengan jelas tertidur pulas disana.


" Wajah kamu tetep manis walau sedang tidur Sha! Met malam sayang. Semoga mimpi indah " Ucapnya tersenyum sebelum menutup panggilan vidio tersebut.


* * *


Setelah beberapa hari, akhirnya Maya menghubungi Ardi. Mengabarkan bahwa besok dia akan libur, sehingga dapat bertemu dengannya. Maya juga sudah mengirim alamay serta sharelok dimana tempat kosannya.


Dan juga sudah sejak senin kemarin Ardi tidak dapat menjemput Nisha untuk mengantar gadis itu pulang selepas sekolah. Memang dikarenakan Ardi yang tidak dapat meninggalkan kerjaan bengkelnya. Ditambah yang tiba tiba Teh Adesty tiap sore selalu meminta Ardi untuk membantu pekerjaaan Bang Martin.


Siang ini setelah Ardi menyelesaikan jam kuliahnya. Dia sudah berjanji menjemput Maya di kosannya dan berbincang dengannya sakalian makan siang. Ardi juga sudah menghubungi Nisha bahwa kali ini lagi dan lagi, dia tidak dapat menjemputnya. Syukurnya Nisha tidak marah dan dapat mengerti keadaan dan kesibukan Ardi akhir akhir ini.


Tibalah Ardi disuatu rumah yang tidak terlalu besar dan bertingkat, tapi memang terlihat ada tulisan kos kosan wanita didepan pagar rumah tersebut.


Ardi memarkirkan motornya didepan pagar rumah kos itu. Mengeluarkan benda pipih miliknya dari saku celananya. Mnghubungi cewek yang sekian lama sudah dia cari itu.


" Hallo...May. Gw udah didepan kosan lo nih!" ucap Ardi saat panggilan itu tersambung. " Iyaa...bentar dulu. Gw lagi siap siap. Bentar lagi gw turun." Jawab Maya yang memang sedang berdandan didalam kamar kos berukuran 3x3m itu. Sambungan telpon terputus. Ardi masih duduk diatas motornya menunggu Maya datang. Dia malas jika harus masuk kedalam kosan tersebut, kosan yang memang diperuntukan untuk wanita semua itu.


Tak beberapa lama, Maya pun keluar dari dalam rumah itu. Membuka pagarnya lau berjalan mendekati motor Ardi. Maya tersenyum pada Ardi yang memakai topi hitamnya sambil memainkan benda pipihnya. Saat melihat Maya keluar berjalan kearahnya, Ardi pun memasukkan benda pipihnya kedalam saku celananya.


" Kelamaan yaa?" tanya Maya saat berdiri didepan motor Ardi. " Gak juga kok!"


" Cari tempat makan yuk! Gw laper juga nih belum makan!" Ucap Ardi memakai helm semi fullfacenya. " Mau makan dimana?" Tanyanya lagi.


" Hhmmm...Maunya lo makan apa?"


" Gw sih apaan aja lah, yang penting bikin kenyang." Jawab Ardi.


" Ya udah kalau gitu! Gw punya tempat makan yang enak. Yuk! Ntar gw arahin jalannya " Ucap Maya sudah duduk dibelakang jok motor dan sudah memakai helmnya. Ardi pun melajukan motornya. menelusuri jalan sesuai arahan yang diberikan Maya.


Sampailah disatu rumah makan disebuah daerah yang memang terdapat banyak ruko berjejer dijalan utama masuk sebuah kawasan perumahan elit. Tempat makan yang bertema makanan olahan ayam serta berbagai makanan pendamping lainnya. Ardi dan Maya pun turun dari motor dan masuk kedalam resto tersebut.


memilih duduk disisi jendela yang dapat memperhatikan pemandangan keluar resto yang cukup ramai. Seorang pelayan mengantarkan buku menu dan selembar kertas untuk pesanan. Ardi dan Maya pun memperhatikan menu tersebut dan memilih milih makanan yang mereka inginkan.


" Kamu pesen apa?" Tanya Maya sambil masih membulak balik buku menu.


" Aku paket ayam bakar aja sama jus jeruk " ucap Ardi akan pesanannya yang ditulis oleh Maya. " Cah kangkung ya berdua ?" Ucap Maya menawarkan. Ardi pun mengangguk.


Setelah memberikan pesanan mereka. Ardi mulai dengan introgasinya.


"Sekaraang lo cerita, dulu saat terakhir kita terakhir ketemu, lo kemana sama Ferdi?" Tanya Ardi. Febri adalah cowok yang merayu Maya agar ikut dengan untuk bekerja di Jakarta dulu. Febri juga yang membuat Maya dulu jadi cewek nakal dan terbiasa dengan cowok dan menjadi centil.


"Ituuu...." Maya mulai berbicara mengingat kembali kemasa 2 tahun lalu.


" Ku pergi bersama Febri menaiki bis. Sampai diJakarta aku di ajak kesebuah kosan yang cukup kecil dekat sebuah diskotik. Dan ternyata Febri mengajakku kerja didiskotik itu. Awalnya aku tak mau, tapi mau gimana lagi. Aku butuh uang, lagi pula sudah terlanjur berada disini. Ya sudah aku kerja ditempat itu!" ucapnya masih dengan senyuman diwajahnya.

__ADS_1


" Kau tidah macam macam bukan bekerja ditempat itu? atau disuruh untuk...." Ardi menggantungkan pertanyaannya, tapi Maya tau maksud ucapan Ardi itu. Maya pun menggelengkan kepalanya.


" Nggak Aa. Aku masih baik baik saja sampai keluar dari tempat itu?" Ardi mengerutkan keningnya memdengar Maya.


" Lagian kenapa sih lo mau ikut cowok kaya gitu? Dulu kan udah bilang tetep bersama gw aja, lo gak usah mikirin tentang keluarga lo yang bakal gw bantu juga. Setidaknya gw bisa bikin lo lebih baik dari pada kayak gitu!" Ucap Ardi penuh penyeselan. Maya menundukkan wajahnya. " Lo kan tau abang lo gak suka sama gw. Karena gw cewek nakal. Malah dia ngedeketin lo sama Cindy kan!"


" Ya tapi kan, seenggaknya lo mau berjuang sama gw, bukan malah pergi ninggalin gw sama cowok gila kaya Febri.!" Ucapnya penuh emosi. " Tapi kan gw gak kenapa napa Aa.Liat gw sekarang! Kita juga udah ketemu sekarang!" Ucapnya tersenyum meraih tangan Ardi. Ardi pun membalas rangkulan tangan Maya dengan senyum khawatirnya.


" Terus gimana lo bisa sekarang kerja dimall saat kita ketemu?" Tanya Ardi lagi


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE DAN KOMEN YA

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MAU MEMBACA🤗


MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**


__ADS_2