
Masa lalu bukan untuk dilupakan
Seakan akan tidak pernah ada
Dan bukan juga untuk dikenang terlalu lama
Jadi, pastikan segala kenangan pada
masa itu telah menjadi dulu
* * * * *
Ardi merebahkan badannya diatas kasur singlenya didalam kamar. Memandang langit langit kamarnya yang berwarna biru laut.
Terlintas kembali kenangan masa lalunya bersama Maya disana. Walau banyak kenangan yang menyakitkan tapi juga kenangan yang indah dilalui bersama.
Setelah menceritakan semua yang terjadi anyara dirinya dan Maya pada Nisha. Mengulang kembali memori yang telah dia kubur lama itu. Dan kenapa dia bertemu kembali dengan Maya setelah 2 tahun lebih berlalu. Dan saat dia sudah bersama Nisha pula.
Emang saat ini, Ardi sudah mengubur rasanya pada Maya dalam dalam. dan sudah tak ada rasa cinta yang dia rasakan saat ini. Mungkin hanya rasa ingin melindungi dan menyayangi sebagai adik saja. Teringat kembali pesan terakhir yang dia berikan pada maya sebelum Maya pergi meninggalkannya
Jangan pernah lo sakitin cowok yang bakal jadi pacar lo nanti setelah gw! Lo gak bakak tau apa yang bakal cowok lain lakuin jika lo terus kaya dulu. Cukup gw yang lo sakitin kaya sekarang! Gw mau lo bahagia!
Tapi ternyata, Maya berlaĺu pergi tanpa bicara pada Ardi. Tapi Ardi memang sudah iklas melepas Maya saat dalam pencariannya, walau dia takut akan terjadi sesuatu pada Maya yang tak baik saat di Jakarta. Sampai Ardi bertekad ke Jakarta dan menentang Ibu dan Abang nya. Dan Berakhir diruko ini, saat ini sampai sekarang.
Ardi pernah mencari tau keberadaan Maya selama 3 bulan pertama di Jakarta. Tapi tak ada hasilnya. Bertanya pada saudara Maya satu satunya yang bekerja disebuah restauran dijakarta. Bahkan pada semua kenalan Maya yang Ardi tau dari saudara Maya. Sampai meninggal pesan dan nomor telponnya pada saudaranya itu, takut sewaktu waktu Maya datang berkunjung. Tapi nihil. Hingga akhirnya Ardi menyerah. Dan tetap menetap disini.
Tapi saat melihat dan bertemu Maya hari ini, dia tak menyangkanya. Ardi tetap bersyukur dapat bertemu Maya, walau sudah telat waktunya. Sepertinya Maya baik baik saja kalau dilihat dari postur badan Maya yang masih terlihat bugar dan sehat! Semoga!
Ardipun mulai memejamkan matanya setelah membersihkan dirinya. Tapi teringat kembali akan Nisha yang tadi mendengarkan kisahnya.
Apa Nisha tidak cemburu ya saat aku cerita tadi? Ekspresi wajahnya biasa saja. sebenarnya dia sayang tidak sih ama gw! Eehh...tapi saat ada Maya, dia benar benar terlihat kesal kok! Aahhkk gemesin banget sih kalau liat dia cemberut kaya tadi diresto. Hahahaha...
Gumam Ardi dalam hati sambil tersenyum saat melihat foto Nisha dilayar Hapenya saat Nisha berulang tahun.
* * *
Berbeda dengan apa yang dipikirkan Ardi disana.
Dikamar Nisha, Dia duduk bersandar dipunggung kasur dengan bantal. Memainkan benda pipih perseginya. Lalu matanya tertuju pada cincin dijari manisnya yang diberikan Ardi.
" Kak Ar, Juga pernah ngasih cincin sama Maya? " tanya Nisha penasaran. Ardi pun mengangguk dengan mengedipkan matanya sekali.
" Selain Maya...dan Nisha. Siapa yang udah Kak Ar kasih cincin juga?" Ardi memutar posisi duduknya menghadap Nisha. Meraih kedua tangan Nisha dan menggenggamnya.
" Gak ada " jawabnya singkat. " Cuma kamu dan Maya aja." Tambahnya lagi. Nisha menatap lekat mata hitam Ardi.
" Dan Maya itu masa lalu aku. Kamu itu masa depan aku!" mencium punggung tangan Nisha yang ada cincin tersebut. Wajah Nisha kembali merona serta ditambah jantungnya yang terus bermain gendang didalam. Tapi Nisha memajukan bibirnya.
Ardi yang melihat wajah dan bentuk bibir Nisha, jadi tertawa.
" Kenapa itu bibir? minta dicium ya?" ucap Ardi semakin membuat Nisha merona dan memukul pundaknya lumayan keras.
" Aawww...." Mengelus pundaknya yang terpukuk. " Reseee!!..." Ucap Nisha sambil cemberut dan membuat Ardi tambah tertawa.
__ADS_1
" Kak Ar, cincin ini asli atau palsu?" Tanya Nisha tiba tiba membuat Ardi mengerutkan keningnya. " Maksud kamu?"
" Kan cuma aku sama Maya yang pernah kamu kasih." Ardi mengangguk.
" Ibu pernah nanya, ini cincin asli atau perak? Tapi tadi kamu cerita, Maya jual cincin pemberian kamu buat ongkosnya. Berarti ini asli emas ya?" Tanya Nisha tanpa ragu. Ardi pun tertawa lepas sambil memgelengkan kepalanya berulang, tak menyangka apa yang diucapnkan Nisha.
" Kalau itu palsu ataw perak kenapa emangnya?" Ardi balik bertanya. " Kata ibu, kalau ini perak berarti kamu gak serius sama aku, soalnya pasti gak mau rugi kalaw nanti kita udah putus. Gitu kata Ibu!" Ucapnya polos tanpa malu.
" Terus kalau ini asli emas?"
" Berarti kamu seruis katanya. Dan gak pelit!" Ucap Nisha sedikit berbisik diakhir kalimat. " Bahkan Ibu nanya bukti pembeliannya lho Kak!" Itu membuat Ardi tambah tertawa. " Ibu kamu matre juga ya!" ucap Ardi ikut berbisik. Nisha sedikit mengangguk lalu Mereka pun tertawa bersama.
" Terus ini asli atau gak?" Tanya Nisja lagi sambil tertawa. " menurut kamu?" Nisha memperhatikan cincin dijari manisnya, lalu menggeleng " Gak tau!"
" Kenapa gak kamu coba aja ke toko emas, cek disana ini asli atau gak!" Ujar Ardi memberi saran. " Iya juga ya! Aku gak kepikiran begitu!" Ucap Nisha sambil memegang dagunya seperti berpikir ulang.
" Tapi gak perduli kok! aku seneng kamu ngasih aku kado ini. Mau ini asli atau palsu, tapi kak Ardi sayang aku kan?"
" Tentu aja! "
" Terus Maya?"
" Dia itu cuma masa lalu aja Sha!."
" Tapi dia cantik Kak. Lebih cantik dari aku! Dia juga terlihat lebih dewasa dari aku! Apa Kak Ar gak suka lagi sama Maya!" Ardi menarik Nisha dalam dekapannya. Merangkul pundak Nisha menatap kedepan.
" Coba kamu liat diatas langit itu" Menunjuk keatas langit yang terlihat dari teras. Nisha pun ikut memandang langit yang terlihat cerah dan penuh bintang disana.
" Cuma dia satu satunya bintang yang aku mau lihat tiap saat. Dan bagaimana pun caranya, aku akan selalu nemuin bintang itu berada walau dikelilingi bintang yang ribuan banyaknya." Nisha masih memandang terus keatas langit penuh bintang itu. Mendengarkan seksama ucapan Ardi itu.
" Terus artinya apa tentang Maya yang tadi aku tanyain?" Tanyanya masih menatap keatas langit. Ardi membulatkan matanya seketika dan menepuk keningnya sambil memejamkan matanya.
" Kak Ar kenapa? pusing ya?" Tanyanya saat melihat Ardi yang memijat keningnya. Menundukkan wajahnya agar melihat wajah Ardi yang merunduk juga.
Ya pusing. Ardi pusing melihat Nisha yang kembali menjadi lola. Loding Lama. Padahal Ardi sudah berkata panjang berumpama menggunakan kata kata kiasan. Dan....ternyata Nisha tak mengerti maksudnya apa dari semua ucapannya tadi.
Hhuuuuhhhhh.... Ardi menarik napas panjang dan menghembusnya perlahan.
Ya Tuhan...jika aku tidak benar benar sayang pada Nisha, mungkin saat ini aku lebih memilih kabur dari tempat ini. Hahahaha... tapi itulah yang suka dari gadis manis ini.
" Kak Ar kenapa sih? Bingung ya? Mau bertahan sama aku atau balik ke Maya?" Ucapnya lemah dengan wajah yang tanpak sendu. Ardi melirik Nisha dalam wajahnya yang masih menunduk.
Ardi menegakkan wajahnya seketika meraih kepala Nisha dan menyaukan bibirnya pada bibir Nisha. Tak bisa menahan rasa gemasnya saat melihat wajah Nisha dan pemikirannya.
Nisha begitu terkejut akan sikap Ardi yang tiba tiba mencium bibirnya. Jantungnya kembali bermain gendang disana yang begitu keras dan cepat. Bahkan Nisha tak bisa mengaturnya saat Ardi semakin dalam mencium Nisha. Nisha yang tak bisa mengimbangi permainan bibir Ardi seperti kehabisan napas dengan mata yang masih terbuka. Ardi pun melepaskan ciuman itu perlahan. Nisha pun mulai menghirup udara disekitarnya. Tapi wajah Ardi masih berjarak sesenti dengan wajah Nisha saat itu. Hidung mereka pun hampir bersentuhan. Tangan Ardi masih memegang kepala Nisha.
" Aku tuh sayang kamu Nisha! Mau berapapun cewek yang deketin aku saat ini. Walau dia lebih cantik dari kamu, atau dia lebih pinter dari kamu. Aku akan tetap milih kamu! " ucapnya berbisik
" Walaupun kamu kalah bersaing sama cewek yang suka aku! Aku yang akan menangin kamu! Jadi kamu gak usah berpikiran aku bakal ninggalin kamu karena cewek lain" Ucapan Ardi seketika membuat wajah Nisha merona dan hatinya berbunga. Terasa damai dilubuk hatinya terdalam.
Semoga semua yang Kak Ar bilang benar adanya? Semoga Nisha bisa ngejaga cincin dan hati ini juga buat Kak Ardi sampai tiba waktunya nanti jika kita berjjodoh.
Nisha bergumam dan terus memandang cincin dijari manisnya. Tersenyum bahagia saat meningingat obrolannya dengan Ardi sejam yang lalu.
__ADS_1
Nisha dan Ardi berjalan kesisi jendela kamar mereka masing masing. Menatap langit yang sama yang dipenuhi bintang bintang dari jendela yang terbuka lebar, tapi ditempat yang berbeda.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**BANTU VOTE YAA BAGI YANG IKLAS NGASIH POINNYA😊😘
JANGAN LUPA JUGA LIKE DAN KOMENNYA
TERIMA KASIH SUDAH MAU MEMBACA
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**
__ADS_1