Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
PMT2-16 MENJAGA HATI


__ADS_3

Happy reading 💞💞


* * * * *


" Nisha "


Teriakan yang menggema dilorong kampus pagi ini, membuat beberapa mahasiswa yang berlalu lalang atau sekedar duduk dibangku besi sisi lorong, menolah pada laki laki yang kini sedang berlari menghampiri si wanita yang tadi diteriakinya yang kini juga menghentikan langkahnya karena teriakan itu.


Nisha tersenyum kecil saat melihat Septian yang berlari menghampirinya. Oohh! Sungguh, Nisha berpikir bahwa pertemuannya dengan Iyan kemarin adalah mimpi semu nya, tapi saat pagi ini dia melihat Iyan lagi dikampusnya, Nisha yakin yang kemarin benar benar kenyataan yang manis. Tak dapat dipungkiri, bahwa hati Nisha benar benar senang dan bahagia dapat melihat cowok itu lagi.


" mau kemana? " tanya Iyan yang kini berdiri didepan Nisha dengan dada yang naik turun dan mengatur napasnya. Ya...dia berlari dari parkiran motor saat melihat Nisha masuk kedalam gedung kampus.


" mau ke kelas lah! kenapa emangnya? " saut Nisha.


" emm...temenin gw kekantin dulu yuk " Iyan melihat jam dipergelangan tangannya, " bel kelas juga masih lama. Mau kan temenin gw sarapan bentar? "


Nisha berpikir sejenak dan setelah itu pun mengangguk dengan penuh senyum. Mereka pun berjalan berdua beririeingan menuju kantin di samping belakang gedung kampus yang berlantai 5 itu.


" lo udah sarapan?"


" udah tadi dirumah " jawabnya disertai anggukan kepala.


" lo gak berubah ya Sha, daru dulu SMP sampe sekarang, tapi makin manis! " ujar Iyan sekilas. Dan berhasil membuat Nisha menghentikan langkahnya.


Apa maksudnya? Manis? gak salah denger gw? Gumam Nisha dalam hati dengan penuh kerutan dikeningnya tapi ada senyum kecil terlukis diwajahnya.


Iyan yang sadar Nisha tertinggal, ikut berhenti dan berbalik badan kebelakang.

__ADS_1


" kenapa Sha? kok berenti? " tanya Iyan


" gak kenapa napa kok! ayo buruan kekantinnya, nanti keburu bel masuk kelas lagi " ucap Nisha kembali melangkah kedepan bersama Iyan yang mengikutinya. Iyan sedikit bingung akan sikap Nisha barusan. Tapi tak banyak ia pikirkan, ia hanya ingin bisa berdekatan dengan Nisha saat ini.


Nyatanya saat beberapa hari yang lalu saat mengetahui Nisha juga kuliah disatu kampus yang sama dengan nya, Iyan merasa sangat bahagia. Rasa yang dulu pernah tumbuh sedikit dihatinya, kini tumbuh lagi saat bertemu dengan teman ceweknya itu. Apalagi saat kini dia sudah bertemu langsung dengan Nisha saling bertatap dan menyapa.


Dia ingat betul dulu saat masa sekolah SMP itu, setelah Iyan putus dengan Tia, teman dekat Nisha juga, Iyan sering menangkap tatapan mata milik Nisah. Mata hitam yang sendu, seperti penuh kegelisahan dan sebuah rasa yang mendalam. Dan Iyan sadar, bahwa Nisha menyimpan rasa untuk nya waktu itu. bahkan sebelum Iyan jadian dengan Tia, tapi baru Iyan sadari saat putus dengan Tia. Dan setelah itu lah Iyan mendekati Nisha, tapi Nisha bersikap biasa dan sedikit menjauh dengannya. Dan setelah itu pula Iyan menyadari bahwa dihatinya memiliki ketertarikan pada Nisha saat itu, tatapan mata itu yang membuat hati Iyan luluh dan hanyut terbawa oleh tatapan mata Nisha.


Iyan berniat menggupkannya setelah selesai ujian, tapi ternyata, Tuhan berkehendak lain. Membawa Iyan pergi jauh dari Nisha. Bahkan Iyan tak sempat menggungkapkan hatinya pada Nisha. Hingga kini takdir mempertemukan nya kembali pada Nisha.


Gw sadar, rasa yang dulu ada buat Nisha itu masih ada, walau udah banyak cewek yang udah pernah jadi pacar gw. Tapi Nisha beda dimata gw. Apakah gw harus ngungkapin itu saat ini? Tapi kayaknya gak sekarang deh! gw harus deket dulu sama dia. Baru gw bilang tentang isi hati gw ini. Tapi apa dia udah punya cowok? atau belum ya? Tapi gw perhatiin, dia gak pernah deket sama cowok dikampus, kecuali...ya, senior itu yang terkadang dekat sama Nisha. Yaa...gw harus cari tau dulu. Ada apa gak nya cowok disamping Nisha saat ini, itu urusan belakangan lah! setidaknya gw harus deket dia dulu.


" lo gak mau pesen apa gitu Sha? masa lo cuma nemenin dan ngeliatin gw makan aja! " ujar Iyan yang kini telah duduk dibangku kayu panjang ditengah kantin bersebelahan dengan Nisha.


Nisha mengelengkan kepala pelan, " gak ahk! maksih " jawabnya santai sambil mengeluarkan sebuah buku tebal dari dalam tas ranselnya kemudian mulai membacanya.


" gw yang teraktir deh. Gimana? " tawar Iyan. Nisha langsung menoleh melihat Iyan disampingnya yang menyautkan jemarinya diatas meja. Dan langsung tersenyum manis seketika dan mengangguk penuh semangat. Melihat ekpresi Nisha yang berubah seketika itu, membuat Iyan tersenyum terkejut. Cewem kalau denger gratisan cepet banget tanggepnya. Sama kayak author hahaha!


Saat Nisha dan Iyan sarapan bersama dengan diselingi cerita masa sekolah masa SMU masing masing. Disini Nisha baru tau bahwa ternyata Septian atau Iyan, melanjutkan sekolah tingkat atasnya di pulau Jawa bagian tengah. Bukan di Jakarta. Mereka berbincang hanya sekedarnya saja tanpa banyak mengungkapan cerita hidup mereka sedetail mungkin. Bukan saat ini!


" Hai sha! "


Nisha terkesiap saat sesorang memanggilnya dan menepuk pundaknya dari belakang, membuat sendok ditangannya terlepas diatas piring berisi mie goreng pedas.


" Kebiasaan lo!! kalau gw jantungan terus mati, mau tanggung jawab lo! " teriak Nisha saat Arya duduk disampingnya besama Ambar. Oohh...sungguh dua mahkluk Tuhan ini semenjak jadian bagaikan cacing dan tanah. Dimana ada tanah pasti disitu ada cacingnya. Hahahaha!!


" iya ntar gw yang tanggung semua acara penguburan jasadnya." Selalu ngomong asal nyeblak nih Arya, yang malah mendapat pukulan keras dikedua pundaknya dari Ambar dan Nisha.

__ADS_1


" lo nyumpahin gw mati gitu! " gerutu Nisha


" Kak Arya kok ngomongnya gitu sih! Kalau Nisha mati gara gara kamu, aku gak mau jalan sama kamu lagi! " ancam Ambar


" eeh eh..becanda gw. Jangan diambil hati Sha! " bujuk Arya


" aauu ahk! " Nisha melanjutkan makannya kembali. Sedangkan Iyan yang melihat sikap Nisha dengan dua temannya itu, sedikit terkejut, berbeda saat hanya dia berdua yang terkesan tak banyak bicara.


" Sha, cowok disamping lo siapa? " kini Ambar yang bertanya duluan, padahal Arya yang begitu penasaran saat melihat Nisha duduk bersama dengan cowok yang tak ia kenal. Sudah banyak cowok yang dekat dengan Nisha selama ini, walau hanya sekedar teman stu kelas biasa saja. Tapi cwok disamping Nisha sekarang, Arya tak pernah melihatnya sebelumnya. Dan kini pertanyaan itu terwakilkan oleh Ambar.


" oh iya, kenalin ini temen sekolah gw dulu waktu SMP. Namanya Septian. dan Iyan, mereka teman dekat gw dikampus selama ini, pasangan kekasih pula. Ambar dan Arya. " jelas Nisha memperkenalkan mereka satu sama lain.


oh...ternyata cowok ini bukan pacar Nisha. Baguslah! gumam Iyan dalam hati.


Mereka pun berbincang dan saling berkenalan sejenak sampai bel masuk kelas memisahkan mereka.


* * *


" Sha, lo pulang dari kampus jam berapa? " tanya Iyan saat istirahat makan siang.


" biasanya gw pulang jam 5. Tapi kalau lagi agak banyak kerjaan, paling lama jam 6 lah! kenapa emangnya? " jelas Nisha tanpa memandang Iyan didepannya saat duduk dikursi dekat taman kampus sambil menyelasaikan sedikit tugas yang didapatnya dari dosen. Iyan sendiri hanya mangut mangut saja, tak banyak bicara kembali yang juga kini memainkan ponsel.miliknya.


" lo ada yang jemput saat pulang? atau pulang sendiri? " lanjut Iyan


" pulang sendiri. Gak ada barenagan juga, soalnya pegawai lain juga pulangnya pada beda arah sama gw " jawab Nisha


Biar nanti sore gw coba jemput dia pulang deh!

__ADS_1


TBC


VOTE, LIKE DAN KOMEN YA GUYS🤗😘


__ADS_2