Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 28


__ADS_3

Berawal dari tatapan mata


Yang tak pernah kusangka


Tumbuh menjadi rasa suka


Berawal dari sapaan yang biasa saja


Kini tumbuh menjadi satu jiwa


Yang membuat kita selalu bahagia


* * * * *


" Kita mau kemana ?" Tanya Nisha saat berada dijalan yang asing baginya.


Yaa...sore ini dia dijemput oleh Ardi setelah


menginap di rumah Eva bersama Lia dan Dian semalam. Nisha mengenalkan Ardi pada Lia dan Dian. Bahkan Dian dijemput dirumahnya oleh Nisha dan Ardi. sedangkan Lia datang diantar oleh Pacarnya. Malam minggu itu pun mereka berkumpul dirumah Eva, Bahkan Dian dijodohkan oleh salah satu teman pacarnya Eva yang ikut berkumpul. Tapi para cowok saat tengah malam mereka pulang kerumahnya masingnya.


Menjelang sorenya, Ardi menjemput Nisha mengantarnya pulang. Karena dia pun yang menjemput dirumah, sehingga harus dia pula yang mengantar. Orang tua Nisha juga tidak melarang, yang penting agar tidak melakukan hal yang dilarang dan teta selalu menghubungi.


Saat diperjalanan, Nisha merasa tidak tau jalan yang sekarang dilaluinya bersama Ardi dengan motor kesayangan cowok itu.


" Kita mampir bentra ya kebengkel aku !"


" Hahh !" Nisha terkejut akan tujuannya. Itukan berarti kerumah Imel juga. Gimana ini.


" Gak apa apa kali, Sha. Dia jarang dirumah kalau minggu sore begini. " ucapnya menyakinkan apa yang ada dipikiran Nisha.


" Tau bangat kamu kak, kapan dia ada dirumah atau nggak ?" matanya melirik kesembarang arah. Ada sedikit rasa kesal didadanya.


Hahahah...cemburu yaa. Gumam Ardi dalam hati. Menarik tangan Nisha yang berpegang pada baju dipinggangnya, agar lebih merapat keperutnya. Dan membuatnya menunduk.


" Ya iyalah. Rumahnya depan tempat tinggal aku. Dia keluar ataw gak kan keliatan sama aku " ucapnya tersenyum tetap fokus mengendarai motornya.


Iya juga. Batin Nisha sambil menggigit bjbir bawahnya. Tapi kalau nanti dia liat gw , gimana ya?. Tetap saja kepikiran, suatu saat pasti terlihat.


Disaat Nisha merasa tujuannya sudah dekat, dia memalingkan wajahnya menyender dipundak Ardi agar tak terlihat saat melewati depan rumah temannya. Ardi pun hanya tersenyum merasa saat pundaknya ada yang menyentuh.


" Si bos keluyuran mulu ya ! Eehh bawa cewek lagi " ucap Kendi melihat Ardi datang dengan Nisha, yang sedari tadi memang ada dibengkel menemani Dono bertugas.


Nisha turun sambil menundukkan kepalanya berdiri dibelakang Ardi.


Ardi yang mendengar ocehan temannya itu hanya diam membawa Nisha masuk kedalam bengkel yang terdapat satu kursi putar didepan sebuah meje kerja.


" Kacang mahal wooyy!" Seru Dono tertawa pada Kendi.


" Itu cewek nya yang lo cerita waktu Don ?"


kendi yang duduk hanya mendapat anggukan dari Dono yang sibuk dengan sebuah motor.


" Manis juga " Memperhatikan Ardi yang berlalu masuk membawa ceweknya itu kedalam.


" Duduk sini dulu. Aku mau mandi bentar yaa. Nanti baru aku antar pulang " Nisha hanya mengangguk iya duduk dikursi yang ditunjuk. Ardi berlalu menaiki tangga keatas kamarnya. Mata Nisha sibuk berputar putar melihat bengkel motor milik Ardi. Matanya Melihat seorang cowok yang berjalan mendekat, dan duduk dikursi depannya dan tersenyum.


" Hai...Gw kendi. Nama lo siapa? " mengulurkan tangan didepannya dan disambut tangan Nisha.


" Khanisha " menarik tangannya lagi.


" Oohh...ceweknya Ardi yaa?" Nisha hanya tersenyum menjawab pertanyaan itu.


" Lo temennya Imel juga kan katanya ?"


Hahh...Nisha terkejut tanpa suara.


Banyak temennya yang tau ya? Batin Nisha.


" Iya..." jawabnya lirih.


Mereka pun bercerita berdua tentang Ardi, Nisha sangat antusias mendengar cerita Kendi. Tak lama, orang yang diceritakan pun turun dari lantai atas.


" Sstt...orang dateng tuh! Jangan ngomong ngomong ya soal yang tadi. " Bisik Kendi yang melihat Ardi turun


" Iya..." Menoleh sesaat ke arah tangga.

__ADS_1


" Ngomongin gw lo ya ? " ucapnya melirik Kendi.


" Ge er banget lo. Siapa juga yang ngomongin lo? Gak penting " Bangkit dari kursinya berjalan keluar.


" Ayo, Sha. Aku anter pulang. "


" Iya..." berdiri berjalan dibelakang Ardi keluar menuju motornya.


Ardi pun pamitan pada kedua temannya itu. Dono Dan kendi. Dia pun menyuruh Dono untuk menutup bengkel jika sudah selesai. Dan Dono pun mengiyakan.


Saat Nisha sedang naik ke jok belakang motor yang dikendarai Ardi. Ada seorang cewek yang sedang memperhatikannya dari kejauhan sejak tadi. Pandangan dengan mata sinis dan rasa tidak suka.


* * * *


Hari ini, hari pertama setiap sekolah memulai kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru setelah dua minggu libur akhir semester.


Didalam kelas kegiatan belajar belum dimulai. Hanya pembagian kelas saja. Karena para Guru masih rapat untuk pembagian jam pelajaran. Sehingga membuat tiap kelas bebas


" Gimana, Dian? lo sama Lutfi" tanya Lia sembari mengangkat kedua alisnya.


Mereka sedang dikelas baru yang kini berada di lantai 3 dan paling pojok dikoridor. Posisi kursi mereka pun tak berubah dari sebelumnya. Lia dan Nisha di depan kursi Dian dan Eva. Hanya saja bagian paling belakang barisan kedua dalam kelas.


" Yaa githu " Mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum manis


" Dah jadian nih kayaknya " ucap Eva. " kemaren gw tanya Abi, katanya lutfi dah nembak lo?"


" Iyaa...dia nembak gw " jawab Dian


" Haahh..teruss!" Lia Eva dan Nisha serempak dengan nada tinggi sembari memajukan badan mereka ke Dian. Membuat teman teman yang lain menoleh kearah mereka.


" Berisik banget sih "


" woyy..pelan apa suaranya !" Seru beberapa teman yang lain yang merasa terganggu. Walau sebenarnya, dikelas ini memang sudah berisik tapi dengan suara yang lirih.


" Iyaaa....." teriak Eva dan Dian, Lia, Nisha langsung meletakkan satu jari telunjuk di bibir masing masing lalu tertawa bersama tanpa suara.


Tanpa sadar ada kelompok teman yang memperhatikan sedikit tidak suka pada mereka.


" Terus ... lo terima Yan? " Tanya Nisha dan Dian mengiyakan tersenyum. Mereka ber waahhh sambari menutup mulut.


" Lah...Eva aja sama Nisha gak ngasih pajak. Masa gw doang yang ngeluarin pajak jadiannya! Curang itu!" protes Dian


" Kok gw? kan kemaren waktu nginep makanan gw sama Abi yang beliin. Berarti gw udah gak dong! Tuh,si Lia yang nggak ketauan jadiannya. Minta juga pajaknya lah! Nisha juga !"


" Iya lo Lia !" seru Dian. Dan Nisha hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Ya udah... ya udah! Iya. Huh...Nanti istirahat gw yang teraktir mie ayam, tapi minumnya dewekan !" Ucap Lia memalingkan wajahnya


" Yeeehhhh...." bersamaan dengan suara pelan dan tangan mengepal didepan dada mereka.


" Besok gantian lo, Sha !" Eva melirik ke Nisha


" Gw..." Menunjuk dirinya dengan telujuk sendiri.


" Iyalah...abis lo baru gw " Ucap Dian. Nisha hanya memajukkan bibirnya.


" Abis dong jatah jajan gw?" gerutu Nisha


" Yaa...lo minta aja sama Ardi. Pa susahnya " Ucap Lia " Gw aja nanti minta gantiin sama Alan !"


" Lo berani. Gw mah enggak! Baru juga berapa minggu sama dia, masa gw dah minta uang ke dia. Matre amat gw !"


" Ya udah...Kalau gak usah. Gw aja yang baru berapa hari jadian PJ nya pake duit gw sendiri" tambah Dian.


Nisha semakin pusing memggaruk kepalanya.


" Asiiikkkk...makan gratis gw tiga hari !" Ucap Eva yang paling senang diantara mereka.


Dian, Nisha dan Lia hanya memalingkan wajah mereka sembarang melihat Eva bahagia diatas penderitaan mereka.


* * *


Dikamar Nisha saat malamnya. Dia memberanikan diri.


πŸ“€ Kak Ardi...Boleh minta sesuatu gak?

__ADS_1


Ardi yang ada dikamarnya sedang didepan laptopnya, melihat isi pesan yang masuk, hanya mengeryitkan dahinya


πŸ“€ Minta apaan? kalau aku masih bisa ngabulin, apa pun aku kasih


Nisha hanya tersenyum memajukan bibirnya.


πŸ“₯ Gak usah dimajuin itu bibir!


'Hahahaha...Kok dia bisa tau sih! ' batin Nisha


πŸ“€ iiihhhhkkk...nyebelin!!


πŸ“₯ Hehehe...udah!. Mau minta apa Khanisha?😘


πŸ“€ Itu...Dian, Eva sama Lia minta pajak jadian sama kamu.πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


πŸ“₯ oohhh...emang kita udah jadian yaaπŸ€”


Nisha menggigit jarinya.


πŸ“€ Eehhh...gak jadi deh😁😁


πŸ“₯ Nggak jadi apanya?


πŸ“€ Pajaknya ! Nggak usah! Maaf yaa


Ardi yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya jadi tidak bisa konsentrasi, hanya senyum senyum melihar pesan Nisha.


πŸ“₯ Ya udah


Nisha berwajah melas saat melihat pesan itu.


Huuhhhhff!


πŸ“₯ Besok malam aja ya, aku Anterin pajaknya. kalau sekarang aku gak bisa. Lagi ngerjain tugas. Kamu pake aja uang kamu dulu, nanti aku ganti. 😊😘😘


" Hahh...beneran! Aahhkkk...kesannya gw jadi matre begini sih!! aahhhhhkkkkk...." Mengacak ngacak rambutnya sendiri.


πŸ“€ Nggak usah deh kak Ardi. Gak jadi !


πŸ“₯ Nggak apa apa Nisha. Kan aku dah bilang tadi, apa pun yang kamu pinta, pasti aku kabulin kok. Asal kamu gak minta aku bawa kebulan aja 😁😁 aku bisanya bawa kamu ke matahari


πŸ“€ πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… boleh tuh kapan kapan πŸ™Š


πŸ“€ Makasih kak Ardi😊😊


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jangan lupa untuk πŸ‘, Vote dan 🌟 ratenya yaa


❀ nya juga ya untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga author harapkan jika readers berkenan


Terima kasih sudah mau membacaπŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2