Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 21


__ADS_3

Mungkin kaulah sinar yang tak


Seberapa itu, yang terangi jiwa dan


Hangatkan raga, yang kunikmati


Tanpa kumiliki....


* * * * * *


Saat tangan Nisha tengan mencari sesuatu didalam tas selempangnya, seseorang menepuk pelan pundaknya, reflek Nisha membalikkan badannya ke belakang.


" Hai..." Sapa Ardi yang sudah dibelakang Nisha.


Sebenarnya, Ardi sudah datang sejak dari tadi. Saat Ardi melihat dari kejauhan Nisha sedang jalan menuju tempatnya, dia beralih pergi keparkiran samping gedung ini. Membiarkan gadis berambut panjang terurai yang memakai blous warna navi tangan panjang mengembang dengan pundak terbuka dan celana jeans panjang, mencari dirinya. Setelah cukup lama, barulah dia keluar menegur sapa.


Nisha terpaku saat membalikkan badannya melihat sosok yang baru saja menegurnya.


inikah Ardi, cowok yang diabaikan Imel. Dia manis. Kenapa Imel tak menyukai nya...


" Haii...." Ucap Ardi lagi melambaikan tangan di depan wajah Nisha yang melamun.


" Haahhh..." Nisha pun tersadar


" Kamu kenapa, Khani? "


" Hhhmmm...gak kenapa napa kok. Kaget aja, gw nyari lo ternyata ada dibelakang gw..."


" Oohh...maaf ya. Duduk dulu yuk! " Nisha pun mengiyakan ajakan Ardi


Berjalan menuju meja yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


" Apa kau sudah makan ? " tanya Ardi yang sudah duduk didepan Nisha yang menggelengkan kepalanya


Kau...dia manggil gw, pake kata kau!!


" Mau makan disini atau mau cari tempat lain? "


Apa gw harus ikut ngomong aku kamu yaa..


" Terserah Ardi aja, kan kamu yang ngajak, aku sih ikut aja ! "


Eehh...dia ikutan nyebut aku kamu juga


Gumam batin Ardi tersenyum kecil.


" Ya udah...disini aja. kamu tunggu sini ya, aku pesen makanan dulu" berdiri dari kursinya " Mau pesen apa? "


" Apa ajah, yang penting bisa dimakan " ucap Nisha tersenyum.


" Ok...tunggu ya " Nisha menganggukkan kepala seraya Ardi pergi kedalam kafece untuk mengantri membeli makanan.


Tak lama Ardi kembali dengan nampan berisi dua fried chicken dua nasi dua kentang dan dua cola. Diletakkannya dimeja.


" Ayo...makan dulu" memberikan makanan itu kedepan Nisha


" Makasih.."


Mereka pun makan dalam diam.


" Hhmmm...Kamu udah baik baik saja sama Imel ? " Ardi menghentikan tangannya mengambil sepotong kentang saat mendengar Nisha. Lalu di raihnya gelas cola dan meminumnya


" Aku sih baik baik aja, tapi kayaknya dia yang makin ngindar dari aku kalau ketemu.." Ucapnya melanjutkan makannya lagi.


" Kamu sendiri....kalau disekolah gimana dia sama kamu? "

__ADS_1


" Aku sama dia udah baik baik aja dari awal. Gak ada masalah.." Jawab Nisha yakin.


" Baguslah..." menganggukkan kepalanya.


" Habis makan kamu mau kemana lagi? " Ucap Ardi melihat jam dipergelangan tangannya " Baru jam 8, mau jalan jalan dulu ?"


" Hhmmm... boleh! " ucap Nisha saat memasukkan potongan daging ayam dengan saos kedalam mulutnya " Tapi mau kemana ?"


" Kamu mau nya kemana?" Nisha berpikir sejenak.


" Kerumah temen aku, Eva. Mau ? "


Entah kenapa, pikirannya tertuju pada rumah Eva. Mungkin karena rumah Eva yang paling nyaman untuk tempat main selama ini.


" Ya udah. Boleh juga "


Setelah selesai makan , mereka pun beranjak pergi menuju parkiran motor yang berada di belakang kafe.


" Kamu bawa motor ? " tanya Nisha yang berjalan dibelakang Ardi.


" Iyalah...Kamu pikir aku kesini pake apa? " Ucap Ardi tersenyum memalingkan wajahnya kebelakang. Nisha hanya menggelngkan kepalanya tersenyum menunduk.


Ardi mengeluarkan motornya dari barisan parkir, dan memakai helmnya


Breemm bremm


" Ayo naik " Ajak nya sudah didepan Nisha dengan motor matiknya berwarna biru.


" hhhmmmm...


Awalnya Nisha terlihat ragu. Karena ini pertama kalinya dia naik motor dengan seorang cowok, selain papanya dan tukang ojek.


Tapi Nisha pun akhirnya menaiki jok belakang motor yang Ardi kendarai.


" Iya..."


" Pegangan yaaa.."


Nisha hanya berpegangan baju dipinggang Ardi. Motor pun melaju di tengah jalan yang cukup ramai dimalam itu.


" Rumah Temen kamu dimana? " Tanya Ardi dengan suara agak keras sambil melihat Nisha di belakang.


" oohhh...Didaerah BC. Kamu tau ? " Jawabnya memajukan kepalanya kesamping kepala Ardi


" Oohh.. yaa tau kok ! "


Itukan daerah kafe Widji, Batin Ardi.


Ardi pun melajukan motornya ke alamat yaang dituju. Memang agak jauh dan memakan waktu yang lumayan lama. Sebelumnya, Nisha sudah sms Eva kalau dirinya sedang dalam perjalanan kerumah nya. Syukurnya Eva sedang berada dirumah.


Sampai di daerah tersebut, Nisha mengarahkan jalan yang menuju rumah Eva. Dan yaa...melewati kafe yang biasa Ardi datangi dengan teman teman kampusnya, dan tak jauh dari rumah Eva tetnyata.


Akhirnya Ardi berhenti di sebuah rumah minimalis dan menyatu dengan sebuah toko sepatu dan tanpa pagar. Lingkungan rumahnya pun terbilang ramai saat ini. Ardi memarkirkan motornya depan teras rumah itu.


" Disini ...." Tanya nya saat mematikan mesin motornya.


" Iyaaa...ayo turun " Ajak Nisha sudah turun dari motor.


" Eehhh, si eneng. Nyari Eva yaa ? " sapa seorang Nenek yang tinggal dirumah depan rumah Eva. Dan yang sudah biasa melihat Nisha bermain kesana.


" Ia Nek...Nyari Eva. "


" Si Eva nya ada itu didalam. " ucap si nenek yang duduk si depan warung nasi miliknya.


" Iya...permisi ya nek " ucap Nisha membungkukkan badannya sedikit. Melangkah masuk teras rimah Eva yang pintunya sudah terbuka sedari tadi dikuti Ardi dibelakangnya.

__ADS_1


" Salammualaikum..." sapa Nisha depan pintu


" Walaikumsalam..." jawab Ibu Eva yang keluar dari dalam rumah.


" Eehh...Nisha " Nisha meraih tangan ibu Eva dan mencium punggung tangannya, begitu juga Ardi


" Nisha bawa temen juga ? " ucapnya melihat sosok Ardi.


" hmm...Iya bu. Eva nya ada Bu ? " tanya Nisha sambil tersenyum.


" Ada...tunggu yaa, Ibu panggil. Ada dikamarnya diatas. Duduk dulu ya " mwenunjuk kearah kursi yang ada dipojok teras


" Makasih bu..."


Si ibu pun masuk kedalam menuju tangga kesatu kamar diatas mencari Eva. Nisha dan Ardi pun menunggu di kursi teras. Mereka hanya saling melirik dan tersenyum saat saling bertatap.


Tak lama Eva keluar dari dalam rumahnya dan langsung melihat Nisha.


" Wooyyy...." panggil Eva


" Haii...." Nisha berlari kearah Eva dan memeluknya tak lupa cium pipi kanan kiri.


" Tumben lo, main kesini malam malam ? " melepaskan pelukan.


" Hehehe...iya " sambil tersenyum kecut


" Sama siapa itu, Sha ? " Tanya Eva yang melihat Ardi sudah berdiri dibelakang


Nisha.


" Hhmmm....dia ?" Melihat kearah Ardi lalu kembali melihat Eva yang menyautkan alisnya


" Dia ... Ardi "


" Maksud lo ? Ardi...." Ucap Eva mengangkat jari telunjuk tangannya ke atas. Dan Nisha hanya menganggukkan kepalanya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa ya untuk πŸ‘ dan 🌟 ratenyaπŸ€—


❀ nya juga boleh untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga boleh jika readers berkenan.


Terima kasih yaa sudah mau membaca.πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2